All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

“Rencana Pabrik Sawit di Limbung Picu Kisruh: Warga Pertanyakan Limbah, Oknum Kuasai Lahan?”

Bangka Barat — Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, memicu gelombang pro dan ko...

Postingan Populer

Minggu, 22 Maret 2026

Pantai Kejawanan Diserbu Wisatawan, Kapolres Cek Langsung Kesiapan Pengamanan Ops Ketupat


Cirebon Kota - Lonjakan kunjungan masyarakat ke objek wisata pantai pasca Hari Raya Idul Fitri mulai terlihat pada Minggu (22/03/2026) sekitar pukul 10.40 WIB, saat Kapolres Cirebon Kota turun langsung melakukan pengecekan di kawasan Pantai Wisata Bahari Kejawanan guna memastikan kesiapan pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat.

Kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, mulai dari arus pengunjung, aktivitas wisata di kawasan pantai, hingga kesiapan personel dan fasilitas pendukung yang ada di lokasi tersebut.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa kehadiran dirinya di objek wisata pantai merupakan bentuk komitmen dalam memastikan pengamanan berjalan optimal, khususnya menghadapi meningkatnya jumlah pengunjung setelah perayaan Idul Fitri.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Kabag Ops Kompol Munawan, S.H., M.H., Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo, S.H., serta unsur terkait lainnya yang turut melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Pengecekan difokuskan pada titik-titik strategis di kawasan pantai, seperti area parkir, jalur keluar masuk pengunjung, serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas wisatawan yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

Selain memastikan kesiapan personel, Kapolres juga berinteraksi langsung dengan petugas di lapangan untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, Kapolres juga menyempatkan diri berdialog dengan para pengunjung yang sedang menikmati liburan di kawasan pantai, sekaligus menyampaikan pesan agar tetap menjaga keselamatan, terutama saat beraktivitas di area pesisir.

Interaksi tersebut disambut positif oleh masyarakat, yang merasa diperhatikan dan mendapatkan rasa aman saat berwisata bersama keluarga di momen libur lebaran.

Langkah ini menjadi bagian dari pengamanan Ops Ketupat yang tidak hanya terfokus pada arus mudik dan balik, tetapi juga mencakup pengawasan di objek wisata pantai yang menjadi tujuan utama masyarakat.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berwisata, menjaga barang bawaan, serta mengawasi anak-anak ketika berada di area pantai, dan apabila membutuhkan bantuan kepolisian dapat segera menghubungi Layanan Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas.

((Red.))

Polsek Kunto Darussalam Bekuk Seorang Pengedar, 26,75 Gram Sabu Diamankan



ROKAN HULU — Aparat kepolisian dari Polsek Kunto Darussalam berhasil mengungkap tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 26,75 gram dalam sebuah penggerebekan di wilayah Kabupaten Rokan Hulu. Seorang pria berinisial J (46) diamankan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Pengungkapan ini terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, sekitar pukul 13.30 WIB di kediaman tersangka yang berada di Desa Sangkir Indah, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam.

Kapolsek Kunto Darussalam melalui timnya menjelaskan, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas transaksi narkotika jenis sabu di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim yang dipimpin Kanit Reskrim langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah memastikan kebenaran informasi, tim segera melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan tersangka di kediamannya,” ungkap pihak kepolisian.

Dalam proses penggeledahan yang turut disaksikan oleh ketua RT setempat, petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya delapan paket sabu yang terdiri dari lima paket ukuran besar dan tiga paket ukuran kecil yang disembunyikan di dalam sarung tangan bayi serta alat penjepit (hekter).

Selain itu, polisi juga menyita seperangkat alat hisap (bong), kaca pirex, mancis, satu unit ponsel, serta uang tunai sebesar Rp300 ribu yang diduga hasil transaksi.

Dari hasil interogasi awal, tersangka mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya. Ia juga mengaku memperoleh sabu dari seorang pria berinisial D yang berdomisili di wilayah Ujung Batu. Namun, saat dilakukan pengembangan, pelaku yang disebutkan belum berhasil ditemukan.

Hasil tes urine terhadap tersangka menunjukkan positif mengandung metafetamina, yang semakin menguatkan keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkotika.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolsek Kunto Darussalam untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Rokan Hulu serta mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika. *(Humas Polres Rohul)ds/Robet)

Patroli Keamanan Pasca Lebaran, Langkah Nyata Kodim 0735/Surakarta Dalam Menjaga Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Surakarta - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif pasca perayaan idul Fitri 1447 H, Kodim 0735/Surakarta melalui Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Sertu Sunarto pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026 pukul 21.00 wib melaksanakan kegiatan patroli bersama Linmas di wilayah Kecamatan Pasar kliwon.

Sertu Sunarto juga menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan dan wilayah sekitarnya  serta  mewaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  himbauan kepada warga,juga untuk menjalin silahturohmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket koramil 05/Pasar kliwon di wilayah."tegas Sertu Sunarto .

"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing masing agar situasi tetap aman dan kondusif."imbuhnya.

"Patroli yang kami laksanakan setiap malam sangat lah berperan penting dalam menciptakan wilayah yang aman  di wilayahnya masing-masing, 
maka pelaksanaan kegiatan patroli wilayah sangat perlu diadakan demi kenyamanan dan terciptanya wilayah yang aman dan Kondusif, terutama setelah perayaan idul Fitri 1447 H ini."pungkas Sertu Sunarto.
  
Penulis : Arda 72

TNI Bersinergi Memberikan Pengamanan dan Pelayanan Di Pos Pam Lebaran

Wonogiri - Babinsa Koramil 13/Pracimantori Kodim 0728/Wonogiri, Sertu Sajugo bersama tiga rekan Babinsa, melaksanakan Apel kegiatan PAM lebaran 1447 H / 2026 di Pos PAM Lebaran Kecamatan Pracimantoro, pada Sabtu (21/3/2026) malam. 

Sertu Sajugo mengungkapkan, Pengamanan ini dilakukan agar masyarakat tetap aman dan nyaman dalam melqksanakan perjalanan. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Kita berjaga di Pos Pengaman ini merupakan sebagian dari Pos yang lainnya yang tersebar di wilayah dimana Pos yang di gelar bersama Polres Wonogiri guna menciptakan kondisi wilayah yang ada di kabupaten Wonogiri tepat nya di Pos PAM Lebaran di Pasar Pracimantoro dalam merayakan Lebaran bisa aman dan kondusif," ujarnya. 

Di tempat terpisah Danramil 13/Pracimantoro Kapten Cba Oyon menyampaikan, "Kami telah menurunkan personel Babinsa untuk ikut dalam pengamanan pos pengamanan arus mudik lebaran, untuk personel yang melaksanakan pengamanan merupakan anggota gabungan dari Koramil secara bergantian setiap harinya selama pengamanan di Pos Pam mudik Lebaran tahun 2026 ini.

"Saya juga berpesan kepada para Babinsa yang melaksanakan pengamanan di pos Pam Mudik lebaran agar selalu menjaga Kesehatan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik," tutup Danramil.

Penulis : Arda 72

“Kini Tak Perlu Lagi Memutar”: Kesaksian Warga di Balik Hadirnya Jembatan Sungai Tuntang

Grobogan-Pagi itu, suasana di tepian Sungai Tuntang, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, terasa berbeda. Warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari berkumpul menyaksikan sebuah momen yang telah lama mereka tunggu. Di hadapan mereka kini berdiri sebuah jembatan gantung yang kokoh, membentang di atas aliran Sungai Tuntang yang selama ini memisahkan kehidupan dua desa.

Bagi sebagian orang, jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu mungkin hanya terlihat sebagai sarana penghubung biasa. Namun bagi warga di dua desa tersebut, jembatan itu adalah jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, mengaku masih sulit menyembunyikan rasa harunya ketika melihat jembatan itu akhirnya berdiri. Selama ini, Sungai Tuntang menjadi penghalang utama mobilitas warga, terutama ketika musim hujan tiba.

"Terima kasih telah dibangun jembatan ini. Warga sudah berpuluh-puluh tahun menunggu adanya jembatan ini," kata Wartoyo dengan nada penuh syukur.

Ia mengenang bagaimana dahulu masyarakat harus berjuang untuk sekadar menyeberangi sungai. Warga pernah membuat rakit sederhana yang ditarik secara manual menggunakan tali dari dua sisi sungai. Namun cara itu tetap penuh risiko dan tidak selalu bisa digunakan.

Sebelumnya warga pernah memakai rakit yang ditarik manual untuk menyeberangi. Apabila arus sungai deras, rakit tidak bisa dipakai. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses warga jadi jauh lebih mudah.

"Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar sini," ungkap Wartoyo.

Cerita serupa disampaikan Daryanto warga Kentengsari, salah seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan dibangun, wilayah itu seperti terisolasi oleh Sungai Tuntang.

"Sudah berpuluh-puluh tahun daerah ini seperti terisolir. Dulu ada perahu penyeberangan manual, tapi sudah hanyut terbawa arus," ungkapnya.

Akibat tidak adanya jembatan, warga yang ingin menuju Desa Ngombak atau sebaliknya harus memutar jauh melalui Kecamatan Kedungjati. Perjalanan yang sebenarnya dekat itu berubah menjadi rute panjang yang melelahkan.

Daryanto mengungkapkan bila lewat Kedungjati jaraknya bisa sampai sekitar 12 kilometer. Perjalanan bisa 20 menit lebih hanya untuk sampai ke Ngombak. Kini bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh karena tidak adanya jalur langsung yang menghubungkan dua desa.

"Sekarang anak-anak sekolah bisa lewat sini, tidak perlu mutar jauh lagi ke Kedungjati," lanjutnya.

Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain memudahkan akses pendidikan, jembatan juga mempercepat aktivitas para petani yang selama ini harus memutar jauh untuk menuju lahan pertanian mereka.

Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas TNI Angkatan Darat untuk membantu membuka akses wilayah yang terisolasi. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, program tersebut diwujudkan melalui pembangunan 39 jembatan yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, 13 jembatan telah selesai dibangun, sementara 26 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan oleh prajurit TNI bersama masyarakat. Pembangunan jembatan tersebut terdiri dari 20 jembatan Armco, 17 jembatan gantung, serta dua jembatan Bailey di berbagai wilayah Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Launching program pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan secara serentak oleh Kasad di berbagai daerah. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. dari lokasi Jembatan Gantung Sungai Tuntang di Desa Ngombak.

Kini, jembatan yang menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari itu tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.073 kepala keluarga atau sekitar 6.418 jiwa kini merasakan manfaat dari hadirnya akses penghubung tersebut.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar bangunan yang melintang di atas sungai. Ia adalah jalan baru menuju sekolah, ladang, pasar, dan masa depan yang lebih baik—sebuah penghubung harapan yang akhirnya hadir setelah penantian panjang selama puluhan tahun. 

Penulis : Arda 72