Cirebon

Berita Terkini

Wow Mantap. Polres Indramayu Amankan Obat Keras 1.220 Butir Tramadol -Trihex, Dan Ringkus Pengedarnya

Indramayu- Satresnarkoba polres Indramayu Polda Jabar kembali berhasil mengungkap kasus peredaran obat sediaan farmasi tanpa izi...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2026

Sapa Warga di RW 12 Kalijaga, Wakil Wali Kota Pastikan Perbaikan Infrastruktur dan Rutilahu Jadi Prioritas



Kota Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini tercermin dalam kunjungan silaturahmi Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menyapa warga di RW 12 Kalijaga, Selasa (10/3/2026).

Dalam dialog yang berlangsung santai tersebut, Wakil Wali Kota tampak telaten menyimak satu per satu aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari masalah drainase hingga akses jalan yang mulai rusak. Menurutnya, interaksi langsung seperti ini sangat penting agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi benar-benar menjawab kegelisahan warga di lapangan.

"Terima kasih banyak atas aspirasi dan keterbukaan bapak ibu semua. Saya mendengar apa yang menjadi kebutuhan warga di sini. Bismillah ya, semua masukan ini kami upayakan semaksimal mungkin. Tentu kita sesuaikan dengan kondisi anggaran yang terukur, namun dengan segala ikhtiar yang ada, insyaallah semoga semuanya bisa segera direalisasikan,” ujar Wakil Wali Kota di hadapan warga.

Wakil Wali Kota juga menekankan bahwa kehadirannya tidak sendirian. Ia sengaja menggandeng jajaran dinas teknis agar setiap persoalan infrastruktur bisa langsung dicarikan solusinya saat itu juga. Ia menyadari bahwa masalah jalan lingkungan menjadi salah satu keluhan yang paling banyak muncul di wilayah Kalijaga.

"Sengaja saya mengajak Bapak Kadis DPRKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman) ke sini. Karena tadi banyak sekali aspirasi tentang perbaikan jalan lingkungan. Jadi saya bawa langsung ahlinya supaya bisa langsung kita tinjau lokasinya, kita survei titik mana saja yang menjadi lokus prioritas untuk diperbaiki," tambahnya sebelum bergegas meninjau lokasi.
Kepala DPRKP Kota Cirebon, Wandi Sofyan, yang mendampingi Wakil Wali Kota, menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi arahan pimpinan. Wandi menjelaskan bahwa setiap usulan warga sebenarnya telah masuk dalam sistem perencanaan pembangunan, mulai dari tingkat Musrenbang Kelurahan hingga ke tingkat kota, guna mendukung visi misi daerah.

"Kami selaku dinas pengampu tentu sangat mendukung penuh program yang menjadi prioritas Pak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota. Kabar baiknya, khusus untuk tahun 2026 ini, di RW 12 Kelurahan Kalijaga sudah ada dua agenda perbaikan jalan lingkungan yang masuk dalam bidang prasarana, sarana, dan utilitas di dinas kami," jelas Wandi.

Tak hanya soal jalan, Wandi juga membawa angin segar terkait program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Ia memaparkan bahwa kuota perbaikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kelurahan Kalijaga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk Rutilahu di Kalijaga yang murni dari APBD Kota Cirebon, tahun lalu hanya 5 unit. Alhamdulillah tahun 2026 ini bertambah menjadi 23 unit rumah se-Kelurahan Kalijaga. Jika melihat total se-kota, kenaikannya juga terasa, dari 169 unit menjadi 253 unit yang dibiayai APBD," papar Wandi secara detail.

Selain mengandalkan dana daerah, Pemerintah Kota Cirebon juga aktif menjemput bola ke pemerintah pusat. Wandi menyebutkan ada tambahan 196 unit rumah yang mendapatkan bantuan melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari APBN. Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat dalam membenahi pemukiman warga.

Menutup rangkaian peninjauan, Wandi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti di situ saja. Pemerintah Kota Cirebon akan terus mencari peluang anggaran dari berbagai sumber demi mewujudkan hunian dan lingkungan yang layak. 

"Semua ini demi mendukung visi Kota Cirebon yang setara dan berkelanjutan. Kami akan terus berupaya mencari peluang-peluang lain ke depannya," pungkasnya.
(DW Krisnara)

Minggu, 08 Maret 2026

Polresta Cirebon Gelar Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026


Cirebon, 
Polresta Cirebon melaksanakan Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Asrama Polisi Kaliwadas Kec. Sumber Kab. Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, kegiatan tersebut mengecek alat-alat yang akan digunakan untuk pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Nantinya, akan diploting di U-Turn di sepanjang jalur pantura mulai dari Susukan sampai Plered sebanyak 44 titik dan sepanjang jalur Astanajapura sampai losari sepanjang 33 Titik.

Adapun Sarana prasarana ini yaitu rambu sekaligus petunjuk jalan yang akan digunakan selama kegiatan pengamanan antara lain Traffic Cone 250 unit, Water Barier 200 unit, Trailing 100 unit, Tolo- Tolo 300 unit, dan yang menggunakan bambu 500 unit kemudian rambu portable 50 unit. 

"Jadi seperti kita ketahui Cirebon merupakan titik pertemuan arus baik arteri maupun jalan tol. Kami memiliki 50KM panjang ruas tol yang melintas di wilayah Kabupaten Cirebon dan kami memiliki 5 gate tol dari Palimanan, kemudian Plumbon, Ciperna, Kanci, dan Ciledug," katanya.

Karenanya, seluruh perlatan tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik. Diharapkan dengan adanya penambahan maupun perbaikan alat-alat yang kami gunakan untuk menunjang Operasi Ketupat Lodaya 2026 bisa mempermudah dan membantu masyarakat agar tidak tersesat ataupun tidak terganggu dalam perjalanannya.

"Kami berharap dengan adanya rekayasa dan mekanisme yang diterapkan dapat mewujudkan kamseltibcarlantas khususnya di Wilayah Hukum Polresta Cirebon guna menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran dalam waktu dekat," ujarnya.

Adapun Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) yang disiapkan oleh Polresta Cirebon dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026 terdiri dari 1 Pos Utama, 1 Pos Terpadu, 3 Pos Pelayanan, serta 11 Pos Pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polresta Cirebon.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," pungkasnya.

(Koko Ochim)

Polresta Cirebon Tanam Jagung Serentak Dukung Program Swasembada Pangan Nasional



Cirebon, 
Polresta Cirebon melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional melalui Zoom Meeting bersama Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Griya Kaliwadas Permai, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan yang dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda serta Polres di Indonesia ini dipimpin langsung oleh Kapolri secara virtual. Program penanaman jagung serentak tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan serta kemandirian pangan nasional.

Di Kabupaten Cirebon, kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. yang didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut juga dihadiri para Pejabat Utama Polresta Cirebon, di antaranya Kabag, Kasat, dan Kasi, serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr. H. Deni Nurcahya, S.T., M.Si., Kepala Dinas nj dan Perikanan Kabupaten Cirebon Sudiharjo, S.AP., M.Pd., Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Ramaijon Purba, Kapolsek Sumber AKP Affandi, S.H., Camat Sumber H. Teguh Supriadi, S.Sos., Lurah Kaliwadas Nining Alfiyah, S.Pt., Babinsa Kaliwadas Serda Wendi, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan warga sekitar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, penayangan video selayang pandang, sambutan, penyerahan bantuan simbolis, hingga tatap muka melalui Zoom Meeting. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis di lahan yang telah disiapkan.

Penanaman jagung dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang berada di kawasan Griya Kaliwadas Permai, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan serta optimalisasi lahan yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Polresta Cirebon terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

"Polresta Cirebon mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Melalui penanaman jagung serentak ini, kami bersama pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat berupaya memanfaatkan lahan yang ada agar lebih produktif serta memberikan manfaat bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari sinergitas bersama seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program strategis pemerintah.

Kegiatan diakhiri dengan penanaman jagung bersama, foto bersama, serta penutup sebagai simbol komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
(Koko Ochim)

Jumat, 06 Maret 2026

Jaga Kenyamanan Publik, Wali Kota Instruksikan Penataan Lalu Lintas Kawasan Festival Ramadan

Cirebon - Penyelenggaraan Festival Ramadan Kota Cirebon tahun 2026 telah menjadi katalisator penting bagi pergerakan ekonomi lokal. Selama bulan suci ini, kawasan festival bertransformasi menjadi pusat interaksi sosial sekaligus ladang rezeki bagi ratusan pelaku usaha kecil yang berjuang meningkatkan taraf hidup selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Berdasarkan data evaluasi terbaru, tercatat sebanyak 498 pedagang terdaftar dalam festival ini. Antusiasme masyarakat yang mencapai lebih dari 6.000 pengunjung per hari berhasil mendorong rata-rata omzet harian pedagang di angka Rp397.000. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam rapat evaluasi intensif menekankan bahwa keberhasilan festival ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Ia mengingatkan bahwa menjaga kondusivitas adalah kunci utama agar roda ekonomi tetap berputar tanpa hambatan.

"Saya bersyukur melihat geliat ekonomi kita begitu hidup. Semoga nanti sampai akhir Ramadan, suasana tetap kondusif, baik bagi pedagang maupun pembeli," ujar Wali Kota saat rapat evaluasi Festival Ramadan di Balai Kota, Jumat (6/3/2026).

Wali Kota juga menginstruksikan kepada seluruh Lurah dan Camat di wilayah sekitar untuk terus memantau kondisi di lapangan. "Kehadiran pemerintah harus dirasakan untuk memastikan festival ini benar-benar menjadi jembatan bagi masyarakat kecil untuk menjemput rezeki Lebaran," tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya kenyamanan publik di tengah hiruk pikuk perdagangan. Ia meminta agar aspek sosial dan ketertiban tidak dikorbankan.

"Perekonomian memang harus bangkit, tapi jangan sampai mengabaikan hak pengguna jalan lain. Saya minta tim di lapangan lebih tegas namun humanis dalam mengatur lalu lintas. Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi wajah kota tetap tertata. Festival ini adalah wajah keramahan Kota Cirebon, maka mari kita jaga bersama kualitasnya," tambah Wali Kota.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengungkapkan bahwa meskipun secara umum berjalan lancar, tantangan di lapangan tetap ada, terutama faktor alam yang tidak menentu.
"Alhamdulillah, secara umum berjalan sesuai rencana, meski kita sering terkendala cuaca hujan yang cukup intens. Namun, respons masyarakat luar biasa beragam dan positif," ujarnya.

Menurut Iing, fasilitas kuliner yang mudah dijangkau menjadi daya tarik utama. Bagi para pedagang, lanjut Iing, merasa sangat terbantu karena ada income tambahan untuk persiapan Idulfitri. 

Terkait kendala teknis seperti lapak kosong atau penggunaan nomor lapak yang tidak sesuai, Iing menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban administratif. Hal ini dilakukan agar keadilan bagi seluruh pedagang yang sudah mengantre izin dapat terjamin dengan baik.

Pemerintah Kota Cirebon juga berkomitmen menjadikan hasil evaluasi ini sebagai pijakan untuk pembenahan total. Fokus utama ke depan mencakup penataan ulang kantong parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas dua arah, serta penguatan sistem zonasi pedagang yang lebih rapi dan aksesibel.

"Melalui perbaikan yang berkelanjutan, Festival Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pasar musiman, tetapi bertransformasi menjadi ikon wisata religi dan belanja yang membanggakan bagi seluruh warga Kota Cirebon," harapnya.

(Deni)

Polresta Cirebon Gelar Rakor Lintas Sektoral dan TFG Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026



Cirebon, -
Polresta Cirebon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon dengan melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, hingga stakeholder pendukung pelayanan masyarakat.

Rapat koordinasi dipimpin Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., serta Dandim 0620 Kabupaten Cirebon Letkol Inf. Nizar Bachtiar, S.H., M.I.P.. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon H. Slamet, S.Ag., M.Pd., Kasatpol PP H. Imam Ustadi, S.Si., M.Si., Kadinkes H. Eni Suhaeni, S.KM., M.Kes., Kadishub Dadang Raiman, S.Pd., Kalak BPBD Ikin Asikin, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., serta sejumlah pejabat lainnya.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri para kepala rumah sakit di wilayah hukum Polresta Cirebon, perwakilan Polres perbatasan seperti Polres Kuningan, Polres Cirebon Kota, Polres Majalengka, Polres Indramayu, dan Polres Brebes, para pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, pengelola jalan tol, pengelola objek wisata, perwakilan PLN UPT Cirebon, PT Telkom Area Cirebon, serta pengurus Rest Area KM 228A dan KM 229B.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk membahas kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2026. Ia menegaskan pentingnya evaluasi dari pelaksanaan pengamanan tahun sebelumnya agar berbagai kendala dapat diantisipasi sejak dini.

"Fokus utama dalam pengamanan dan pelayanan selama kegiatan Lebaran ini adalah sebagai bentuk operasi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal-hal yang perlu menjadi perhatian dan diantisipasi bersama antara lain kelancaran arus lalu lintas, titik-titik keramaian, potensi kemacetan, serta pengawasan pada rest area," ujar Kapolresta Cirebon.

Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki lima gerbang tol yang menjadi akses utama bagi masyarakat maupun para pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan Rest Area KM 228A dan KM 229B juga berpotensi menjadi titik kepadatan kendaraan karena menjadi lokasi istirahat bagi para pemudik.

"Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik. Oleh karena itu, perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di rest area maupun titik rawan kemacetan lainnya," katanya.

Kapolresta Cirebon juga menekankan pentingnya menjaga keamanan rumah warga yang ditinggalkan mudik serta memastikan keselamatan para pengguna jalan selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu jalur utama perlintasan pemudik menuju wilayah Jawa Tengah maupun daerah lainnya di Pulau Jawa. Oleh karena itu, koordinasi dan perencanaan yang matang antarinstansi sangat diperlukan untuk menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan.

"Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 sebagai upaya memberikan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idulfitri di wilayah Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sejumlah paparan dari Kabag Ops Polresta Cirebon, Kasat Intelkam Polresta Cirebon, Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kadinkes Kabupaten Cirebon, serta perwakilan Polres wilayah III dan Polres Brebes.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi perencanaan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Cirebon yang rencananya akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 12 Maret hingga 25 Maret 2026.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi serta memperkuat sinergitas dalam menentukan pola pengamanan, rekayasa lalu lintas, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi kepadatan kendaraan maupun potensi gangguan kamtibmas selama arus mudik dan balik Lebaran.

(Koko Ochim)

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Kuningan Bagikan Ratusan Takjil Untuk Masyarakat


Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan terus ditunjukkan kader Partai Gerindra di berbagai daerah. Di Kabupaten Kuningan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kantor DPC Gerindra Kuningan.
(Jumat, 6 Maret 2026)
Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara dan warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kader Gerindra kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.

Kegiatan berbagi takjil tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani serta Ketua Plt DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan H. Toto Tohari.

Kehadiran para tokoh daerah tersebut menambah semangat para kader Gerindra yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.

Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan terus ditunjukkan kader Partai Gerindra di berbagai daerah. Di Kabupaten Kuningan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kantor DPC Gerindra Kuningan 

Kehadiran para tokoh daerah tersebut menambah semangat para kader Gerindra yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. 

H.Toto Tohari menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan.

Selain berbagi takjil kepada masyarakat, para kader juga menggelar kegiatan bersih-bersih masjid serta buka puasa bersama dengan pengurus partai di wilayah daerah pemilihan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, para kader Gerindra ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. 
Kegiatan berbagi takjil juga dilakukan oleh para anggota legislatif dari Fraksi Gerindra di daerah pemilihan masing-masing. Langkah ini dilakukan agar kegiatan sosial tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Momentum Ramadhan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan antara kader partai dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya.

Dengan adanya kegiatan berbagi takjil ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus terjaga di tengah masyarakat Kabupaten Kuningan
(Deni)

Kamis, 05 Maret 2026

Wakil Wali Kota Ajak Para Ibu Jadi 'Manajer Kesehatan' Lawan Stunting

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) menggelar aksi nyata berupa sosialisasi intensif sekaligus pembagian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikhususkan bagi balita yang terindikasi stunting di Kelurahan Kebonbaru, Kamis (5/3/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar kota untuk memastikan tidak ada anak Kota Cirebon yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang juga menjabat sebagai Ketua TP3S, hadir langsung untuk memberikan dukungan moril kepada para orang tua. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar soal tinggi badan yang tidak ideal, melainkan sebuah sinyal peringatan. Menurutnya, stunting menunjukkan adanya kebutuhan dasar otak dan tubuh anak yang belum terpenuhi secara maksimal pada masa-masa emas pertumbuhannya.

"Anak adalah anugerah terbesar sekaligus amanah. Masa emas itu terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kandungan hingga usia dua tahun. Di sinilah fondasi kecerdasan dan ketahanan tubuh dibangun. Jika fondasinya kokoh, anak akan tumbuh cekatan, mudah menangkap pelajaran, dan tidak mudah sakit," ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menjelaskan bahwa program MBG yang digulirkan hari ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Pemerintah Kota Cirebon telah merancang komposisi makanan tersebut dengan perhitungan gizi yang presisi, mencakup protein dan mikronutrien penting. Tujuannya adalah memberikan stimulasi gizi sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para orang tua mengenai standar menu sehat bagi balita.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengingatkan warga bahwa gizi berkualitas tidak selalu identik dengan harga mahal. Sebagai kota pesisir, Kota Cirebon memiliki kekayaan sumber daya laut yang luar biasa. Ikan dan telur disebutnya sebagai "pangan super" yang mudah didapat namun memiliki dampak besar bagi perkembangan otak anak. Tantangan utamanya, menurut Farida, hanyalah konsistensi dan kreativitas orang tua dalam menyajikannya.

Namun, urusan stunting ternyata tidak berhenti pada isi piring saja. Wakil Wali Kota menyoroti pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa nutrisi yang masuk ke tubuh tidak efektif jika anak sering mengalami infeksi akibat lingkungan yang kotor. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Kebonbaru untuk lebih peduli pada kebersihan drainase dan sanitasi rumah tangga.

"Para ibu adalah manajer kesehatan di rumah tangga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kader Posyandu. Kami di TP3S akan terus mendukung dengan kebijakan yang berpihak pada kesehatan keluarga. Ingat, setiap suap makanan bergizi hari ini adalah investasi besar untuk kesuksesan anak-anak kita dua puluh tahun ke depan," tambahnya.

Pemerintah Kota Cirebon berharap melalui kegiatan di Kelurahan Kebonbaru ini, angka stunting dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara pemerintah melalui bantuan gizi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga pola asuh serta kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk mewujudkan generasi Kota Cirebon yang sehat, cerdas, dan unggul di masa depan.

Kehadiran program ini pun disambut baik oleh masyarakat setempat. Yuni, salah satu warga Kebonbaru yang memiliki balita, mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya pemberian paket MBG dan edukasi langsung dari pemerintah. Baginya, informasi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal seperti ikan sangat membuka wawasan baru agar tidak selalu bergantung pada produk instan.

"Saya berterima kasih sekali kepada Pemerintah Kota Cirebon. Bantuan ini sangat kami butuhkan, apalagi ada penjelasan langsung soal cara mengolah makanan. Jadi kami sebagai orang tua lebih paham bahwa mencegah stunting itu bisa dilakukan dari hal-hal kecil di rumah," ungkapnya.

(Deni)

Selasa, 03 Maret 2026

Urai Kendala Medan Curam, Perbaikan Jembatan Lebakngok Terus Dikebut

Cirebon – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo meninjau progres perbaikan Jembatan Lebakngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Selasa (3/3/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan langkah-langkah teknis di lapangan berjalan sesuai rencana untuk mencegah dampak longsor yang lebih luas akibat gerusan arus sungai.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi oleh jajaran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, serta dinas terkait seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon. Fokus utama saat ini adalah pengalihan arus sungai yang selama ini menghantam dinding tanah di sisi jalan.

"Ya, hari ini saya melihat kondisi pengerjaan yang dilakukan oleh teman-tiba BBWS dan DPRKP serta DPUPR. Alhamdulillah, kita sudah melihat sendiri sudah ada hampir 100 meter penanggulan alur sungai untuk dialihkan alirannya ke arah sisi kiri," ujar Wali Kota di sela-sela tinjauannya.
Menurutnya, pembuatan tanggul untuk memindahkan aliran sungai sangat krusial agar tidak lagi memberikan tekanan langsung pada konstruksi jalan yang saat ini mengalami longsor. Ia optimis bahwa koordinasi antar-lembaga ini akan membuahkan hasil dalam waktu dekat agar mobilitas warga kembali normal.

"Jadi semoga ke depan tidak lagi menghantam kondisi jalan yang ada saat ini yang longsor. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan ini sudah selesai semua. Untuk perbaikan jalan dan pembuatan sandaran oleh DPRKP dan DPUPR, mudah-mudahan minggu ini sudah bisa jalan karena kita masih menunggu proses administrasi pengadaan barang dan jasanya selesai dulu," tambahnya.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan setiap harinya. Sinergi antara normalisasi sungai oleh BBWS dan perbaikan infrastruktur jalan oleh Pemkot diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi keamanan dan kenyamanan warga di sekitar Lebakngok.

Di tempat yang sama, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan sebelumnya adalah akses alat berat. Kondisi medan yang curam membuat tim harus melakukan rekayasa lahan terlebih dahulu sebelum memulai normalisasi sungai.

"Alat berat sebenarnya sudah sampai sejak Jumat kemarin. Namun, ada kendala akses masuk ke sungai karena medannya terlalu curam. Jadi alat beratnya membuat jalan sendiri dulu, diratakan dan dilandaikan, baru bisa masuk ke sungai dan lewat kolong jembatan menuju lokasi titik pengerjaan," jelas Dwi.

Pengerjaan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada April mendatang. Skema teknis yang dilakukan adalah dengan menumpuk sedimen di tebing sebelah kiri guna memperkuat struktur yang tergerus, sekaligus meluruskan arah arus agar mengalir tepat ke kolong jembatan, bukan menghantam tebing di sisi kanan atau kiri.
"Tujuannya jelas untuk mengarahkan arus agar lurus ke depan, sehingga daya rusaknya kecil. Pengerjaan ini mencakup sekitar 50 sampai 100 meter ke arah hulu. Nanti setelah arus stabil, penguatan tebing permanen akan dilanjutkan oleh teman-teman dari Pemerintah Kota," kata Dwi.

Dwi juga memberikan catatan penting mengenai perilaku alamiah sungai. Ia mengingatkan bahwa fenomena sedimentasi adalah hal yang tidak bisa dihindari dan kemungkinan besar akan terulang dalam siklus beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk turut menjaga akses jalan bagi alat berat di sekitar sungai.

"Ini pentingnya masyarakat juga menjaga akses alat berat. Sungai seperti ini, dua atau lima tahun lagi bisa terulang lagi karena memang alamiahnya ada sedimentasi. Jika akses terjaga, pemeliharaan rutin akan jauh lebih mudah dilakukan di masa mendatang," pungkasnya.

(Deni)

Senin, 02 Maret 2026

Apresiasi Gebyar Ramadan LPM Karyamulya, Wakil Wali Kota: Semangat Berbagi Harus Terus Dijaga

Cirebon - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati hadir di tengah masyarakat Kelurahan Karyamulya pada Senin (2/3/2026) sore. Kehadiran Wakil Wali Kota menjadi bentuk dukungan moral yang kuat terhadap inisiatif lokal yang digagas oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karyamulya dalam tajuk "Gebyar Ramadan Berbagi Kasih".

Bagi Wakil Wali Kota, momen ini bukan sekadar kunjungan kerja formal, melainkan ruang untuk merajut silaturahmi yang lebih hangat dengan warga. Ia tampak berbincang akrab dengan para pengurus wilayah, mengapresiasi bagaimana sebuah kelurahan mampu menggerakkan potensi swadaya untuk membantu sesama. Kehadirannya seolah menegaskan bahwa pemerintah kota sangat menghargai setiap langkah nyata yang lahir dari kepedulian masyarakat.

"Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir di Kelurahan Karyamulia atas undangan Pak Lurah serta Ketua LPM dan jajarannya. Kegiatan berbagi kasih ini menyasar 50 orang, mulai dari marbot, imam masjid, petugas kebersihan, hingga kader-kader Posyandu. Semuanya berjalan lancar dan baik, dan kami sangat senang bisa bersilaturahmi langsung dalam suasana seperti ini," ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menyoroti konsistensi kegiatan ini yang kabarnya telah memasuki tahun keempat. Ia berharap agar semangat kedermawanan ini tidak hanya berhenti di bulan suci, tetapi juga bisa menular ke wilayah-wilayah lain di Kota Cirebon sebagai sebuah budaya positif. Baginya, kolaborasi lintas sektor yang ditunjukkan di Karyamulya merupakan modal sosial yang sangat luar biasa untuk pembangunan kota yang lebih humanis.

"Harapannya tentu berkelanjutan untuk segala kebaikan di momen apa pun juga. Selain Ramadan, mungkin momen-momen lain untuk saling kasih dan peduli itu dilanjutkan di bulan-bulan lainnya. Saya sangat mengapresiasi kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak di Karyamulia ini, semoga terus menularkan hal-hal kebaikan bagi kelurahan yang lain," harapnya.

Senada dengan itu, Lurah Karyamulya, Rahmat Sulaeman, dalam laporannya menekankan bahwa kehadiran Wakil Wali Kota merupakan penyemangat bagi seluruh jajaran di kelurahan. Rahmat menjelaskan bahwa Ramadan adalah momentum bagi aparatur wilayah untuk menunjukkan tanggung jawab sosial melalui aksi nyata, bukan sekadar seremoni belaka yang kehilangan makna asalnya.
"Bulan Ramadan ini bukan sekadar bulan berbagi, tapi bagaimana kita diajarkan untuk memberikan pemberian kepada masyarakat secara sosial. Ini adalah wujud nyata kasih dan sayang kami, bukan sekadar seremonial. Apa yang kami sampaikan kepada warga merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan tali kasih," tuturnya.

Rahmat juga memaparkan bahwa agenda ini akan terus berkembang sepanjang bulan Ramadan. Mulai dari pembagian takjil rutin setiap hari Jumat hingga aksi door-to-door ke musala dan masjid di penghujung bulan nanti untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Komitmen ini menurutnya adalah bagian dari upaya kelurahan untuk terus eksis dan berkarya bagi kemaslahatan masyarakat banyak.
Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai mitra strategis, mulai dari tokoh masyarakat hingga institusi pendidikan. Rahmat menyampaikan terima kasih mendalam kepada para donatur seperti Ibu Yulia Wandani, STIKES Mahardika, hingga Baznas yang telah bahu-membahu menyukseskan acara tersebut demi meraih keberkahan di bulan suci.

"Semoga energi positif dari Gebyar Ramadan ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh warga Kota Cirebon," pungkasnya.

(Deni)

Diduga ada buly Ditahanan sesama tahanan


 Buser Polkrim - Sistem kepala suku atau kepala kamar di tahanan Polresta Cirebon, Jawa Barat, ini biasanya tahanan yang Uda lama yang ada di dalam Sel tahanan di mana ada seorang yang ditunjuk sendiri mengaku jadi kepala kamar sebagai perwakilan atau pemimpin di antara para tahanan. Namun, perlu diingat bahwa sistem ini tidak secara resmi diakui oleh kepolisian atau pemerintah.

Dalam struktur organisasi Polresta Cirebon, ada beberapa satuan yang bertugas menangani urusan tahanan, seperti Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Sabhara (Satshabara). Mereka bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban di dalam tahanan tentunya bisa untuk melaporkan jika ada masalah ditahanan.

Jika ada kasus bullying oleh kepala kamar seperti di sistem tahanan di Polresta Cirebon, maka sangat berani sekali kepala kamar tersebut kami selaku kuasa hukum tentunya merasa dirugikan karna tidak bisa melindungi kliyen saya sebagai kuasa hukum akan melaporkan ke Ombudsman, awal bisa ketahuan ada bullying klayen berjalan membungkuk menahan rasa sakit akibat dipukul perutnya pada waktu itu, wawanto. SH selaku kuasa hukum menjenguk klayennya ketika bersalaman taksengaja tertarik tangannya dan mengerang kesakitan, itulah awal mengetahui klayennya di bullying ujar Wawanto selaku kuasa hukum (S) kepada awak media.



Ditempat lain Hartono, tentang fenomena "bullying" yang biasanya disertai juga dengan pemerasan dan tindakan kekerasan lainnya, sangat menyayangkan jika kejadian tersebut benar adanya dan terjadi dalam tahanan kepolisian. Kalau benar ada kasus seperti itu, itu sangat tidak dibenarkan dan melanggar hak asasi manusia. Hal ini jangan dibiarkan, harus diusut tuntas agar terjadi efek jera terhadap oknum tahanan yang biasa melakukan bulying. Apalagi tindakan-tindakan tersebut terjadi di dalam tahanan kepolisian yang dijaga ketat. Dalam hal ini, Tahanan berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan aman ujar Hartono Korwil Barat DPP AMPAR CIREBON pada awak media.

Kuasa hukum bisa melaporkannya ke pihak berwenang, seperti petugas tahanan atau Ombudsman, jika memang ada kasus seperti itu. Mereka bisa membantu menangani situasi dan memberikan perlindungan kepada tahanan yang menjadi korban ujar Hartono korwil barat DPP AMPAR CIREBON.

Serius Kalau benar ada kasus bullying di tahanan Polres Cirebon, itu sangat memprihatinkan. LBH (Lembaga Bantuan Hukum) sudah turun tangan, itu artinya mereka siap membantu kliennya. Semoga kasusnya bisa diusut tuntas dan pelaku dapat dihukum.

Wawanto. SH selaku kuasa hukum mau ambil langkah tegas, itu berarti mereka serius membantu kliennya. Ombudsman juga bisa bantu investigasi dan awasi penanganan kasusnya. Semoga prosesnya lancar dan ada keadilan buat klien LBH . Korban bullying, dukung LBH dan kliennya.(Moh. Kojim)

Sabtu, 28 Februari 2026

Hadiri Lentera Ramadan, Wali Kota Cirebon Dorong Kolaborasi Kepedulian Sosial

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, menghadiri kegiatan "Lentera Ramadan: Berbagi Bahagia Bersama 200 Anak Yatim dan Dhuafa" di Swiss-Belhotel Cirebon, Sabtu (28/2/2026). Kehadiran jajaran pemerintah kota ini menegaskan komitmen daerah dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Wali Kota menyampaikan bahwa momen ini merupakan refleksi mendalam mengenai hakikat kebahagiaan. "Hari ini, melalui acara Lentera Ramadan, saya diingatkan kembali tentang arti kebahagiaan dalam konteks yang lain. Kebahagiaan dapat hadir pada ketenangan saat kita bisa bersimpuh, bersilaturahmi, dan berbagi tawa dengan anak-anak yang hari ini hadir," ungkapnya.

Ia juga memberikan pesan penyemangat bagi para anak yatim yang hadir agar tetap optimis menatap masa depan. Wali Kota mengatakan bahwa pemerintah dan masyarakat adalah keluarga besar yang akan selalu mendukung.

"Jangan pernah berkecil hati. Ingatlah bahwa Allah SWT adalah sebaik-baiknya pelindung, dan kami semua di sini adalah keluarga kalian. Kalian adalah pemilik masa depan kota ini. Teruslah mengaji di Rumah Qur'an, teruslah bermimpi, karena doa adalah kunci yang mengetuk pintu langit," pesan Wali Kota.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara. Bagi Pemkot Cirebon, agenda semacam ini bukan sekadar seremoni buka puasa bersama, melainkan wujud nyata kepedulian sosial. Nama "Lentera" yang diusung pun dinilai memiliki filosofi kuat, yakni meskipun bentuknya kecil, namun mampu mengusir kegelapan dan memberikan arah di tengah kesulitan.

"Inilah wajah Kota Cirebon, kota yang religius, kota yang penuh kasih, dan kota yang tidak membiarkan satu pun warganya merasa sendirian dalam kesulitan. Semoga semangat kepedulian yang kita rasakan di tempat ini terus terjaga demi kebaikan Kota Cirebon yang kita cintai," tutup Wali Kota.

Senada dengan hal tersebut, Pendiri Yayasan Lentera Hati, H. Daan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian komunitasnya yang telah aktif sejak tahun 2015. Berbasis di Cirebon, yayasan ini konsisten bergerak di bidang kemanusiaan, termasuk menyediakan layanan ambulans gratis bagi masyarakat luas yang membutuhkan bantuan darurat medis.
Selain bantuan insidental, H. Daan memaparkan bahwa yayasannya memiliki program berkelanjutan seperti "Jumat Berkah" yang telah berjalan hampir 10 tahun. Program ini rutin membagikan makanan setiap pekan. Pada momen Ramadan kali ini, pihaknya sengaja mengundang 200 anak yatim untuk diberikan santunan berupa paket sembako, uang tunai, serta kebutuhan pokok lainnya.

Namun, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat materi. Yayasan Lentera Hati juga fokus pada pembentukan karakter dan spiritual anak-anak asuhnya. Setiap bulan, mereka menyelenggarakan pelatihan private class materi ESQ (Emotional Spiritual Quotient) serta program Tahfidz Al-Qur'an

"Kami berupaya dan memastikan anak-anak memiliki kecerdasan emosional dan landasan agama yang kokoh," tuturnya.

(Deni)

Minggu, 15 Februari 2026

Kapolresta Cirebon Bersama Forkopimda Kembali Sidak Pasar, Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Sembako Jelang Ramadhan 1447 H



CIREBON, Dalam rangka memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Polresta Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di wilayah hukumnya, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla., Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon H. Hendra Nirmala, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sofhi Zulfia, S.H., M.H., unsur TNI-Polri, para kepala dinas terkait, camat, kuwu, hingga kepala pasar.

Adapun lokasi pengecekan meliputi Pasar Gebang Mekar dan Pasar Losari Kidul.

Dari hasil monitoring di Pasar Gebang Mekar, ditemukan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya beras premium di kisaran Rp15.000–Rp16.000 per kilogram, beras medium Rp13.000–Rp14.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp95.000–Rp100.000 per kilogram, bawang merah Rp38.000–Rp40.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp20.000–Rp21.000 per liter, daging sapi Rp130.000–Rp150.000 per kilogram, daging ayam ras Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, serta telur ayam negeri Rp28.000–Rp30.000 per kilogram.

Sementara sejumlah komoditas lain seperti gula pasir, tepung terigu, bawang putih, hingga LPG 3 kilogram relatif stabil.

Di Pasar Losari Kidul, harga bahan pokok secara umum terpantau relatif stabil. Beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp13.000 per kilogram. Cabai merah biasa Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp90.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp37.000 per kilogram, serta telur ayam negeri Rp31.000 per kilogram.

Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa kegiatan sidak ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi lonjakan harga serta mencegah praktik penimbunan bahan pokok menjelang Ramadhan.

"Kami bersama Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga masih dalam batas wajar. Apabila ditemukan adanya indikasi penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Selain melakukan pengecekan harga, jajaran Polresta Cirebon juga memberikan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat terkait layanan Hotline 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melaporkan gangguan kamtibmas, kejahatan jalanan, maupun aksi premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh respons cepat dan tepat dari kepolisian.

Kegiatan sidak ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat Kabupaten Cirebon bahwa kebutuhan pokok menjelang Ramadhan 1447 H dalam kondisi tersedia dan terpantau, serta situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
(Koko Ochim)

Jumat, 13 Februari 2026

Jelang Ramadan 1447 H, Kapolresta Cirebon dan Forkopimda Sidak Dua Pasar, Pastikan Harga Sembako Stabil dan Stok Aman



CIREBON,  Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Kapolresta Cirebon Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di dua pasar tradisional, yakni Pasar Sumber dan Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon. Jumat (13/2/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Cirebon Imron, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, unsur TNI, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, jajaran pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek, kepala pasar, serta awak media.

Rombongan pertama menyambangi Pasar Sumber di Jalan R. Dewi Sartika, Kecamatan Sumber. Kapolresta Cirebon bersama Forkopimda menyusuri lorong-lorong pasar, menyapa pedagang sekaligus menanyakan harga dan ketersediaan barang secara langsung.

Di lapak beras, Kapolresta tampak mengambil sampel beras dari dalam karung untuk memastikan kualitasnya. Ia juga berdiskusi mengenai perbedaan harga beras premium dan medium, serta kestabilan distribusinya menjelang Ramadan.

Berdasarkan hasil pengecekan di Pasar Sumber, harga beras premium berada di kisaran Rp15.000–Rp15.500 per kilogram dan beras medium Rp13.000–Rp13.500 per kilogram, keduanya terpantau stabil. Harga gula pasir berada di kisaran Rp17.500–Rp18.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.000–Rp19.500 per liter, serta daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram.

Namun demikian, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan harga Rp98.000–Rp100.000 per kilogram. Telur ayam negeri naik menjadi Rp30.500–Rp31.000 per kilogram. Bawang putih dan bawang kating juga tercatat mengalami kenaikan, begitu pula kentang yang mencapai Rp16.000 per kilogram.

Sementara itu, daging ayam ras justru mengalami penurunan harga menjadi Rp38.000–Rp39.000 per kilogram.

Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola tahunan yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa lonjakan tersebut masih dalam batas wajar.

"Kami turun langsung untuk memastikan stok tersedia dan harga masih terkendali. Kami juga memonitor dari hulu ke hilir, mulai dari supplier, petani, peternak hingga pedagang. Tujuannya agar masyarakat tidak terbebani kenaikan yang terlalu tinggi," ujar Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H.,.

Ia menegaskan, Polresta Cirebon bersama Forkopimda akan terus melakukan pemantauan secara berkala selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Setelah dari Pasar Sumber, rombongan melanjutkan pengecekan ke Pasar Pasalaran di Kecamatan Weru. Di lokasi ini, harga bahan pokok secara umum juga terpantau relatif stabil.

Beras premium dijual seharga Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp90.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, serta telur ayam negeri Rp31.000 per kilogram. Beberapa komoditas seperti kol mengalami kenaikan sekitar Rp1.000, sedangkan mayoritas bahan pokok lainnya masih dalam kondisi tetap.

Kapolresta Cirebon juga berdialog dengan pedagang sayur mayur dan komoditas lainnya untuk memastikan tidak ada kendala distribusi yang berpotensi mengganggu stabilitas harga.

Selain memantau harga di tingkat pasar, Polresta Cirebon melalui Satreskrim turut melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi guna mengantisipasi praktik penimbunan dan permainan harga oleh oknum tertentu.

"Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi. Jika ditemukan adanya penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Ia juga mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan di luar kewajaran.

"Kami harapkan para pedagang tetap menjaga stabilitas harga dan menyesuaikan dengan harga dari supplier. Jangan sampai ada kenaikan yang tidak rasional," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan dugaan penimbunan atau gangguan kamtibmas melalui Layanan Hotline 110.

Kegiatan sidak berjalan dengan tertib, aman dan kondusif. Monitoring serupa akan terus dilakukan di sejumlah pasar lainnya di wilayah hukum Polresta Cirebon guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta harga terkendali sepanjang Ramadan 1447 H hingga Idulfitri.
(Koko Ochim)

Rabu, 11 Februari 2026

Hadiri Pelantikan Mabicab 2025–2030, Kapolresta Cirebon Tegaskan Pramuka Mitra Strategis Pembinaan Generasi Taat Hukum


CIREBON, - Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri langsung Pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kabupaten Cirebon Masa Bakti 2025–2030 yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Jl. Kartini No.7, Kelurahan Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (11/2/2026).

Kehadiran Kapolresta Cirebon bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, namun sebagai bentuk komitmen kuat Polresta Cirebon dalam mendukung Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis kepolisian dalam membina generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan taat hukum.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Kwarda Jawa Barat Dr. Drs. H. Herman Suryatman, M.Si., Bupati Cirebon (Ketua Mabicab Cirebon) Drs. H. Imron, M.Ag., Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla., Ketua Kwarcab Cirebon H. Ronianto, S.Pd., M.M., Ketua LPK Kaeriri, S.Pd., para pengurus Kwarcab, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara berlangsung khidmat mulai dari pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Satya Dharma Pramuka, pembacaan doa, prosesi pelantikan Mabicab, Pengurus Kwarcab dan LPK masa bakti 2025–2030, hingga penandatanganan berita acara dan penyematan tanda jabatan.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa pembinaan karakter generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang disiplin, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Ini sejalan dengan tugas Polri dalam menciptakan masyarakat yang tertib dan taat hukum," tegasnya.

Ia menambahkan, Polresta Cirebon siap memperkuat sinergi dengan Kwarcab Kabupaten Cirebon melalui berbagai program pembinaan, edukasi kamtibmas, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan anggota Pramuka.

Menurutnya, di tengah tantangan era digital dan derasnya pengaruh budaya luar, kehadiran Pramuka sangat relevan sebagai benteng moral dan karakter generasi muda.

"Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan Gerakan Pramuka harus terus diperkuat. Dengan pembinaan yang tepat, kita tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kesadaran hukum yang tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pramuka menjadi salah satu pilar pendidikan karakter dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Hal senada juga disampaikan Ketua Kwarda Jawa Barat yang menekankan pentingnya pembinaan usia 7–25 tahun sebagai fokus utama Gerakan Pramuka.

Melalui pelantikan Mabicab ini, Kapolresta Cirebon berharap kepengurusan baru dapat semakin aktif berkolaborasi dengan seluruh unsur Forkopimda dalam membangun generasi muda Kabupaten Cirebon yang tangguh, berkarakter Pancasila, serta menjadi pelopor keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing.
(Koko Ochim)

DPRD menyebut Usulan Infrastruktur masih mendominasi pada Musrenbang Harjamukti


Kota Cirebon– Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Harjamukti Tahun Perencanaan 2027 resmi digelar, Rabu (11/2/2026) di aula gedung kecamatan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Een Rusmiyati SE mengatakan, Musrenbang menjadi forum strategis bagi pemerintahan di tingkat kecamatan menyerap aspirasi masyarakat.

Dari 5 kelurahan di Kecamatan Harjamukti, Een menyebut bahwa permasalahan infrastruktur masih mendominasi dalam usulan Musrenbang 2027.

Di antaranya, penanganan banjir, peningkatan penerangan jalan umum, hingga penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kopi Luhur.

“Musrenbang di Harjamukti mengakomodir seluruh usulan dari lima kelurahan yaitu Harjamukti, Kecapi, Larangan, Kalijaga dan Argasunya. Infrastruktur menjadi fokus usulan utama,” katanya.
Een juga menekankan perhatian khusus pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi ketika musim penghujan tiba.
Maka dari itu, DPRD akan terus mengawasi seluruh usulan yang masuk dalam Musrenbang agar terealisasi manfaatnya bagi masyarakat.

“Tentu kami akan mengawal seluruh aspirasi yang masuk, sehingga nantinya hal itu dapat direalisasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Harjamukti R Yuki Maulana Hidayat SSTP menyampaikan empat perencanaan kebijakan prioritas untuk pembangunan tahun 2027.

Perencanaan tersebut yaitu pembangunan dan pemberdayaan UMKM, urban farming, penanggulangan bencana, serta pengelolaan sampah.

“Jika dipersentase maka untuk tahun 2027, perencanaan pembangunan mencapai 40 persen untuk pemberdayaan masyarakat, dan 60 persen untuk sarpras dari jumlah 202 program prioritas,” katanya.

Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah SSos MAP, dan anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Ruri Tri Lesmana. 
(DW Krisnara)

Senin, 09 Februari 2026

Pers Professional dan berintegritas adalah Pondasi Utama bagi Nalar Publik yang Sehat


Kota Cirebon– Di tengah kepungan arus informasi digital yang kian riuh, pers dituntut untuk berdiri tegak melampaui fungsinya sebagai sekadar pelapor peristiwa. Pers yang profesional dan memiliki integritas kini menjadi kebutuhan mendesak sebagai fondasi utama bagi nalar publik yang sehat. Hal tersebut menjadi pesan sentral dalam upacara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Kota Cirebon tahun 2026 yang digelar di halaman Balai Kota Cirebon, Senin (9/2/2026).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa kredibilitas pers adalah benteng terakhir masyarakat agar tidak tersesat dalam labirin disinformasi. Menurutnya, di era di mana hoaks mudah diproduksi, kehadiran produk jurnalistik yang terverifikasi menjadi penyaring sekaligus penerang yang menjaga masyarakat agar tidak terjebak dalam narasi yang memecah belah.

“Pers yang profesional dan berintegritas bukan sekadar pelapor peristiwa, melainkan fondasi utama bagi nalar publik yang sehat. Kita diingatkan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar sebagai pilar demokrasi. Kehadiran pers yang kredibel menjadi penyaring agar masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi,” ujar Wali Kota dalam amanatnya.

Menariknya, peringatan HPN tahun ini mencetak sejarah baru di Kota Cirebon. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Cirebon menggelar upacara resmi bersama seluruh insan pers. Wali Kota memberikan apresiasi tinggi atas pembacaan Ikrar Pers yang dilakukan para jurnalis, yang ia nilai sebagai janji moral untuk menyajikan fakta yang riil dan menjauhi hoaks demi memperkuat kembali kepercayaan publik.

“Alhamdulillah, tahun ini mungkin pertama kalinya kita melakukan upacara secara resmi bersama Pemerintah Kota Cirebon. Saya ingin ini menjadi agenda rutin setiap tahunnya, insyaallah tahun depan lebih meriah lagi. Dengan adanya ikrar tadi, tujuannya agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pers akan semakin kuat lagi melalui pemberitaan yang benar,” tambah Wali Kota.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga memposisikan pers sebagai mitra strategis yang memiliki peran ganda. Di satu sisi, pers diharapkan menjadi penyambung lidah program pembangunan pemerintah kepada masyarakat secara edukatif. 

"Pemerintah tetap membuka diri terhadap kritik yang tajam selama berbasis data sebagai bahan evaluasi birokrasi dalam melakukan perbaikan layanan public," tegasnya.
Senada dengan semangat kolaborasi tersebut, Ketua PWI Kota Cirebon, Alif Santosa, menekankan pentingnya konsep sinergi pentahelix dalam membangun daerah, sesuai dengan tema HPN 2026 yakni "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat."

“Kolaborasi pentahelix adalah sumber kekuatan kita. Hari ini kita buktikan bahwa pers tidak hanya hadir dalam bentuk tulisan, tapi juga aksi nyata melalui bakti sosial, donor darah, hingga pemeriksaan kesehatan gratis,” ungkap Alif.

Alif juga memaparkan bahwa HPN 2026 di Kota Cirebon akan dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari diskusi nasional pasca-Ramadan, turnamen futsal antarlembaga untuk memupuk kebersamaan, lomba baca puisi Hari Kartini, hingga sekolah jurnalistik bagi pelajar SMA dan mahasiswa.

Sebagai penutup rangkaian upacara, digelar pula diskusi bersama OJK bertajuk "Cerdas Finansial di Era Digital". Langkah ini diambil sebagai respons konkret pers dalam mengedukasi warga agar tidak terjerumus investasi ilegal. 

"Upacara HPN 2026 ini menjadi simbol bahwa di Kota Cirebon, pers dan pemerintah bergerak bersama bukan hanya untuk mengabarkan berita, tetapi untuk membangun peradaban dan ekonomi yang berdaulat," pungkasnya.
(DW Krisnara)

Jumat, 30 Januari 2026

Sauyunan Jaga Lembur, Polresta Cirebon Perkuat Sinergi Ojek Pangkalan, Ojek Online dan Nelayan Kamtibmas


Cirebon, 
Polresta Cirebon menggelar Apel Ojek Pangkalan, Ojek Online, dan Nelayan Kamtibmas Polresta Cirebon bertajuk "Sauyunan Jaga Lembur", Jumat (30/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon, Jl. Raden Dewi Sartika No. 1, Sumber, Kabupaten Cirebon.

Apel dipimpin oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. yang diwakili Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K. Kegiatan ini turut dihadiri stakeholder dan instansi terkait, para Pejabat Utama (PJU) Polresta Cirebon, para perwira dan personel Polresta Cirebon, serta para pengemudi ojek pangkalan, ojek online, dan perwakilan nelayan kamtibmas.

Kegiatan diawali dengan deklarasi bersama yang diikuti seluruh peserta sebagai bentuk komitmen mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Deklarasi tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen, serta penyerahan rompi dan paket sembako sebagai simbol sinergi dan kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K. menegaskan bahwa ojek pangkalan, ojek online, dan nelayan kamtibmas memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan wilayah.

"Rekan-rekan ojek pangkalan, ojek online, dan nelayan kamtibmas bukan hanya pejuang nafkah, tetapi juga garda terdepan keamanan di Kabupaten Cirebon. Rekan-rekan adalah mata dan telinga Polri di lapangan," tegasnya.

AKBP Eko Munarianto, S.I.K., menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah personel Polri menjadikan peran masyarakat semakin penting dalam upaya deteksi dini gangguan kamtibmas.

"Dengan keterbatasan personel Polri, keberadaan rekan-rekan yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan dan tersebar di setiap sudut wilayah menjadikan rekan-rekan sebagai sensor keamanan paling efektif," ujarnya.

Ia menambahkan, para pengemudi ojek dan nelayan kamtibmas kerap menjadi pihak pertama yang mengetahui kejadian di lapangan, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga tindak kriminal.

"Sering kali rekan-rekanlah yang pertama melihat langsung kecelakaan lalu lintas, peredaran narkoba, begal, tawuran, hingga kejahatan lainnya. Informasi dari rekan-rekan sangat menentukan kecepatan dan keberhasilan penanganan Polri," lanjutnya.

Melalui apel tersebut, Wakapolresta mengajak seluruh peserta untuk tidak ragu memberikan informasi dan melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas.

"Jangan pernah ragu dan jangan takut untuk melapor. Polresta Cirebon siap melindungi dan melayani. Jika merasa tidak aman, silakan merapat ke polsek atau pos polisi terdekat. Pintu kami selalu terbuka," katanya.

Dalam kesempatan itu, AKBP Eko Munarianto juga menitipkan tiga pesan penting, yakni menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, meningkatkan kepekaan terhadap potensi kejahatan, serta menjaga solidaritas dan kekompakan antar komunitas.

"Jadilah pelopor keselamatan di jalan raya, peka terhadap setiap potensi kejahatan dan segera laporkan melalui layanan 110 yang bebas pulsa, serta jaga solidaritas dan jangan mudah terprovokasi isu hoaks," pesannya.

Menutup sambutannya, Wakapolresta menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara Polri dan masyarakat.

"Saya yakin, dengan semangat sauyunan dan kebersamaan, kita mampu menjaga Kabupaten Cirebon tetap aman, damai, dan kondusif. Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., berharap terbangun sinergi yang semakin solid antara Polri dan ojek pangkalan, ojek online, serta nelayan kamtibmas sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polresta Cirebon.
(Koko Ochim)

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027



Kota Cirebon– Pemerintah Kota Cirebon menyelenggarakan Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 (29/1/2026). Forum ini menjadi wadah krusial bagi pemerintah, legislatif, dan pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi pembangunan demi mewujudkan Kota Cirebon yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa setiap dokumen perencanaan yang disusun tidak boleh hanya menjadi laporan administratif, melainkan harus memiliki dampak nyata dan terukur bagi kesejahteraan warga. Beliau menginstruksikan seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk bekerja lebih cermat dan berintegritas, terutama dalam menghadapi situasi efisiensi anggaran yang ketat.

Dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan melalui Penguatan Sektor Unggulan Daerah,” pembangunan tahun 2027 akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu (1) inklusivitas (memastikan pertumbuhan ekonomi menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan penguatan sektor UMKM), (2) keberlanjutan (menjadikan penataan ruang dan kelestarian lingkungan sebagai syarat mutlak dalam pembangunan jangka Panjang), dan (3) sektor unggulan (mempertegas posisi Kota Cirebon sebagai pusat jasa, perdagangan, dan pariwisata melalui digitalisasi dan inovasi).
Selain pemenuhan kebutuhan dasar seperti penanggulangan banjir dan perbaikan jalan, Wali Kota juga menyoroti pentingnya penataan estetika kota. Hal ini selaras dengan rencana penataan kabel fiber optik yang semrawut. Pemerintah berencana menerapkan kebijakan "Satu Tiang Bersama" untuk menggantikan belasan tiang dari berbagai provider yang selama ini mengganggu pemandangan dan ketertiban di pemukiman warga.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, S.E., dalam forum tersebut memberikan apresiasi atas capaian birokrasi saat ini, khususnya di bidang kesehatan. Kota Cirebon telah berhasil mencapai cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 103%. Di sisi lain, pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus pada perbaikan data sosial (desil) agar bantuan pemerintah tepat sasaran, seperti memastikan profesi rentan mendapatkan dukungan yang layak.

Forum ini dihadiri oleh 130 peserta, baik secara luring maupun daring, yang terdiri atas unsur legislatif, akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan. Partisipasi aktif masyarakat melalui Musrenbang dan pokok-pokok pikiran DPRD diharapkan dapat menjawab tantangan riil di lapangan, mulai dari masalah pengangguran hingga ketahanan infrastruktur terhadap perubahan iklim.

Wali Kota menutup forum dengan mengajak seluruh sektor swasta untuk bersinergi melalui program CSR yang selaras dengan prioritas daerah, guna mewujudkan visi Cirebon SETARA berkelanjutan.
(D.W Krisnara)

Otoritas Jasa Keuangan satukan Pemkab Kuningan dan seluruh PUJK, mendorong KUR jadi Motor Ekonomi Rakyat



Kuningan-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor OJK Cirebon memperkuat peran pembiayaan sebagai penggerak ekonomi rakyat dengan menyatukan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan seluruh pelaku industri jasa keuangan dalam upaya memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Langkah ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib dan dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, didampingi Sekda dan Asisten Daerah (Asda) serta jajaran perangkat daerah terkait, serta seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang beroperasi di wilayah Kuningan, pertemuan berlangsung di Pendopo, Selasa (27/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog kebijakan antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk memastikan pembiayaan UMKM tidak hanya meningkat dari sisi penyaluran, tetapi juga benar-benar menjangkau pelaku usaha kecil dan mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. OJK Cirebon menilai penguatan akses pembiayaan UMKM merupakan prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib menyampaikan, keterlibatan seluruh PUJK dalam satu forum bersama pemerintah daerah merupakan bentuk konkret pendekatan kolaboratif yang diinisiasi OJK. “OJK mendorong KUR sebagai kebijakan afirmatif yang berpihak pada UMKM dan ekonomi rakyat. Dengan menyatukan pemerintah daerah dan seluruh PUJK, pembiayaan UMKM diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terkoordinasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Agus Muntholib.
Menurut OJK Cirebon, keterlibatan seluruh PUJK dalam satu forum bersama pemerintah daerah menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pembiayaan, sekaligus menjaga kualitas kredit agar UMKM tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan akses permodalan yang masih dihadapi sebagian pelaku usaha kecil di daerah.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyambut baik langkah OJK Cirebon yang mendorong sinergi lintas sektor tersebut. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat Kuningan. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penguatan data UMKM, pendampingan usaha, dan kolaborasi dengan OJK serta pelaku jasa keuangan agar pembiayaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Dian.

Ke depan, OJK Cirebon akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh PUJK melalui monitoring dan evaluasi penyaluran KUR. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan pembiayaan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kuningan. 
(D.W Krisnara)

Kamis, 29 Januari 2026

Kapolresta Cirebon Pimpin Penanaman Jagung Serentak, Polresta Cirebon Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Nasional



Cirebon, 
Polresta Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026 dengan melaksanakan Zoom Meeting Penanaman Jagung Serentak di Polres Jajaran Polda Jawa Barat, Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), serta Bantuan Sembako kepada Kelompok Tani pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Blok Kedempatan, Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama Polresta Cirebon, serta diikuti oleh unsur Forkopimda, instansi terkait, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan serentak jajaran Polda Jawa Barat yang dilaksanakan melalui sarana Zoom Meeting dan dipimpin oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., dari lokasi terpusat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa Polresta Cirebon berkomitmen untuk tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir secara aktif mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

"Polresta Cirebon secara nyata mendukung Program Swasembada Pangan Presiden Republik Indonesia Tahun 2026. Penanaman jagung pipil ini merupakan langkah konkret kami bersama kelompok tani untuk mengoptimalkan lahan yang ada agar lebih produktif serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat," tegas Kombes Pol. Imara Utama.

Kapolresta Cirebon menambahkan, Polresta Cirebon berperan aktif sebagai fasilitator dan pendamping kelompok tani, mulai dari tahap penanaman hingga panen, melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.

"Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga kamtibmas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Kami mendorong kolaborasi lintas sektor agar hasil pertanian meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan taraf hidup petani di wilayah hukum Polresta Cirebon terus meningkat," tambahnya.

Selain melaksanakan penanaman jagung secara simbolis, Polresta Cirebon juga menyerahkan bantuan paket sembako berupa beras, mi instan, dan minyak goreng kepada kelompok tani dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan nyata Polri di tengah masyarakat.

Kapolresta Cirebon juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok tani dan pihak terkait yang telah bersinergi dengan Polresta Cirebon dalam menyukseskan program ketahanan pangan tersebut.

"Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari peran serta kelompok tani dan dukungan seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja samanya. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Cirebon," ujarnya.

Secara keseluruhan, Polresta Cirebon melaksanakan penanaman jagung pipil secara serentak di 27 Polsek jajaran Polresta Cirebon dengan total luas lahan mencapai 29 hektare. Kegiatan ini menjadi wujud konkret kontribusi Polresta Cirebon dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kemitraan Polri dengan masyarakat.
(Koko Ochim)