Cirebon

Berita Terkini

Bus Mogok Tengah Malam, Kapolres Turun Tangan di Jalur Arteri Saat KRYD Pasca Ops Ketupat

Cirebon Kota – Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan pasca Operasi Ketupat terus dilakukan jajaran Polres Cirebon Kota, Sabtu (28/03/...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2026

Wali Kota Ajak Kader PKK dan Posyandu Hapus Sekat Kelompok Demi Melayani Masyarakat


Kota Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon menggelar rapat koordinasi lintas lembaga sekaligus silaturahmi halalbihalal yang diinisiasi oleh Tim Pembina Posyandu Kota Cirebon di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (27/3/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kembali langkah-langkah strategis pembangunan berbasis masyarakat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam arahannya menekankan bahwa esensi dari kinerjanya Bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati selama setahun terakhir adalah membangun jembatan persatuan. Ia mengaku terus berupaya setiap hari agar seluruh elemen pemerintahan dan kemasyarakatan bisa bergerak dalam satu irama gotong royong yang nyata, bukan sekadar slogan.

"Saya terus berupaya setiap hari sampai dalam satu tahun ini, bagaimana caranya semua bisa bersama, bersatu, bareng-bareng, dan gotong royong. Saya sangat berharap tidak ada lagi 'peta-petaan' atau pengelompokan tertentu dalam bekerja. Karena jujur saja, kalau kita masih bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang terfragmentasi, hasilnya tidak akan pernah maksimal untuk rakyat," ujar Wali Kota di hadapan para kader yang hadir.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya integritas kepemimpinan di tingkat akar rumput. Menurutnya, menjadi ketua atau pengurus lembaga seperti PKK dan Posyandu bukanlah soal status sosial, melainkan soal beban tanggung jawab. Amanah dari masyarakat harus dipikul dengan kesadaran penuh bahwa setiap tindakan berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Lebih lanjut, ia meminta seluruh kader di PKK, Posyandu, hingga PAUD untuk mengedepankan nilai pengabdian. 
"Bekerjalah dengan ikhlas. Kita harus ingat bahwa orientasi utama kita adalah masyarakat. Saya berharap Ibu-ibu semua menunjang program yang ada bukan demi menyenangkan Ketua atau Wali Kota, tapi semata-mata untuk melayani warga yang memang membutuhkan sentuhan tangan kita," tambahnya.

Silaturahmi ini diharapkan tidak hanya berakhir pada seremoni semata, tetapi membawa pulang semangat baru. Dengan hilangnya sekat kelompok dan menguatnya rasa persatuan, TP PKK dan tim pembina Posyandu Kota Cirebon optimistis dapat menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat yang lebih inklusif dan progresif.

Senada dengan Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, memandang pertemuan ini sebagai ajang "recharge" energi bagi para pengurus. Baginya, momen halalbihalal ini merupakan kesempatan emas untuk melepaskan ego pribadi dan meruntuhkan sekat-sekat komunikasi.

"Ini momen yang sangat penting bagi saya. Bukan sekadar saling memaafkan secara lisan, tapi bagaimana kita melepaskan ego dan sekat agar bisa saling bersinergi membangun Kota Cirebon. Kita butuh kolaborasi dengan berbagai lembaga terkait agar pekerjaan yang berat menjadi lebih mudah karena dikerjakan bersama-sama," ungkap Noviyanti.

Noviyanti juga menegaskan komitmennya untuk terus membawa inovasi ke dalam tubuh organisasi agar para kader tidak merasa jenuh atau terjebak dalam rutinitas yang monoton. Ia menyadari bahwa perjalanan PKK dan Posyandu masih sangat panjang dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan.

Ia mengajak para anggota untuk lebih berani menyuarakan ide-ide brilian. Noviyanti mengakui bahwa sebagai manusia, ia memiliki keterbatasan dan sangat bergantung pada masukan serta kreativitas dari seluruh pengurus untuk memajukan organisasi.

"Ayo sampaikan kalau ada ide atau solusi untuk menggerakkan Pokja-Pokja kita. Saya tahu Ibu-ibu punya pemikiran yang hebat, tinggal dicurahkan saja. Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh sinkronisasi agar program kerja kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," tegasnya. 
(Denny Krisnara)

Sampaikan LKPJ 2025, Wali Kota Paparkan Capaian Strategis dan Fondasi Setara Berkelanjutan



Kota Cirebon - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, Kamis (26/3/2026). Momentum ini menjadi catatan penting karena tahun 2025 merupakan pijakan awal masa kepemimpinan pasangan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati.

Dalam laporannya, Wali Kota menegaskan bahwa tahun pertama ini difokuskan pada peletakan fondasi visi besar Setara Berkelanjutan (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan) yang akan menjadi arah pembangunan Kota Cirebon hingga 2029.

Salah satu kado manis bagi masyarakat adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 78,99, naik 0,9 poin dari tahun sebelumnya. Angka ini mengukuhkan posisi Kota Cirebon sebagai pemilik kualitas SDM tertinggi di wilayah Ciayumajakuning. Kenaikan ini ditopang oleh Umur Harapan Hidup yang kini mencapai 75,97 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah di angka 10,54 tahun.

Di sektor ekonomi, meski di tengah tantangan global, ekonomi Kota Cirebon tumbuh positif di angka 5,34%. Sektor perdagangan, transportasi, dan jasa keuangan menjadi motor utama, yang berdampak pada melonjaknya PDRB per kapita menjadi Rp89,6 juta per tahun.

"Tahun 2025 adalah fase krusial bagi kami. Ini bukan sekadar angka-angka di atas kertas, tapi cermin dari kerja keras kolektif antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Kita berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 8,66 persen dan memperbaiki ketimpangan pendapatan secara signifikan. Meski ada tantangan di sektor pengangguran terbuka yang berada di angka 6,41 persen, ini akan menjadi prioritas kami melalui penguatan vokasi dan lapangan kerja padat karya ke depan," ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Terkait postur APBD 2025, Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan performa yang stabil. Dari target pendapatan sebesar Rp1,736 Triliun, telah terealisasi sebesar Rp1,631 Triliun (93,99%). Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang Rp658,8 Miliar, yang didorong oleh transformasi digital layanan pajak.

Sementara dari sisi belanja, dari pagu Rp1,783 Triliun, terserap sebesar Rp1,649 Triliun (92,49%). Anggaran tersebut dialokasikan secara tajam untuk layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perbaikan infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan publik.

Beberapa terobosan nyata di tahun 2025 meliputi beberapa bidang. Diantaranya di bidang pendidikan, Pemkot Cirebon resmi meluncurkan Program Beasiswa IDOLA dan program pemerintah pusat yakni Sekolah Rakyat bagi warga kurang mampu, serta perbaikan 55 bangunan sekolah SD/SMP.

Di bidang kesehatan, keberhasilan meraih Universal Health Coverage (UHC) 100,46%, penurunan stunting menjadi 14,07%, hingga deklarasi 100% bebas BABS (ODF). Fasilitas fisik juga diperkuat dengan gedung baru Puskesmas Gunungsari.

Selain itu, di bidang infrastruktur, perbaikan 26 ruas jalan (7,28 km), penanganan 182 titik jalan lingkungan, perbaikan 276 unit Rutilahu, hingga revitalisasi TPA Kopiluhur yang mencapai 73,75% luasan zona pasif.

Tata kelola pemerintahan juga menunjukkan grafik meningkat dengan Indeks Reformasi Birokrasi di angka 87,61 dan nilai SAKIP 69,20. Sepanjang 2025, Kota Cirebon juga memanen apresiasi dengan total 1 penghargaan internasional, 17 penghargaan nasional, dan 12 penghargaan tingkat provinsi.
Mengakhiri laporannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas kemitraan yang harmonis. Ia berharap rekomendasi konstruktif dari DPRD nantinya dapat menjadi fondasi untuk perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang agar Kota Cirebon semakin sejahtera.

"Terima kasih dan apresiasi juga kami sampaikan kepada segenap unsur Forkopimda Kota Cirebon, seluruh perangkat daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga Kota Cirebon atas dukungan, kerja sama, dan partisipasi aktif yang diberikan," pungkasnya.

Dokumentasi : Dede Sofyan Hadi
Pengolah Informasi: Mike Dwi Setiawati
(Denny Krisnara)

Kamis, 19 Maret 2026

KAPERWIL JABAR MEDIA BUSERPOLKRIM.Mengucapkan:Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

KAPERWIL JABAR MEDIA BUSERPOLKRIM.
Mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.
Di hari yang fitri ini, mari kita bersihkan hati dan mempererat tali silaturahmi. Terima kasih atas kepercayaan seluruh pembaca setia dan mitra kerja yang terus berjalan beriringan bersama kami.
Semoga semangat kemenangan ini membawa keberkahan dan kedamaian bagi kita semua.
[MUHAMAD KOZIM]

Rabu, 18 Maret 2026

Pemerintah Desa Rawa gatel mengucapkan : Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 HDi hari yang suci ini, mari kita bersihkan hati dengan saling memaafkan

Gema Takbir Berkumandang, Kemenangan Telah Tiba Kami segenap Perangkat dan Staf Pemerintah Desa Rawa gatel mengucapkan:
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Di hari yang suci ini, mari kita bersihkan hati dengan saling memaafkan. Terima kasih kepada seluruh masyarakat atas sinergi dan dukungannya dalam membangun desa tercinta.
Minal ‘Aidin Wal-Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Selasa, 17 Maret 2026

Polresta Cirebon Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran, Barang Bukti Ditaksir Rp12 Miliar



Buserpolkrim.com

Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026.

"Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka uang Sedang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu," katanya.

Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribuan, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Mempunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribuan Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita Berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribuan yang terdapat Logo Bank, Alat Sensor Infrared, handphone, dan lainnya
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.
"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar," pungkasnya.

Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai.

“Masyarakat kami imbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli.

“Kalau kita lihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli,” kata Himawan.

Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli.

“Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorslag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip,” ujarnya.

Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram.

“Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, term


Koko Ochim 

Senin, 16 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, AWNI DPD Provinsi Jawa Barat Gelar Buka Bersama di Kota Cirebon



Kota Cirebon – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) DPD Jawa Barat untuk memperkuat solidaritas antar insan pers. Dipimpin langsung oleh Ketua AWNI DPD Provinsi Jabar, Piryanto beserta jajaran pengurus dan anggota wartawan yang tergabung di dalamnya menggelar acara Buka Puasa Bersama (Bukber) pada Minggu (15/03/2026).

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini bertempat di Kedai Bang Zeki, yang berlokasi tepat di bawah jalan layang (flyover) Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Cirebon.

Acara tersebut dihadiri oleh Budi Yanto Suwito Owner Kairos Elektronik Group dan Asep Gumelar, S.H Konsultan Finance.

Dalam sambutannya, Piryanto Ketua DPD AWNI Provinsi Jawa Barat didampingi Iwan Yulistiawan Sekjen AWNI DPD Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah penting untuk menjaga komunikasi dan kekompakan para jurnalis di tengah kesibukan peliputan.

"Di bulan Ramadhan ini, kami mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya Bukber ini. Tujuannya tidak lain agar lebih terjalin tali silaturahmi antar jurnalis dari berbagai media," ujar Piryanto.

Beliau juga menambahkan bahwa kebersamaan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan profesionalisme para awak media yang bernaung di bawah bendera AWNI, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Senada dengan hal tersebut, Asih Mintarsih atau yang akrab disapa Firda Asih, selaku Direktur Media Koran Cirebon, turut memberikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap agenda rutin seperti ini dapat memperkuat ikatan emosional antar jurnalis.

"Semoga kegiatan rutin ini akan lebih mempererat tali silaturahmi dan agar kita lebih saling mengenal antar jurnalis dari berbagai media. Semoga ke depannya AWNI DPD Jawa Barat akan lebih sukses dan semakin maju," ungkap Firda Asih.

Suasana Akrab di Tengah Kota
Pemilihan lokasi di Kedai Bang Zeki memberikan nuansa santai namun tetap khidmat. Sambil menunggu waktu berbuka, para jurnalis tampak saling bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai perkembangan isu terkini di wilayah Cirebon.

Kegiatan ditutup dengan doa dan makan bersama, yang sekaligus mempertegas komitmen AWNI DPD Provinsi Jawa Barat untuk terus solid dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di masa mendatang.
(DW_Krisnara)

Minggu, 15 Maret 2026

Berbagi di Bulan Suci, Pemuda Pancasila PAC Depok Bagi 1.500 Nasi Kotak Disambut Antusias Warga



CIREBON – Suasana penuh kebersamaan dan kepedulian mewarnai kegiatan sosial yang digelar oleh Pemuda Pancasila Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon pada bulan suci Ramadan. Dipimpin langsung oleh Ketua PAC Depok, Teguh, bersama sejumlah anggota, organisasi tersebut mengadakan kegiatan berbagi makanan untuk berbuka puasa kepada masyarakat dan para pengguna jalan.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Minggu (15/3/2026) di depan Desa Keduanan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Dalam kegiatan itu, panitia menyiapkan sekitar 1.500 bok makanan Rocket Chicken yang berisi ayam dan makanan ringan untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai menu berbuka puasa.

Kegiatan berbagi ini juga dihadiri oleh Camat Depok, Hj. Sundewi, serta beberapa unsur Muspika Kecamatan Depok, di antaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kanit dari Polsek Depok Polresta Cirebon yang turut hadir memberikan dukungan serta memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib.


Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat terlihat sangat antusias. Warga dari berbagai kalangan mulai berdatangan ke lokasi pembagian makanan. Tidak hanya masyarakat sekitar, para pengguna jalan yang melintas juga ikut berhenti untuk mendapatkan makanan berbuka puasa yang dibagikan secara gratis.

Antusiasme warga terlihat jelas ketika sejumlah kotak makanan yang masih berada di dalam mobil panitia sudah dikerumuni warga. Ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak tampak bersemangat menunggu giliran untuk mendapatkan makanan tersebut.

Melihat situasi tersebut, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Depok, Teguh, dengan ramah mengingatkan masyarakat agar tetap tertib dan sabar saat menunggu giliran.

"Bapak-bapak dan ibu-ibu mohon sabar untuk mengantri. Makanannya masih banyak, jadi tidak perlu khawatir kehabisan. Insya Allah semua kebagian," ujar Teguh dengan penuh keakraban kepada warga yang hadir.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan berbagi makanan untuk berbuka puasa ini sudah menjadi agenda rutin yang telah dilaksanakan selama bertahun-tahun oleh Pemuda Pancasila PAC Depok.
Menurut Teguh, kegiatan tersebut kini telah memasuki tahun ke-11 pelaksanaannya, dan diharapkan dapat terus berlangsung setiap Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.

"Kegiatan ini sudah kami lakukan untuk yang ke-11 kalinya. Harapan kami tentu kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa bagi kami semua, terutama bagi anggota Pemuda Pancasila," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Depok, Hj. Sundewi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila PAC Depok. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang patut diapresiasi dan dicontoh.

"Kegiatan seperti ini sangat positif, apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan yang penuh berkah. Semoga kegiatan berbagi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas sosial," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Srikandi Pemuda Pancasila, yang juga merupakan istri dari Ketua PAC Depok, Teguh. Ia mengatakan bahwa kegiatan berbagi kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

"Sebisa mungkin kita harus menyisihkan sebagian dari rezeki yang kita miliki untuk berbagi kepada sesama. Apalagi kami dari Pemuda Pancasila yang memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Pembagian nasi kotak seperti ini juga menjadi kegiatan rutin yang kami lakukan setiap tahunnya," tuturnya.

Menariknya, menjelang akhir kegiatan pembagian nasi kotak tersebut, hujan lebat tiba-tiba mengguyur lokasi kegiatan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para anggota Pemuda Pancasila untuk tetap menyalurkan makanan kepada masyarakat.

Beberapa anggota tetap bertahan di lokasi sambil membagikan nasi kotak kepada para pengguna jalan yang melintas, meskipun harus diguyur hujan deras.


Semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Pemuda Pancasila PAC Depok tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menerima makanan berbuka puasa. Kegiatan ini pun menjadi salah satu wujud nyata bahwa semangat berbagi di bulan Ramadan masih terus hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut juga didukung dari beberapa donatur yang menyisihkan sebagian rejekinya, diantaranya:
 
1. CV. Indosurya mahakan
2. CV. intrakon junior
3. PT. Glopac
4. BPK Wanjaya
5. H Mahmud Jawa
6. Taufik
7. CV. Awi watu
8. BPK Ayip shakdulo
9. BPK Ridwan
10. Pkd Darsina
11. Sdr Diki
12. Sdr Karno & Toni
13. BPK sandi Wijaya & BPK amin 
14. Seluruh Donatur SE kecamatan Depok. 
15. DR Hermanto



(Cephy)

Sabtu, 14 Maret 2026

Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri, Pemprov Jabar dan Pemkot Cirebon Gelar OPADI



Kota Cirebon – Ratusan warga antre dengan tertib untuk mendapatkan paket pangan murah dalam gelaran Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H di Kantor Kecamatan Lemahwungkuk pada Jumat pagi (13/03/2026).  

Program OPADI ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga psikologi pasar menjelang Lebaran. Fenomena kenaikan permintaan barang pokok yang biasanya memicu lonjakan harga, diantisipasi melalui intervensi subsidi langsung. Langkah ini diambil agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah persiapan merayakan hari kemenangan.

Kepala UPTD BPSMB Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Cirebon, Dendi Hermadi, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menjelaskan bahwa setiap momen HBKN, baik Idulfitri maupun Nataru, Gubernur selalu menginstruksikan intervensi pasar. Menurutnya, ada ironi yang sering terjadi di masyarakat saat Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

"Memang ironi, harusnya puasa itu kita bisa lebih hemat, tapi justru aktivitas ekonomi malah jauh lebih tinggi di bulan Ramadan dan hari raya. Gejolak permintaan ini berpotensi meningkatkan harga-harga di pasar. Di sinilah pemerintah harus hadir agar masyarakat tetap bisa menjangkau barang-barang pokok yang penting," ujar Dendi saat memberikan sambutan.
Dendi menegaskan bahwa OPADI ini memiliki konsep yang berbeda dengan bantuan sosial (bansos). Program ini lebih menitikberatkan pada pengendalian inflasi daerah. Dengan adanya pasokan barang bersubsidi, diharapkan harga-harga di pasar tradisional tidak terus merangkak naik akibat spekulasi atau kelangkaan stok.

Secara total, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendistribusikan 94.391 paket OPADI di seluruh wilayah Jabar secara serentak. Khusus untuk Kota Cirebon, dialokasikan sebanyak 1.208 paket yang tersebar di titik-titik strategis. Dendi menyebutkan, nilai paket yang seharusnya Rp96.700, kini bisa ditebus warga hanya dengan harga Rp40.000 saja.

"Kami berikan subsidi sebesar Rp56.700 per paket. Isinya pun kualitas terbaik, mulai dari beras premium 5 kg, terigu 1 kg, gula 1 kg, hingga minyak goreng 1 liter. Pak Wali Kota juga menunjukkan dedikasi luar biasa dengan hadir langsung, memastikan pelayanan cepat sampai ke tangan warga yang membutuhkan," tambah Dendi.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bersinergi dengan Pemerintah Kota Cirebon dalam menekan angka inflasi. Baginya, kehadiran program ini merupakan kado bagi warga Kota Cirebon yang tengah mempersiapkan kebutuhan pokok menjelang hari raya Idulfitri 1447 H.

"Ini program yang sangat luar biasa dari Pak Gubernur. Selain menekan angka inflasi, yang terpenting adalah membantu bapak dan ibu semua. Bayangkan, kalau beli sendiri di pasar harganya hampir seratus ribu rupiah, tapi sekarang cukup bayar 40 ribu saja. Murah pisan ya?" ujar Wali Kota yang disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah melalui subsidi pangan ini. Ia berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dapur keluarga sehingga masyarakat bisa menyambut hari kemenangan dengan hati yang lebih tenang.

"Mari kita syukuri apa yang kita peroleh hari ini. Terima kasih kepada Pak Gubernur, semoga program ini menjadi berkah untuk Kota Cirebon. Kita doakan beliau selalu sehat karena terus bekerja siang malam menata Jawa Barat agar semakin istimewa," tutup Wali Kota. 
(DW_Krisnara)

Kamis, 12 Maret 2026

Polresta Cirebon Gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat KETUPAT LODAYA 2026



Polresta Cirebon menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat KETUPAT LODAYA 2026 dalam rangka Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Lapangan Stadion Ranggajati, Kec. Sumber, Kab. Cirebon.

Apel tersebut dipimpin Bupati Cirebon Drs. H. IMRON ROSYADI, M.Ag., didampingi Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0620 Kab. Cirebon LETKOL INF NIZAR BACHTIAR, S.H., M.I.P., dan Wakapolresta Cirebon AKBP EKO MUNARIANTO, S.I.K.,M.H., serta dihadiri unsur Forkopimda Kab. Cirebon.

Kegiatan tersebut disertai pengecekan kelengkapan perorangan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang meliputi tas/ransel, baju PDL twotone, kaos Polisi, senter Lantas, borgol, jas hujan, HT/Alkom, peluit, alat tulis, buku saku/catatan, sepatu PDL, kopel, rompi, field cap/baret, perlengkapan mandi, bekal kesehatan, serta underwear.

"Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Cirebon, telah didirikan sejumlah pos yang tersebar di berbagai titik, terdiri dari 11 Pos Pengamanan (Pos Pam), 3 Pos Pelayanan (Pos Yan), 1 Pos Terpadu, dan 1 Posko Utama. Keberadaan pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik serta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H.

Ia mengatakan, dukungan respon cepat terhadap berbagai situasi di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pelayanan Operasi Ketupat. Dalam hal ini, layanan Kepolisian 110 dan Pelayanan Informasi serta pengaduan Polresta Cirebon di nomor WhatsApp 08112497497, diharapkan dapat menjadi sarana utama dalam menerima laporan serta permintaan bantuan masyarakat, untuk ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan tuntas.

"Operasi Ketupat Lodaya 2026 di gelar Selama 13 Hari dimulai dari tanggal 12 Maret 2026 - 25 Maret 2026. Kami berharap, seluruh personel dapat memberikan pelayanan maksimal dan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan mudik," ujarnya.

(Koko Ochim)

Wali Kota Pimpin Ramp Check Armada Lebaran agar Mudik Aman dan Nyaman

Kota Cirebon – Menjelang momentum mudik Lebaran 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Cirebon mulai mematangkan kesiapan sarana transportasi dan infrastruktur jalan. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memimpin inspeksi keselamatan atau ramp check kendaraan angkutan Lebaran di Terminal Tipe A Harjamukti, Rabu (11/03/26). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap armada yang keluar-masuk Kota Cirebon dalam kondisi layak jalan demi menjamin keselamatan penumpang.

Dalam pengecekan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kapolres Cirebon Kota, jajaran Dinas Perhubungan, dan perangkat daerah terkait. Petugas menyisir satu per satu kelengkapan administrasi hingga kondisi fisik bus, mulai dari sistem pengereman, lampu, hingga kelayakan ban. Sebanyak 120 armada telah disiapkan untuk melayani pemudik yang akan menuju berbagai wilayah, terutama untuk rute lintas provinsi.

Wali Kota menyatakan rasa syukurnya karena hasil pemeriksaan sementara menunjukkan hasil yang positif. "Hari ini kita lakukan pemeriksaan baik untuk bus reguler maupun pariwisata. Alhamdulillah, semuanya dalam kondisi baik, baik dari sisi administrasi maupun cek fisiknya. Tadi pengemudinya juga kita cek kesehatannya, semuanya dinyatakan layak untuk angkutan Lebaran," ujarnya usai meninjau armada bus di terminal.

Pemerintah Kota Cirebon juga bersikap tegas terhadap operasional angkutan. Jika dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan ketidaklayakan, baik pada kendaraan maupun kondisi fisik pengemudi, Pemkot Cirebon tidak segan untuk melarang armada tersebut beroperasi. Menurut Wali Kota, keselamatan warga tidak bisa ditawar, sehingga pengecekan sumber daya manusia dan fisik kendaraan menjadi harga mati sesuai aturan Kementerian Perhubungan.
Selain kesiapan transportasi, perbaikan jalan di wilayah perkotaan juga menjadi sorotan. Pemkot Cirebon melalui dinas terkait sedang mengebut penutupan lubang-lubang jalan di jalur nasional, provinsi, maupun jalan kota. Targetnya, seluruh pengerjaan fisik infrastruktur jalan harus rampung pada H-2 Lebaran agar tidak mengganggu arus lalu lintas saat puncak mudik terjadi.

Persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam juga tak luput dari perhatian. Saat ini, tercatat ada sekitar 60 titik PJU yang termonitor sedang dalam proses perbaikan. 

"Kami terus berkoordinasi dengan kementerian untuk jalur nasional dan provinsi untuk jalan provinsi. Insyaallah dalam waktu dekat semuanya sudah bisa aktif kembali, termasuk di area kritis seperti Kalijaga," tambah Wali Kota.

Dengan sinergi antara pemeriksaan kelaikan kendaraan, perbaikan infrastruktur jalan, dan kesiapan pos pengamanan, Pemerintah Kota Cirebon berharap arus mudik tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh dan tetap mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Di sisi pengamanan, Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar juga telah memetakan titik-titik krusial yang diprediksi akan mengalami kepadatan. Pihak kepolisian menyiapkan pos terpadu di GTC, serta pos pelayanan di rest area Tol Palikanci KM 207A dan 208B. Fasilitas yang disediakan di pos pelayanan pun cukup lengkap, mulai dari tempat istirahat hingga layanan pijat bagi pemudik yang kelelahan.

Kapolres menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas di jalur arteri Pantura akan diterapkan secara situasional. Salah satu fokusnya adalah pengurangan titik putar balik (u-turn) untuk meminimalisir hambatan arus. 

"Kami menjamin tidak ada lalu lintas yang stuck atau berhenti total. Kepadatan mungkin tidak bisa dihindari, namun pola-pola rekayasa tetap disiapkan agar arus tetap mengalir," jelas Kapolres.

Menariknya, di tengah persiapan petugas, geliat mudik dini sudah mulai terlihat di Terminal Harjamukti. Beberapa warga memilih pulang kampung lebih awal untuk menyiasati lonjakan harga tiket yang biasanya meroket tajam saat mendekati hari H Lebaran. Strategi ini dianggap lebih efektif bagi mereka yang memiliki fleksibilitas waktu cuti.

Salah seorang pemudik asal Brebes, Kemal, mengaku sengaja pulang lebih awal karena pertimbangan biaya. "Saya cuti lebih awal untuk mudik, yang penting sehat dan masih kuat puasa di jalan," ungkap Kemal saat ditemui di area keberangkatan bus.
(DW Krisnara)

Selasa, 10 Maret 2026

Sapa Warga di RW 12 Kalijaga, Wakil Wali Kota Pastikan Perbaikan Infrastruktur dan Rutilahu Jadi Prioritas



Kota Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini tercermin dalam kunjungan silaturahmi Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menyapa warga di RW 12 Kalijaga, Selasa (10/3/2026).

Dalam dialog yang berlangsung santai tersebut, Wakil Wali Kota tampak telaten menyimak satu per satu aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari masalah drainase hingga akses jalan yang mulai rusak. Menurutnya, interaksi langsung seperti ini sangat penting agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi benar-benar menjawab kegelisahan warga di lapangan.

"Terima kasih banyak atas aspirasi dan keterbukaan bapak ibu semua. Saya mendengar apa yang menjadi kebutuhan warga di sini. Bismillah ya, semua masukan ini kami upayakan semaksimal mungkin. Tentu kita sesuaikan dengan kondisi anggaran yang terukur, namun dengan segala ikhtiar yang ada, insyaallah semoga semuanya bisa segera direalisasikan,” ujar Wakil Wali Kota di hadapan warga.

Wakil Wali Kota juga menekankan bahwa kehadirannya tidak sendirian. Ia sengaja menggandeng jajaran dinas teknis agar setiap persoalan infrastruktur bisa langsung dicarikan solusinya saat itu juga. Ia menyadari bahwa masalah jalan lingkungan menjadi salah satu keluhan yang paling banyak muncul di wilayah Kalijaga.

"Sengaja saya mengajak Bapak Kadis DPRKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman) ke sini. Karena tadi banyak sekali aspirasi tentang perbaikan jalan lingkungan. Jadi saya bawa langsung ahlinya supaya bisa langsung kita tinjau lokasinya, kita survei titik mana saja yang menjadi lokus prioritas untuk diperbaiki," tambahnya sebelum bergegas meninjau lokasi.
Kepala DPRKP Kota Cirebon, Wandi Sofyan, yang mendampingi Wakil Wali Kota, menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi arahan pimpinan. Wandi menjelaskan bahwa setiap usulan warga sebenarnya telah masuk dalam sistem perencanaan pembangunan, mulai dari tingkat Musrenbang Kelurahan hingga ke tingkat kota, guna mendukung visi misi daerah.

"Kami selaku dinas pengampu tentu sangat mendukung penuh program yang menjadi prioritas Pak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota. Kabar baiknya, khusus untuk tahun 2026 ini, di RW 12 Kelurahan Kalijaga sudah ada dua agenda perbaikan jalan lingkungan yang masuk dalam bidang prasarana, sarana, dan utilitas di dinas kami," jelas Wandi.

Tak hanya soal jalan, Wandi juga membawa angin segar terkait program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Ia memaparkan bahwa kuota perbaikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kelurahan Kalijaga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk Rutilahu di Kalijaga yang murni dari APBD Kota Cirebon, tahun lalu hanya 5 unit. Alhamdulillah tahun 2026 ini bertambah menjadi 23 unit rumah se-Kelurahan Kalijaga. Jika melihat total se-kota, kenaikannya juga terasa, dari 169 unit menjadi 253 unit yang dibiayai APBD," papar Wandi secara detail.

Selain mengandalkan dana daerah, Pemerintah Kota Cirebon juga aktif menjemput bola ke pemerintah pusat. Wandi menyebutkan ada tambahan 196 unit rumah yang mendapatkan bantuan melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari APBN. Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat dalam membenahi pemukiman warga.

Menutup rangkaian peninjauan, Wandi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti di situ saja. Pemerintah Kota Cirebon akan terus mencari peluang anggaran dari berbagai sumber demi mewujudkan hunian dan lingkungan yang layak. 

"Semua ini demi mendukung visi Kota Cirebon yang setara dan berkelanjutan. Kami akan terus berupaya mencari peluang-peluang lain ke depannya," pungkasnya.
(DW Krisnara)

Minggu, 08 Maret 2026

Polresta Cirebon Gelar Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026


Cirebon, 
Polresta Cirebon melaksanakan Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Asrama Polisi Kaliwadas Kec. Sumber Kab. Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, kegiatan tersebut mengecek alat-alat yang akan digunakan untuk pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Nantinya, akan diploting di U-Turn di sepanjang jalur pantura mulai dari Susukan sampai Plered sebanyak 44 titik dan sepanjang jalur Astanajapura sampai losari sepanjang 33 Titik.

Adapun Sarana prasarana ini yaitu rambu sekaligus petunjuk jalan yang akan digunakan selama kegiatan pengamanan antara lain Traffic Cone 250 unit, Water Barier 200 unit, Trailing 100 unit, Tolo- Tolo 300 unit, dan yang menggunakan bambu 500 unit kemudian rambu portable 50 unit. 

"Jadi seperti kita ketahui Cirebon merupakan titik pertemuan arus baik arteri maupun jalan tol. Kami memiliki 50KM panjang ruas tol yang melintas di wilayah Kabupaten Cirebon dan kami memiliki 5 gate tol dari Palimanan, kemudian Plumbon, Ciperna, Kanci, dan Ciledug," katanya.

Karenanya, seluruh perlatan tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik. Diharapkan dengan adanya penambahan maupun perbaikan alat-alat yang kami gunakan untuk menunjang Operasi Ketupat Lodaya 2026 bisa mempermudah dan membantu masyarakat agar tidak tersesat ataupun tidak terganggu dalam perjalanannya.

"Kami berharap dengan adanya rekayasa dan mekanisme yang diterapkan dapat mewujudkan kamseltibcarlantas khususnya di Wilayah Hukum Polresta Cirebon guna menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran dalam waktu dekat," ujarnya.

Adapun Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) yang disiapkan oleh Polresta Cirebon dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026 terdiri dari 1 Pos Utama, 1 Pos Terpadu, 3 Pos Pelayanan, serta 11 Pos Pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polresta Cirebon.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," pungkasnya.

(Koko Ochim)

Polresta Cirebon Tanam Jagung Serentak Dukung Program Swasembada Pangan Nasional



Cirebon, 
Polresta Cirebon melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional melalui Zoom Meeting bersama Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Griya Kaliwadas Permai, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan yang dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda serta Polres di Indonesia ini dipimpin langsung oleh Kapolri secara virtual. Program penanaman jagung serentak tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan serta kemandirian pangan nasional.

Di Kabupaten Cirebon, kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. yang didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut juga dihadiri para Pejabat Utama Polresta Cirebon, di antaranya Kabag, Kasat, dan Kasi, serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr. H. Deni Nurcahya, S.T., M.Si., Kepala Dinas nj dan Perikanan Kabupaten Cirebon Sudiharjo, S.AP., M.Pd., Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Ramaijon Purba, Kapolsek Sumber AKP Affandi, S.H., Camat Sumber H. Teguh Supriadi, S.Sos., Lurah Kaliwadas Nining Alfiyah, S.Pt., Babinsa Kaliwadas Serda Wendi, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan warga sekitar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, penayangan video selayang pandang, sambutan, penyerahan bantuan simbolis, hingga tatap muka melalui Zoom Meeting. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis di lahan yang telah disiapkan.

Penanaman jagung dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang berada di kawasan Griya Kaliwadas Permai, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan serta optimalisasi lahan yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Polresta Cirebon terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

"Polresta Cirebon mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Melalui penanaman jagung serentak ini, kami bersama pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat berupaya memanfaatkan lahan yang ada agar lebih produktif serta memberikan manfaat bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari sinergitas bersama seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program strategis pemerintah.

Kegiatan diakhiri dengan penanaman jagung bersama, foto bersama, serta penutup sebagai simbol komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
(Koko Ochim)

Jumat, 06 Maret 2026

Jaga Kenyamanan Publik, Wali Kota Instruksikan Penataan Lalu Lintas Kawasan Festival Ramadan

Cirebon - Penyelenggaraan Festival Ramadan Kota Cirebon tahun 2026 telah menjadi katalisator penting bagi pergerakan ekonomi lokal. Selama bulan suci ini, kawasan festival bertransformasi menjadi pusat interaksi sosial sekaligus ladang rezeki bagi ratusan pelaku usaha kecil yang berjuang meningkatkan taraf hidup selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Berdasarkan data evaluasi terbaru, tercatat sebanyak 498 pedagang terdaftar dalam festival ini. Antusiasme masyarakat yang mencapai lebih dari 6.000 pengunjung per hari berhasil mendorong rata-rata omzet harian pedagang di angka Rp397.000. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam rapat evaluasi intensif menekankan bahwa keberhasilan festival ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Ia mengingatkan bahwa menjaga kondusivitas adalah kunci utama agar roda ekonomi tetap berputar tanpa hambatan.

"Saya bersyukur melihat geliat ekonomi kita begitu hidup. Semoga nanti sampai akhir Ramadan, suasana tetap kondusif, baik bagi pedagang maupun pembeli," ujar Wali Kota saat rapat evaluasi Festival Ramadan di Balai Kota, Jumat (6/3/2026).

Wali Kota juga menginstruksikan kepada seluruh Lurah dan Camat di wilayah sekitar untuk terus memantau kondisi di lapangan. "Kehadiran pemerintah harus dirasakan untuk memastikan festival ini benar-benar menjadi jembatan bagi masyarakat kecil untuk menjemput rezeki Lebaran," tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya kenyamanan publik di tengah hiruk pikuk perdagangan. Ia meminta agar aspek sosial dan ketertiban tidak dikorbankan.

"Perekonomian memang harus bangkit, tapi jangan sampai mengabaikan hak pengguna jalan lain. Saya minta tim di lapangan lebih tegas namun humanis dalam mengatur lalu lintas. Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi wajah kota tetap tertata. Festival ini adalah wajah keramahan Kota Cirebon, maka mari kita jaga bersama kualitasnya," tambah Wali Kota.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengungkapkan bahwa meskipun secara umum berjalan lancar, tantangan di lapangan tetap ada, terutama faktor alam yang tidak menentu.
"Alhamdulillah, secara umum berjalan sesuai rencana, meski kita sering terkendala cuaca hujan yang cukup intens. Namun, respons masyarakat luar biasa beragam dan positif," ujarnya.

Menurut Iing, fasilitas kuliner yang mudah dijangkau menjadi daya tarik utama. Bagi para pedagang, lanjut Iing, merasa sangat terbantu karena ada income tambahan untuk persiapan Idulfitri. 

Terkait kendala teknis seperti lapak kosong atau penggunaan nomor lapak yang tidak sesuai, Iing menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban administratif. Hal ini dilakukan agar keadilan bagi seluruh pedagang yang sudah mengantre izin dapat terjamin dengan baik.

Pemerintah Kota Cirebon juga berkomitmen menjadikan hasil evaluasi ini sebagai pijakan untuk pembenahan total. Fokus utama ke depan mencakup penataan ulang kantong parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas dua arah, serta penguatan sistem zonasi pedagang yang lebih rapi dan aksesibel.

"Melalui perbaikan yang berkelanjutan, Festival Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pasar musiman, tetapi bertransformasi menjadi ikon wisata religi dan belanja yang membanggakan bagi seluruh warga Kota Cirebon," harapnya.

(Deni)

Polresta Cirebon Gelar Rakor Lintas Sektoral dan TFG Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026



Cirebon, -
Polresta Cirebon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon dengan melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, hingga stakeholder pendukung pelayanan masyarakat.

Rapat koordinasi dipimpin Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., serta Dandim 0620 Kabupaten Cirebon Letkol Inf. Nizar Bachtiar, S.H., M.I.P.. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon H. Slamet, S.Ag., M.Pd., Kasatpol PP H. Imam Ustadi, S.Si., M.Si., Kadinkes H. Eni Suhaeni, S.KM., M.Kes., Kadishub Dadang Raiman, S.Pd., Kalak BPBD Ikin Asikin, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., serta sejumlah pejabat lainnya.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri para kepala rumah sakit di wilayah hukum Polresta Cirebon, perwakilan Polres perbatasan seperti Polres Kuningan, Polres Cirebon Kota, Polres Majalengka, Polres Indramayu, dan Polres Brebes, para pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, pengelola jalan tol, pengelola objek wisata, perwakilan PLN UPT Cirebon, PT Telkom Area Cirebon, serta pengurus Rest Area KM 228A dan KM 229B.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk membahas kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2026. Ia menegaskan pentingnya evaluasi dari pelaksanaan pengamanan tahun sebelumnya agar berbagai kendala dapat diantisipasi sejak dini.

"Fokus utama dalam pengamanan dan pelayanan selama kegiatan Lebaran ini adalah sebagai bentuk operasi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal-hal yang perlu menjadi perhatian dan diantisipasi bersama antara lain kelancaran arus lalu lintas, titik-titik keramaian, potensi kemacetan, serta pengawasan pada rest area," ujar Kapolresta Cirebon.

Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki lima gerbang tol yang menjadi akses utama bagi masyarakat maupun para pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan Rest Area KM 228A dan KM 229B juga berpotensi menjadi titik kepadatan kendaraan karena menjadi lokasi istirahat bagi para pemudik.

"Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik. Oleh karena itu, perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di rest area maupun titik rawan kemacetan lainnya," katanya.

Kapolresta Cirebon juga menekankan pentingnya menjaga keamanan rumah warga yang ditinggalkan mudik serta memastikan keselamatan para pengguna jalan selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu jalur utama perlintasan pemudik menuju wilayah Jawa Tengah maupun daerah lainnya di Pulau Jawa. Oleh karena itu, koordinasi dan perencanaan yang matang antarinstansi sangat diperlukan untuk menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan.

"Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 sebagai upaya memberikan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idulfitri di wilayah Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sejumlah paparan dari Kabag Ops Polresta Cirebon, Kasat Intelkam Polresta Cirebon, Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kadinkes Kabupaten Cirebon, serta perwakilan Polres wilayah III dan Polres Brebes.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi perencanaan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Cirebon yang rencananya akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 12 Maret hingga 25 Maret 2026.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi serta memperkuat sinergitas dalam menentukan pola pengamanan, rekayasa lalu lintas, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi kepadatan kendaraan maupun potensi gangguan kamtibmas selama arus mudik dan balik Lebaran.

(Koko Ochim)

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Kuningan Bagikan Ratusan Takjil Untuk Masyarakat


Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan terus ditunjukkan kader Partai Gerindra di berbagai daerah. Di Kabupaten Kuningan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kantor DPC Gerindra Kuningan.
(Jumat, 6 Maret 2026)
Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara dan warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kader Gerindra kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.

Kegiatan berbagi takjil tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani serta Ketua Plt DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan H. Toto Tohari.

Kehadiran para tokoh daerah tersebut menambah semangat para kader Gerindra yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.

Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan terus ditunjukkan kader Partai Gerindra di berbagai daerah. Di Kabupaten Kuningan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kantor DPC Gerindra Kuningan 

Kehadiran para tokoh daerah tersebut menambah semangat para kader Gerindra yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. 

H.Toto Tohari menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan.

Selain berbagi takjil kepada masyarakat, para kader juga menggelar kegiatan bersih-bersih masjid serta buka puasa bersama dengan pengurus partai di wilayah daerah pemilihan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, para kader Gerindra ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. 
Kegiatan berbagi takjil juga dilakukan oleh para anggota legislatif dari Fraksi Gerindra di daerah pemilihan masing-masing. Langkah ini dilakukan agar kegiatan sosial tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Momentum Ramadhan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan antara kader partai dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya.

Dengan adanya kegiatan berbagi takjil ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus terjaga di tengah masyarakat Kabupaten Kuningan
(Deni)

Kamis, 05 Maret 2026

Wakil Wali Kota Ajak Para Ibu Jadi 'Manajer Kesehatan' Lawan Stunting

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) menggelar aksi nyata berupa sosialisasi intensif sekaligus pembagian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikhususkan bagi balita yang terindikasi stunting di Kelurahan Kebonbaru, Kamis (5/3/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar kota untuk memastikan tidak ada anak Kota Cirebon yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang juga menjabat sebagai Ketua TP3S, hadir langsung untuk memberikan dukungan moril kepada para orang tua. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar soal tinggi badan yang tidak ideal, melainkan sebuah sinyal peringatan. Menurutnya, stunting menunjukkan adanya kebutuhan dasar otak dan tubuh anak yang belum terpenuhi secara maksimal pada masa-masa emas pertumbuhannya.

"Anak adalah anugerah terbesar sekaligus amanah. Masa emas itu terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kandungan hingga usia dua tahun. Di sinilah fondasi kecerdasan dan ketahanan tubuh dibangun. Jika fondasinya kokoh, anak akan tumbuh cekatan, mudah menangkap pelajaran, dan tidak mudah sakit," ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menjelaskan bahwa program MBG yang digulirkan hari ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Pemerintah Kota Cirebon telah merancang komposisi makanan tersebut dengan perhitungan gizi yang presisi, mencakup protein dan mikronutrien penting. Tujuannya adalah memberikan stimulasi gizi sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para orang tua mengenai standar menu sehat bagi balita.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengingatkan warga bahwa gizi berkualitas tidak selalu identik dengan harga mahal. Sebagai kota pesisir, Kota Cirebon memiliki kekayaan sumber daya laut yang luar biasa. Ikan dan telur disebutnya sebagai "pangan super" yang mudah didapat namun memiliki dampak besar bagi perkembangan otak anak. Tantangan utamanya, menurut Farida, hanyalah konsistensi dan kreativitas orang tua dalam menyajikannya.

Namun, urusan stunting ternyata tidak berhenti pada isi piring saja. Wakil Wali Kota menyoroti pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa nutrisi yang masuk ke tubuh tidak efektif jika anak sering mengalami infeksi akibat lingkungan yang kotor. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Kebonbaru untuk lebih peduli pada kebersihan drainase dan sanitasi rumah tangga.

"Para ibu adalah manajer kesehatan di rumah tangga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kader Posyandu. Kami di TP3S akan terus mendukung dengan kebijakan yang berpihak pada kesehatan keluarga. Ingat, setiap suap makanan bergizi hari ini adalah investasi besar untuk kesuksesan anak-anak kita dua puluh tahun ke depan," tambahnya.

Pemerintah Kota Cirebon berharap melalui kegiatan di Kelurahan Kebonbaru ini, angka stunting dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara pemerintah melalui bantuan gizi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga pola asuh serta kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk mewujudkan generasi Kota Cirebon yang sehat, cerdas, dan unggul di masa depan.

Kehadiran program ini pun disambut baik oleh masyarakat setempat. Yuni, salah satu warga Kebonbaru yang memiliki balita, mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya pemberian paket MBG dan edukasi langsung dari pemerintah. Baginya, informasi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal seperti ikan sangat membuka wawasan baru agar tidak selalu bergantung pada produk instan.

"Saya berterima kasih sekali kepada Pemerintah Kota Cirebon. Bantuan ini sangat kami butuhkan, apalagi ada penjelasan langsung soal cara mengolah makanan. Jadi kami sebagai orang tua lebih paham bahwa mencegah stunting itu bisa dilakukan dari hal-hal kecil di rumah," ungkapnya.

(Deni)

Komisi III DRPD Nilai Forum Muskel Belum Optimal Bahas DTSEN



Kota Cirebon – Komisi III DPRD Kota Cirebon kembali menggelar rapat kerja membahas akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai masih belum optimal. Tgl 5 maret 2026.

Rapat tersebut mengundang pemangku kepentingan terkait yaitu Badan Pusat Statitstik (BPS), Dinas Sosial, serta camat dan lurah se-Kota Cirebon.

Memimpin rapat, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd menegaskan, validitas data harus menjadi prioritas dalam penyusunan DTSEN. Ia menyebut, data sosial harus benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
“Harus ada data yang dapat dipertanggungjawabkan, sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Pemerintah sekarang mengklaster jadi 10 desil, kita berharap datanya akurat dan berkeadilan,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, meskipun penetapan desil dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah memiliki ruang untuk mengusulkan perubahan data. Mekanisme tersebut dilakukan melalui musyawarah kelurahan (muskel) yang menjadi titik awal verifikasi, evaluasi, dan pembaruan DTSEN.
“Data bisa akurat dengan melibatkan pemerintah di tingkat kelurahan, RW, dan RT yaitu melalui muskel. Ruang diskusi, pembaruan, update data, legalitasnya di situ,” katanya.
Senada dengan Yusuf, anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Umar Stanis Klau juga menjelaskan, muskel merupakan mekanisme yang berkeadilan karena berbasis by name by address.

Dengan pendekatan tersebut, proses verifikasi dinilai lebih transparan serta mampu meminimalkan potensi penerima yang tidak tepat sasaran.

Komisi III pun merekomendasikan agar pelaksanaan muskel digelar secara lebih rutin dan selaras dengan semangat Peraturan Menteri Sosial Nomor 3/2025. Ia menilai frekuensi pelaksanaan di Kota Cirebon yang saat ini hanya satu kali dalam setahun masih jauh dari ideal.
“Rekomendasi kami, muskel digelar selaras dengan Permensos. Idealnya sebulan sekali dan minimal tiga bulan sekali agar evaluasi dapat terpantau secara real time,” tegas USK, sapaannya.

USK juga menegaskan bahwa data sosial bukan sekadar angka administratif, melainkan fondasi kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Akhirnya data DTSEN ini harus berkeadilan, data berangkat dari kondisi riil masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Hadir dalam rapat, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III DPRD R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III DPRD. Yaitu, Hendi Nurhudaya SH, M Fahmi Mirza Ibrahim SE, dr Tresnawaty SpB, Indra Kusumah Setiawan AMd, Rinna Suryanti ST, Rizki Putri Mentari SH, dan Leni Rosliani SIP.

(Deni)

Selasa, 03 Maret 2026

Urai Kendala Medan Curam, Perbaikan Jembatan Lebakngok Terus Dikebut

Cirebon – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo meninjau progres perbaikan Jembatan Lebakngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Selasa (3/3/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan langkah-langkah teknis di lapangan berjalan sesuai rencana untuk mencegah dampak longsor yang lebih luas akibat gerusan arus sungai.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi oleh jajaran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, serta dinas terkait seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon. Fokus utama saat ini adalah pengalihan arus sungai yang selama ini menghantam dinding tanah di sisi jalan.

"Ya, hari ini saya melihat kondisi pengerjaan yang dilakukan oleh teman-tiba BBWS dan DPRKP serta DPUPR. Alhamdulillah, kita sudah melihat sendiri sudah ada hampir 100 meter penanggulan alur sungai untuk dialihkan alirannya ke arah sisi kiri," ujar Wali Kota di sela-sela tinjauannya.
Menurutnya, pembuatan tanggul untuk memindahkan aliran sungai sangat krusial agar tidak lagi memberikan tekanan langsung pada konstruksi jalan yang saat ini mengalami longsor. Ia optimis bahwa koordinasi antar-lembaga ini akan membuahkan hasil dalam waktu dekat agar mobilitas warga kembali normal.

"Jadi semoga ke depan tidak lagi menghantam kondisi jalan yang ada saat ini yang longsor. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan ini sudah selesai semua. Untuk perbaikan jalan dan pembuatan sandaran oleh DPRKP dan DPUPR, mudah-mudahan minggu ini sudah bisa jalan karena kita masih menunggu proses administrasi pengadaan barang dan jasanya selesai dulu," tambahnya.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan setiap harinya. Sinergi antara normalisasi sungai oleh BBWS dan perbaikan infrastruktur jalan oleh Pemkot diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi keamanan dan kenyamanan warga di sekitar Lebakngok.

Di tempat yang sama, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan sebelumnya adalah akses alat berat. Kondisi medan yang curam membuat tim harus melakukan rekayasa lahan terlebih dahulu sebelum memulai normalisasi sungai.

"Alat berat sebenarnya sudah sampai sejak Jumat kemarin. Namun, ada kendala akses masuk ke sungai karena medannya terlalu curam. Jadi alat beratnya membuat jalan sendiri dulu, diratakan dan dilandaikan, baru bisa masuk ke sungai dan lewat kolong jembatan menuju lokasi titik pengerjaan," jelas Dwi.

Pengerjaan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada April mendatang. Skema teknis yang dilakukan adalah dengan menumpuk sedimen di tebing sebelah kiri guna memperkuat struktur yang tergerus, sekaligus meluruskan arah arus agar mengalir tepat ke kolong jembatan, bukan menghantam tebing di sisi kanan atau kiri.
"Tujuannya jelas untuk mengarahkan arus agar lurus ke depan, sehingga daya rusaknya kecil. Pengerjaan ini mencakup sekitar 50 sampai 100 meter ke arah hulu. Nanti setelah arus stabil, penguatan tebing permanen akan dilanjutkan oleh teman-teman dari Pemerintah Kota," kata Dwi.

Dwi juga memberikan catatan penting mengenai perilaku alamiah sungai. Ia mengingatkan bahwa fenomena sedimentasi adalah hal yang tidak bisa dihindari dan kemungkinan besar akan terulang dalam siklus beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk turut menjaga akses jalan bagi alat berat di sekitar sungai.

"Ini pentingnya masyarakat juga menjaga akses alat berat. Sungai seperti ini, dua atau lima tahun lagi bisa terulang lagi karena memang alamiahnya ada sedimentasi. Jika akses terjaga, pemeliharaan rutin akan jauh lebih mudah dilakukan di masa mendatang," pungkasnya.

(Deni)

Senin, 02 Maret 2026

Apresiasi Gebyar Ramadan LPM Karyamulya, Wakil Wali Kota: Semangat Berbagi Harus Terus Dijaga

Cirebon - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati hadir di tengah masyarakat Kelurahan Karyamulya pada Senin (2/3/2026) sore. Kehadiran Wakil Wali Kota menjadi bentuk dukungan moral yang kuat terhadap inisiatif lokal yang digagas oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karyamulya dalam tajuk "Gebyar Ramadan Berbagi Kasih".

Bagi Wakil Wali Kota, momen ini bukan sekadar kunjungan kerja formal, melainkan ruang untuk merajut silaturahmi yang lebih hangat dengan warga. Ia tampak berbincang akrab dengan para pengurus wilayah, mengapresiasi bagaimana sebuah kelurahan mampu menggerakkan potensi swadaya untuk membantu sesama. Kehadirannya seolah menegaskan bahwa pemerintah kota sangat menghargai setiap langkah nyata yang lahir dari kepedulian masyarakat.

"Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir di Kelurahan Karyamulia atas undangan Pak Lurah serta Ketua LPM dan jajarannya. Kegiatan berbagi kasih ini menyasar 50 orang, mulai dari marbot, imam masjid, petugas kebersihan, hingga kader-kader Posyandu. Semuanya berjalan lancar dan baik, dan kami sangat senang bisa bersilaturahmi langsung dalam suasana seperti ini," ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menyoroti konsistensi kegiatan ini yang kabarnya telah memasuki tahun keempat. Ia berharap agar semangat kedermawanan ini tidak hanya berhenti di bulan suci, tetapi juga bisa menular ke wilayah-wilayah lain di Kota Cirebon sebagai sebuah budaya positif. Baginya, kolaborasi lintas sektor yang ditunjukkan di Karyamulya merupakan modal sosial yang sangat luar biasa untuk pembangunan kota yang lebih humanis.

"Harapannya tentu berkelanjutan untuk segala kebaikan di momen apa pun juga. Selain Ramadan, mungkin momen-momen lain untuk saling kasih dan peduli itu dilanjutkan di bulan-bulan lainnya. Saya sangat mengapresiasi kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak di Karyamulia ini, semoga terus menularkan hal-hal kebaikan bagi kelurahan yang lain," harapnya.

Senada dengan itu, Lurah Karyamulya, Rahmat Sulaeman, dalam laporannya menekankan bahwa kehadiran Wakil Wali Kota merupakan penyemangat bagi seluruh jajaran di kelurahan. Rahmat menjelaskan bahwa Ramadan adalah momentum bagi aparatur wilayah untuk menunjukkan tanggung jawab sosial melalui aksi nyata, bukan sekadar seremoni belaka yang kehilangan makna asalnya.
"Bulan Ramadan ini bukan sekadar bulan berbagi, tapi bagaimana kita diajarkan untuk memberikan pemberian kepada masyarakat secara sosial. Ini adalah wujud nyata kasih dan sayang kami, bukan sekadar seremonial. Apa yang kami sampaikan kepada warga merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan tali kasih," tuturnya.

Rahmat juga memaparkan bahwa agenda ini akan terus berkembang sepanjang bulan Ramadan. Mulai dari pembagian takjil rutin setiap hari Jumat hingga aksi door-to-door ke musala dan masjid di penghujung bulan nanti untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Komitmen ini menurutnya adalah bagian dari upaya kelurahan untuk terus eksis dan berkarya bagi kemaslahatan masyarakat banyak.
Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai mitra strategis, mulai dari tokoh masyarakat hingga institusi pendidikan. Rahmat menyampaikan terima kasih mendalam kepada para donatur seperti Ibu Yulia Wandani, STIKES Mahardika, hingga Baznas yang telah bahu-membahu menyukseskan acara tersebut demi meraih keberkahan di bulan suci.

"Semoga energi positif dari Gebyar Ramadan ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh warga Kota Cirebon," pungkasnya.

(Deni)