Cirebon

Berita Terkini

SEKADAU KALIMANTAN BARAT

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TIM PKK) Kabupaten Sekadau bekerjasama dengan  Dinas Perpustakaan dan Kea...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2026

Kapolresta Cirebon Pimpin Penanaman Jagung Serentak, Polresta Cirebon Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Nasional



Cirebon, 
Polresta Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026 dengan melaksanakan Zoom Meeting Penanaman Jagung Serentak di Polres Jajaran Polda Jawa Barat, Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), serta Bantuan Sembako kepada Kelompok Tani pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Blok Kedempatan, Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama Polresta Cirebon, serta diikuti oleh unsur Forkopimda, instansi terkait, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan serentak jajaran Polda Jawa Barat yang dilaksanakan melalui sarana Zoom Meeting dan dipimpin oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., dari lokasi terpusat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa Polresta Cirebon berkomitmen untuk tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir secara aktif mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

"Polresta Cirebon secara nyata mendukung Program Swasembada Pangan Presiden Republik Indonesia Tahun 2026. Penanaman jagung pipil ini merupakan langkah konkret kami bersama kelompok tani untuk mengoptimalkan lahan yang ada agar lebih produktif serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat," tegas Kombes Pol. Imara Utama.

Kapolresta Cirebon menambahkan, Polresta Cirebon berperan aktif sebagai fasilitator dan pendamping kelompok tani, mulai dari tahap penanaman hingga panen, melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.

"Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga kamtibmas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Kami mendorong kolaborasi lintas sektor agar hasil pertanian meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan taraf hidup petani di wilayah hukum Polresta Cirebon terus meningkat," tambahnya.

Selain melaksanakan penanaman jagung secara simbolis, Polresta Cirebon juga menyerahkan bantuan paket sembako berupa beras, mi instan, dan minyak goreng kepada kelompok tani dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan nyata Polri di tengah masyarakat.

Kapolresta Cirebon juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok tani dan pihak terkait yang telah bersinergi dengan Polresta Cirebon dalam menyukseskan program ketahanan pangan tersebut.

"Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari peran serta kelompok tani dan dukungan seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja samanya. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Cirebon," ujarnya.

Secara keseluruhan, Polresta Cirebon melaksanakan penanaman jagung pipil secara serentak di 27 Polsek jajaran Polresta Cirebon dengan total luas lahan mencapai 29 hektare. Kegiatan ini menjadi wujud konkret kontribusi Polresta Cirebon dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kemitraan Polri dengan masyarakat.
(Koko Ochim)

Dengan Modus Sewa Menyewa, Tanah Masyarakat Kanci Kab Cirebon, Diduga Kuat Dirampok : Presiden RI dan Gubernur Jabar Harus Turun Tangan !


Buserpolkrim.com
Dikatakanya oleh beberapa keterwakilan masyarakat Kanci Kabupaten Cirebon, yang juga bagian dari pada pemilik tanah, diantaranya Dalim asal Desa Waruduwur Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, Kartanu asal Desa Kanci Kulon Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Ruslani asal Desa Kanci Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Durnya asal Desa Tambelang Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, Nugroho asal Desa Astanamukti Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, serta Toto asal Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon

Kepada Aktivis Anti Korupsi, yakni Uyun Saeful Yunus, S.E., M.M yang juga alumni STIE IGI Jakarta, bahwa bermula pada tahun 1986 dimana Wood Center itu kepentinganya untuk pelabuhan kayu, tepatnya di Kanci Kabupaten Cirebon, namun hal itu tidak pernah dilaksanakan, karena Kementrian Kehutanan pada waktu itu tidak pernah membayar/membebaskan lahan di lima desa yang dimaksud itu, Rabu 28/01/26

Kemudian pada tahun 2006, muncul proyek pembangunan PLTU 1 di Kanci Kabupaten Cirebon, dimana pembebasanya langsung dilakukan oleh PLTU 1 itu sendiri kepada masyarakat alias sudah clear, paska proyek PLTU 1 itu sudah berjalan, serta menurut data laporan keuangan pada tahun 2018 silam, dimana Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia ( KLHK ), yakni melalui proses penunjukkan langsung ke PT. Cirebon Energi Prasarana (PLTU2) dengan SK Menteri LHK nomer. SK.4260/Menlhk-Setjen/Rokum/2015. Tgl 2 September 2015 / sebagaimana yang dimaksud dalam surat perjanjian Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Sebagian Barang Milik Negara ( BMN ) Nomor 76 tangal 5 November 2015, dimana Tuan Bambang Hendroyono yang pada saat itu bertindak untuk dan atas nama mewakili Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan Heru Dewanto yang bertindak untuk dan atas nama mewakili PT CIREBON ENERGI PRASARAN( PLTU 2 )
Dengan nada heran, yang menjadi Pertanyaanya adalah, bahwa PLTU itu punya surat Hak Guna Bangunan ( HGB ), yang tepatnya dikanci wetan, itu dari mana, pungkas Uyun, Jupri dan Empy yang mendampingi masyarakat dalam menuntut haknya

Dengan belum memberikan apa yang menjadi haknya masyarakat, khususnya yang punya tanah yang jika ditotal, itu kurang lebihnya 200 s/d 300 Ha, dengan demikian selain para terduga pelaku yang diduga kuat banyak melanggar peraturan dan perundangan yang berlaku, seperti dugaan penyerobotan /sebagaimana yang dimaksud dlm pasal 1 angka 1 UU 51/Prp/1960, juga bisa dijerat dengan pasal berlapis, seperti dugaan penyalahgunaan wewenang dalam jabatan, dugaan korupsi, hingga dugaan tindak pidana pemalsuan, untuk itu kami mendesak dan menagih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat dan Bapak Presiden Republik Indonesia, untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi haknya masyarakat, selain itu kami juga menagih janji kepada Bapak Presiden terkait Pembasmian Oknum mafia tanah, tutupnya

 (Muhamad kozim)

Catatan Redaksi:
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam:
Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta
Pasal 5 ayat (2) UU Pers yang menjamin hak jawab bagi pihak yang dirugikan.

Rabu, 28 Januari 2026

Polresta Cirebon Gelar Apel Supeltas


Cirebon - .-
Polresta Cirebon menggelar Kegiatan Apel Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), Rabu (28/1/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., didampingi Kabag Ops KOMPOL Sutarja, S.H., M.Η., Kabag Ren KOMPOL Acep Anda, S.H., beserta para PJU Polresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K,, mengatakan, kehadiran puluhan Supeltas kali ini merupakan sinergi yang kuat antara polri dan masyarakat. Selain itu, Supeltas merupakan elemen masyarakat yang sangat penting untuk menjaga kondusifitas di jalan raya

Menurutnya, Supeltas adalah orang pertama dalam melihat hal hal kejadian contohnya laka lantas tawuran dan kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Mereka diimbau segera menghubungi Call Center Polresta Cirebon 110 saat menemukan kejadian apapun.

"Kami juga berpesan agar para relawan yang tergabung dalam Supeltas selalu berhati-hati, menjaga diri dan keselamatan di jalan raya gunakan alat alat pendukung seperti rompi, pluit, tongkat apil, dan lainnya," katanya.

Pihaknya mengakui, tujuan Apel Supeltas sebagai sarana pembinaan dan penguatan sinergitas untuk meningkatkan kemitraan dan sinergitas antara Kepolisian, khususnya Satlantas, dengan masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan meningkatkan kepercayaan publik. 

"Apel Supeltas ini juga merupakan upaya nyata Polri untuk membina, mengarahkan, dan memperkuat hubungan kerja sama dengan Supeltas demi terciptanya keamanan dan ketertiban lalu lintas," pungkasnya.
(Koko Ochim)

Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026



Kota Cirebon— Komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menjamin hak dasar kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kota Cirebon resmi menerima penghargaan dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 atas keberhasilan menjaga cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melampaui standar nasional, Selasa (27/1).

Penghargaan ini menegaskan posisi Kota Cirebon sebagai salah satu daerah pelopor di Indonesia yang mampu memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi warganya. Saat ini, kepesertaan JKN di Kota Cirebon telah mencapai lebih dari 99 persen penduduk dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.AP., M.Si., menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan sinergi lintas sektoral yang terjaga dengan baik.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Kota Cirebon. Ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah kolaborasi antara Pemerintah Kota, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan tidak ada warga yang terhambat akses kesehatannya,” ujar Effendi Edo.

Dalam wawancaranya, Wali Kota menekankan bahwa tantangan ke depan bukan lagi sekadar angka kepesertaan, melainkan bagaimana mempertahankan tingkat keaktifan peserta serta meningkatkan kualitas layanan di setiap fasilitas kesehatan. Dukungan penganggaran yang konsisten menjadi kunci utama keberlanjutan program ini di Kota Cirebon.

“Target kita bukan hanya cakupan (coverage), tapi bagaimana memastikan layanan tersebut dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga saat mereka membutuhkan. Kami terus mendorong agar fasilitas kesehatan memberikan pelayanan yang prima tanpa diskriminasi,” tambahnya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, dalam kesempatan yang sama turut mengapresiasi efektivitas kebijakan di daerah. Ia menilai peran kepala daerah sangat krusial dalam mendorong kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan anggaran yang kuat. Secara nasional, program JKN kini telah melindungi lebih dari 282,7 juta jiwa, sebuah angka yang melampaui target RPJMN 2025–2029.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menjadikan sektor kesehatan sebagai pilar utama pembangunan manusia, sekaligus memastikan keberlanjutan Universal Health Coverage sebagai instrumen perlindungan sosial yang tangguh bagi seluruh warga.
(D.W Krisnara)

Wali Kota Cirebon Pimpin Apel Pengecekan Ratusan Kelayakan Aset Kendaraan Dinas untuk Performa Pelayanan Publik yang Masif


Kota Cirebon— Pemerintah Kota Cirebon melakukan langkah proaktif dalam penatausahaan barang milik daerah dengan menggelar Apel Kendaraan Dinas di halaman parkir Grage City Mall, Senin (26/1). Langkah ini diambil guna memastikan seluruh armada operasional dalam kondisi prima demi menunjang intensitas kerja birokrasi yang semakin tinggi di tahun 2026.

Apel ini menghadirkan sedikitnya 221 unit kendaraan roda empat, mencakup kendaraan jabatan pejabat Eselon II dan III, serta kendaraan operasional penumpang dari berbagai perangkat daerah. Dalam inspeksi tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.AP., M.Si., meninjau langsung satu per satu unit untuk mengecek kelayakan fisik, usia kendaraan, hingga ketaatan administrasi pajak.

Wali Kota mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi armada yang sudah menua, di mana ditemukan banyak kendaraan pengadaan tahun 2006 hingga 2008 yang masih beroperasi. Menurutnya, kondisi ini perlu segera dievaluasi karena menyangkut keamanan pejabat dan efektivitas mobilitas dinas ke luar kota.

“Saya ingin semua kendaraan operasional itu sehat agar kinerja teman-teman di lapangan semakin cepat dan masif. Kita sedang menghitung kembali kekuatan anggaran, apakah nanti akan ada perbaharuan melalui skema pembelian atau sistem sewa (leasing), termasuk mengkaji potensi transisi ke kendaraan listrik agar lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Wali Kota usai pengecekan unit.

Selain kelayakan fisik, Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi antar-instansi dalam menjaga ketertiban kota. Beliau menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk lebih tegas menertibkan fungsi trotoar dan meminta seluruh jajaran kewilayahan hingga tingkat lurah untuk aktif melakukan aksi kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“Kita bangun kebersamaan. Tidak boleh ada lagi ego sektoral atau saling menyalahkan. Jika satu dinas butuh bantuan, yang lain harus siap menyokong tanpa harus menunggu perintah panjang. Semuanya kita lakukan demi target besar kita, salah satunya membawa penghargaan Adipura kembali ke Kota Cirebon,” tegasnya.

Melalui apel ini, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen bahwa tertib administrasi dan kelaikan aset adalah fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 
(D.W. Krisnara)

Minggu, 25 Januari 2026

Kapolresta Cirebon Pimpin Patroli Malam dan Cek Kesiapsiagaan Polsek Jajaran


Cirebon, 
Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H, memimpin Patroli Malam dan Cek Kesiapsiagaan Polsek Jajaran, Sabtu (24/1/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon turut didampingi jajaran PJU Polresta Cirebon.

Patroli tersebut menyasar sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, pusat aktivitas masyarakat, serta jalur-jalur yang memiliki potensi kerawanan. Selain itu, Kapolresta Cirebon juga mengecek Polsek jajaran untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana prasarana, serta pelaksanaan tugas pelayanan kepolisian berjalan optimal.

Adapun rute kegiatan patroli dimulai dari Mapolresta Cirebon - Jl.Raden Dewi Sartika - Jl. Sultan Agung - Jl.Fatahillah - Pasar Batik Trusmi - Plumbon - Mapolsek Depok - Jl.Pangeran Antasari - Jl.Raden Dewi Sartika dan kembali ke Mapolresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H, menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat serta mengingatkan seluruh personel untuk selalu mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional, khususnya dalam pelaksanaan tugas pada malam hari.

"Kegiatan patroli dan pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh jajaran siap siaga dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif," kata Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H.
(Koko Ochim)

Berbagi Inspirasi di Univday SMANSA, Kapolresta Cirebon Ajak Pelajar Berprestasi, Taat Hukum, dan Disiplin



CIREBON, .- Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menjadi narasumber dalam kegiatan IKA SMAN/SA Univday dan Motivasi 2026 dengan mengusung tema UNIVDAY SMANSA "Anveshaka" One Step Ahead To Your Dream yang digelar di SMAN 1 Kota Cirebon, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 81, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolresta Cirebon beserta jajaran pejabat utama Polresta Cirebon, di antaranya Kasat Lantas Kompol Mangku Anom Sutresno, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Reskrim Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, S.I.K., Kasat Binmas Kompol Iman Retno, S.I.P., M.M., Kanit Regident Sat Lantas AKP Andi Noviyandi, S.AP., M.H., Kasi Humas IPDA Ivan Arief Munandar, S.Kom., serta Kanit Provost Sie Propam IPDA Fery.

Turut hadir Kepala SMAN 1 Cirebon H. Maman Dermawan, S.Pd., M.Pd., para alumni SMAN 1 Cirebon, dewan guru, serta para siswa dan siswi SMAN 1 Kota Cirebon.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polresta Cirebon dalam mendekatkan Polri dengan dunia pendidikan guna membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Dalam penyampaian materinya, Kapolresta Cirebon memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki tekad yang kuat, disiplin, serta semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita, sekaligus mengingatkan pentingnya menjauhi segala bentuk kenakalan remaja.

"Generasi muda harus memiliki mimpi besar, namun juga harus dibarengi dengan disiplin, kerja keras, dan karakter yang kuat. Jauhi kenakalan remaja, narkoba, perundungan, serta pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan. Setiap anak memiliki potensi untuk sukses apabila mau berusaha dan terus belajar," ujar Kapolresta Cirebon.

Ia menambahkan, Polri akan terus hadir dan bersinergi dengan dunia pendidikan dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.

"Kami dari Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif di lingkungan sekolah, agar para pelajar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, serta mampu bersaing dalam menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Hal tersebut terlihat dari sesi tanya jawab interaktif antara Kapolresta Cirebon dengan para siswa yang menyampaikan berbagai pertanyaan inspiratif seputar pendidikan, motivasi, pencegahan kenakalan remaja, serta keselamatan berlalu lintas.

Sebagai bentuk apresiasi, Kapolresta Cirebon juga memberikan doorprize menarik kepada para peserta yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan Univday dan Motivasi 2026 ini, diharapkan para siswa SMAN 1 Kota Cirebon semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memiliki visi masa depan yang jelas, serta tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, taat hukum, dan berdaya saing dalam mewujudkan impian mereka.
(Koko Ochim)

Sabtu, 24 Januari 2026

Warga Desa Tugu Kidul Pertanyakan Anggaran Sampah, PJU, dan Dana BUMDES dari tahun 2019 - 2024


Buserpolkrim.com

Banyak anggaran yang digelontorkan Desa Tugu Kidul kecamatan Sliyeg kabupaten Indramayu diantaranya pemasangan Penerangan Jalan Umum ( PJU ) sebesar Rp 52.750.000 untuk 16 titik namun isu yang berkembang baru terpasang 5 tiang belum lagi dana BUMDes tahun anggaran 2025 kabarnya belum ada kejelasan.

Salah satu warga desa Tugu Kidul yang meminta agar jatidirinya dirahasiakan saat ditemui awak media jika pihaknya merasa prihatin dengan kondisi desa Tugu Kidul" ia sebagai warga Tugu Kidul saya merasa prihatin saja sebab selama ini ada beberapa pekerjaan yang diduga belum selesai , misalnya saja Sampah yang ada di blok Cibulus tidak diatur dengan baik sehingga bertebaran kemana mana, yang jadi persoalan sekarang apa ia tidak ada anggaran untuk angkut sampah saya kira satu hal yang mustahil " ujarnya 
Lanjut sumber " kemudian pemasangan Penerangan Jalan Umum ( PJU ) dari 16 titik yang terealisasi baru 5 titik anggarannya kan jelas 52 juta sekian ia, nah yang jadi pertanyaan kenapa hanya 5 titik ada apa sampai tidak dilanjutkan tentu alasannya harus jelas maksudnya biar masyarakat tugu kidul tahu , sebab dengan tidak dilanjutkannya pemasangan PJU warga pun jadi bertanya tanya sekarang lagi jadi bahan perguncingan nih terkait anggaran Bumdes sebesar 20 persen dari anggaran Dana Desa ini juga patut dipertanyakan , sebab isu yang beredar terlepas itu benar atau tidak pengurusnya sudah bubar, yang menjadi pertanyaan sekarang kalau betul pengurusnya bubar uang 20 persen dari DD dengan mengusun program KetaPang ( Ketahanan Pangan ) patut dipertanyakan juga " ungkap sumber sambil berbisik agar jatidirinya tetep dirahasiakan .

Sayangnya Kantor desa tugu kidul saat disambangi awak media Buserpolkrimnews sabtu pukul 9:35 wib (24/1 ) dalam keadaan sepi 

( Moh Kozim )

Dana Bansos diduga disunat Oknum Perangkat Desa Pagedangan Terancam Masuk Bui


Buserpolkrim.con 

Warga Desa Pagedangan kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu tak hanya resah tapi juga sewot pasalnya tiap kali ambil Bantuan Sosial ( Bansos ) Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Program Keluarga Harapan ( PKH ) dan Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) di salah satu BriLink yang kebetulan brilink tersebut kabarnya milik salah satu perangkat desa Pagedangan, isu santer yang beredar luas di masyarakat oknum bekel bersama sang istri diduga tak segan sunat uang milik Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) sebesar Rp 25000 dengan dalih dibagikan kepada seluruh perangkat desa 

Menurut salah satu warga RT 04 desa Pagedangan saat dikonfirmasi awak media Jumat ( 24/1 ) mengaku Bansos Bantuan Langsung Tunai dipotong " memang bener dipotong Rp 25.000 dan potongan itu diluar administrasi pengambilan uang" ujarnya ,saat ditanya siapa yang potong menurut sumber yang meminta agar jatidirinya tetap dirahasiakan mengatakan " ia pihak brilink lah wong itu kan miliknya perangkat desa malah dia bilang katanya potongan yang Rp 25 000 itu untuk perangkat desa " ungkapnya .

Hal senada diamini juga oleh warga Rt 02 RW 01 jika dirinya sebagai penerima bantuan sosial sejak tahun 2020 hingga Oktober 2025 mengaku masih mendapat bansos saat ditanya pengambilan uangnya dengan lantang menjawab " di Aam Nova Brilink Desa Pagedangan brilink itu punya pak bekel Deni kalau misal dapat uangnya Rp 600,000 yang saya terima harusnya Rp 59300 karena ada potongan otomatis distruknya untuk admin sih,nah kenyataannya uang tersebut langsung dipotong oleh pihak brilink sebesar 20 000 sampai 25000 " ujarnya 

Saat ditanya terkait potongan untuk apa pihaknya mengaku tidak tahu " saya tidak tahu namun denger denger sih katanya uang hasil potongan itu nanti untuk dibagikan ke semua aparat desa, cuma kalau kita mah yang penting menerima bantuan itu terserah lah kalau masalah potongan ia setiap penerima bansos pasti dipotong dari mulai PKH , BLT , BPNT , saat ditanya kenapa tidak mengambil ke Brilink yang lain " engak boleh pak katanya harus dibrilink itu malah pak bekel sama istrinya bilang kalau di Brilink yang lain uangnya gak bisa keluar katanya pak" akunya polos 

Ucapan tak kalah ekstrim dilontarkan ibu paruh baya yang memakai pakaian lusuh " cuma gara gara beda pilihan waktu pemilihan Kuwu Desember kemarin bansos yang Rp 900 000 katanya bakal dihentikan emang itu uangnya desa Pagedangan jangan gitu dong " ujarnya dengan nada tinggi , ia masa sih kuwen kuh duite negara ora pak kanggo wong sing ora mampu, tapi nangapa desane nyetop apa gara gara ora milih Kuwu sing dadi tah ia, tapi maaf dakane semono gah pak baka jare kita mah wong milih iku sesenenge dewek ora " ujarnya balik tanya dengan bahasa Indramayu yang medok 
Menanggapi terkait potongan dana Bansos Toni yang juga anggota LBH Elang Suropati News saat dimintai tanggapannya mengatakan " ia pokoknya sih apapun dalihnya potongan itu tidak dibenarkan pemerintah sendiri dengan tegas melarang sebagaimana tertuang didalam Permensos no 3 tahun 2021 bahwa semua bantuan sosial itu sepenuhnya gratis tidak dipungut biaya apapun , jadi kalau kemudian terjadi pemotongan baik Bansos PKH , BLT , BPNT jelas itu tindakan ilegal dan pelakunya bisa dikenakan sanksi sesuai aturan perundang undangan termasuk Perpres no 87 tahun 2016 atau bisa saja oknum tadi disangkakan ke tindak pidana pungli atau tindak pidana korupsi pasal 12 huruf e dan f yang ancaman pidananya diatas 5 tahun penjara jadi siapapun orangnya yang berani lakukan pemotongan dana bansos kalau tidak ingin merasakan dinginnya lantai dan jeruji besi penjara " jelasnya 

sampai berita ini tayang Kuwu Pagedangan saat dibel maupun diSms lewat pesan singkat WhastAap tidak mau angkat dan tidak mau menjawab walaupun kondisi hp dalam eadaan aktif .

( A K 60 )

Dana Desa Menyusut, Kepemimpinan Diuji: Hanya Kepala Desa Visioner yang Mampu Bertahan

Buserpolkrim.com

Pengurangan Dana Desa bukan sekadar koreksi angka dalam tabel anggaran. Ia adalah cermin besar yang mendadak ditegakkan di hadapan wajah kepemimpinan desa. Dan seperti semua cermin yang jujur, tidak semua orang siap menatap pantulannya. Di sana tampak jelas: siapa yang berdiri tegak dengan gagasan, dan siapa yang selama ini hanya hidup dari belanja, bukan dari pikiran.

Saat uang melimpah, hampir semua tampak bekerja. Program berjalan, proyek bergulir, laporan menebal. Namun ketika anggaran menyusut, barulah terang siapa pemimpin dan siapa sekadar pengelola kas. 

Selama bertahun-tahun, Dana Desa menjadi tongkat penyangga pembangunan: jalan dicor, gedung ditegakkan, bantuan dibagikan. Desa memang bergerak, tetapi sering kali bukan karena dituntun visi—melainkan karena diseret oleh dana. Maka ketika tongkat itu dipendekkan, langkah pun goyah. Pembangunan yang dulu berlari kini tertatih, bahkan ada yang jatuh tersungkur.

Berkurangnya Dana Desa sejatinya bukan bencana pembangunan, melainkan ujian kepemimpinan. Ia membuka panggung seleksi alam yang keras namun adil. Desa yang inovatif dan kreatif mungkin terguncang, tetapi tidak tumbang. Mereka mencari celah, membaca potensi, dan memutar otak. Sebaliknya, desa yang selama ini hidup dari rutinitas—mengulang kegiatan yang sama dari tahun ke tahun, menumpuk beton tanpa menumbuhkan kemandirian—tampak panik dan kebingungan, seolah kehilangan arah begitu angka dipangkas.

Di titik ini, kepala desa diuji bukan dari tebalnya laporan serapan anggaran, melainkan dari tajam-tumpulnya gagasan. Kepala desa yang rajin menghabiskan uang negara, namun enggan berpikir bagaimana desa bisa menghasilkan pendapatan sendiri, kini kelimpungan. Fakta sederhana pun terbuka: tidak semua yang pandai belanja mampu bekerja. Tidak semua yang rajin membagi bantuan memahami cara mencipta sumber penghidupan.
Bantuan sosial tentu penting. Ia adalah wujud kehadiran dan empati negara. Namun desa bukan panti belas kasihan yang hidup dari pemberian abadi. Desa harus beranjak dewasa—belajar menghasilkan, bukan sekadar menghabiskan. Desa membutuhkan pendapatan, bukan hanya proposal; membutuhkan usaha, bukan sekadar harapan. Tanpa itu, desa akan selamanya menjadi tangan yang menadah, bukan tangan yang mencipta.

Padahal semangat Undang-Undang Desa sudah sangat jelas: kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Sayangnya, semangat itu kerap terkubur oleh kenyamanan. Lebih mudah membagi daripada membangun, lebih ringan menghabiskan daripada merancang, lebih aman mengikuti pola lama daripada mengambil risiko inovasi. Dana Desa pun sering diperlakukan sebagai tujuan, bukan sebagai alat.

Kini, pengurangan Dana Desa datang seperti lonceng keras di tengah tidur panjang. Ia memaksa desa dan para pemimpinnya terbangun. Kenyataannya pahit namun tak terbantahkan: kepemimpinan tanpa visi akan tersingkir dengan sendirinya. Desa yang dipimpin tanpa arah akan berjalan di tempat, bahkan mundur. Sebaliknya, kepala desa yang visioner akan menjadikan keterbatasan anggaran sebagai tantangan—pemicu kreativitas, bukan alasan untuk meratap.

Pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat berapa besar Dana Desa yang dihabiskan seorang kepala desa. Sejarah hanya akan mengingat satu hal: apakah ia meninggalkan desa yang bergantung, atau desa yang berdaulat.

Penulis(Muhamad kozim)

Catatan Redaksi:
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam:
Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta
Pasal 5 ayat (2) UU Pers yang menjamin hak jawab bagi pihak yang dirugikan.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: media Buserpolkrim.com Terima kasih.

Koko Ochim 

Jumat, 23 Januari 2026

Ditangkapnya WG (Kuwu Depinitif) Di Desa Ciwaringin Cirebon, Kini Pemdes Tersebut Diduga Jadi Carut Marut


Buserpolkrim.com 

Dikatakanya alumni STIE IGI Jakarta, yakni Uyun Saeful Yunus, S.E., M.M., bahwa imbas dengan telah ditetapkanya Wawan Gunawan (Kuwu Depinitif) di Desa Ciwaringin Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon oleh Kejaksaan Negri (Kejari) Kabupaten Cirebon pada tahun 2024 tentang tindak pidana dugaan Korupsi pengelolaan keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2023, kini Pemerintah Desa tersebut, selain diduga dikendalikan Kumpul (Mantan Kuwu), juga Pemdes tersebut carut marut, hal itu dibuktikan dengan beredarnya sebuah rumor, bahwa pada tahun 2025 silam, didesa tersebut, selain hilang beras bantuan, juga hilang uang bantuan sosial yang kurang lebihnya sebesar 70.000.000 ( Tujuh Puluh Juta Rupiah ), terus apa fungsi Linmas dan Perangkat Desa yang ada disitu, saya yakin, dalam hal ini pasti ada orang dalamnya, dengan demikian, selain mendesak APH untuk turun tangan serta mengungkap dan menangkap, siapa terduga pelakunya. Kalau ternyata terduga pelakunya adalah orang dalam yang digajih oleh rakyat (pejabat penyelenggara), maka yang bersangkutan selain bisa dijerat dengan pasal penyalahgunaan wewenang dan jabatan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 374 KUHP, juga yang bersangkutan bisa dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dan/atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi/sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan UU nomor 91 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara

Diluar itu, Pemkab Cirebon pun harus sesegera mungkin memilih dan menunjuk Putra Daerah yang berintegritas serta sah secara hukum untuk memimpin Desa Tersebut. Menurut Uyun Saeful Yunus, bahwa Am Buono lah yang tepat untuk memimpin Desa tersebut, kenapa demikian, karena yang bersangkutan, selain orangnya berwibawa dan bermasyarakat sama siapapun, juga membangun dan berintegritas, itu pun kalau masyaraktnya menghendaki tutup Uyun Saeful Yunus dalam Mengahiri perbincangan dengan Am Buono, dan Am Buono pun menyatakan, siap, itu pun kalau Allah dan Masyarakatnya menghendaki

Rilis muhamad kozim
Catatan Redaksi:
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam:
Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta
Pasal 5 ayat (2) UU Pers yang menjamin hak jawab bagi pihak yang dirugikan.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: media Buserpolkrim Terima kasih.

( Koko Ochim)

Usai Verifikasi Pendaftaran, Suganda Mohon Doa Restu Keluarga (Alm) R. Suma (Ketua MPC Sebelumnya)




Cirebon – Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak jelas saat ratusan iring-iringan anggota Organisasi Pemuda Pancasila menyambut kehadiran Suganda, calon Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, di Sekretariat Organisasi Pemuda Pancasila (Gorda), Kabupaten Cirebon.

Kehadiran Suganda disambut meriah dengan yel-yel khas organisasi,
"Pancasila… Abadi! Merdeka! Merdeka!", yang menggema dan mencerminkan soliditas serta semangat persatuan kader Pemuda Pancasila dalam mengawal proses organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Suganda menjalani proses verifikasi pendaftaran sebagai calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon dengan menyerahkan serta melengkapi seluruh data dan berkas administrasi yang telah ditentukan oleh panitia pemilihan.

Usai mengikuti tahapan verifikasi, Suganda secara khusus memohon doa restu kepada Bunda Rosita, istri dari almarhum R. Suma, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon terdahulu. 

Dalam suasana penuh haru, Suganda menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian pemilihan dapat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif, serta dirinya siap melanjutkan nilai-nilai perjuangan almarhum R. Suma demi kemajuan organisasi.

"Nak Ganda, Bunda berpesan agar organisasi Pemuda Pancasila terus berkembang dan semakin maju ke depannya," tutur Bunda Rosita kepada Suganda.

Menanggapi pesan tersebut, Suganda menunjukkan sikap kebesaran jiwa dan semangat persaudaraan dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa seluruh calon Ketua MPC layak mendapatkan dukungan yang sama.

"Bunda, dukung kami semua yang mencalonkan diri. Jangan hanya saya, tetapi calon Ketua MPC lainnya juga. Biarlah Allah SWT yang menentukan siapa yang terbaik untuk memimpin Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon ke depan," tegas Suganda.

Setelah memohon doa restu, Suganda melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam R. Suma (Alm) untuk mendoakan serta mengenang jasa-jasa beliau yang selama ini dikenal sebagai guru, orang tua, pembimbing, kakak, bahkan sahabat bagi banyak kader Pemuda Pancasila.




Ketua Panitia Pemilihan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, Dodik, menyampaikan bahwa proses verifikasi pendaftaran Suganda telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan mekanisme organisasi.

"Alhamdulillah, calon Ketua MPC Bapak Suganda telah melengkapi dan memverifikasi data diri serta persyaratan administrasi. Seperti yang selalu kami sampaikan, kondusifitas menjadi hal utama karena kita semua satu organisasi dan bersaudara," ujar Dodik.
Lebih lanjut, Dodik menegaskan bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon dijadwalkan pada tanggal 29 Januari 2026, bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Dengan rampungnya proses verifikasi pendaftaran tersebut, Suganda resmi dinyatakan mengikuti tahapan selanjutnya dalam kontestasi pemilihan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, dengan semangat persatuan dan komitmen membangun organisasi ke arah yang lebih baik.

( Cephy )

Pemkot Cirebon dan BBWS Mulai Langkah Besar Penataan Wajah Baru Sungai Sukalila yang Lebih Estetik



Kota Cirebon– Kawasan Sungai Sukalila yang selama ini identik dengan kepadatan dan kesan semrawut, bersiap mengalami transformasi besar. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah bantaran sungai di jantung kota ini menjadi ruang publik yang cantik, nyaman, dan fungsional melalui penataan yang dilakukan secara bertahap.

Keseriusan ini terlihat saat Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Pj Sekretaris Daerah Sumanto, jajaran kepala perangkat daerah terkait, Forkopimda, serta pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dalam dialog penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila, Kamis (22/1/2026). Dialog hangat dengan warga, aparat kewilayahan, hingga pedagang di sepanjang bantaran dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan dengan dukungan penuh masyarakat.

Wali Kota mengungkapkan bahwa langkah konkret akan dimulai sangat dekat, yakni pada Senin pekan depan. Pekerjaan awal difokuskan pada normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi air sebelum masuk ke tahap estetika.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah duduk bersama dengan semua pihak terkait. Insyaallah, hari Senin nanti tahap pertama berupa pengerukan dari muara sampai ke Sukalila sudah dimulai. Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh warga Kota Cirebon. Jika nanti aktivitas lalu lintas sedikit terhambat karena proses pengerjaan, mohon bisa dimaklumi. Ini semata-mata demi masa depan kota kita yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa penataan tidak hanya soal sungai, tapi juga menyentuh aspek estetika kota. Rencananya, Sukalila akan dilengkapi dengan taman, jogging track, hingga jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki. Bahkan, simulasi rekayasa lalu lintas satu arah sedang dikaji bersama Dishub dan Kepolisian untuk mengurai kemacetan kronis di sekitar kawasan Asia Toserba.

“Kita ingin Sukalila jadi ikon baru. Nanti ada taman dan trotoar yang rapi. Mengenai arus lalu lintas, kita akan pecah kepadatannya, mungkin diarahkan ke Sukalila Selatan agar tidak terjadi penumpukan. Semuanya kita desain supaya tidak lagi crowded,” tambahnya.

Satu hal yang menarik dalam penataan ini adalah skema kolaborasi yang ditawarkan Pemkot Cirebon dan BBWS. Pihak pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi sektor swasta yang ingin berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), namun dengan aturan main yang sangat transparan.

“Kami sepakat dengan BBWS, kami tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Kalau ada perusahaan yang mau bantu, silakan bangunkan fisiknya sesuai desain yang ada. Misalnya, satu perusahaan mau membangun jembatan penyeberangan yang ikonik, atau perusahaan lain mau membangun taman, silakan dikerjakan sendiri oleh mereka. Kami sediakan ruangnya, mereka yang membangun fisiknya,” tegas Wali Kota.

Dengan konsep pembangunan yang transparan dan kolaboratif ini, Pemerintah Kota Cirebon optimis Sungai Sukalila tidak hanya akan menjadi pengendali banjir yang efektif, tetapi juga menjadi destinasi wisata tengah kota yang membanggakan bagi warga Kota Cirebon maupun wisatawan.

Senada dengan Wali Kota, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, memaparkan bahwa proyek ini merupakan kerja maraton yang berkelanjutan. Setelah pengerukan selesai, fokus akan beralih pada infrastruktur pendukung dan kualitas air.

“Tahap pertama jelas normalisasi. Setelah itu masuk tahap kedua yaitu penataan kawasan Sukalila dan Kalibaru, termasuk perbaikan sistem drainase agar tidak ada lagi genangan. Tantangan terbesarnya nanti adalah penjernihan air yang kami targetkan mulai digarap serius pada 2027 atau 2028. Karena seindah apa pun penataannya, kalau airnya tidak bening tentu kurang maksimal,” jelas Dwi.
(Denny Krisnara)

Selasa, 20 Januari 2026

Suganda Maju Calon Ketua MPC, Pemuda Pancasila Cirebon Siap Jadi Kepemimpinan Baru yang Sinergis dan Humanis


Cirebon – Menjelang pelaksanaan pemilihan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon yang baru, panitia pemilihan menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusifitas wilayah serta mendorong peran Pemuda Pancasila agar semakin positif di tengah masyarakat. Sumber, Kabupaten Cirebon (Gorda), Selasa. (20/1/2025).

salah satu Calon Ketua MPC Kabupaten Cirebon, Suganda, menegaskan bahwa Pemuda Pancasila lahir sebagai organisasi yang dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya sebagai kontrol sosial yang konstruktif.

"Organisasi Pemuda Pancasila hadir untuk kebutuhan masyarakat. Kita harus mampu mensosialisasikan nilai-nilai positif organisasi ini, mulai dari Pancasila sila pertama hingga sila kelima. Pancasila adalah harga mati yang wajib kita tegakkan," tegas Calon Ketua MPC Kabupaten Cirebon Suganda.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemuda Pancasila dengan TNI, Polri, serta pemerintah dari tingkat pusat hingga desa, termasuk dalam menjaga aset-aset negara. Namun demikian, fungsi kontrol sosial tetap harus dijalankan secara elegan dan beretika.

"Kita harus selalu bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah, serta ikut menjaga aset negara. Sebagai kontrol sosial, jika ada penyimpangan atau kesalahan, baik besar maupun kecil, kita wajib mengingatkan dengan cara yang santun dan bermartabat," jelasnya.

Suganda berharap seluruh anggota Pemuda Pancasila tidak menjadi oknum yang mencederai nama besar organisasi.
"Pemuda Pancasila adalah organisasi besar. Saya berharap Pemuda Pancasila di Kabupaten Cirebon menjadi warna baru, berkontribusi nyata dalam menjaga kondusifitas wilayah, serta membantu Kamtibmas di Kabupaten Cirebon," pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen menjaga stabilitas daerah, pemilihan Ketua MPC Kabupaten Cirebon diharapkan mampu melahirkan sosok pemimpin yang membawa Pemuda Pancasila semakin solid, modern, dan dicintai masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Ketua MPC Kabupaten Cirebon, Dodik, menyampaikan harapannya agar para calon ketua yang akan datang mampu menjaga wilayah Kabupaten Cirebon secara khusus, sekaligus membawa Pemuda Pancasila (MPC) Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih bermartabat dan berdaya guna di mata masyarakat.

"Kami sangat berharap kepada calon-calon Ketua MPC ke depan agar mampu menjaga kondusifitas Kabupaten Cirebon. Pemuda Pancasila harus tampil dengan harkat, martabat, serta popularitas yang bernilai positif di masyarakat.

Kita ingin organisasi ini berkembang lebih maju, modern, dan menjadi contoh yang baik," ujar Dodik kepada awak media.

Lebih lanjut, Dodik menambahkan bahwa panitia pemilihan akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya aparat penegak hukum dan unsur TNI demi memastikan proses pemilihan berjalan aman dan tertib.

"Kami akan menghadap ke Polresta Cirebon untuk menyampaikan rencana kegiatan pemilihan Calon Ketua MPC Kabupaten Cirebon, sekaligus meminta arahan terkait penerapan kondusifitas. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Intel Kodim," imbuhnya.

Cephy

Senin, 19 Januari 2026

Kapolresta Cirebon Silaturahmi dengan Danlanal Cirebon, Perkuat Sinergitas Pengamanan Darat dan Perairan



CIREBON,  Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla. pada Senin (19/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Mako Lanal) Cirebon, Jalan Kesunean No. 33, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon didampingi Kasat Lantas Polresta Cirebon Kompol Mangku Anom Sutresno, S.H., S.I.K., M.H. bersama sejumlah pejabat utama Polresta Cirebon. Rombongan Polresta Cirebon diterima langsung oleh Danlanal Cirebon beserta jajaran perwira Angkatan Laut Cirebon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, S.I.K., Kasat Polair Polresta Cirebon Kompol Akmadi, S.H., M.H., Ps. Kasi Humas Polresta Cirebon Ipda Ivan Arief Munandar, S.Kom., serta Kasi Propam Polresta Cirebon Iptu Enjay Sonjaya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan, kegiatan silaturahmi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mempererat hubungan, solidaritas, dan kekompakan antara Polresta Cirebon dan Lanal Cirebon dalam mendukung pelaksanaan tugas menjaga keamanan wilayah.

"Silaturahmi ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus mempererat hubungan dan kekompakan antara Polresta Cirebon dan Lanal Cirebon. Sinergitas yang sudah terjalin dengan baik ini harus terus dijaga dan ditingkatkan, khususnya dalam pelaksanaan tugas pengamanan wilayah darat maupun perairan di Kabupaten Cirebon," ujar Kombes Pol Imara Utama.

Ia menegaskan, kolaborasi dan koordinasi lintas institusi menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi dinamika tantangan kamtibmas yang semakin kompleks.

"Dengan komunikasi dan kerja sama yang solid, kami optimistis berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional demi memberikan rasa aman kepada masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung menyambut baik kunjungan Kapolresta Cirebon beserta jajaran. Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi simbol kuatnya sinergitas dan soliditas TNI–Polri di wilayah Cirebon.

"Kami mengapresiasi kunjungan Kapolresta Cirebon sebagai bentuk nyata soliditas dan sinergitas TNI–Polri. Lanal Cirebon siap terus bersinergi dan mendukung Polresta Cirebon dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah perairan," ungkap Danlanal Cirebon.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik antara TNI Angkatan Laut dan Polri merupakan kunci utama dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

"Dengan kerja sama yang kuat dan komunikasi yang intensif, kami yakin upaya pengamanan wilayah darat dan perairan dapat berjalan optimal demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, Polresta Cirebon dan Lanal Cirebon menegaskan komitmen bersama untuk terus meningkatkan sinergitas, koordinasi, serta soliditas dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas wilayah Kabupaten Cirebon agar tetap aman dan kondusif.
(Koko Ochim)

Kapolresta Cirebon Silaturahmi ke Keraton Kasepuhan, Perkuat Sinergi Kamtibmas


CIREBON,  Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Keraton Kasepuhan Cirebon pada Senin (19/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Keraton Kasepuhan, Jalan Kasepuhan No. 43, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, Kapolresta Cirebon didampingi Kasat Lantas Polresta Cirebon Kompol Mangku Anom Sutresno, S.H., S.I.K., M.H. bersama sejumlah pejabat utama Polresta Cirebon. Rombongan Kapolresta Cirebon diterima langsung oleh Patih Sepuh Pangeran Raja Goemelar Surya Diningrat, didampingi Ibu Ratu Raja Alex Sandra Wurya Diningrat, serta dihadiri para kerabat Diraja dan bangsawan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, S.I.K., Kasat Polair Polresta Cirebon Kompol Akmadi, S.H., M.H., Ps. Kasi Propam Polresta Cirebon Iptu Enjay Sonjaya, serta Ps. Kasi Humas Polresta Cirebon Ipda Ivan Arief Munandar, S.Kom.

Kegiatan silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun dan memperkuat sinergitas antara Kepolisian dengan tokoh adat dan budaya di wilayah Cirebon, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama menyampaikan bahwa peran tokoh adat dan budaya memiliki nilai strategis dalam menciptakan stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat.

"Silaturahmi ini merupakan upaya untuk membangun komunikasi dan sinergi yang kuat antara Polri dengan tokoh adat dan budaya. Keraton Kasepuhan memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang sejalan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Kapolresta Cirebon.

Ia menegaskan bahwa Polresta Cirebon siap berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan budaya, dalam mendukung program pemerintah serta menjaga kondusivitas wilayah.

Sementara itu, pihak Keraton Kasepuhan Cirebon menyambut baik kunjungan dan silaturahmi Kapolresta Cirebon beserta jajaran. Silaturahmi tersebut dinilai sebagai wujud nyata sinergi dan keharmonisan antara Kepolisian dan Keraton dalam menjaga stabilitas wilayah serta melestarikan nilai-nilai budaya.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Polresta Cirebon dan Keraton Kasepuhan Cirebon dalam menjaga keamanan, ketertiban, stabilitas wilayah, serta mendukung pelestarian budaya di Kabupaten dan Kota Cirebon.
(Koko Ochim)

Polresta Cirebon Sigap Tangani Banjir di Jagapura Lor dan Jagapura Kulon


Cirebon, 
Polresta Cirebon melaksanakan penanganan banjir di Desa Jagapura Lor dan Desa Jagapura Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Minggu (18/1/2026). Banjir yang merendam dua desa tersebut memiliki ketinggian air berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter dan menggenangi pesawahan, pekarangan rumah warga, halaman, serta ruas jalan desa.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat luapan Kali Jonggol yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan dengan intensitas tinggi serta adanya air kiriman dari wilayah Kabupaten Indramayu.

"Luapan Kali Jonggol ini menyebabkan air meluber ke area pesawahan, pekarangan rumah warga, halaman, hingga badan jalan desa. Saat ini air masih menggenang di sejumlah titik dengan ketinggian antara 20 hingga 50 sentimeter," ujar Kapolresta Cirebon.

Ia menambahkan, jajaran Polresta Cirebon bergerak cepat bersama unsur Muspika Kecamatan Gegesik, Koramil Gegesik, pemerintah desa, serta perangkat desa setempat untuk melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan dampak lanjutan.

"Kami melakukan penambakan tanggul kali, pemompaan air di lokasi terdampak, serta menyiagakan personel guna membantu warga dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut," jelasnya.

Selain melakukan upaya teknis di lapangan, personel Polresta Cirebon juga disiagakan di lokasi banjir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, sekaligus melakukan pengamanan dan pemantauan situasi agar tetap aman dan kondusif.

Kapolresta Cirebon turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai saat debit air meningkat. Apabila membutuhkan bantuan atau menemukan kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat Polri melalui hotline 110 atau nomor pengaduan Polresta Cirebon di 0811-2497-497, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat," pungkas Kombes Pol Imara Utama.
(Koko Ochim)

Sabtu, 17 Januari 2026

Polresta Cirebon Sita 115 Botol Miras Hasil Razia Pekat


Cirebon, 
Jajaran Polresta Cirebon menggelar razia minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Cirebon pada Jumat (16/1/2026). Dalam razia pekat tersebut petugas berhasil mengamankan 115 botol miras berbagai merk dan miras tradisional ciu.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H, S.I.K, M.H, mengatakan, miras yang berhasil disita jumlahnya mencapai 115 botol miras berbagai merk dan miras tradisional ciu. Miras tersebut disita dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.

"Dalam razia ini, kami berhasil mengamankan 115 botol miras berbagai merk dan miras tradisional ciu dari berbagai wilayah Kabupaten Cirebon. Kemudian para penjual miras tersebut juga langsung diproses tipiring," ujarnya.

Ia mengatakan, razia tersebut dilaksanakan intensif Polresta Cirebon hingga Polsek jajaran. Pihaknya pun meminta peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan berbagai tindak kejahatan di wilayah hukum Polresta Cirebon melalui layanan hotline 110 atau menghubungi nomor pengaduan 08112497497," pungkasnya.

Dipastikan setiap laporan atau aduan yang diterima bakal langsung ditindaklanjuti dan petugas berada di lokasi dalam waktu singkat. Pasalnya, laporan maupun aduan masyarakat akan sangat membantu kepolisian dalam menjaga kondusivitas kamtibmas.

"Peran seluruh elemen masyarakat sangat besar untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas. Selain itu, partisipasi masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga keamanan lingkungan dan sangat berarti bagi kepolisian," katanya.
(Koko Ochim)

Patroli Raimas Satgas Preventif Polresta Cirebon Gagalkan Tawuran di Desa Babadan Enam Remaja diamankan


CIREBON, .- Upaya Polresta Cirebon dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat kembali membuahkan hasil. Patroli Raimas Satgas Preventif Samapta Polresta Cirebon berhasil mengamankan enam remaja yang diduga terlibat aksi tawuran saat patroli dini hari pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 03.30 WIB, di wilayah Babadan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Patroli tersebut dipimpin oleh KBO Sat Samapta Polresta Cirebon IPTU Aang Gumilar. Saat menyisir lokasi yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, petugas mendapati sekelompok remaja yang tengah terlibat tawuran. Mengetahui kehadiran petugas, para remaja tersebut sempat melarikan diri, namun berhasil dikejar dan diamankan oleh personel Raimas Satgas Preventif.

Dalam pengamanan tersebut, petugas mengamankan enam remaja masing-masing berinisial AS (18), FAP (20), D (14), FF (15), AM (15), dan DP (17) serta menyita sejumlah barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, satu bilah senjata tajam jenis celurit, satu batang besi, dan satu unit telepon genggam. Seluruh pelaku berikut barang bukti langsung dibawa ke Mako Polresta Cirebon guna menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa patroli Raimas merupakan langkah preventif dan responsif Polri dalam menekan potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi tawuran remaja yang kerap terjadi pada jam-jam rawan.

"Patroli Raimas Satgas Preventif ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Cirebon dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kami secara konsisten hadir di lapangan, terutama pada waktu dini hari yang rawan terjadi gangguan kamtibmas, guna mencegah terjadinya aksi tawuran, kejahatan jalanan, maupun perbuatan lain yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat," ujar Kombes Pol Imara Utama.

Ia menambahkan, keterlibatan remaja dalam aksi tawuran menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

"Kami sangat menyayangkan masih adanya anak-anak dan remaja yang terlibat dalam aksi tawuran dengan membawa senjata tajam. Tindakan ini sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, kami akan melakukan penindakan tegas sesuai aturan hukum, namun tetap mengedepankan pendekatan pembinaan, khususnya bagi pelaku yang masih di bawah umur," tegasnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi pergaulan dan kegiatan anak-anaknya terutama pada malam hari sehingga mereka tidak terlibat perbuatan melanggar hukum. Selain itu, para orang tua juga harus menjaga anaknya dari pergaulan dan pengaruh lingkungan negatif yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Pihaknya juga menghimbau dan mengharapkan para kuwu, RT, RW, dan mandor agar ikut membantu mengawasi warganya, khususnya para orang tua harus lebih memperhatikan anaknya untuk tidak melakukan kegiatan yang negatif. Sehingga mengakibatkan kerugian bagi orang lain yang menjadi korban ataupun dirinya sendiri untuk masa depannya

Lebih lanjut, Kapolresta Cirebon mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon agar segera melaporkan apabila mengetahui atau melihat adanya gangguan kamtibmas, tindak kriminal, maupun aktivitas yang mencurigakan. Masyarakat dapat menghubungi layanan hotline Polri 110 atau nomor pengaduan Polresta Cirebon di 0811-2497-497. Setiap laporan akan segera kami tindaklanjuti," ungkapnya.

Kapolresta menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

"Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan adanya komunikasi yang baik antara masyarakat dan Polri, kami optimistis kondusivitas wilayah Kabupaten Cirebon dapat terus terjaga," pungkasnya.

Dengan kehadiran aktif patroli kepolisian serta dukungan masyarakat, Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
(Koko Ochim)

Jumat, 16 Januari 2026

Pusatkan Panen Raya Nasional di Lapas Kelas I Cirebon, Menteri Imipas dan Wali Kota Dorong Kemandirian Warga Binaan



Kota Cirebon– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon menjadi pusat perhatian nasional pada Kamis (15/1/2026). Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, hadir langsung memimpin Panen Raya Serentak hasil pembinaan warga binaan yang digelar secara simultan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia. Momentum ini menjadi bukti nyata kontribusi warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dalam kunjungannya, Menteri Agus meninjau langsung area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dikelola dengan sangat produktif. Berbagai komoditas unggulan seperti padi varietas Inpari hingga budidaya ikan nila berhasil dipanen. Tidak hanya sektor pangan, Menteri juga melepas ekspor ketiga produk tali dan jaring sabut kelapa (coir net dan coco shade) hasil karya warga binaan yang kini telah menembus pasar internasional, salah satunya ke negara Spanyol.
Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden untuk memperkuat kedaulatan pangan dari unit terkecil. 

"Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan kita sendiri. Program ini tidak hanya membekali warga binaan agar memiliki keahlian dan kemandirian setelah bebas nanti, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui suplai pangan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Menteri Agus di sela-sela kegiatan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang mendampingi Menteri selama kegiatan, menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Kota Cirebon sebagai pusat pelaksanaan panen raya nasional. Menurutnya, keberhasilan Lapas Kelas 1 Cirebon dalam memproduksi barang ekspor dan hasil tani merupakan capaian luar biasa yang patut diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kami merasa bangga karena panen raya nasional ini dipusatkan di Kota Cirebon. Tadi kita saksikan bersama melalui siaran langsung ke seluruh Indonesia, betapa produktifnya rekan-rekan kita di dalam. Ada padi, ikan, bahkan yang sangat membanggakan adalah pelepasan ekspor ketiga hasil produksi teman-teman dari dalam Lapas ke luar negeri," ungkapnya.

Dukungan Pemerintah Kota Cirebon terhadap produktivitas warga binaan pun terus mengalir secara konsisten. Wali Kota menjelaskan bahwa Pemkot Cirebon turut memberikan dukungan berupa penyediaan alat dan bahan baku guna menunjang proses pembinaan di dalam Lapas dan Rutan. Hal ini dilakukan agar keahlian yang didapat warga binaan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar saat kembali ke masyarakat.

"Pemerintah Kota sampai saat ini terus mendukung, mulai dari kebutuhan untuk padi, ikan, hingga bahan baku lainnya. Kami ingin memastikan unsur pembinaan ini berjalan maksimal. Harapannya, khususnya bagi warga Kota Cirebon yang sedang menjalani masa pembinaan, mereka bisa mandiri sepenuhnya saat bebas nanti," tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa produk-produk kreatif hasil karya warga binaan, mulai dari kerajinan tangan (handicraft), kaos, bordir, hingga sablon, kini telah memiliki wadah pemasaran yang jelas. Pemkot Cirebon secara resmi menampung produk-produk tersebut di Mal UMKM Kota Cirebon agar dapat dijangkau oleh masyarakat umum dan wisatawan.

"Produk mereka sudah lama masuk ke Mal UMKM kita. Kami tampung dan kami bantu pasarkan sebagai bentuk penghargaan atas karya mereka. Jadi, masyarakat bisa melihat langsung kualitasnya yang tidak kalah dengan produk luar. Ini kolaborasi yang sudah berjalan lama, baik dengan pihak Lapas maupun Rutan," jelasnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Wali Kota memberikan pesan penyemangat bagi para warga binaan agar tetap optimis menatap masa depan. Ia menilai, pelatihan intensif yang didapatkan di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan modal berharga yang mungkin tidak didapatkan oleh orang lain di luar sana.

"Untuk saudara-saudara di dalam, jangan berkecil hati. Di sini dilatih berbagai macam keahlian setiap hari secara disiplin. Bisa jadi keahlian nanti jauh lebih hebat dari yang di luar. Teruslah berkarya, karena kami di Pemerintah Kota siap mendukung kemandirian para warga binaan," pungkasnya.
(Denny Krisnara)