Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Tingkatkan Kondusifitas dan keamanan  Wilayah, Binaan Babinsa Kelurahan Timuran Patroli Bersama Linmas

Surakarta - Babinsa Kelurahan Timuran Koramil 02/Banjarsari Kodim Surakarta Serma Danang M melaksanakan patroli malam bersa...

Postingan Populer

Rabu, 04 November 2026

Tingkatkan Kondusifitas dan keamanan  Wilayah, Binaan Babinsa Kelurahan Timuran Patroli Bersama Linmas


Uploaded Image

Surakarta - Babinsa Kelurahan Timuran Koramil 02/Banjarsari Kodim Surakarta Serma Danang M melaksanakan patroli malam bersama Linmas  di wilayah Kelurahan Timuran Kecamatan Banjarsari, Selasa (03/11/2026).

Serma Danang mengatakan Kegiatan patroli ini dilaksanakan guna meminimalisir tindak kejahatan dari gangguan kamtibmas di lingkungan keramaian warga masyarakat dengan mengecek obyek vital dan tempat -tempat rawan terhadap gangguan kamtibmas.

"Patroli ini juga bertujuan untuk monitoring aktifitas warga masyarakat   serta untuk memberikan rasa aman nyaman dan terciptanya wilayah lingkungan yang kondusif dari gangguan kamtibmas."tegasnya.

   Penulis : Arda 72

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Dandim 0735/Surakarta Sambangi Ketua Pengadilan Negeri Surakarta

Surakarta – Dalam upaya memperkuat sinergitas dan soliditas antar instansi Forkopimda di Kota Surakarta, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Kav Mikael Dimas Yanuar, S.H., M.M., M.O.S., M.A., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Ketua Pengadilan Negeri Surakarta Dr. Achmad Satibi, S.H., M.H., di Kantor Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa (03/11/2026).

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Danramil 01/Laweyan Kapten Inf Suwarto dan juga Pasi Intel Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Sutarto.

Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi formal, namun menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang lebih erat antara TNI AD khususnya Kodim 0735/Surakarta dengan lembaga yudikatif dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum di wilayah Kota Surakarta.

Dandim 0735/Surakarta Letkol Kav Mikael Dimas Yanuar menyampaikan bahwa sinergitas TNI dengan seluruh elemen, termasuk Pengadilan Negeri, sangat vital dalam menciptakan kondusivitas wilayah.

"Sebagai aparat kewilayahan, kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama yang solid dengan seluruh instansi, termasuk Pengadilan Negeri, untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan rasa keadilan serta kepastian hukum kepada masyarakat Kota Surakarta," ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Surakarta Dr. Achmad Satibi, S.H., M.H., menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Dandim beserta jajaran. Menurutnya, hubungan baik yang telah terjalin selama ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan demi kepentingan masyarakat luas.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang semakin memperkuat hubungan kelembagaan yang harmonis, profesional, dan saling mendukung demi terwujudnya Kota Surakarta yang aman, damai, dan taat hukum.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Selasa, 03 November 2026

Sungguh Sadis, Perampokan dan Penculikan di Sertai Pembunuhan Menimpah Kokom Komariah Warga Krangkeng Indramayu.


INDRAMAYU, — Perampokan dan dugaan penculikan terjadi di rumah Dudung Badrun warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu pada Senin (2/11/2026). Dalam peristiwa itu, istrinya bernama Komariah (45 tahun) dilaporkan hilang setelah rumah kediamannya  dirampok. Tarakhir diketahui, pelaku merupakan tetangga dekat korban.
Dalam hitungan jam, Tim Buser Satreskrim Polres Indramayu berhasil membekuk dua pria sebagai pelakunya.

Peristiwa tersebut terungkap saat anak korban pulang sekolah sekitar pukul 14.00 WIB dan menemukan rumah dalam keadaan terkunci rapat serta gorden tertutup rapat. Curiga karena sang ibu belum pulang kerumah hingga petang, pihak keluarga lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Krangkeng, Indramayu.
Petugas kepolisian dari Polsek Krangkeng bersama Tim Inafis Polres Indramayu yang datang ke TKP lalu membongkar pintu rumah dan menemukan kondisi kamar utama telah berantakan. Bahkan terdapat banyak bercak darah di sejumlah titik. Selain itu, satu unit mobil Mitsubishi Xpander warna putih milik korban raib. Perihal ini dikatakan suami korban Dudung Badrun, Selasa (3/11/2026).


Dudung Badrun juga menerangkan, saat lemari diperiksa, ternyata tempat penyimpanan barang berharga pun berantakan isinya pun raib total dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari setengah miliar rupiah dan mobil senilai Rp300 juta, uang tunai ratusan juta, serta perhiasan emas yang diperkirakan berbobot hingga ratusan gram.
“Pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB istri saya masih bersiap-siap menunggu rekannya di teras untuk pergi belanja ke Cirebon. Namun, saat sore hari rumah justru terkunci dan kamar sudah berantakan penuh bercak darah,” ujar Dudung saat ditemui awak media

​Menurut keterangan warga sekitar, kata dia, sempat terdengar suara teriakan dan gaduh dari arah dalam rumah pada pagi hari. Namun, situasi tersebut tidak langsung memicu kecurigaan warga sekitar.
​Berdasarkan informasi yang dihimpun keluarga dari pihak kepolisian, terduga pelaku yang diamankan kurang dari 24 jam disinyalir berjumlah tiga hingga empat orang. Beberapa di antaranya merupakan tetangga dekat yang tinggal hanya beberapa rumah dari kediaman korban dan kerap diberi pekerjaan oleh korban.

​Sementara itu, keberadaan Komariah beserta barang bukti kendaraan diduga terdeteksi di kawasan Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Pihak keluarga masih menunggu konfirmasi resmi kepolisian terkait kondisi fisik korban yang saat ini dalam penanganan penyidik.

​Atas insiden brutal tersebut, pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas kesigapan jajaran Polres Indramayu dalam mengungkap para terduga pelaku. Pihak keluarga berharap penyidik mengenakan pasal persangkaan yang maksimal atas dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan berencana.
​”Kami mengapresiasi kerja cepat Polres Indramayu. Kami berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya dan pelaku dijatuhi hukuman maksimal atas perbuatan sadis ini,” tegas Dudung.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satreskrim Polres Indramayu masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para saksi dan terduga pelaku guna mengusut tuntas motif serta penanganan lebih lanjut perkara tersebut.

Nurbaeti

Senin, 02 November 2026

Solar Subsidi Diduga Mengalir ke Tambang Timah, Aktivitas di Air Itam Minta Diusut!.


PANGKALPINANG – Dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di kawasan permukiman padat penduduk, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, mulai menjadi sorotan.
Aktivitas yang dilaporkan warga di wilayah RT 004/RW 002 tersebut memunculkan tanda tanya serius. Pasalnya, BBM solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak menerima subsidi pemerintah, diduga justru dikumpulkan dalam sejumlah jerigen untuk kemudian didistribusikan kembali kepada pihak lain demi memperoleh keuntungan pribadi.

Berdasarkan hasil pemantauan tim investigasi awak media selama beberapa hari di lokasi, terlihat dua unit mobil dump truck yang diduga digunakan dalam aktivitas pengumpulan solar subsidi. Salah satu kendaraan tersebut diketahui menggunakan nomor polisi BN 89XX VP.

Modus yang terpantau, solar diduga diambil dari salah satu SPBU terdekat menggunakan kendaraan dump truck. Selanjutnya, BBM yang berada di dalam tangki kendaraan disedot dan dipindahkan ke sejumlah jerigen.

Dari hasil pengamatan di lapangan, satu tangki kendaraan dump truck diperkirakan memuat sekitar 60 hingga 80 liter solar. Proses pemindahan tersebut diduga dilakukan secara berulang untuk mengumpulkan BBM dalam jumlah tertentu.

Indikasi aktivitas tersebut semakin menguat dengan ditemukannya aroma solar yang menyengat serta bekas tumpahan minyak berwarna hitam di sekitar lokasi.
Jerigen Disembunyikan di Semak-semak, Nama Big Bos Black Disebut. 

Hal lain yang menjadi perhatian tim investigasi adalah cara penyimpanan BBM yang telah dipindahkan ke dalam jerigen. Sejumlah jerigen diduga disembunyikan di kawasan semak-semak belukar, tepat di samping rumah kontrakan empat pintu berwarna hijau.
Lokasi tersebut diketahui berada persis di depan sebuah rumah yang disebut-sebut berkaitan dengan sosok berjulukan Big Bos Black.

Berdasarkan informasi dari sumber lapangan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi alasan keamanan, aktivitas pengumpulan solar tersebut diduga telah berlangsung cukup lama.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa solar yang terkumpul diduga didistribusikan kepada sejumlah penambang timah di wilayah Sampur, Kabupaten Bangka Tengah, serta kawasan Tanjung Bunga, Kota Pangkalpinang.
Jika informasi tersebut benar, praktik ini patut mendapat perhatian serius aparat penegak hukum. Sebab, BBM subsidi yang semestinya disalurkan sesuai peruntukannya diduga beralih menjadi komoditas perdagangan untuk meraup keuntungan lebih besar.

Solar Subsidi Diduga Dijual Rp300 Ribu hingga Rp350 Ribu per Jerigen. 

Berdasarkan keterangan sumber di lapangan, satu jerigen berkapasitas 20 liter solar diduga dijual dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu kepada para penambang timah.
Harga tersebut menunjukkan adanya dugaan rantai distribusi BBM subsidi di luar mekanisme penyaluran yang semestinya.

Apabila dugaan ini terbukti, praktik tersebut bukan sekadar persoalan perdagangan BBM, melainkan juga menyangkut hak masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi serta pengawasan distribusi energi oleh negara.
Di tengah upaya pemerintah memperketat penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran, dugaan aktivitas seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan tanpa pemeriksaan.

Krimsus Polda Babel Diminta Turun Tangan
Atas temuan dan informasi tersebut, tim investigasi awak media meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung segera turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.
Aparat penegak hukum diharapkan menelusuri asal-usul solar, mekanisme pengambilannya dari SPBU, dugaan penimbunan, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rantai distribusi tersebut.

Penegakan hukum diperlukan guna memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.
Publik tentu berharap pengawasan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan di lapangan, tetapi juga mampu mengungkap kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan.

Hak Jawab dan Klarifikasi Tetap Dibuka
Demi menjaga prinsip keberimbangan. 

pemberitaan dan menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tim investigasi awak media membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang disebut dengan julukan Big Bos Black maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, tanggapan, dan hak jawab atas informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

(HR/TIM) 

AMKI Somasi PT Netlink World Indonesia,Terkait Pemanpaatan Lokasi & Perizinan Bangunan.


INDRAMAYU – Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Indramayu Andry Prayitna, S.T melayangkan somasi kepada PT Netlink World Indonesia terkait pemasangan dan operasional videotron di kawasan Bundaran Mangga atau Simpang Lima Indramayu, tepatnya di sekitar Pos Jaga Lalu Lintas Polres Indramayu. Rabu (3/11/2026). 

Melalui surat Nomor 003/AMKI-IDM/XI/2026 tertanggal 3 November 2026, AMKI meminta perusahaan memberikan klarifikasi tertulis mengenai legalitas pemasangan videotron yang berada di salah satu kawasan strategis dan padat aktivitas lalu lintas tersebut.

Somasi itu berisi permintaan klarifikasi dan teguran hukum terkait sejumlah aspek, mulai dari perizinan bangunan, pemanfaatan lokasi, tata ruang, hingga keselamatan konstruksi dan pengguna jalan.

Ketua AMKI juga menyoroti perlunya kejelasan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), izin pemanfaatan lokasi apabila berada di Ruang Milik Jalan (RUMIJA), rekomendasi teknis dari instansi berwenang, serta perizinan reklame atau media luar ruang.

Selain itu, aspek keselamatan konstruksi, instalasi listrik, potensi risiko robohnya struktur, serta pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamanan videotron juga menjadi perhatian.

Dalam surat tersebut, AMKI meminta PT Netlink World Indonesia menunjukkan atau menyerahkan salinan dokumen perizinan yang relevan sebagai bentuk transparansi dan kepastian hukum.

AMKI juga meminta agar operasional videotron dihentikan sementara apabila persyaratan perizinan belum terpenuhi.

Apabila berdasarkan hasil verifikasi instansi berwenang ditemukan ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku, perusahaan diminta melakukan pembongkaran atau pemindahan secara bertanggung jawab.

AMKI memberikan waktu paling lambat tujuh hari kalender sejak surat diterima untuk menyampaikan jawaban tertulis.

Jika tidak ada klarifikasi atau persoalan tersebut tidak ditindaklanjuti, AMKI menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum dan administratif, termasuk melaporkan persoalan tersebut kepada instansi pemerintah terkait.

AMKI juga mendorong dilakukannya verifikasi lapangan oleh pihak berwenang guna memastikan kesesuaian aspek perizinan, tata ruang, konstruksi, keselamatan, serta pemanfaatan ruang milik jalan.

Dalam penegasannya, AMKI menyebut langkah tersebut bukan untuk menghambat investasi maupun kegiatan usaha, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial demi memastikan kepatuhan terhadap hukum, keselamatan masyarakat, dan ketertiban ruang publik.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan atau tanggapan resmi dari PT Netlink World Indonesia terkait somasi tersebut.

Perlu ditegaskan, somasi AMKI merupakan permintaan klarifikasi dan teguran hukum atas dugaan persoalan perizinan. Surat tersebut bukan keputusan resmi yang menyatakan videotron telah terbukti melanggar hukum.

Kepastian mengenai legalitas pemasangan dan operasional videotron masih memerlukan klarifikasi perusahaan serta verifikasi dari instansi pemerintah yang berwenang.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT Netlink World Indonesia maupun pihak terkait lainnya guna menjaga keberimbangan pemberitaan.

Nurbaeti