Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Kapolres Cirebon Kota Kawal Euforia Bobotoh, Rayakan Gelar Persib Tanpa Aksi Anarkis

Cirebon Kota – Euforia kemenangan Persib Bandung sebagai juara kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia musim 2025–2026 terlihat...

Postingan Populer

Minggu, 24 Mei 2026

Kapolres Cirebon Kota Kawal Euforia Bobotoh, Rayakan Gelar Persib Tanpa Aksi Anarkis

Cirebon Kota – Euforia kemenangan Persib Bandung sebagai juara kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia musim 2025–2026 terlihat di sejumlah ruas jalan pada Sabtu malam (23/05/2026), ketika ribuan suporter turun merayakan keberhasilan Maung Bandung mengunci gelar juara usai pertandingan melawan Persijap Jepara berakhir imbang 0-0, dengan pengamanan ketat dilakukan jajaran Polres Cirebon Kota sejak sore hingga malam hari untuk memastikan perayaan berjalan tertib dan tidak mengganggu masyarakat.

Persib Bandung dipastikan menjadi juara musim 2025–2026 setelah mengoleksi 79 poin di klasemen akhir, unggul atas Borneo FC dengan 79 poin dan Persija Jakarta dengan 71 poin, sehingga hasil imbang pada laga terakhir tetap memastikan trofi kompetisi musim ini dibawa pulang ke Kota Bandung dan disambut penuh antusias oleh para Bobotoh di berbagai daerah termasuk Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan pihaknya hadir untuk mengawal masyarakat yang merayakan kemenangan Persib agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun tindakan yang merugikan masyarakat lainnya.

Menurut AKBP Eko Iskandar, pihak kepolisian memahami antusiasme para Bobotoh dan Viking yang ingin merayakan keberhasilan tim kebanggaannya, sehingga pengamanan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang melaksanakan konvoi maupun nonton bersama pertandingan.

“Kami malam ini mengawal saudara-saudara kita dari Bobotoh dan Viking yang merayakan kemenangan musim ini. Silakan melaksanakan konvoi dan merayakan kemenangan, namun jangan ada kegiatan kriminal ataupun tindakan anarkis karena kami ingin semuanya bisa sama-sama menikmati kemenangan Persib dengan aman,” ujar AKBP Eko Iskandar.

Kapolres juga mengingatkan bahwa perayaan kemenangan sepak bola seharusnya menjadi momentum kebersamaan dan hiburan masyarakat, bukan justru berubah menjadi aksi yang membahayakan pengguna jalan lain maupun memicu gangguan keamanan di tengah masyarakat.

Sejumlah personel kepolisian disiagakan di titik-titik keramaian, jalur konvoi, kawasan pusat kota, hingga lokasi nonton bersama guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu akibat euforia pertandingan sepak bola tersebut.

Petugas kepolisian juga terus memberikan imbauan secara langsung kepada para suporter agar tidak melakukan konvoi secara berlebihan, tidak menggunakan knalpot bising, tidak membawa minuman keras, serta menghindari aksi sweeping maupun provokasi yang berpotensi memicu gesekan antarpendukung.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau seluruh suporter Persib maupun masyarakat yang ikut merayakan kemenangan agar tetap menjaga keamanan, menghormati pengguna jalan lain, dan segera kembali ke rumah masing-masing setelah selesai merayakan kemenangan tim kebanggaannya. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan kriminal, perusakan fasilitas umum, maupun aksi anarkis akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku serta meminta masyarakat segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila menemukan gangguan keamanan di wilayah Kota Cirebon.

((Marta))

Ribuan Bobotoh Padati Sport Center Rayakan Kemenangan Persib VS Persija, Dengan Pengawalan Kepolisian Polres Indramayu.



Indramayu-Buser polkrim-
Boboto di Kabupaten
Indramayu larut dalam Suka Cita setelah Persib Bandung memastikan diri meraih gelar juara musim ini. Perayaan berlangsung meriah usai acara nonton bareng (nobar) laga pamungkas antara Persib Bandung vs Persija Jepara, di sebuah kafe di kawasan Jalan Pahlawan, Indramayu, Sabtu (23/5/2026) sore.
Skor akhir 0-0. Kedua tim sama kuat, tapi hasil imbang sudah cukup membuat Persib meraih gelar juara musim ini. Sorak sorai pendukung pecah begitu peluit panjang berbunyi. Ribuan Bobotoh yang mengenakan atribut hitam dan biru langsung bernyanyi, menyalakan flare atau suar, hingga melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Mangga.

Bagi para pendukung, gelar juara kali ini terasa begitu spesial karena harus ditentukan hingga pertandingan terakhir. Persaingan ketat dengan Borneo FC membuat suasana penuh ketegangan sepanjang musim.

Konvoi tersebut dihadiri oleh Bobotoh Persib dari segala penjuru dengan titik kumpul berada di Sport Center Indramayu dengan Kawalan kepolisian dari Polres Indramayu memimpin jalannya Konvoi agar berjalan aman, walaupun terkadang Emosional dan Kebagian mengganggu pengendara yang lain akan tetapi berjalan dengan aman terkendali , sampai saat ini suasana perayaan di sejumlah titik di Indramayu masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian walaupun dalam keadaan.

Nurbaeti

Sabtu, 23 Mei 2026

Polres Cirebon Kota Siapkan Pengamanan Nobar Persib vs Persijap, Bobotoh Diimbau Tertib dan Langsung Pulang Usai Kegiatan


Cirebon Kota – Antusiasme masyarakat menyambut pertandingan Persib Bandung melawan Persijap menjadi perhatian jajaran Polres Cirebon Kota yang pada Sabtu (23/05/2026) sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.05 WIB melaksanakan apel pratugas pengamanan nobar di Mako Polres Cirebon Kota guna memastikan kegiatan menonton bersama berlangsung tertib serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan pasca pertandingan berakhir.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan nobar maupun pengguna jalan lainnya, terutama terkait potensi euforia konvoi pendukung Persib Bandung setelah pertandingan selesai.

Apel pratugas pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota dengan dihadiri jajaran pejabat utama, para Kapolsek, serta personel yang terlibat dalam pengamanan kegiatan nobar di sejumlah titik wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan nobar merupakan bentuk antusiasme masyarakat terhadap sepak bola yang harus dijaga bersama agar tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan terhadap masyarakat lain, terutama saat muncul kerumunan maupun aktivitas konvoi setelah pertandingan berakhir.

Polres Cirebon Kota juga telah menyiapkan pola pengamanan pada sejumlah ruas jalan yang diperkirakan akan dilalui kendaraan pendukung Persib Bandung guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas maupun tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Selain fokus pada pengamanan lokasi nobar, petugas juga melakukan pemantauan terhadap potensi pelanggaran hukum seperti penggunaan knalpot bising, aksi ugal-ugalan di jalan, konsumsi minuman keras, hingga tindakan provokatif yang dapat memicu keributan antar kelompok masyarakat.

Kapolres Cirebon Kota menegaskan bahwa masyarakat dipersilakan menikmati pertandingan sepak bola dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab, namun tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, termasuk aksi anarkis ataupun pelanggaran hukum lainnya.

Kehadiran personel pengamanan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang kepada masyarakat, terutama bagi pengguna jalan dan warga di sekitar lokasi nobar, sehingga suasana menonton bersama dapat berlangsung nyaman tanpa menimbulkan keresahan maupun gangguan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau kepada Bobotoh Persib maupun seluruh pecinta sepak bola agar menonton bersama pertandingan dengan tertib dan tidak melakukan euforia berlebihan setelah pertandingan selesai. Ia meminta masyarakat untuk langsung kembali ke rumah masing-masing usai kegiatan nobar serta tidak melakukan konvoi yang dapat mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat lainnya. AKP M. Aris Hermanto juga menegaskan apabila ditemukan tindakan pidana ataupun aksi anarkis yang meresahkan masyarakat, maka aparat kepolisian akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku, dan masyarakat dapat melaporkan gangguan keamanan melalui Layanan Polisi 110.

((Marta))

FSPPB Desak Presiden Prabowo Terbitkan Perppu Reintegrasi Pertamina.

Indramayu -Buserpolkrim-Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) secara terbuka mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) mengenai reintegrasi Pertamina. Langkah strategis ini dinilai mendesak demi memperkuat kedaulatan energi nasional sekaligus menekan tingginya beban biaya energi yang saat ini menghimpit negara dan masyarakat.

Desakan krusial tersebut disuarakan langsung oleh Presiden FSPPB, Arie Gumilar, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Gedung Pertemuan Patra Ayu, Indramayu, Jawa Barat. Momentum ini bertepatan dengan acara pelantikan 65 orang pengurus Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP-PBB) Unit Kerja PT KPI RU VI Balongan yang berlangsung khidmat pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026.

Dalam keterangannya, Arie Gumilar menyoroti kondisi ketahanan energi nasional yang kian mengkhawatirkan akibat tingginya ketergantungan pada pasokan luar negeri. Tekanan geopolitik global yang dinamis serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama yang memicu lonjakan harga energi di dalam negeri dalam beberapa waktu terakhir.

Dampak dari situasi ini dinilai sudah sangat mengkhawatirkan karena memicu efek domino yang merugikan berbagai pihak.

Menurut FSPPB, beban berat ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang terpaksa membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga tinggi, tetapi juga menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah demi menanggung subsidi yang membengkak.

FSPPB memandang akar masalah dari carut-marut ini bersumber dari tata kelola minyak dan gas bumi (migas) yang cenderung liberal sejak diberlakukannya Undang-Undang Migas yang baru. Sistem pengelolaan yang berjalan saat ini dinilai telah melenceng jauh dari amanat konstitusi dan justru melemahkan posisi badan usaha milik negara.

Melihat lambatnya reformasi regulasi, FSPPB meminta Presiden Prabowo untuk mengambil jalur cepat lewat hak prerogatifnya tanpa harus menunggu proses legislasi di parlemen. Hal ini didasari karena perjuangan revisi UU Migas jalan ditempat selama lebih dari 15 tahun. Pihak serikat pekerja menilai waktu lima belas tahun merupakan durasi yang tidak wajar dan terlalu lama bagi DPR dan pemerintah untuk menyelesaikan revisi Undang-Undang Migas.

Guna memuluskan langkah tersebut, FSPPB mengusulkan agar Perppu Migas yang baru nantinya mengacu erat pada Pasal 33 UUD 1945. Aturan ini menegaskan bahwa seluruh cabang produksi yang penting serta sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai penuh oleh negara demi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, federasi pekerja ini mengaku telah menyusun naskah akademik komprehensif terkait konsep reintegrasi Pertamina dan telah menyerahkannya kepada pimpinan DPR RI. Konsep ini bertujuan menyatukan kembali tata kelola energi dari hulu hingga hilir yang sempat terpecah pasca-pembentukan struktur holding dan subholding pada tahun 2020 lalu.

Lebih jauh, gagasan reintegrasi ini juga mendorong penggabungan kembali institusi SKK Migas dan BPH Migas ke dalam tubuh Pertamina, mengadopsi semangat efisiensi yang dulu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971. Integrasi satu pintu ini diyakini mampu memangkas birokrasi, menggenjot produksi migas nasional, dan bermuara pada harga energi yang jauh lebih murah bagi publik.

Menutup konferensi pers, Arie menegaskan bahwa FSPPB bersama 25 serikat pekerja konstituennya di berbagai daerah tidak akan tinggal diam dan siap mengawal tuntutan ini. Jika pemerintah tidak memberikan respons konkret, mereka membuka opsi untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran yang melibatkan seluruh pekerja Pertamina dari Sabang sampai Merauke demi memperjuangkan kedaulatan energi nasional.

Nurbaeti

Jumat, 22 Mei 2026

Bikin Salut! Sekdis Dispara Indramayu Kedapatan Naik Elf ke Kantor


Indramayu -Buser Polkrim Com, Pemandangan tidak biasa mendadak jadi sorotan warga di Jalan Raya Losarang, Desa Muntur, Indramayu, Jawa Barat. Seorang pejabat sekaligus Serketaris.

Dinas Pariwisata (Sekdis Dispara) Indramayu, Dr. Joko Budi Santoso, S.Pd., M.A., tertangkap kamera sedang berbaur dengan warga lokal di dalam mobil Elf—sejenis angkutan umum lintas daerah—saat hendak berangkat menuju kantornya.

Momen unik ini terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 07.15 WIB. Menariknya, sang pejabat tampak merakyat dengan mengenakan kemeja komboran khas Indramayu. Penampilannya yang sederhana dan membaur membuat sejumlah penumpang lain di dalam Elf awalnya sama sekali tidak menyadari bahwa pria di sebelah mereka adalah seorang pejabat teras di lingkungan Pemkab Indramayu.

Saat dikonfirmasi mengenai aksinya yang viral tersebut, Dr. Joko Budi Santoso hanya tertawa menanggapi respons masyarakat. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya murni merupakan inisiatif pribadi untuk merasakan langsung fasilitas publik, bukan sekadar pencitraan. "Saya mau merasakan langsung bagaimana transportasi publik kita. Kalau tidak dicoba sendiri, bagaimana bisa tahu apa yang perlu diperbaiki?" ujarnya.

Aksi naik kendaraan umum ini ternyata bukan yang pertama kali. Dr. Joko mengaku sudah konsisten menerapkan kebiasaan tersebut seminggu sekali setiap hari Jumat selama dua bulan terakhir. Langkah ini sengaja ia lakukan agar dapat melihat langsung realita di lapangan sekaligus mengevaluasi kualitas layanan transportasi yang ada dari sudut pandang masyarakat umum.

Selain untuk evaluasi, gerakan ini juga berdampak positif pada efisiensi anggaran daerah. 

Dengan naik angkutan umum, Dr. Joko berhasil menghemat anggaran bahan bakar minyak (BBM) mobil dinasnya, yang kemudian dialihkan untuk keperluan dinas lain yang lebih mendesak. Ia pun berharap aksi kecilnya ini bisa memotivasi para pejabat lain untuk ikut menggunakan layanan publik agar kebijakan yang mereka buat ke depan bisa lebih tepat sasaran.

Nurbaeti