Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Sandal Jepit di Proyek SMPN 11 Pangkalpinang, K3 Proyek Rp2,18 Miliar Dipertanyakan.

PANGKALPINANG — Proyek pembangunan sekolah baru SMP Negeri 11 Pangkalpinang yang berlokasi di eks Terminal Selindung, Kecamatan ...

Postingan Populer

Selasa, 29 September 2026

Sandal Jepit di Proyek SMPN 11 Pangkalpinang, K3 Proyek Rp2,18 Miliar Dipertanyakan.

PANGKALPINANG — Proyek pembangunan sekolah baru SMP Negeri 11 Pangkalpinang yang berlokasi di eks Terminal Selindung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, menjadi sorotan setelah tim investigasi awak media menemukan adanya pekerja yang diduga mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat berada di lokasi proyek.

Pantauan tim investigasi pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, menunjukkan sejumlah pekerja terlihat bekerja tanpa perlengkapan keselamatan yang semestinya. Bahkan, terdapat pekerja yang masih menggunakan sandal jepit dan terlihat tidak mengenakan helm maupun sarung tangan.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena proyek pembangunan SMP Negeri 11 Pangkalpinang menggunakan sumber dana APBD dengan nilai kontrak mencapai Rp2.185.500.000 atau sekitar Rp2,18 miliar.
Berdasarkan dokumen yang menjadi bahan penelusuran awak media, proyek tersebut tercantum dalam kontrak Nomor 002/SP/PPK/DIKBUD/APBD/VIII/2026, tertanggal 18 Agustus 2026.

Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 130 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Prima Mandiri Utama.
K3 Dipertanyakan, Keselamatan Pekerja Jadi Sorotan. 

Penggunaan APD bukan sekadar persoalan kelengkapan pekerja di lapangan. Dalam pekerjaan konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian penting yang semestinya menjadi perhatian sejak proyek dimulai.

Namun, hasil pantauan di lapangan justru memperlihatkan sejumlah pekerja yang diduga belum menggunakan perlengkapan keselamatan dasar.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) diterapkan pada proyek yang bersumber dari uang negara tersebut.

Dalam bahan investigasi disebutkan, anggaran K3/SMKK pada proyek konstruksi umumnya berada pada kisaran tertentu dari nilai kontrak, tergantung tingkat risiko dan kompleksitas pekerjaan. Namun, besaran maupun realisasi anggaran K3/SMKK secara spesifik pada proyek SMP Negeri 11 ini belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.

Karena itu, perlu ada penjelasan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai bagaimana standar keselamatan diterapkan di lapangan serta bentuk pengawasan yang dilakukan.

Kontraktor dan Pengawas Tidak Terlihat di Lokasi. 

Tim investigasi kemudian mencoba menggali informasi dari salah seorang pekerja mengenai keberadaan pihak kontraktor dan pengawas dari dinas terkait.

Namun, pekerja tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan mereka di lokasi saat pemantauan dilakukan.

"Tidak tahu, Bang," demikian jawaban pekerja ketika ditanya mengenai keberadaan kontraktor dan pengawas.

Keterangan tersebut semakin membuka pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan proyek, khususnya dalam memastikan setiap pekerja menjalankan prosedur keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

Apalagi, proyek ini merupakan pembangunan fasilitas pendidikan yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat. Dengan nilai kontrak mencapai miliaran rupiah, aspek kualitas pekerjaan dan keselamatan selama proses pengerjaan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Peletakan Batu Pertama Dihadiri Pejabat Daerah. 

Proyek pembangunan SMP Negeri 11 Pangkalpinang ini sebelumnya juga mendapat perhatian dalam agenda peletakan batu pertama yang dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Wali Kota Pangkalpinang bersama rombongan.

Kehadiran pimpinan daerah dalam momentum tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan ini memiliki arti penting bagi pemerintah daerah.

Namun, di balik seremoni pembangunan tersebut, kondisi keselamatan pekerja di lapangan kini menjadi salah satu hal yang patut mendapat perhatian.

Pertanyaannya, apakah standar K3 dan SMKK benar-benar berjalan sebagaimana mestinya selama pekerjaan berlangsung?

Menunggu Penjelasan Kontraktor dan Dinas Terkait. 

Tim investigasi awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak CV Prima Mandiri Utama selaku pelaksana proyek serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang terkait temuan tersebut.

Konfirmasi diperlukan untuk mengetahui apakah penggunaan APD telah diwajibkan kepada seluruh pekerja, bagaimana pengawasan K3 dilakukan, serta apakah terdapat petugas atau personel yang bertanggung jawab terhadap penerapan SMKK di lokasi proyek.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai penjelasan pihak kontraktor dan dinas terkait belum diperoleh.

Awak media membuka ruang koreksi dan hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(HR/TIM) 

Jelang Penutupan Karya Bakti Daerah Tahap III, Koramil 04/Jebres Bersama Masyarakat Genjot Pekerjaan Hingga Detik Terakhir


Uploaded Image

Surakarta - Menjelang penutupan program Karya Bakti Daerah ( KBD ) Tahap III Tahun 2026, anggota Koramil 04/Jebres terus bekerja keras menyelesaikan berbagai sasaran fisik. Mulai dari tahap akhir Perapihan hingga pengecatan serta pembersihan di Ds Karangasem Rt 02, Rw 02 Kelurahan Gandekan Kec. Jebres Kota Surakarta, semua dikebut agar rampung tepat waktu. Selasa ( 29/09/2026).

Bati Tuud Koramil 04/Jebres Peltu Edi Yanto saat memimpin apel KBD, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan harus diselesaikan sebelum acara penutupan resmi rencana yang akan dipimpin oleh Dandim 0735/Surakarta beserta Walikota Surakarta.

"Kita pastikan semua sasaran rampung sebelum upacara penutupan. Pengerjaan semua sudah mencapai 100 persen, pengecoran dan pengecatan talud beton juga sudah tuntas," tegasnya.

Sementara itu, sasaran non-fisik seperti penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat juga telah terlaksana sepenuhnya. Danramil optimistis bahwa sebelum upacara penutupan, semua target akan benar-benar terselesaikan, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

"Kita bekerja keras agar hasil KBD ini memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Surakarta. Saya harap semua sasaran rampung sebelum penutupan," pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Lingkungan Bersih & Sehat, Babinsa Nusukan Bersama Pengelola Taman Cerdas Gelar Kerja Bakti


Uploaded Image

Surakarta – Wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan ditunjukkan Babinsa Kelurahan Nusukan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta.

Pada Selasa (29/09/2026) Babinsa Kelurahan Nusukan Serka Supadmo dan Serda Gayuh T bersama Bapak Supriyanto selaku Pengawas Taman Cerdas Kelurahan Nusukan, Bapak Panji selaku Petugas TKPK Taman Cerdas, serta Tim Saberling Kelurahan Nusukan melaksanakan kerja bakti pembersihan Taman Cerdas yang bertempat di lingkungan Taman Cerdas Kelurahan Nusukan, Jl. Kediri Utara 1 Bonorejo RT 06/RW 06, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Kegiatan pembersihan Taman Cerdas ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian Babinsa terhadap kebersihan lingkungan di wilayah binaan teritorialnya.

Dalam hal ini, peran serta Babinsa untuk menciptakan suasana wilayah yang bersih dari sampah, dengan tujuan utama yakni memelihara sarana dan prasarana umum untuk kenyamanan bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Serka Supadmo mengatakan, kegiatan kerja bakti ini sangat baik juga untuk memelihara komunikasi sosial dengan masyarakat.

"Kerja bakti ini sangat baik untuk memelihara komunikasi sosial, meningkatkan silaturahmi dan kerja sama. Diharapkan dapat menimbulkan kesadaran warga akan pentingnya kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggalnya," ujar Serka Supadmo.

Sementara itu, Bapak Supriyanto selaku Pengawas Taman Cerdas Kelurahan Nusukan mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir di tengah-tengah warga dan selalu sigap dalam membantu serta mengatasi berbagai kesulitan yang dialami warga binaannya.

Penulis : Arda 72

Babinsa Keprabon Bersama Saberling & Warga Laksanakan Gotong Royong, Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat


Uploaded Image

Surakarta – Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, rapi dan indah, Babinsa Kelurahan Keprabon Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Daniel Kaputing dan Sertu Sugiyanto bersama Tim Saberling Kelurahan Keprabon dan warga binaan melaksanakan kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (29/09/2026) pukul 08.30 WIB s.d. selesai, bertempat di Kampung Keprabon Wetan RT 02 RW 03, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Serma Daniel menegaskan kerja bakti difokuskan pada pembersihan sampah, rumput liar dan selokan yang tersumbat guna mencegah timbulnya penyakit serta menciptakan suasana lingkungan yang nyaman bagi warga.

"Disamping untuk kebersihan lingkungan, kegiatan kerja bakti ini juga bertujuan untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong-royong dan kepedulian terhadap wilayah binaan."tegasnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Kondusif Di Wilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Bersama Linmas


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Pelda Rudi hariyono melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Senin ( 28/09/2026 ) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah.

Penulis : Arda 72