Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Pantang Mundur! TNI, Damkar dan Instansi Terkait Bahu Membahu Padamkan Api TPA Putri Cempo

Surakarta – Di tengah cuaca terik, semangat pantang mundur ditunjukkan tim gabungan. Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiyono, S.Sos b...

Postingan Populer

Jumat, 11 September 2026

Pantang Mundur! TNI, Damkar dan Instansi Terkait Bahu Membahu Padamkan Api TPA Putri Cempo


Uploaded Image

Surakarta – Di tengah cuaca terik, semangat pantang mundur ditunjukkan tim gabungan. Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiyono, S.Sos bersama anggota Koramil 04/Jebres bersama petugas Pemadam Kebakaran gabungan dan instansi terkait kembali dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di TPA Sampah Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres.

Pemadaman berlangsung Kamis (10/09/2026) Pukul 09.00 WIB. Api yang berkobar akibat cuaca panas sangat berpotensi meluas karena tumpukan sampah mengandung gas metan.

“Kami terus lakukan pemadaman bersama petugas Damkar Gabungan dan instansi terkait, agar api tidak meluas,” tegas Danramil 04/Jebres di lokasi.  

“Pemadaman api dilakukan secara berkelanjutan, agar api tidak merembet. Karena tumpukan sampah tersebut mengandung gas metan sehingga perlu gerak cepat untuk memadamkan api,” ungkapnya.

Dampak kebakaran cukup dirasakan warga sekitar TPA Putri Cempo. Asap tebal mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

penulis : Arda 72

Semangat Gotong Royong Tak Kenal Lelah, Koramil 04/Jebres dan Warga Gandekan Gaspol KBD Tahap III TA. 2026


Uploaded Image

Surakarta – Anggota Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta bersama dengan warga masyarakat Kelurahan Gandekan bahu membahu melaksanakan Karya Bakti Daerah (KBD) Tahap III TA. 2026. 

Kegiatan dipimpin langsung Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiyono, S.Sos dan berlangsung Kamis (10/09/2026) pukul 07.30 WIB di Ds. Karangasem RT 02 RW 02, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Sejak pagi, pengerukan saluran dan pengerjaan sasaran fisik KBD sudah dimulai. Dengan semangat gotong royong, TNI dan warga bekerja tanpa mengenal lelah agar pelaksanaan KBD dapat berjalan lancar, aman, dan selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Peran serta warga masyarakat sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Karya Bakti Daerah ini. Budaya gotong royong harus terus kita pupuk untuk meningkatkan kemanunggalan TNI bersama Rakyat," ujar Danramil.

Motivasi dan arahan juga disampaikan Bati Wanwil Koramil 04/Jebres Peltu Sugeng kepada personel di lapangan. Ia berpesan agar tetap semangat serta menjaga faktor kesehatan dan keamanan selama bekerja.

KBD Tahap III di Kelurahan Gandekan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI dan rakyat dalam membangun wilayah. Dengan kebersamaan, diharapkan seluruh sasaran dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penulis : Arda 72

Kamis, 10 September 2026

Wakil Wali Kota : Ketahanan Pangan Keluarga Jadi Benteng Utama Melawan Stunting

CIREBON – Upaya penanganan stunting di Kota Cirebon terus melibatkan peran aktif masyarakat. Salah satunya terlihat melalui kegiatan pembagian pangan bergizi hasil Kelompok Tani (Poktan) Lestari 09 kepada balita stunting di Jagasatru Barat, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang juga selaku Ketua Tim Percepatan, Pencegahan, Penurunan Stunting (TP3S) Kota Cirebon. Kehadiran Wakil Wali Kota sekaligus menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Cirebon terhadap inisiatif warga dalam membangun ketahanan pangan berbasis lingkungan.

Menurut Wakil Wali Kota, persoalan stunting tidak dapat hanya dilihat dari sisi kesehatan maupun angka statistik. Lebih dari itu, stunting berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia Kota Cirebon di masa mendatang.

"Stunting bukan hanya persoalan medis atau angka statistik. Ini merupakan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia kita di masa depan. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat," ujarnya.

Ia menilai, berbagai program pemerintah akan lebih efektif apabila mendapat dukungan dan keberlanjutan dari masyarakat. Pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh kebutuhan warga, sehingga inisiatif yang tumbuh dari lingkungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan bersama.

"Intervensi yang baik adalah intervensi yang bisa tumbuh dan bertahan di masyarakat. Ketika ketahanan pangan dibangun secara mandiri dan gotong royong, manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting dalam jangka panjang," katanya.

Wakil Wali Kota mengapresiasi keberadaan Kelompok Swadaya Masyarakat Karang Lestari 09 yang telah mengembangkan berbagai kegiatan berbasis pemberdayaan warga. Selain Poktan Lestari 09, terdapat pula Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Akar Bahar yang dikelola masyarakat dan turut mendukung penyediaan pangan bergizi.

Menurutnya, pembagian pangan bergizi yang dilakukan secara mandiri kepada balita stunting merupakan contoh sederhana namun bermakna dari partisipasi masyarakat dalam membantu menyelesaikan persoalan di lingkungannya.

"Yang dilakukan warga RW 09 ini adalah contoh bahwa masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan. Ini bentuk nyata gotong royong dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak-anak kita," tuturnya.

Wakil Wali Kota berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan untuk terus mendampingi serta memfasilitasi berbagai potensi yang telah dibangun masyarakat agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Saya berharap model ketahanan pangan berbasis komunitas seperti ini terus dipertahankan dan dirawat. Camat dan lurah juga saya minta untuk terus memfasilitasi ekosistem yang sudah dibangun oleh warga. Evaluasi juga perlu dilakukan agar pemberdayaan ini benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Ketua RW 09 Kelurahan Jagasatru, Toto Satori, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama warga yang selama ini secara konsisten menjaga lingkungan sekaligus membangun berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Ini merupakan bukti nyata perjuangan Bapak dan Ibu warga RW 09 dalam menjaga kelestarian lingkungan. Semua ini juga berkat kebersamaan dan sinergi para kader yang selama ini terus bergerak," ujar Toto.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan di lingkungan RW 09 melibatkan banyak unsur masyarakat, mulai dari kader PKK, kader Posyandu, hingga ibu-ibu Majelis Taklim Al-Ikhlas.

Tidak hanya memiliki kebun sebagai sumber pangan, RW 09 juga mengembangkan budidaya ikan yang dikelola oleh anak-anak muda. Saat ini, menurut Toto, sudah terdapat enam kolam budidaya ikan dengan jumlah ikan yang mencapai ribuan.

"Di kampung kami bukan hanya ada kebun. Kami juga punya kelompok budidaya ikan yang dilakukan anak-anak muda. Alhamdulillah sekarang sudah ada enam kolam dan sudah membudidayakan ribuan ikan," ungkapnya.

Selain sektor pangan, masyarakat RW 09 juga memiliki Bank Sampah Seruni yang menjadi bagian dari gerakan pengelolaan lingkungan. Kegiatan bank sampah tersebut tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong warga memanfaatkan sampah anorganik menjadi barang yang memiliki nilai guna.

Toto menambahkan, Bank Sampah Seruni juga aktif dalam berbagai jejaring pengelolaan sampah di tingkat Jawa Barat maupun nasional. Keterlibatan tersebut membuka ruang bagi warga untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan edukasi mengenai pemanfaatan sampah kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara terpadu, mulai dari menjaga lingkungan, mengelola sampah, menyediakan pangan, hingga ikut berkontribusi dalam pemenuhan gizi anak.

"Kami ikut dalam Forum Bank Sampah Jawa Barat dan Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia. Dari kegiatan-kegiatan itu, kami juga mendapat kesempatan untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang-barang yang bermanfaat," tuturnya.

(Deni)

Puncak HKG PKK ke-54, Wali Kota Apresiasi Dedikasi Kader dalam Pemberdayaan Keluarga



CIREBON – Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dinilai memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan, terutama yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Cirebon Tahun 2026 di GOR Bima, Rabu (9/9/2026).

Di hadapan para kader PKK, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas konsistensi para kader yang selama ini menjalankan pengabdian di tengah kesibukan keluarga dan aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, ada hal sederhana yang justru menunjukkan besarnya nilai pengabdian kader PKK. Sebelum menjalankan tugas di tengah masyarakat, banyak kader yang terlebih dahulu menyelesaikan berbagai urusan keluarga di rumah.

"Setiap kali saya bertemu dengan para kader PKK, ada rasa bangga sekaligus haru. Saya tahu, sebelum datang ke sini, ibu-ibu sudah menyelesaikan berbagai urusan di rumah, menyiapkan keluarga, kemudian meluangkan waktu untuk hadir dan mengabdi kepada masyarakat," ujar Wali Kota.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama gerakan PKK. Sebab, PKK tumbuh dari masyarakat dan bekerja di lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan warga, yakni keluarga.

"Di situlah kehormatan gerakan PKK. Ibu-ibu tidak hanya menjalankan program, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat. Ada kepedulian, ada empati, dan ada pendampingan yang diberikan kepada warga," katanya.

Wali Kota menambahkan, Pemerintah Kota Cirebon membutuhkan peran berbagai elemen masyarakat agar program pembangunan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya. Termasuk di dalamnya kader PKK yang memiliki kedekatan dengan keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Berbagai persoalan seperti stunting, pemenuhan gizi keluarga, kesehatan lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat, menurut Wali Kota, tidak cukup hanya diselesaikan melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat agar program yang dirancang dapat berjalan secara tepat dan berkelanjutan.

"Kebijakan yang baik membutuhkan kerja bersama agar sampai kepada masyarakat. Kader PKK menjadi salah satu jembatan penting antara program pemerintah dengan kebutuhan warga. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian yang selama ini diberikan," tuturnya.

Peringatan HKG PKK ke-54, lanjut Wali Kota, juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang gerakan PKK sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan masyarakat yang terus berubah.
Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari gerakan PKK tetap terjaga. Para kader juga diharapkan dapat terus menjalankan 10 Program Pokok PKK dengan komitmen dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat.

"Usia 54 tahun bukan perjalanan yang singkat. Ini adalah rekam jejak pengabdian yang panjang. Mari kita terus jaga semangat kesatuan gerak, menjalankan 10 Program Pokok PKK dengan sungguh-sungguh, dan bersama-sama menjadi bagian dari upaya mewujudkan keluarga serta masyarakat yang lebih sejahtera," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian. Disampaikan bahwa peringatan HKG PKK bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali melihat sejauh mana gerakan PKK memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Tahun ini, HKG PKK ke-54 mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa. Keluarga menjadi tempat pertama bagi pembentukan karakter, pendidikan, penerapan nilai-nilai Pancasila, pemeliharaan kesehatan, ketahanan pangan hingga penyiapan generasi masa depan.

"Gerakan PKK harus terus menjadikan keluarga sebagai titik awal pembangunan. Penguatan 10 Program Pokok PKK bukan hanya tentang menjalankan kegiatan, tetapi bagaimana setiap program benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan keluarga," kata Noviyanti saat membacakan sambutan tersebut.

Ia menyampaikan, luasnya jaringan PKK hingga tingkat keluarga dan rumah tangga merupakan kekuatan yang perlu terus dikembangkan. Untuk itu, peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas kepemimpinan kader menjadi hal penting agar PKK mampu menjawab berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.

Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK juga perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar program pemberdayaan keluarga dapat memberikan hasil yang lebih nyata.

"PKK bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan yang tumbuh bersama keluarga Indonesia. Karena itu, setiap kegiatan harus memiliki manfaat nyata, baik dalam penguatan karakter, pemberdayaan ekonomi, edukasi, kepedulian lingkungan, maupun dalam membangun semangat gotong royong," ujarnya.

Noviyanti juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus menjaga kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Dalam berbagai situasi, termasuk ketika terjadi bencana di sejumlah wilayah, PKK diharapkan dapat hadir sebagai kekuatan sosial yang menumbuhkan empati, solidaritas dan kepedulian terhadap keluarga yang membutuhkan.

Melalui peringatan HKG PKK ke-54, seluruh kader diharapkan semakin memahami bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. Kehadiran di lingkungan sekitar, perhatian terhadap keluarga, serta kesediaan membantu warga juga menjadi bagian penting dari gerakan pemberdayaan masyarakat.

"Semoga momentum HKG PKK ke-54 ini semakin mempererat kebersamaan dan meneguhkan semangat pengabdian. Dengan menguatkan 10 Program Pokok PKK dan menjalankan Asta Cita secara konsisten, kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

(Deni)

Wujudkan Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Pelda Rudi hariyono melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Rabu( 09/09/2026 ).

Dikatakan Pelda Rudi Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut, kami selaku Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah."ujarnya.

Penulis : Arda 72