Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Baru Selasai, Sudah Retak:Proyek Kolam LINDI TPA Parit Enam Di duga dikerjakan Asal Jadi.

Pangkalpinang — Bau menyengat dari tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam, Kelurahan Bacang, Kecamatan ...

Postingan Populer

Kamis, 05 Februari 2026

Baru Selasai, Sudah Retak:Proyek Kolam LINDI TPA Parit Enam Di duga dikerjakan Asal Jadi.


Pangkalpinang — Bau menyengat dari tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, seolah menjadi "penyambut" tim investigasi awak media saat melintasi kawasan tersebut, Rabu (5/2/2026). Namun, di balik kondisi TPA yang semrawut, perhatian justru tertuju pada adanya bangunan baru di dalam area pembuangan sampah itu.

Hasil penelusuran di lapangan, tim investigasi menemukan dua proyek pembangunan yang baru saja diselesaikan pada akhir tahun 2025 dan dibiayai dari APBD Kota Pangkalpinang. Proyek tersebut yakni:

Pemeliharaan Jalan Shell TPA, dengan nomor SPK:
025/SPK/PSLB3PK/DLH/XI/2025, tertanggal 12 November 2025.
Penyedia jasa: CV Perdana Mandiri.
Nilai kontrak: Rp99.222.339,45, dengan masa penyelesaian hingga 29 Desember 2025.

Pembuatan Kolam Lindi TPA, nomor kontrak:
026/SPK/PSLB3PK/DLH/XI/2025, tertanggal 12 November 2025.

Kontraktor pelaksana: CV Ulim Mandiri.
Durasi pekerjaan: 48 hari kalender.
Nilai kontrak: Rp399.686.137,74.
Kedua proyek tersebut terlihat masih menggunakan coran semen yang relatif baru. Namun, kondisi fisik bangunan justru memunculkan tanda tanya besar.
Kolam Lindi Diduga Tak Sesuai Fungsi dan Spesifikasi

Di lokasi, terdapat dua kolam berukuran besar yang disebut sebagai kolam lindi. Ironisnya, posisi kolam tersebut lebih tinggi dari tumpukan sampah, kondisi yang dinilai tidak sesuai dengan fungsi dasar kolam lindi itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, kolam lindi berfungsi menampung dan mengolah limbah cair (leachate) hasil rembesan air hujan dari timbunan sampah. Limbah ini berwarna gelap, berbau menyengat, serta mengandung polutan organik dan logam berat yang berbahaya bagi lingkungan. Secara teknis, kolam lindi seharusnya mampu mengalirkan limbah secara gravitasi untuk kemudian diolah melalui tahapan anaerobik, fakultatif, maturasi hingga wetland sebelum dibuang dengan aman.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi bangunan diduga dikerjakan asal jadi. Pada dinding kolam terlihat coran mengelupas, bahkan tampak plastik dan karung tertanam di dalam struktur beton. Lebih parah lagi, bangunan tersebut sudah mengalami retak memanjang dari bagian atas hingga ke bawah, padahal proyek ini baru rampung pada Desember 2025.
Diduga Dikerjakan Tergesa-gesa dan Disubkontrakkan

Dari keterangan sumber di lapangan yang meminta identitasnya dirahasiakan, pekerjaan pembuatan kolam lindi diduga disubkontrakkan kepada pihak lain.
"Pekerjaan ini di-sub ke salah satu kontraktor Pangkalpinang, biasa dipanggil Mas Nung," ungkap sumber.

Menurut sumber tersebut, pekerjaan dimulai pada Desember 2025 dan terkesan dikebut menjelang berakhirnya masa kontrak proyek.
Tak hanya kolam lindi, kondisi pemeliharaan jalan shell di area TPA juga menuai sorotan. Jalan yang baru selesai dibangun itu kini sudah terlihat retak, meskipun usianya belum genap dua bulan. Sumber mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa kontraktor pelaksana pekerjaan jalan tersebut.

TPA Parit Enam Pernah Disanksi Kementerian LHK

Temuan ini menjadi semakin serius mengingat TPA Parit Enam sebelumnya telah menjadi sorotan pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI telah menerbitkan Keputusan Nomor 248 Tahun 2025 tentang penerapan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah atas praktik pengelolaan sampah dengan sistem open dumping di TPA Parit Enam.

Sanksi tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, selaku penanggung jawab, dan ditetapkan pada 7 Maret 2025.

DLH Pangkalpinang Akan Tindak Lanjuti
Terkait temuan dua proyek di kawasan TPA tersebut, tim investigasi awak media telah mengonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto.
Melalui pesan singkat, Soharto—sapaan akrabnya—menyampaikan apresiasi atas informasi yang disampaikan awak media.

"Terima kasih informasinya, segera kami sampaikan untuk ditindaklanjuti," ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian konstruksi, kualitas pekerjaan, maupun mekanisme pengawasan proyek yang bersumber dari APBD tersebut. Tim investigasi awak media akan terus menelusuri dan mengawal perkembangan kasus ini demi kepentingan publik dan kelestarian lingkungan.

(HR/TIM) 

Polres Cirebon Kota Bersama Instansi Terkait Pastikan Stok dan Harga Bapokting Aman Jelang Ramadhan


Cirebon Kota. — Menjelang bulan suci Ramadhan, Tim Satgas Pangan Kota Cirebon melakukan pengecekan ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional, Kamis (5/2/26).

Kegiatan ini melibatkan Satuan Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Cirebon Kota, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, serta Perum Bulog.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Adam Gana, Wakil Kepala Cabang Bulog, Sandi, Kepala DKP3 Kota Cirebon Sdri. Elmi Masruroh, Kabid DKP3, Didi, serta Kabid DKUKMPP, Fajar.

Pengecekan dilakukan di dua lokasi, yakni Pasar Pagi dan Pasar Sentral Jagasatru, Kota Cirebon. Tim secara langsung memantau aktivitas perdagangan sekaligus berdialog dengan para pedagang terkait kondisi stok dan harga bahan pokok.

Sebanyak 14 komoditas bahan pokok menjadi fokus pengecekan, di antaranya beras, daging sapi, daging ayam, telur, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga bahan pokok lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Adam Gana mengatakan, pengecekan ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat menjelang Ramadhan.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, kami pastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan. Harga juga masih relatif stabil dan terjangkau,” ujar AKP Adam Gana.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pangan di Kota Cirebon dipastikan mencukupi hingga bulan Ramadhan mendatang.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan hari ini, stok bahan pokok di pasar aman dan mencukupi. Harga juga masih dalam batas wajar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas Elmi.
Menurutnya, Pemerintah Kota Cirebon bersama instansi terkait akan terus melakukan monitoring pasar serta berkoordinasi dengan Bulog untuk menjaga pasokan bahan pangan strategis.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kota Cirebon tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman.

((Paul))

Tingkatkan Keamanan Malam Hari, Babinsa Koramil Tirtomoyo Patroli Bersama Linmas

Wonogiri - Babinsa Koramil 07/Tirtomoyo Sertu Dwi Waskitobersama Linmas melaksanakan patroli malam hari di wilayah Kec.Tirtomoyo Kab. Wonogir, Rabu (4/2/2026) malam.

"Agar kondusifitas wilayah binaan selalu terjaga terutama dimalam hari, kami Babinsa dan Linmas melaksanakan patroli malam hari, guna menciptakan kondisi wilayah yang nyaman dan aman, terutama terhadap curanmor maupun tindak kejahatan lain." tandas Babinsa.

Melalui kegiatan patroli ini, diharapkan terbangun kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Sinergi antara Babinsa dan Linmas menjadi contoh nyata bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tugas bersama seluruh elemen masyarakat demi terciptanya suasana aman, damai, dan harmonis.

"Kami ingin memastikan situasi di wilayah tetap aman dan kondusif. Patroli ini juga menjadi ajang silaturahmi agar masyarakat merasa lebih dekat dengan TNI," ujarnya.

Penulis : Arda 72

Pantau Wilayah Babinsa Sondakan Laksanakan Patroli Dan Sambang Warga di Wilayah Binaan

Surakarta - Komunikasi sosial (Komsos) metode pembinaan teritorial (Binter) yang sangat tepat bagi Babinsa dalam melaksanakan pembinaan wilayah binaan.

Hal inilah yang dilakukan oleh babinsa kel sondakan koramil 01/laweyan Kodim 0735/surakarta Serka Sanyoto dan sertu Eko yang melaksanakan patroli keamanan dan komunikasi sosial dengan warga  diwilayah binananya, Kamis (05/02/2026).

Dalam komsosnya Babinsa sondakan mengunjungi  Bapak Prapto selaku karyawan hotel Laweyan  yang sedang bekerja sehari dihotel laweyan,dengan komsos yang dilaksanakan babinsa dapat secara langsung mengetahui situasi dan kondisi yang ada dilingkungan wilayah binaannya.

"Selain itu dengan komsos ini juga Babinsa dapat langsung berinteraksi dengan warga masyarakat di semua sektor baik aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh Adat maupun dengan tokoh pemuda serta warga binaan yang lain,"tutur Serka Sanyoto.

Penulis : Arda 72

Babinsa Kota Boyolali Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas Kondusif

Boyolali – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Babinsa Koramil 01/Kota Boyolali Kodim 0724/Boyolali Serma Marsudi bersama Komponen Pendukung (Komduk) melaksanakan patroli wilayah di Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali. Rabu ( 04/02/26)

Patroli ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memantau secara langsung kondisi wilayah binaan serta memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi antara Babinsa dan warga.

Serma Marsudi menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi memerlukan dukungan dan peran aktif seluruh masyarakat. Ia mengajak warga untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui patroli rutin dan penguatan kegiatan kamling, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin solid sehingga Desa Kiringan senantiasa dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Penulis : Arda 72