Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Program PTSL sarat pungli ? Kuwu Desa warujaya enggan temui awak media

Buserpolkrim.com Surat Keputusan Bersama ( SKB ) 3 menteri menteri ATR/ BPN , menteri Dalam Negeri, menteri PDTT pendaftaran ...

Postingan Populer

Rabu, 26 Agustus 2026

Program PTSL sarat pungli ? Kuwu Desa warujaya enggan temui awak media

Buserpolkrim.com
Surat Keputusan Bersama ( SKB ) 3 menteri menteri ATR/ BPN , menteri Dalam Negeri, menteri PDTT pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap mengatur batas maksimal biaya persiapan yang ditanggung mayarakat berdasarkan kategori wilayah , untuk Jawa dan Bali pemerintah menetapkan Rp 150 000 namun pada kenyataannya didesa Warujaya kecamatan Depok kabupaten Cirebon masyarakat dipungut oleh oknum pemerintah desa warujaya Rp 300 hingga Rp 400 rupiah .

menurut beberapa ibu ibu diRW 01 dan RW 02 misalnya saat ditanya biaya ptsl mengatakan dengan polos " ia bener saya sendiri diminta bayar oleh orang desa tuh Rp 300 bahkan kalau saya sih sudah lunas, emang ada apa pak " ujarnya balik tanya 

Hal yang sama diamini juga oleh seorang wanita berinisial Ni ( 55 th ) " untuk masalah bayar program ptsl setahu saya bayarnya tidak sama, ada yang 300 ada juga yang 350 bahkan di RT sebelah informasinya entah bener atau tidak katanya diminta bayar 400, wong yang minta kan orang desa sini (warujaya red ) kita rakyat tinggal mengikuti ajalah yang penting sertifikatnya jadi " ujarnya 

Untuk memastikan kebenaran isu yang berkembang luas dimasyarakat desa warujaya Rabu ( 26/8 ) awak media mencoba meminta kejelasan Kuwu namun oleh Ragil yang katanya menjabat sebagai mandor desa warujaya saat ditanya dapat berapa bidang " kurang lebih 1000 bidang kang " jelas Ragil 

Awak media lantas kembali bertanya kepada Ragil jika masyarakat desa warujaya diminta bayar Rp 300 hingga Rp 400 terkait pembikinan ptsl, ternyata Ragil bungkam soal pungutan bahkan dirinya berusaha mengalihkan pembicaraan terkait pemberitaan dari media lain yang menyudutkan dirinya" nantilah saya sampaikan ke ibu Kuwu cuma saat ini ibu kuwunya lagi ada tamu " jawab Ragil 
Disisi lain menurut Hasan salah satu pegawai bpn kabupaten Cirebon saat diberitahu via pesan singkat whastAap bahwa ada salah satu desa yang diduga memungut biaya ptsl melebihi SKB 3 menteri Hasan menjawab lewat tulisan " itu diluar tanggungjawab BPN ,karena sudah saya beritahukan mengenai persiapan PTSL Rp 150 ribu tulisnya singkat 

Menyoroti dugaan pungutan program ptsl yang dilakukan oknum perangkat desa warujaya salah satu praktisi hukum ikut angkat bicara " disini lah pentingnya masyarakat untuk memahami tentang aturan ,ia kalau acuannya adalah SKB 3 menteri bahwa program ptsl untuk wilayah Jawa dan Bali itu sudah ditetapkan biayanya Rp 150 ribu, kalau kemudian ada oknum perangkat desa memungut biaya melebihi ketentuan jelas itu namanya pungli " paparnya 

Lanjut praktisi hukum yang juga seorang advokat lebih jauh menjelaskan " yang harus dipahami bahwa yang namanya pungutan liar ( pungli ) itu bisa dipidana, karena dikategorikan sebagai tindak pidana pemerasan, penyuapan atau penyalahgunaan kekuasaan, nah pelaku pungli bisa dipenjara minimal 9 bulan hingga 20 tahun itupun tergantung pada pasal dan aturan hukum yang digunakan untuk menjeratnya misal pasal 12 e UU Tipikor , kalau oknumnya adalah Pejabat berarti pasal yang diterapkan yaitu penyalahgunaan kekuasaan pasalnya 423 ancaman hukumannya 6 tahun penjara itupun masih bisa lagi terduga pelakunya diterapkan ke pasal 368 pemerasan umum " pungkasnya 

(Moh. Kozim )

Bahu-Membahu Padamkan Api, Regu Pemadam Kodim Wonogiri dan Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di Giritirto


Uploaded Image

Wonogiri – Regu pemadam dari Kodim 0728/Wonogiri bersama unsur gabungan dari Polri, BPBD, SAR, dan masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan lahan jati Perhutani, Kelurahan Giritirto, Kabupaten Wonogiri. Rabu (26/08/2026).

Kebakaran terjadi di area perbukitan dengan kondisi vegetasi kering. Banyaknya daun dan ranting yang mudah terbakar membuat upaya pemadaman menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Personel gabungan melakukan penyemprotan air pada titik-titik api dan titik yang masih mengeluarkan asap. Setelah api berhasil dikendalikan, dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui personel di lapangan menyampaikan bahwa keterlibatan TNI bersama unsur terkait merupakan wujud sinergi dalam penanganan bencana. 
"Pemadaman dilakukan bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan personel. Setelah api padam, petugas tetap melakukan pemantauan agar tidak ada titik api yang kembali menyala," ujarnya.

Masyarakat sekitar juga turut membantu proses pemadaman dan pemantauan. Sinergi seluruh unsur ini diharapkan dapat mempercepat penanganan serta meminimalkan dampak terhadap kawasan hutan dan lingkungan.

Petugas mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering.

Kegiatan pemadaman dan pemantauan akan terus dilakukan hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Penulis : Arda 72

Tanggap Bencal, Regu Pemadam Kodim Wonogiri Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Giritirto


Uploaded Image

Wonogiri — Regu pemadam dari Kodim 0728/Wonogiri bersama petugas gabungan dari Polri, BPBD, SAR, serta warga masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan lahan jati Perhutani, Kelurahan Giritirto, Kabupaten Wonogiri. Rabu, (26/8/2026)

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api kembali meluas dan merambat ke area hutan di sekitarnya. Kondisi medan yang berupa kawasan perbukitan dengan vegetasi kering serta banyaknya daun dan ranting yang mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan melakukan penyemprotan air pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui personel di lapangan menyampaikan bahwa keterlibatan TNI bersama unsur terkait merupakan bentuk sinergi dalam membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan sekaligus melindungi lingkungan serta masyarakat di sekitar kawasan terdampak.

Uploaded Image

“Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan personel. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujar salah satu personel di lokasi.

Selain personel TNI, Polri, BPBD dan SAR, masyarakat sekitar turut membantu proses pemadaman dan pemantauan. Sinergi seluruh unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran serta meminimalkan dampak terhadap kawasan hutan dan lingkungan.

Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering.

Kegiatan pemadaman dan pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi lokasi benar-benar dinyatakan aman dari potensi munculnya kembali titik api.

Penulis : Arda 72

Polwan Goes To School Edukasi Siswa SMPN 6 Cirebon tentang Perlindungan dari Kekerasan Seksual

Cirebon Kota – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polwan Polres Cirebon Kota melaksanakan kegiatan Polwan Goes To School di SMPN 6 Kota Cirebon, Rabu (26/8/2026), sebagai bentuk kehadiran Polri di lingkungan pendidikan sekaligus membangun kedekatan dengan generasi muda.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut mengusung tema “Menjaga dan Melindungi Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual”, dengan melibatkan jajaran Polwan Polres Cirebon Kota bersama pihak sekolah dan para siswa SMPN 6 Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut dihadiri Kaurmintu Sat Intelkam Polres Cirebon Kota Iptu Euis Tuti Herawati bersama sejumlah Polwan Polres Cirebon Kota, Kepala SMPN 6 Kota Cirebon Yudi Taryadu, S.Pd., M.M., Wakasek Bidang Humas Yati Mulyati, Wakasek Bidang Kesiswaan Noor Aen, M.Pd., serta para siswa sebagai peserta kegiatan.

Melalui program Polwan Goes To School, Polwan hadir langsung di tengah lingkungan sekolah untuk memberikan edukasi yang dekat dengan kehidupan remaja, sekaligus mengajak para siswa lebih memahami pentingnya menjaga diri, menghormati orang lain, dan berani mengambil sikap ketika menghadapi situasi yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka.

Materi edukasi disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia remaja, mulai dari mengenali pertemanan yang sehat, memahami personal boundaries atau batasan diri, berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang membuat tidak nyaman, hingga mengenali berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan yang tidak selalu berbentuk kekerasan fisik.

Selain membahas kehidupan sehari-hari, Polwan juga mengajak para siswa memahami berbagai risiko di ruang digital, termasuk pentingnya menyaring informasi sebelum membagikan konten, menghindari cyberbullying, menjaga keamanan akun media sosial, serta memahami bahwa aktivitas di dunia maya tetap memiliki konsekuensi terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Iptu Euis Tuti Herawati menjelaskan bahwa kegiatan Polwan Goes To School merupakan kesempatan bagi Polwan untuk berinteraksi secara langsung dengan pelajar dan menyampaikan edukasi yang dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja.

“Melalui Polwan Goes To School, kami ingin hadir lebih dekat dengan para pelajar, memberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai dan terlindungi, termasuk berani menjaga batasan dirinya serta menghormati batasan orang lain,” ujar Iptu Euis Tuti Herawati.

Ia menambahkan, generasi muda perlu dibekali pemahaman sejak dini agar mampu mengenali situasi yang tidak aman, berani berkata tidak, tidak takut mencari pertolongan, serta menggunakan media sosial secara bijak sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, bertanggung jawab dan mampu melindungi dirinya maupun lingkungan di sekitarnya.

Cegah TBC Sejak Dini, Babinsa Sudiroprajan Dampingi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ACF


Uploaded Image

Surakarta – Babinsa Kelurahan Sudiroprajan Koramil 04/Jebres Kodim Surakarta Koptu Devid Setyo W mendampingi pelaksanaan program _Active Case Finding_ atau ACF TBC di Pendopo Kelurahan Sudiroprajan, Jl. RE. Martadinata No.118, Kec. Jebres, Rabu (26/06/2026).

Program ACF ini merupakan skrining aktif untuk mendeteksi kasus TBC sedini mungkin guna menekan angka penularan di lingkungan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi foto Rontgen Paru TBC, cek tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, kolesterol, asam urat, pemeriksaan darah lengkap, serta konsultasi kesehatan.

Kepala Puskesmas Purwodiningratan, dr. Bayu Sarwa Edi menyampaikan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. "Tujuannya untuk deteksi dini penyakit, mencegah, mengelola kondisi kronis, dan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu Koptu Devid Setyo W selaku Babinsa Sudiroprajan mengatakan, pendampingan ini merupakan bentuk sinergi TNI dengan tenaga kesehatan. 

"Kami berharap kehadiran Babinsa dapat membantu kelancaran kegiatan dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga yang menjalani pemeriksaan," ungkapnya.

Antusiasme warga terlihat tinggi. Program pemeriksaan gratis ini mendapat respons positif karena sangat membantu masyarakat dalam memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan pencegahan TBC semakin meningkat.

Penulis : Arda 72