Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Gratisss..!! Babinsa Koramil 04/Jebres Pasang Pamflet Rekrutmen Anggota TNI AD, Catat Jadwal Pendaftarannya

Surakarta - TNI AD tahun 2026 memanggil putra bangsa yang berminat menjadi anggota TNI melalui rekrutmen yang dapat diakses di website ad.re...

Postingan Populer

Jumat, 16 Januari 2026

Gratisss..!! Babinsa Koramil 04/Jebres Pasang Pamflet Rekrutmen Anggota TNI AD, Catat Jadwal Pendaftarannya

Surakarta - TNI AD tahun 2026 memanggil putra bangsa yang berminat menjadi anggota TNI melalui rekrutmen yang dapat diakses di website ad.rekrutmen-tni.mil.id/. Untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di wilayah Kota Surakarta dan Khusus diwilayah Kecamatan Jebres sejumlah spanduk dan Pamflet pun dipasang pada titik-titik strategis. Babinsa Koramil jajaran Kodim 0735/Surakarta memasang pamlet terkait penerimaan calon prajurit TNI-AD ini di tempat umum agar mudah diketahui masyarakat.

Sementara di Wilayah Koramil 04/Jebres di pasang yang merupakan warga binaan, telah terpasang baliho berukuran jumbo didepan Koramil 04/Jebres. Jum'at ( 16/01/2026 ).

Danramil 04/Jebres Kapten Cba Kurdi mengatakan, saat ini telah dibuka pendaftaran Caba PK dan Catam PK Gelombang I Tahun 2026 dan Pria Unggulan telah dibuka pendaftarannya pada tanggal 07 Januari - 06 Februari 2026 dan Cata PK Gelombang I dibuka tanggal 08 Januari - 18 Februari 2026 secara Gratis.

Kapten Cba Kurdi melanjutkan, dirinya atas nama pimpinan mengucapkan terima kasih kepada para Babinsa jajaran Koramil 04/Jebres yang sudah mensosialisasikan rekrutmen TNI AD kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing.

"Dengan sisa waktu yang ada ini, mudah-mudahan banyak minat dan animo warga Kota Surakarta dan Khususnya Kecamatan Jebres yang ingin mendaftar menjadi anggota TNI AD," pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Tak Kenal Libur, Babinsa Hadiri Rapat Koordinasi Awal Tahun Bersama Limnas Dan Bhabinkamtibmas

Surakarta - Pemerintah kelurahan Tegalharjo menggelar rapat koordinasi awal tahun bersama anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas pada Jumat, (16/01/2026) di pendopo kelurahan Tegalharjo jl Ar Hakim no 13 B Kelurahan Tegalharjo Jebres Surakarta,

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Linmas , serta menyusun rencana kegiatan di tahun 2026 untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan wilayah kelurahan Tegalharjo.

 Dalam kegiatan rapat rutin yang dilaksanakan awal tahun ini di Minggu ke dua bulan Januari, Babinsa tegalharjo Serka Joko Riyanto dan Bhabinkamtibmas Aiptu Joko lebowo telah berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan wilayah kelurahan tegalharjo, Guna menciptakan lingkungan yang aman , nyaman.

Serka Joko Riyanto menyampaikan arahan terkait pentingnya kesiapsiagaan Linmas dalam membantu menjaga stabilitas keamanan di wilayah kelurahan tegalharjo  juga  perlunya koordinasi semua pihak baik antara Linmas dan aparat keamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

 "Linmas adalah mitra kami di lapangan. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menghadapi berbagai tantangan bersama, yang terjadi di wilayah kelurahan tegalharjo."ujarnya.

Sebagai Babinsa Tegalharjo Serka Joko Riyanto juga mengajak anggota Linmas untuk meningkatkan peran aktif dalam mendukung program keamanan di wilayah termasuk patroli rutin.Rapat berlangsung dinamis dengan diskusi terbuka antara Linmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah kelurahan tegalharjo.

Acara diakhiri dengan arahan ibu lurah tegalharjo ibu Sri Hastuti SE MM, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang menekankan pentingnya kedisiplinan, kerja sama, dan komunikasi dalam menjalankan tugas. "Dengan kebersamaan ini, kita dapat menjaga kelurahan tegalharjo  tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga kelurahan Tegalharjo.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memperkuat sinergi antara Linmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah kelurahan tegalharjo dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.

Penulis : Arda 72

Tanamkan Kedisiplinan Dan Semangat Belajar Negara, Babinsa Jagalan  Latihkan PBB Kepada  Tim Saberling Kelurahan

Surakarta - Babinsa kelurahan Jagalan Koramil 04 Jebres kodim 0735/Surakarta Serka E Lau We bersama dengan Bhabinkamtibmas memberikan pelatihan PBB kepada tim Saberling Kelurahan Jagalan dihalaman kelurahan jagalan  kecamatan Jebres, Jumat (15/01/2026).

Serka E lau we selaku Babinsa jagalan bersama Bhabinkamtibmas mengambil apel pagi dan memberikan materi  PBB kepada  saberling kelurahan jagalan" 

Ditegaskan Serka E Lau We kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan, semangat bela negara, serta meningkatkan kekompakan dan kebersamaan antara Babinsa dan  saberling kelurahan Jagalan demi menjaga lingkungan yang bersih,aman dan nyaman.

 Serka E Lau We juga mengungkapkan bahwa Babinsa: Seorang Bintara Pembina Desa, merupakan ujung tombak TNI AD di tingkat desa/kelurahan. 
Apel Pagi ini merupakan Kegiatan rutin yang dilakukan untuk mengecek kesiapan memberikan arahan, dan menanamkan kedisiplinan, pelatihan PBB (Peraturan Baris-Berbaris)  Latihan dasar militer untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, dan semangat bela negara,tim saberling ini  merupakan tim kebersihan kelurahan bertugas membantu, membersihkan lingkungan masyarakat bersih dan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat."pungkas Serka E lau we. 

"*Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan upaya Babinsa dalam pembinaan wilayah melalui apel pagi bersama maupun pelatihan kedisiplinan kepada anggota tim saberling, yang merupakan bagian dari upaya menjaga,kebersihan lingkungan, keamanan dan ketertiban masyarakat.

Penulis : Arda 72

Pusatkan Panen Raya Nasional di Lapas Kelas I Cirebon, Menteri Imipas dan Wali Kota Dorong Kemandirian Warga Binaan



Kota Cirebon– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon menjadi pusat perhatian nasional pada Kamis (15/1/2026). Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, hadir langsung memimpin Panen Raya Serentak hasil pembinaan warga binaan yang digelar secara simultan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia. Momentum ini menjadi bukti nyata kontribusi warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dalam kunjungannya, Menteri Agus meninjau langsung area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dikelola dengan sangat produktif. Berbagai komoditas unggulan seperti padi varietas Inpari hingga budidaya ikan nila berhasil dipanen. Tidak hanya sektor pangan, Menteri juga melepas ekspor ketiga produk tali dan jaring sabut kelapa (coir net dan coco shade) hasil karya warga binaan yang kini telah menembus pasar internasional, salah satunya ke negara Spanyol.
Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden untuk memperkuat kedaulatan pangan dari unit terkecil. 

"Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan kita sendiri. Program ini tidak hanya membekali warga binaan agar memiliki keahlian dan kemandirian setelah bebas nanti, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui suplai pangan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Menteri Agus di sela-sela kegiatan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang mendampingi Menteri selama kegiatan, menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Kota Cirebon sebagai pusat pelaksanaan panen raya nasional. Menurutnya, keberhasilan Lapas Kelas 1 Cirebon dalam memproduksi barang ekspor dan hasil tani merupakan capaian luar biasa yang patut diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kami merasa bangga karena panen raya nasional ini dipusatkan di Kota Cirebon. Tadi kita saksikan bersama melalui siaran langsung ke seluruh Indonesia, betapa produktifnya rekan-rekan kita di dalam. Ada padi, ikan, bahkan yang sangat membanggakan adalah pelepasan ekspor ketiga hasil produksi teman-teman dari dalam Lapas ke luar negeri," ungkapnya.

Dukungan Pemerintah Kota Cirebon terhadap produktivitas warga binaan pun terus mengalir secara konsisten. Wali Kota menjelaskan bahwa Pemkot Cirebon turut memberikan dukungan berupa penyediaan alat dan bahan baku guna menunjang proses pembinaan di dalam Lapas dan Rutan. Hal ini dilakukan agar keahlian yang didapat warga binaan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar saat kembali ke masyarakat.

"Pemerintah Kota sampai saat ini terus mendukung, mulai dari kebutuhan untuk padi, ikan, hingga bahan baku lainnya. Kami ingin memastikan unsur pembinaan ini berjalan maksimal. Harapannya, khususnya bagi warga Kota Cirebon yang sedang menjalani masa pembinaan, mereka bisa mandiri sepenuhnya saat bebas nanti," tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa produk-produk kreatif hasil karya warga binaan, mulai dari kerajinan tangan (handicraft), kaos, bordir, hingga sablon, kini telah memiliki wadah pemasaran yang jelas. Pemkot Cirebon secara resmi menampung produk-produk tersebut di Mal UMKM Kota Cirebon agar dapat dijangkau oleh masyarakat umum dan wisatawan.

"Produk mereka sudah lama masuk ke Mal UMKM kita. Kami tampung dan kami bantu pasarkan sebagai bentuk penghargaan atas karya mereka. Jadi, masyarakat bisa melihat langsung kualitasnya yang tidak kalah dengan produk luar. Ini kolaborasi yang sudah berjalan lama, baik dengan pihak Lapas maupun Rutan," jelasnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Wali Kota memberikan pesan penyemangat bagi para warga binaan agar tetap optimis menatap masa depan. Ia menilai, pelatihan intensif yang didapatkan di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan modal berharga yang mungkin tidak didapatkan oleh orang lain di luar sana.

"Untuk saudara-saudara di dalam, jangan berkecil hati. Di sini dilatih berbagai macam keahlian setiap hari secara disiplin. Bisa jadi keahlian nanti jauh lebih hebat dari yang di luar. Teruslah berkarya, karena kami di Pemerintah Kota siap mendukung kemandirian para warga binaan," pungkasnya.
(Denny Krisnara)

Satu Ruangan Tahanan, Empat Peran Berbeda :Jejak Korupsi Tambang Timah Ilegal Di Hutan Babel.

Pangkalpinang — Tabir praktik tambang timah ilegal yang merambah kawasan hutan negara di Bangka Tengah akhirnya tersingkap. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung pada Senin, 12 Januari 2026, secara resmi mengumumkan penetapan empat orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi aktivitas pertambangan timah ilegal di kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) dan Hutan Lindung (HL).

Berdasarkan hasil penyidikan aparat pidana khusus Kejati Babel, aktivitas tambang ilegal tersebut berlangsung sepanjang tahun 2025, berlokasi di Dusun Nadi, Desa Lubuk Lingkuk, serta Dusun Sarang Ikan, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.

Keempat tersangka yang kini telah ditahan masing-masing memiliki peran strategis dalam mata rantai kejahatan tambang ilegal yang dinilai terstruktur dan sistematis.
Tersangka pertama, Herman Fu, disebut berperan menyiapkan alat berat sebagai penunjang produksi tambang serta menjadi penampung timah ilegal hasil penambangan di kawasan hutan.

Tersangka kedua, IGUS, berperan langsung sebagai penambang di kawasan Hutan Produksi dan Hutan Lindung.

Tersangka ketiga, H. Yul Haidir alias H. Yul, memiliki peran serupa dengan IGUS. Yang bersangkutan sebelumnya sempat masuk dalam daftar buronan, sebelum akhirnya menyerahkan diri pada Kamis, 15 Januari 2026, ke penyidik pidana khusus Kejati Babel dengan didampingi penasihat hukumnya.
Sementara tersangka keempat, Mardiansyah, merupakan seorang ASN sekaligus Kepala KPHP Sungai Sembulan. Ia diduga kuat melakukan pembiaran terhadap aktivitas tambang timah ilegal di kawasan HP dan HL, serta melakukan manipulasi laporan patroli kehutanan.

Dampak kejahatan ini tak hanya merugikan negara secara finansial, namun juga menimbulkan kerusakan lingkungan dalam skala besar. Berdasarkan perhitungan penyidik, kerugian negara mencapai sekitar Rp90 miliar, dengan luas kerusakan hutan mencapai 262,85 hektare di kawasan Hutan Lindung Sarang Ikan serta 52,63 hektare di kawasan Hutan Produksi Dusun Nadi.
Kini, keempat tersangka telah mendekam di Lapas Pemasyarakatan Kelas IIA Pangkalpinang. 

Tim investigasi awak media mengonfirmasi langsung kepada pihak lapas. Kiki, selaku Humas Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, membenarkan bahwa seluruh tersangka telah ditempatkan di dalam lapas.

"Benar, seluruh tahanan sudah berada di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dan ditempatkan di ruang masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) di kamar 1 sesuai SOP. Tidak ada perlakuan khusus, semuanya diperlakukan sama seperti tahanan lainnya," tegas Kiki.

Meski penetapan tersangka ini mendapat apresiasi publik, sorotan tajam masih mengarah pada langkah lanjutan penyidikan. Masyarakat menilai kasus ini tidak berhenti pada pelaku lapangan semata. Aktivitas tambang ilegal yang berlangsung hampir satu tahun penuh diyakini melibatkan jaringan penadah dan pihak-pihak lain yang menikmati aliran bijih timah ilegal.

Publik kini menanti ketegasan Kejati Bangka Belitung untuk mengusut tuntas hingga ke aktor intelektual dan penadah utama, demi memastikan penegakan hukum yang berkeadilan serta memberi efek jera terhadap praktik perusakan hutan dan penggerogotan keuangan negara di Bumi Serumpun Sebalai.

(HR/TIM)