Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Kodam IV/Diponegoro Siagakan Kekuatan Teritorial Hadapi Karhutla 2026

Semarang — Memasuki puncak musim kemarau 2026, Kodam IV/Diponegoro memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan L...

Postingan Populer

Kamis, 27 Agustus 2026

Kodam IV/Diponegoro Siagakan Kekuatan Teritorial Hadapi Karhutla 2026


Uploaded Image

Semarang — Memasuki puncak musim kemarau 2026, Kodam IV/Diponegoro memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penguatan dilakukan melalui optimalisasi satuan kewilayahan mulai dari Korem, Kodim, Koramil hingga Babinsa, dengan mengedepankan langkah pencegahan, deteksi dini, patroli, edukasi masyarakat, kesiapan personel dan peralatan, koordinasi lintas sektor serta respons cepat apabila terjadi kebakaran.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kerawanan kebakaran selama musim kemarau. Hingga 23 Agustus 2026, tercatat 232 kejadian Karhutla di Jawa Tengah yang berdampak terhadap sekitar 194 hektare lahan dan 213 hektare kawasan hutan. Sementara di DIY, hingga 26 Agustus tercatat 46 kejadian kebakaran lahan dan hutan dengan luas terdampak sekitar 45,97 hektare. Kondisi kering, vegetasi yang mudah terbakar dan aktivitas manusia menjadi faktor yang perlu terus diantisipasi. BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta juga menetapkan seluruh wilayah DIY dalam kategori Awas potensi Karhutla periode 23–29 Agustus 2026.

Uploaded Image

Merespons kondisi tersebut, satuan kewilayahan Kodam IV/Diponegoro telah memperkuat patroli dan pemantauan kawasan rawan, khususnya hutan, lahan pertanian, perkebunan, semak belukar, lereng pegunungan dan wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Babinsa yang berada langsung di tengah masyarakat menjadi unsur penting dalam melakukan pemantauan kondisi wilayah sekaligus membangun komunikasi dengan perangkat desa dan masyarakat.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui komunikasi sosial dan edukasi kepada masyarakat. Babinsa mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap maupun titik api. Pendekatan tersebut menjadi penting karena sebagian kebakaran berawal dari aktivitas manusia yang tidak terkendali, terutama ketika kondisi lahan sangat kering.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Kodam IV/Diponegoro menyiagakan personel dan peralatan pemadaman cepat melalui jajaran satuan kewilayahan guna mendukung pemerintah daerah dan BPBD. Kekuatan tersebut diprioritaskan untuk membantu menangani titik api di kawasan hutan, lahan kering, perbukitan maupun medan ekstrem yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Bersamaan dengan itu, Kodim, Koramil dan Babinsa memperkuat patroli serta deteksi dini bersama BPBD, Polri, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dan masyarakat. Kesiapan pemadaman awal serta koordinasi penyediaan armada air terus diperkuat di wilayah kabupaten/kota yang memiliki potensi Karhutla. Dengan pola tersebut, ketika titik api terdeteksi, unsur terdekat dapat segera bergerak melakukan pengendalian, pemadaman dan pendinginan sebelum api berkembang lebih luas.

Kesiapan tersebut telah diterapkan dalam penanganan berbagai kejadian Karhutla di wilayah jajaran, antara lain Pati, Brebes, Kendal, Blora, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri hingga Gunungkidul. Secara umum, pola penanganan dilakukan dengan mengutamakan kecepatan deteksi, pengerahan personel, isolasi titik api, pemadaman, pendinginan dan pemantauan pascakebakaran.

Pada kawasan hutan dan perbukitan, kekuatan kewilayahan memiliki nilai strategis karena prajurit lebih memahami akses, kondisi medan dan karakter masyarakat setempat. Personel dapat membantu mengarahkan unsur pemadam menuju lokasi, membuka akses, melakukan pengamanan serta membantu pemadaman awal. Setelah api dinyatakan padam, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.

Di wilayah dengan karakter lahan pertanian dan perkebunan, satuan kewilayahan memperkuat komunikasi dengan petani dan masyarakat untuk mencegah pembakaran yang berpotensi tidak terkendali. Sementara di kawasan hutan, perhatian diarahkan pada patroli, pengawasan aktivitas masyarakat serta deteksi terhadap kepulan asap sejak dini.

Uploaded Image

Dalam pelaksanaannya, Babinsa menjadi mata dan telinga di tingkat desa, Koramil sebagai simpul koordinasi di tingkat kecamatan, sedangkan Kodim mengintegrasikan dukungan di tingkat kabupaten/kota. Struktur kewilayahan tersebut menjadi kekuatan penting Kodam IV/Diponegoro dalam membangun sistem respons yang cepat dan berjenjang.

Pada akhirnya, kesiapsiagaan Karhutla tidak sekadar persoalan pemadaman, tetapi rantai upaya yang dimulai dari pencegahan, patroli, deteksi dini, pelaporan, kesiapan kekuatan, respons cepat hingga pemantauan pascakebakaran. Dalam rangkaian tersebut, Kodam IV/Diponegoro melalui satuan kewilayahannya hadir sebagai bagian penting dalam memastikan setiap potensi Karhutla dapat segera diketahui dan ditangani.

Dari tingkat desa hingga komando kewilayahan, Kodam IV/Diponegoro terus memperkuat kesiapan personel, peralatan dan koordinasi untuk menghadapi Karhutla di Jawa Tengah dan DIY. Upaya tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan nyata untuk melindungi masyarakat, lingkungan dan wilayah dari ancaman kebakaran selama musim kemarau 2026. 

(Pendam IV/Diponegoro)

Wujudkan Wilayah Tetap Aman Dan Kondusif Piket Koramil 01/Laweyan Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Sertu Tonny H melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Laweyan Kota Surakarta.Rabu (27/06/ 2026)

Dikatakan Sertu Tony Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat berkumpulnya warga di wilayah kecamatan Laweyan.

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Capaian Kinerja Pemerintahan Lucky Hakim-Syaefudin, Indramayu Raih Peringkat 5 Nasional EPPD 2025



INDRAMAYU-Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025, Kabupaten Indramayu berhasil meraih peringkat ke-5 nasional sekaligus menempati peringkat ke-3 di Provinsi Jawa Barat.

Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam perjalanan pemerintahan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

EPPD merupakan salah satu instrumen evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Capaian yang diraih Kabupaten Indramayu menunjukkan adanya kinerja positif dalam pelaksanaan berbagai urusan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Posisi peringkat ke-5 nasional menjadi capaian yang membanggakan bagi Kabupaten Indramayu. Sementara di tingkat Jawa Barat, Indramayu berhasil berada di posisi ketiga, menunjukkan bahwa kinerja pemerintahan daerah mampu bersaing dengan kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut.

Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang semakin baik.

Bagi pemerintahan Lucky Hakim-Syaefudin, prestasi EPPD tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi tolok ukur sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kinerja di berbagai sektor pembangunan.

Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen melanjutkan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indramayu REANG yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Capaian peringkat kelima nasional dan ketiga di Jawa Barat menjadi bukti bahwa kerja pemerintahan daerah terus bergerak dan memberikan hasil positif bagi Kabupaten Indramayu.

Nurbaeti

Rabu, 26 Agustus 2026

Bahu-Membahu Padamkan Api, Regu Pemadam Kodim Wonogiri dan Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di Giritirto


Uploaded Image

Wonogiri – Regu pemadam dari Kodim 0728/Wonogiri bersama unsur gabungan dari Polri, BPBD, SAR, dan masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan lahan jati Perhutani, Kelurahan Giritirto, Kabupaten Wonogiri. Rabu (26/08/2026).

Kebakaran terjadi di area perbukitan dengan kondisi vegetasi kering. Banyaknya daun dan ranting yang mudah terbakar membuat upaya pemadaman menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Personel gabungan melakukan penyemprotan air pada titik-titik api dan titik yang masih mengeluarkan asap. Setelah api berhasil dikendalikan, dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui personel di lapangan menyampaikan bahwa keterlibatan TNI bersama unsur terkait merupakan wujud sinergi dalam penanganan bencana. 
"Pemadaman dilakukan bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan personel. Setelah api padam, petugas tetap melakukan pemantauan agar tidak ada titik api yang kembali menyala," ujarnya.

Masyarakat sekitar juga turut membantu proses pemadaman dan pemantauan. Sinergi seluruh unsur ini diharapkan dapat mempercepat penanganan serta meminimalkan dampak terhadap kawasan hutan dan lingkungan.

Petugas mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering.

Kegiatan pemadaman dan pemantauan akan terus dilakukan hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Penulis : Arda 72

Tanggap Bencal, Regu Pemadam Kodim Wonogiri Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Giritirto


Uploaded Image

Wonogiri — Regu pemadam dari Kodim 0728/Wonogiri bersama petugas gabungan dari Polri, BPBD, SAR, serta warga masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan lahan jati Perhutani, Kelurahan Giritirto, Kabupaten Wonogiri. Rabu, (26/8/2026)

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api kembali meluas dan merambat ke area hutan di sekitarnya. Kondisi medan yang berupa kawasan perbukitan dengan vegetasi kering serta banyaknya daun dan ranting yang mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan melakukan penyemprotan air pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui personel di lapangan menyampaikan bahwa keterlibatan TNI bersama unsur terkait merupakan bentuk sinergi dalam membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan sekaligus melindungi lingkungan serta masyarakat di sekitar kawasan terdampak.

Uploaded Image

“Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan personel. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujar salah satu personel di lokasi.

Selain personel TNI, Polri, BPBD dan SAR, masyarakat sekitar turut membantu proses pemadaman dan pemantauan. Sinergi seluruh unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran serta meminimalkan dampak terhadap kawasan hutan dan lingkungan.

Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering.

Kegiatan pemadaman dan pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi lokasi benar-benar dinyatakan aman dari potensi munculnya kembali titik api.

Penulis : Arda 72