INDRAMAYU - Ironi dunia olahraga di Kabupaten Indramayu. Di saat para atlet Cabor Savate _Demiko Nafasya, Azam Saefi Ilmi dan Nazwa Bamika Ramadhani_ berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara Emas dan Perunggu di ajang Ekshibisi Savate Porprov XV Jabar 2026, perhatian dan apresiasi dari Pemerintah Daerah justru tidak terlihat.
Padahal, para atlet tersebut telah berjuang dengan keterbatasan, tanpa fasilitas memadai dan dukungan anggaran yang layak. Mereka berangkat membawa nama Indramayu, pulang membawa medali emas dan perunggu, namun disambut dengan keheningan.
Kami bangga bisa juara, tapi jujur kami kecewa. Tidak ada ucapan selamat, tidak ada pembinaan lanjutan, bahkan sekadar audiensi pun tidak ada. Seolah-olah perjuangan kami tidak dianggap," ujar Coach Savate Bambang Supriadi dan Agus Hamdan.
Masyarakat dan pegiat olahraga Indramayu menilai, kondisi ini akan mematikan semangat generasi muda. Bagaimana mungkin kita bermimpi Indramayu menjadi lumbung atlet jika juaranya saja tidak diperhatikan?
Kami mendesak Bupati Indramayu dan DPRD untuk segera memberikan audiensi dan apresiasi resmi kepada para atlet yang meraih prestasi diajang Porprov XV Jabar 2026.
Prestasi tidak lahir dari tepuk tangan saja, tapi dari perhatian yang nyata. Jangan biarkan atlet kami berjuang sendiri.
Atlet-atlet kebanggaan Indramayu sudah bawa pulang Emas dan Perunggu. Sudah mengharumkan nama INDRAMAYU di tingkat provinsi. Tapi apa balasannya? NIHIL. Tidak ada ucapan, tidak ada bonus, tidak ada perhatian dari Pemda bukan dicuekin.
Nurbaeti





