Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Melalui Patroli Malam, Babinsa Mengajak Warga Wujudkan Wilayah Yang Aman 

Wonogiri - Babinsa (Bintara Pembina Desa) berperan aktif dalam kegiatan patroli dan pengawasan di pos kamling untuk membantu menjaga keamana...

Postingan Populer

Minggu, 08 Februari 2026

Melalui Patroli Malam, Babinsa Mengajak Warga Wujudkan Wilayah Yang Aman 

Wonogiri - Babinsa (Bintara Pembina Desa) berperan aktif dalam kegiatan patroli dan pengawasan di pos kamling untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah binaan mereka. Keterlibatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat setempat, dengan tujuan utama untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 03/Ngadirojo Sertu Sumardi saat mengunjungi Pos kamling di Desa yang menjadi binaannya, Sabtu (7/2/2026) malam. Babinsa mengajak warga untuk kembali mengaktifkan Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) atau ronda malam secara bergiliran guna membangun kebersamaan berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong untuk mempererat hubungan dengan warga.

Babinsa secara rutin berpatroli bersama Linmas dan warga untuk mengawasi lingkungan dan titik-titik rawan mencegah tindak kriminalitas dan menekan angka kriminalitas seperti pencurian.

Saat berpatroli, Babinsa menyampaikan pesan-pesan keamanan, mengingatkan warga untuk waspada, dan berhati-hati terhadap isu yang tidak jelas sumbernya atau hoaks.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga untuk bertukar informasi mengenai situasi keamanan dan hal-hal mencurigakan di lingkungan mereka.

Penulis : Arda 72

Babinsa Kadipiro Bersama Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti  Pembersihan Lingkungan

Surakarta - Babinsa Kelurahan Kadipiro Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Munawar bersama dengan warga Masyarakat RT 3 RW 07 kampung Krembyongan dan team saberling Kelurahan Kadipiro melaksanakan kerja bakti pembersihan lingkungan di kampung Krembyongan Kelurahan Kadipiro ,kecamatan Banjarsari, Minggu (08/02/2026).

Ditegaskan Serka Munawar kegiatan kerja bakti  membantu pembersihan Lingkungan di mana Babinsa hadir di tengah - tengah warga masyarakat yang  merupakan wujud Kemanunggalan TNI dengan rakyat agar TNI selalu dekat dan di cintai rakyat. 

"Kegiatan kerja bakti rutin kami lakukan untuk tetap menjaga hubungan dengan warga  dan  masyarakat Kampung Krembyongan Kelurahan Kadipiro Kecamatan Banjarsari  serta memberikan contoh kepada warga tentang kebersihan lingkungan."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas di Wilayah Piket Koramil 03/Serengan Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Priyanto melaksanakan Patroli Malam di seputaran wilayah binaan Koramil 03/Serengan, Sabtu (08/02/2026).

Ditegaskan Serka Priyanto patroli malam bersama Linmas  dilaksanakan ditempat rawan terjadinya kriminalitas dan bentuk kejahatan lainnya, melalui obyek-obyek vital Pemerintah serta kegiatan masyarakat yang ada diwilayah Koramil 03/Serengan juga termasuk  lingkungan maupun perumahan warga masyarakat.

"Patroli bersama Linmas bukan hanya sekedar kegiatan rutinitas Piket Koramil 03/Serengan,namun merupakan salah satu wujud tanggung jawab dan tindakan aktif Piket sebagai upaya menciptakan kondusifitas."ujarnya.

"Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kriminalitas maupun kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lainnya terhadap masyarakat khususnya di wilayah Koramil 03/Serengan."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Sabtu, 07 Februari 2026

Koordinator BGN Wonosobo Ungkap Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis, 78 Dapur Sudah Beroperasi

WONOSOBO — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif strategis Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini dilandasi oleh dasar konstitusional dan semangat kesejahteraan, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H ayat (1) tentang hak setiap warga negara memperoleh layanan kesehatan, serta Pasal 31 yang menjamin hak atas pendidikan yang layak (05/02/2026)

Pemenuhan kebutuhan gizi dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, anak-anak akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, berprestasi, serta berkembang secara optimal.

Selain itu, Program MBG juga diarahkan sebagai langkah konkret pemerintah dalam penanganan stunting dan gizi buruk. Indonesia hingga kini masih menghadapi tantangan serius terkait prevalensi stunting (tengkes), yang apabila tidak ditangani sejak dini dapat berdampak pada terhambatnya perkembangan otak, menurunnya daya tahan tubuh, serta berkurangnya potensi kecerdasan (IQ) di masa dewasa.

Guna menggali informasi lebih dalam terkait pelaksanaan Program MBG di daerah, awak media melakukan pertemuan dan diskusi langsung bersama Koordinator Wilayah Kabupaten Wonosobo, Satika Mahda, yang membawahi seluruh dapur MBG di wilayah Kabupaten Wonosobo. Pertemuan tersebut berlangsung santai namun informatif di Temu Kamu Caffe, Wonosobo.

Dalam keterangannya, Satika Mahda menyampaikan bahwa saat ini telah terdapat 78 dapur MBG yang aktif beroperasi di Kabupaten Wonosobo. Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 100 dapur MBG seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan cakupan program pemerintah tersebut.

Ia menegaskan bahwa pendirian dapur MBG tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Seluruh proses berada di bawah pengawasan ketat Badan Gizi Nasional (BGN). Beberapa persyaratan utama yang wajib dipenuhi antara lain memiliki yayasan yang legal, lokasi dapur yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) BGN, serta faktor-faktor penunjang lain yang telah ditetapkan.

"Setiap yayasan diperbolehkan memiliki maksimal sepuluh dapur MBG. Kepemilikan tidak dibatasi siapa pun, yang terpenting memenuhi kategori yang diizinkan oleh BGN, termasuk kesiapan permodalan," ujar Satika Mahda.

Lebih lanjut, Satika juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mengawal jalannya Program MBG agar dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Ia membuka ruang pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan pelaksanaan dapur MBG yang tidak sesuai SOP.

"Jika di lapangan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP BGN, masyarakat dipersilakan melaporkan kepada kami dengan menyertakan bukti yang kuat. Laporan tersebut pasti akan kami tindak lanjuti untuk dilakukan pengecekan sekaligus mencari solusi terbaik," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Satika Mahda juga menjelaskan bahwa setiap dapur MBG wajib menyiapkan dua jenis porsi makanan, yakni porsi besar dan porsi kecil. Porsi besar senilai Rp10.000 diperuntukkan bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA serta ibu hamil. Sementara porsi kecil senilai Rp8.000 ditujukan bagi anak-anak TK, balita, serta siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD.

Di akhir perbincangan santainya bersama awak media, Satika Mahda menegaskan keterbukaannya terhadap insan pers. Ia mempersilakan awak media untuk kembali melakukan konfirmasi atau pendalaman informasi terkait Program MBG, baik melalui pertemuan langsung maupun komunikasi melalui WhatsApp.

(Team investigasi)
Karya jurnalis nusantara abadi

Tidak Ada Dualisme Kepengurusan IWO Indonesia, Kepemimpinan Mevi Amirullah di Banten Sah Diakui DPP



Jakarta, 
Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) tidak mentolerir peluang terjadinya dualisme kepemimpinan organisasi dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Hal itu dijaga betul dengan mengedepankan koordinasi dan konsolidasi yang intensif diantara pucuk pimpinan, para pengurus serta seluruh anggota.

Meskipun demikian, pimpinan pusat selalu mengedepankan komunikasi persuasif dan menyerap masukan dari mana pun sebelum mengambil suatu keputusan merombak struktur pengurus di suatu daerah.

Menyikapi dinamika yang berkembang di kepengurusan provinsi Banten, pimpinan pusat melalui Kadiv OKK telah mengevaluasi kinerja kepemimpinan lama selama satu tahun terakhir di mana dinilai tidak berjalan sesuai amanat AD ART. 

Disamping itu, beberapa pengurus DPD kabupaten/kota mengeluh tidak adanya arahan yang jelas dari pimpinan DPW Banten bahkan ada pernyataan "seperti anak ayam kehilangan induknya".

Atas pertimbangan itu, Kadiv OKK Hasan Munawar dengan berkoordinasi dengan Ketua Umum Dr. H. NR Icang Rahardian,S.H.,S.Ak.,M.H.,M.Pd mengambil langkah strategis merombak kepengurusan DPW Banten. Hal itu dilakukan untuk menjaga marwah dan nama baik organisasi di provinsi Banten.

"Kami telah mendengar, menyerap dan mengevaluasi kepemimpinan H. Suherna selama lebih dari satu tahun. Tidak ada koordinasi dan laporan kegiatan sebagai mana yang diamanatkan AD ART. Dari 4 kabupaten dan 4 kota di provinsi Banten hanya setengahnya yang baru resmi terbentuk hasil kinerjanya," tutur Hasan memaparkan.

"Selain dari pada itu," sambung Hasan, "Kepengurusan yang sudah terbentuk itu pun belum seluruhnya terdaftar di Kesbangpol setempat. Ini menjadi ukuran penting dan menjadi catatan DPP," imbuh dia.

Hasan Munawar sebagai Kadiv OKK DPP memahami betul keberadaan dan kinerja IWO Indonesia di Banten oleh sebab Kepengurusan di provinsi adalah hasil bentukannya.

"Evaluasi satu tahun ini sudah lebih dari cukup untuk mengambil keputusan merombak dan menggantikannya dengan yang lebih progresif. Dengan pertimbangan itu, berdasar pada Surat Pencabutan dan Pembekuan No 138/JKT /DPP-IWOI/I/2025 Tanggal 1 Januari 2026 serta SK PAW No 300/SK/IWOI/P/I/2026 Tanggal 7 Januari 2026 pimpinan pusat merombak lalu menunjuk Mevi Amirullah sebagai ketua DPW Banten yang baru untuk memimpin organisasi insan pers di provinsi paling barat pulau Jawa ini," tegas Hasan mengakhiri.

Perubahan struktur kepengurusan yang dilakukan DPP IWO Indonesia ini semata-mata demi menjaga marwah dan kemajuan organisasi serta tidak ada unsur subyektifitas pribadi, apa lagi setelah melihat dan menyerap aspirasi dari berbagai pihak demi tidak ada munculnya dualisme di tubuh Ikatan Wartawan Online Indonesia.

(Harun)