Media Buser Polkrim

Berita Terkini

MEDIASI GAGAL! CV NEW KUDA MAS LANJUTKAN GUGATAN TERHADAP PT ADONIA FOOTWEAR INDONESIA, PERJUANGKAN KEPASTIAN HAK KEMITRAAN

TEGAL - Perjuangan CV New Kuda Mas, usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang pengelolaan limbah non-B3, untuk mempero...

Postingan Populer

Minggu, 08 November 2026

MEDIASI GAGAL! CV NEW KUDA MAS LANJUTKAN GUGATAN TERHADAP PT ADONIA FOOTWEAR INDONESIA, PERJUANGKAN KEPASTIAN HAK KEMITRAAN




TEGAL - Perjuangan CV New Kuda Mas, usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang pengelolaan limbah non-B3, untuk memperoleh kepastian dan perlindungan hak kemitraan memasuki babak baru. Setelah proses mediasi dengan PT Adonia Footwear Indonesia (PT AFI) tidak menghasilkan kesepakatan, pihak penggugat memastikan akan melanjutkan perkara ke tahap pemeriksaan pokok perkara di Pengadilan Negeri (PN) Tegal.

Perkara Nomor 46/Pdt.G/2026/PN Tgl tersebut berkaitan dengan gugatan atas dugaan pemutusan secara sepihak Kesepakatan Kemitraan Usaha antara CV New Kuda Mas dan PT AFI. Bagi pihak penggugat, persoalan ini bukan sekadar sengketa bisnis, melainkan menyangkut kepastian hukum dan perlindungan terhadap keberlangsungan usaha UKM lokal dalam menjalin kemitraan dengan perusahaan penanaman modal asing (PMA).

Kuasa hukum CV New Kuda Mas, Dr. Naya Amin Zaini, S.H., M.H., dari Klinik Hukum Naya Amin Zaini (NAZ) Law Firm, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan meminta perpanjangan masa mediasi yang telah berlangsung selama 30 hari. Tim kuasa hukum memilih melanjutkan perkara melalui mekanisme persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Naya, selama proses mediasi berlangsung, prinsipal PT AFI tercatat tidak menghadiri tiga agenda mediasi dan baru hadir satu kali pada akhir tahapan mediasi, Jumat (6/11/2026).

"Selama waktu 30 hari ini kita mediasi, prinsipal PT Adonia tidak hadir sebanyak tiga kali ke PN Tegal, hanya datang sekali pada akhir mediasi hari Jumat (6/11). Jadi, kami putuskan tidak ada perpanjangan, langsung masuk ke sidang pokok perkara, sesuai yang diatur dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016," jelas Naya seusai mediasi terakhir, didampingi Munawir, S.H., M.H. dan H. Fathoni Manshur, S.H.

Bagi CV New Kuda Mas, berakhirnya proses mediasi tanpa kesepakatan bukan berarti perjuangan memperoleh hak kemitraan berhenti. Sebaliknya, persidangan menjadi ruang hukum untuk menguji dalil gugatan, memperlihatkan bukti-bukti, serta meminta majelis hakim memberikan penilaian berdasarkan fakta dan ketentuan hukum.

SIAPKAN BUKTI, MASUKI TAHAP PEMBUKTIAN

Setelah mediasi dinyatakan tidak mencapai kesepakatan, tim kuasa hukum CV New Kuda Mas mulai mempersiapkan seluruh dokumen dan alat bukti yang akan diajukan dalam persidangan pokok perkara.
Naya menegaskan, pihaknya akan memaparkan dasar gugatan, dokumen kesepakatan kemitraan, serta bukti-bukti yang berkaitan dengan hubungan kerja sama dan persoalan pemutusan kemitraan tersebut.

"Untuk itu, nantinya akan kami siapkan bukti-bukti pendukung yang dimiliki klien kami, CV New Kuda Mas, dalam persidangan pokok perkara," tegasnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan kuasa hukum, melalui relaas panggilan sidang PN Tegal dan informasi perkara pada sistem e-Court Mahkamah Agung RI, perkara Nomor 46/Pdt.G/2026/PN Tgl dijadwalkan kembali pada Senin (23/11/2026), dengan agenda laporan mediator dan pembacaan gugatan.

Dengan demikian, persidangan pada 23 November 2026 akan menjadi tahapan penting untuk melanjutkan pemeriksaan perkara setelah proses mediasi berakhir tanpa kesepakatan. Selanjutnya, para pihak akan mengikuti tahapan persidangan sesuai agenda dan penetapan majelis hakim.

MUNAWIR: KAMI TAAT HUKUM DAN HORMATI PUTUSAN HAKIM

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Munawir, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengikuti seluruh tahapan hukum dan menghormati kewenangan majelis hakim dalam memeriksa serta memutus perkara.
"Kami akan ikuti ketentuan hukum dan akan mengikuti putusan majelis hakim nantinya," ungkap Munawir.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa CV New Kuda Mas memilih memperjuangkan kepentingannya melalui jalur hukum. Pihaknya menyerahkan penilaian terhadap pokok sengketa kepada majelis hakim berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti yang diajukan masing-masing pihak.

Menurut Munawir, perkara ini juga menyentuh persoalan yang lebih luas, yakni bagaimana perlindungan terhadap UKM dalam menjalin hubungan kemitraan dengan perusahaan bermodal besar, termasuk perusahaan penanaman modal asing.

Negara, menurutnya, memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa iklim investasi tidak hanya memberikan kemudahan bagi investor, tetapi juga menjamin perlindungan dan kepastian usaha bagi pelaku UKM yang menjadi bagian dari rantai kegiatan ekonomi nasional.

Sebab, kesepakatan kemitraan yang diinisiasi dan difasilitasi pemerintah semestinya tidak berhenti pada pengesahan dokumen administratif. Pelaksanaannya harus mencerminkan hubungan usaha yang sehat, transparan, berkeadilan, serta memberikan kepastian mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak.

PEMUTUSAN KEMITRAAN MENJADI POKOK SENGKETA

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gugatan CV New Kuda Mas berawal dari persoalan pemutusan Kesepakatan Kemitraan Usaha dengan PT AFI tertanggal 13 Februari 2024. Kesepakatan pengelolaan limbah non-B3 tersebut, menurut keterangan pihak penggugat, telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Nilai kemitraan yang dipersoalkan mencapai Rp15,84 miliar. CV New Kuda Mas menilai pemutusan kerja sama tersebut menimbulkan persoalan serius terhadap kepastian hak, keberlanjutan kegiatan usaha, serta hubungan kemitraan antara UKM lokal dan perusahaan PMA.

Bagi CV New Kuda Mas, perkara ini bukan semata-mata menyangkut nilai finansial. Kegiatan pengelolaan limbah non-B3 merupakan bagian dari sektor ekonomi produktif yang melibatkan aktivitas usaha, tenaga kerja, dan kontribusi terhadap kegiatan industri.

Ketika sebuah hubungan kemitraan diputus, terlebih apabila terdapat perbedaan pandangan mengenai hak dan kewajiban para pihak, maka kepastian hukum menjadi hal penting yang harus diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia.

Karena itu, pihak penggugat berharap PN Tegal dapat memeriksa seluruh pokok sengketa secara objektif, termasuk dasar perjanjian, pelaksanaan kesepakatan, serta konsekuensi hukum dari pemutusan hubungan kemitraan tersebut.

BUKAN SEKADAR Rp15,84 MILIAR, TETAPI PERJUANGAN KEPASTIAN HUKUM UKM

Perkara CV New Kuda Mas melawan PT Adonia Footwear Indonesia kini memasuki tahapan penting di pengadilan. Berakhirnya mediasi tanpa kesepakatan membuka jalan bagi pemeriksaan pokok perkara untuk menguji dalil dan bukti dari masing-masing pihak.

Bagi CV New Kuda Mas, perjuangan ini bukan sekadar mempertahankan nilai kemitraan Rp15,84 miliar. Lebih dari itu, perkara ini menjadi upaya memperoleh kepastian bahwa kesepakatan kemitraan yang telah dibangun memiliki konsekuensi hukum, hak pelaku usaha kecil dihormati, dan setiap pihak memiliki kedudukan yang setara di hadapan hukum.

Sebab, kemitraan sejatinya bukan hubungan yang hanya menguntungkan salah satu pihak. Kemitraan harus dibangun atas dasar kepercayaan, tanggung jawab, kepastian hak, serta komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Kini, publik menantikan proses persidangan di PN Tegal. Apakah dalil gugatan CV New Kuda Mas dapat dibuktikan dan bagaimana majelis hakim menilai sengketa kemitraan tersebut, seluruhnya akan diuji melalui proses peradilan yang terbuka dan sesuai ketentuan hukum.


#Harun.

Sabtu, 07 November 2026

Retak hingga ke Bawah Pondasi! Kualitas Talud Tugu Durian Air Mesu Dipertanyakan.


BANGKA TENGAH – Proyek pembangunan Talud Tugu Durian di Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah kerusakan pada bagian konstruksi bangunan. Proyek yang menggunakan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2026 tersebut diduga mengalami persoalan kualitas pengerjaan, meskipun usianya belum genap satu tahun.

Berdasarkan hasil penelusuran tim investigasi awak media pada Sabtu (7/11/2026), kondisi talud yang berada di Jalan Raya Koba, RT 08, Desa Air Mesu, terlihat mengalami keretakan memanjang. Bahkan, pada beberapa bagian ditemukan lubang menganga hingga ke bawah pondasi bangunan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas konstruksi dan proses pelaksanaan pekerjaan. Pasalnya, talud yang semestinya berfungsi sebagai penahan tanah dan pengaman aliran air justru memperlihatkan tanda-tanda kerusakan dalam waktu relatif singkat.

Dari hasil pengamatan di lapangan, bagian pondasi talud terlihat mengalami penurunan. Tumpukan pasir yang berada di atas area Tugu Durian juga tampak turun. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kekuatan pondasi maupun kualitas pengerjaan konstruksi yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Persoalan ini patut menjadi perhatian, terlebih ketika musim penghujan tiba. Aliran air dari hulu menuju hilir berpotensi meningkat dan menjadi lebih deras. Jika kerusakan tersebut tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin kondisi bangunan akan semakin memburuk.
Yang menjadi pertanyaan, bagaimana proyek yang belum genap berusia satu tahun sudah memperlihatkan kerusakan cukup serius? Apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan perencanaan awal? Ataukah terdapat persoalan dalam proses pengawasan dan pengendalian mutu pekerjaan?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan Talud Tugu Durian tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp102.380.500, termasuk komponen pajak dan biaya lainnya, dengan volume pekerjaan sepanjang 19 meter (1 unit).

Proyek tersebut bersumber dari APBDes melalui Dana Desa (DDS) Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender. Adapun pelaksana kegiatan adalah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Air Mesu.

Besarnya anggaran yang dikucurkan tentu harus sebanding dengan kualitas dan manfaat pembangunan yang diterima masyarakat. Sebab, setiap rupiah yang bersumber dari keuangan negara maupun desa wajib dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Demi menjaga keberimbangan pemberitaan, tim investigasi awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Air Mesu, Pajri, selaku penanggung jawab utama pengelolaan Dana Desa. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan.

Tim investigasi awak media mendorong Inspektorat Kabupaten Bangka Tengah, Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, serta Polres Bangka Tengah untuk turun langsung ke lokasi dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pembangunan Talud Tugu Durian tersebut.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, bagaimana kualitas material dan pondasinya, serta apakah penggunaan anggaran telah sesuai dengan peruntukannya.
Perlu diketahui, Tugu Durian bukan sekadar bangunan pelengkap desa. Tugu tersebut dibangun sebagai ikon dan simbol identitas Desa Air Mesu yang dikenal sebagai salah satu sentra sekaligus penghasil buah durian terbesar di Pulau Bangka.

Bagi masyarakat, khususnya warga Air Mesu, keberadaan tugu tersebut merupakan kebanggaan tersendiri yang mencerminkan identitas dan potensi desa.

Karena itu, sangat disayangkan apabila pembangunan yang seharusnya memperkuat kebanggaan masyarakat justru menyisakan persoalan konstruksi yang perlu dipertanggungjawabkan.

Kini publik menunggu langkah nyata pemerintah desa dan aparat pengawas. Jangan sampai anggaran Dana Desa yang seharusnya menghasilkan pembangunan berkualitas justru berujung pada bangunan yang rusak sebelum waktunya.

TIM INVESTIGASI AWAK MEDIA MEMBUKA RUANG KOREKSI DAN HAK JAWAB. 

Tim investigasi awak media senantiasa membuka ruang koreksi, klarifikasi, maupun hak jawab kepada pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Desa Air Mesu dan pihak pelaksana kegiatan, apabila terdapat informasi dalam pemberitaan ini yang perlu diluruskan atau diberikan penjelasan lebih lanjut.

Hal tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan, profesionalitas, dan independensi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

(HR/TIM) 

Atlet Binaan Polres Cirebon Kota Raih Juara di Yogya Junction Cup 2026

Cirebon Kota, - Kontingen Pencak Silat Maung 851 Polres Cirebon Kota kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pasanggiri Pencak Silat Sewilayah III Plus Yogya Junction Cup 2026. Atlet-atlet binaan Polres Cirebon Kota berhasil meraih Juara 2 kategori Ijen Putri Usia Dini dan Juara 3 kategori Rampak Putri Usia Dini, sekaligus mengharumkan nama institusi melalui prestasi di bidang olahraga pencak silat.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nashori, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian para atlet serta dedikasi Aipda Tendi, S.H., yang telah melakukan pembinaan terhadap generasi muda melalui olahraga pencak silat. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan bukti bahwa semangat pengabdian anggota Polri dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan prestasi yang berhasil diraih Kontingen Maung 851. Capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polres Cirebon Kota. Kami berharap prestasi tersebut tidak membuat para atlet cepat berpuas diri, tetapi menjadi motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional," ujar Kompol Ahmad Nashori menyampaikan pesan Kapolres.

Kejuaraan Pasanggiri Pencak Silat Yogya Junction Cup 2026 diselenggarakan oleh Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon serta Yogya Junction dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Yogya Group. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026, bertempat di Atrium Yogya Junction Cirebon, dengan diikuti pesilat dari berbagai daerah di Jawa Barat sehingga menghadirkan persaingan yang kompetitif antarpeserta.

Dalam kejuaraan tersebut, Kontingen Maung 851 Polres Cirebon Kota menurunkan enam atlet kelompok usia dini yang bertanding dalam tiga kategori pertandingan. Dari sejumlah penampilan yang ditunjukkan, para atlet berhasil membawa pulang dua piala, yakni Juara 2 kategori Ijen Putri Usia Dini yang diraih Annesya Indriyani Zhafira, siswi SDIT Nurusshidiq Cirebon, bersama Aurelia Mikaila dari SDN 3 Tegalsari Plered, serta Juara 3 kategori Rampak Putri Usia Dini.

Adapun atlet yang memperkuat kategori Rampak Putri Usia Dini dari SDN 3 Tegalsari Plered yakni Azmiyya Miska Qirani, Aurelia Mikaila, Azkiya Putri, Jolita Wulandia, dan Alika Putri Nandiyah. Keberhasilan meraih Juara 3 tersebut menjadi hasil dari proses latihan, kekompakan, kedisiplinan, serta semangat para atlet dalam mengikuti setiap tahapan pertandingan.

Kontingen Maung 851 dibina dan dilatih oleh Aipda Tendi, S.H., yang juga dipercaya sebagai pelatih sekaligus official dalam kejuaraan tersebut. Pembinaan pencak silat dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler di SDN 3 Tegalsari Plered, Kabupaten Cirebon. Keikutsertaan Aipda Tendi dalam ajang tersebut juga mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari Kapolres Cirebon Kota sebagai bentuk perhatian pimpinan terhadap personel yang memiliki potensi dan prestasi positif di bidang olahraga.

Kompol Ahmad Nashori menambahkan bahwa keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi personel Polri lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat, termasuk melalui pembinaan olahraga serta pengembangan bakat generasi muda. Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan bahwa Polres Cirebon Kota senantiasa mendukung kegiatan positif yang dapat membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan prestasi generasi penerus bangsa.

"Melalui semangat Polri untuk masyarakat, kami ingin kehadiran Polres Cirebon Kota tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pembinaan generasi muda. Semoga Maung 851 terus berkembang, mempertahankan prestasi, dan mampu mengharumkan nama Polres Cirebon Kota pada kejuaraan berikutnya," pungkasnya.

*PRESTASI Cabor Savate diajang Ekshibisi Proprov XV Jabar 2026, Yang Membawa Harum Nama Daerah, Yang Meraih Juara Emas dan Perunggu Luput Dari Perhatian Pemda Indramayu



INDRAMAYU - Ironi dunia olahraga di Kabupaten Indramayu. Di saat para atlet Cabor Savate _Demiko Nafasya, Azam Saefi Ilmi dan Nazwa Bamika Ramadhani_ berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara Emas dan Perunggu di ajang  Ekshibisi Savate Porprov XV Jabar 2026, perhatian dan apresiasi dari Pemerintah Daerah justru tidak terlihat.

Padahal, para atlet tersebut telah berjuang dengan keterbatasan, tanpa fasilitas memadai dan dukungan anggaran yang layak. Mereka berangkat membawa nama Indramayu, pulang membawa medali emas dan perunggu, namun disambut dengan keheningan. 

Kami bangga bisa juara, tapi jujur kami kecewa. Tidak ada ucapan selamat, tidak ada pembinaan lanjutan, bahkan sekadar audiensi pun tidak ada. Seolah-olah perjuangan kami tidak dianggap," ujar Coach Savate Bambang Supriadi dan Agus Hamdan.

Masyarakat dan pegiat olahraga Indramayu menilai, kondisi ini akan mematikan semangat generasi muda. Bagaimana mungkin kita bermimpi Indramayu menjadi lumbung atlet jika juaranya saja tidak diperhatikan?

Kami mendesak Bupati Indramayu dan DPRD untuk segera memberikan audiensi dan apresiasi resmi kepada para atlet yang meraih prestasi diajang Porprov XV Jabar 2026.

Prestasi tidak lahir dari tepuk tangan saja, tapi dari perhatian yang nyata. Jangan biarkan atlet kami berjuang sendiri.

Atlet-atlet kebanggaan Indramayu sudah bawa pulang Emas dan Perunggu. Sudah mengharumkan nama INDRAMAYU di tingkat provinsi. Tapi apa balasannya? NIHIL. Tidak ada ucapan, tidak ada bonus, tidak ada perhatian dari Pemda bukan dicuekin.

Nurbaeti

Terciptanya Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Sertu Budiono melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Jum’at ( 06/11/2026 ) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah.

Penulis : Arda 72