Sabtu, 05 Oktober 2024
Kodim 0707/Wonosobo Gelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Wiropati dalam Rangka HUT TNI ke-79
Polsek Losarang Berikan Ucapan Selamat HUT TNI ke-79 Kepada Koramil Losarang
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Mahasiswa Bitung di Tondano Oleh Wali Kota Bitung.
Pada Kesempatan tersebut Turut Hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, yang dalam sambutannya menyampaikan ini merupakan inisiasi yang sangat brilian karna sektor yang paling di utamakan adalah Pendidikan dan Kesehatan. beliau juga menyampaikan bahwa kami akan melakukan pemantauan sampai pelaksanaan. karna dengan adanya kerja yang positif dari Pemerintah Kota Bitung yang nantinya aplikasinya bagi para mahasiswa mendidik dan melahirkan para pemikir yang baru.
Komandan bersama Prajurit Yonmarhanlan VIII ikuti Peringatan Upacara HUT Ke-79 Tentara Nasional Indonesia di Manado
PKB Indramayu Gelar Rapat Koordinasi Pemenangan Calon Pemimpin Daerah
Kodim 0808/Blitar Gelar Upacara Peringatan HUT TNI Ke - 79
Dirjen Imigrasi Apresiasi Layanan Paspor Simpatik Spektakuler Kemenkumham Jateng
Polresta Cirebon Beri Kejutan HUT ke-79 TNI
Polresta Cirebon Beri Kejutan HUT ke-79 TNI
Pemkab Cirebon dan Kuningan Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana
KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dan Kabupaten Kuningan menandatangani perjanjian kerja sama terkait penanggulangan bencana, bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (4/10/2024).
Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi ancaman bencana di kedua wilayah, khususnya bencana banjir dan longsor.
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya mengatakan, kerja sama ini penting untuk menyelesaikan permasalahan bencana di kedua daerah yang saling terhubung secara geografis.
Ketika hujan deras melanda Kuningan, warga Cirebon khawatir akan banjir. Sebaliknya, di Kuningan lebih mengkhawatirkan longsor. Ini adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan kerja sama antar daerah," kata Wahyu.
Ia juga berharap, kolaborasi ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua kabupaten, dengan melanjutkan berbagai langkah mitigasi yang disepakati.
Sedangkan Pj Bupati Kuningan, Iip Hidajat menuturkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengatasi ancaman banjir di Cirebon akibat aliran dari Kuningan.
Kami khawatir, jika hujan besar di Kuningan, dampaknya akan terasa di Cirebon. BBWS berjanji membangun tangkapan sedimen untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di sawah-sawah akibat endapan tanah dan sampah," ungkap Iip.
Melalui perjanjian ini, kedua kabupaten sepakat untuk bertukar informasi terkait penanganan bencana, pemantauan ketinggian air, pengelolaan pasokan air saat musim kemarau, dan tata kelola air di sepanjang sungai.
Mereka juga sepakat, menambah debit air dari Waduk Darma ke Cirebon, serta melakukan rehabilitasi lahan di sempadan sungai.
"Kami berharap, kerja sama ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar berdampak bagi mitigasi bencana di wilayah kita," ujar Iip.
Kolaborasi tersebut diharapkan, akan meningkatkan koordinasi antardaerah dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang. (Cephy)
Kemenkumham Verifikasi Indikasi Geografis Batik Merawit Cirebon
Dandim Wonogiri Serahkan Piala Kepada Para Juara Lomba PBB Panglima TNI
Bertindak Selaku Irup Pada Upacara HUT TNI Ke-79, Dandim Wonogiri Bacakan Amanat Panglima TNI
Jumat, 04 Oktober 2024
Pemkab Cirebon Dorong UPZ Desa untuk Optimalkan Potensi Zakat
Melihat hal tersebut, ia meminta agar potensi zakat ini bisa dioptimalkan, agar dana yang terhimpun bisa dipergunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
"Potensi zakat sangat besar, dan kita ingin memaksimalkan potensi tersebut dengan membentuk UPZ di desa-desa, serta memberikan pelatihan pengelolaan zakat," kata Wahyu, Rabu (2/10/2024).
Menurutnya, pengelolaan zakat yang baik sangat penting, terutama dalam hal pencatatan yang transparan, sehingga masyarakat bisa lebih percaya untuk menyalurkan zakatnya melalui UPZ.
"Selain itu, zakat yang terkumpul akan didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan, termasuk untuk program-program pengentasan kemiskinan dan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni," tambahnya.
Ketua Baznas Kabupaten Cirebon, KH. Ahmad Zaeni Dahlan, menyatakan bahwa potensi zakat di Kabupaten Cirebon bisa mencapai Rp270 miliar per tahun. Setiap kecamatan diproyeksikan mampu menghimpun sekitar Rp8 miliar jika potensi ini dimaksimalkan.
"Kami proyeksikan setiap desa memiliki UPZ untuk menghimpun zakat. Pelatihan ini dilakukan setiap tahun, dan tahun ini kami fokus pada pengenalan cara pengumpulan zakat yang lebih efektif, termasuk melalui rekening," ujar Zaeni.
Dengan pembentukan UPZ di seluruh desa, Baznas Kabupaten Cirebon berharap dana zakat dapat lebih terkelola secara profesional dan tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat. (Cephy)





