All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Wujudkan Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Serka Joko riyanto mel...

Postingan Populer

Jumat, 27 Juni 2025

Keterlambatan Rekomendasi PGRI Hambat Pendaftaran Jalur Afirmasi Anak Guru


CIREBON- BUSER POLKRIM . COM,Sejumlah anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon mengeluhkan keterlambatan penerbitan surat rekomendasi dari Ketua PGRI, yang menjadi syarat penting dalam pendaftaran peserta didik baru melalui jalur afirmasi anak guru.

Ironisnya, keterlambatan ini terjadi tepat pada hari pertama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP, Rabu (25/6/2025). Banyak guru yang juga orang tua siswa merasa terhambat karena hingga siang hari, surat yang telah diajukan sejak beberapa hari lalu tak kunjung diterbitkan.

“Sampai siang ini surat rekomendasi dari Ketua PGRI belum juga kami terima, padahal sudah kami ajukan sejak beberapa hari lalu,” keluh salah satu guru di Kota Cirebon.

Saat dikonfirmasi, media sudah mendatangi langsung kantor PGRI Kota Cirebon untuk mendapatkan klarifikasi. diterima oleh Sekretaris PGRI, Tahpirin, S.Pd.I, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan tugas secara maksimal dan menyatakan bahwa penerbitan surat rekomendasi sudah sesuai waktu. Ia mengklaim bahwa pada hari ini, Rabu (25/6), seluruh surat telah ditandatangani dan rampung sekitar pukul 14.30 WIB.

Namun, menurut pantauan langsung, proses distribusi masih tergantung pada kesiapan masing-masing pengurus cabang kecamatan untuk mengambil berkas tersebut ke kantor PGRI.

Fakta bahwa surat rekomendasi baru rampung di hari yang sama dengan dimulainya pendaftaran, menimbulkan pertanyaan serius tentang manajemen waktu dan komitmen pelayanan dari organisasi profesi sebesar PGRI.

“Kalau kami sebagai guru terlambat masuk kelas, kami pasti diminta bertanggung jawab. Tapi bagaimana jika pengurus organisasi guru sendiri tidak memberi contoh profesionalisme? Mengapa surat tidak bisa disiapkan sehari sebelumnya, padahal ini bukan agenda mendadak,” keluh salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini dinilai sebagai bentuk keteledoran administratif yang seharusnya bisa dicegah. PGRI bukan hanya sekadar organisasi, tetapi juga representasi perjuangan dan kebutuhan para guru. Kegagalan dalam memastikan layanan tepat waktu,  terlebih ketika menyangkut hak anak atas akses pendidikan adalah hal yang tidak bisa dianggap sepele.

Para guru berharap, keterlambatan seperti ini tidak kembali terulang di masa mendatang. Sebab selain mencederai kepercayaan anggota, hal ini berpotensi merugikan siswa yang semestinya mendapat prioritas perlindungan dari institusi tempat orang tuanya mengabdi.

Sudah saatnya PGRI Kota Cirebon membenahi sistem internal agar lebih responsif, profesional, dan tidak menyusahkan anggotanya sendiri.


( RIJAL )

Kamis, 26 Juni 2025

Gandeng PMI, Babinsa Pucangsawit  Susur Kampung Cek Kesehatan Warga

Surakarta - Babinsa Kelurahan Pucangsawit Koramil 04 Jebres kodim 0735/ Surakarta Serda Tarto bersama Tiga Pilar mendampingi PMI Surakarta melaksanakan Susur Kampung di wilayah Rt 01 dan Rt 02 RW 13 kelurahan Pucangsawit Jebres kota Surakarta. Kamis (26/6/2025).

Ditegaskan Serda Tarto kegiatan ini dalam rangka mengecek kesehatan warga secara dor to dor yang berada di RT 01 dan 02 Rw 13 Kelurahan Purcangsawit dengan Penyelenggara dari PMI Surakarta.

"Dalam pelaksanakan kegiatan terlebih dahulu kami melaksanakan pengecekan dan pembagian tugas dilanjutkan dengan masuk kesasaran yang sudah dibagi dengan didampingi 2 orang petugas Kesehatan dari PMI Surakarta untuk mengecek kesehatan warga masyarakat yang ada diwilayah Rw 13 Kelurahan Pucangsawit." tegasnya.

"Harapan kami dengan terjun langsung ke lapangan bisa mengetahui kesehatan warga dan apabila ada yang sakit bisa cepat dalam pengobatan ataupun penanganannya."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Bantaran Kali Pepe Jadi Sasaran Pembersihan Babinsa Banyuanyar Bersama Linmas Dan Tim Saberling

Surakarta - Babinsa Kelurahan Banyuanyar Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Yudha dan Serda Daryono bersama Linmas dan Tim Saberling Kelurahan Banyuanyar melaksanakan kerja bakti di bantaran Kali PP tepatnya di RT 01 RW 02 Kampung Sidomulyo Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kamis (26/06/2025).

Dalam penyampaiannya Serda Daryono mengatakan, pembersihan ini dilakukan untuk membersihkan rumput liar yang tumbuh di sepanjang bantaran Kali Pepe serta  fokus membersihkan sampah yang tersangkut.

"Kerja bakti ini merupakan kegiatan yang positif, karena selain menambah jalinan kekompakan juga mempererat tali silaturahmi dengan warga di wilayah binaan."ujarnya.

"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini lingkungan menjadi bersih dan nyaman, serta  mencegah penyebaran bibit penyakit yang disebabkan lingkungan yang kotor."tutupnya.

Penulis: Arda 72

Polsek Sapuran Tanggap Musibah, Salurkan Bantuan untuk Korban Rumah Tersambar Petir



Wonosobo – Hujan deras disertai petir yang melanda Kecamatan Sapuran pada Selasa sore, 24 Juni 2025, mengakibatkan rumah milik Moh. Asrul Rifai, warga Kampung Suropati RT 02 RW 09, tersambar petir. Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini menyebabkan kerusakan cukup parah pada bagian atap dan kaca rumah, serta mengakibatkan luka bakar ringan pada kaki dan tangan korban.

Menanggapi musibah tersebut, Polsek Sapuran melalui personel SPKT segera mendatangi lokasi dan melakukan pendataan awal. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, Kapolsek Sapuran AKP Suryanto, S.H., M.H., bersama anggotanya menyerahkan bantuan berupa 10 lembar seng kepada keluarga korban keesokan harinya, Rabu, 25 Juni 2025. Selain itu, Polsek Sapuran juga menginisiasi gotong royong bersama warga untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak.

"Kami hadir untuk memastikan bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi musibah. Kepolisian akan terus menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat," ungkap Kapolsek.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban serta menjadi bentuk nyata pelayanan kemanusiaan Polri yang peduli, tanggap, dan hadir dalam setiap situasi.

(Yudhi)

Oknum Mengaku Anggota Karang Taruna Intimidasi Wartawan

INDRAMAYU – Suasana mencekam terjadi di kawasan Sport Center Karanganyar, setelah sekelompok pemuda yang mengaku sebagai anggota Karang Taruna Karang Anyar diduga melakukan tindakan intimidatif terhadap seorang pedagang warung bernama Nurbaeti.

Insiden bermula ketika sekitar 20 orang mendatangi warung milik Nurbaeti. Salah satu anggota karang taruna aktif yang hadir dalam rombongan tersebut diketahui bernama Angga. 

Ketegangan memuncak saat seorang oknum anggota yang disebut berinisial Tuleg melakukan aksi kasar dengan membalikkan meja warung sambil melontarkan umpatan bernada penghinaan.

“Woy, kamu sebagai apa di Sport Center? Kirik! Anjing!” teriak Tuleg , sebagaimana ditirukan oleh Nurbaeti saat diwawancarai awak media.

Nurbaeti, yang juga merupakan wartawan aktif di salah satu media lokal, mengaku merasa terancam atas tindakan yang diterimanya. 

Ia menuturkan bahwa anak perempuannya, Ica, turut mendapat perlakuan verbal yang tidak pantas dalam peristiwa tersebut.

“Sebagai jurnalis dan pedagang kecil, saya merasa sangat tidak nyaman. Ini tindakan yang tidak pantas dan akan saya laporkan ke pihak kepolisian,” tegas Nurbaeti.

Menanggapi insiden ini, Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kabupaten Indramayu, Danang, menyatakan pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang mencoreng nama baik organisasi.

“Kami akan menindak tegas hal tersebut. Jika yang bersangkutan terbukti bersalah, silakan dilaporkan kepada pihak berwajib,” ujar Danang.

Peristiwa ini menuai perhatian dari masyarakat dan komunitas pers lokal. Banyak yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk arogansi yang tidak mencerminkan semangat kepemudaan yang santun dan solutif.

((Guntur.w))