All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Hendak Kabur Ke Sulawesi, Pelaku Curat Akhirnya Dibekuk Sat Reskrim Polres Belitung Di Bandara Soeta. 

Bangka belitung, Sat Reskrim Polres Belitung berhasil mengamankan seorang pria berinisial SRW (46) terduga pelaku kasus pencurian pemberatan...

Postingan Populer

Jumat, 04 Juli 2025

KSM Desa Kramat Tebar Kebaikan Lewat Jumat Berkah: Ratusan Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga



Tegal – Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan, *Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Kramat* RT 02/01, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, kembali menggelar kegiatan rutin *Jumat Berkah* dengan membagikan *ratusan nasi bungkus* kepada warga yang membutuhkan, Jumat, (4/7/2025).

Dipimpin langsung oleh *Ketua KSM, Sarno*, kegiatan ini menyasar para pekerja harian, tukang becak, jompo, dan warga sekitar yang membutuhkan uluran tangan. Aksi sosial ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian KSM terhadap sesama serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

"Ini bukan sekadar berbagi nasi, tapi berbagi rasa dan harapan. Semoga kegiatan Jumat Berkah ini terus istiqomah dan menjadi inspirasi banyak pihak," ujar Sarno.



Kegiatan yang berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang mendoakan agar KSM Desa Kramat semakin maju dan dapat terus menebar manfaat.

Selain menjadi ajang berbagi, program Jumat Berkah juga diharapkan menjadi pemersatu warga untuk terus menjaga nilai gotong royong dan solidaritas sosial di lingkungan desa.




Dengan gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten, KSM Desa Kramat membuktikan bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat sekitar.  

*(Husni)*

Diduga Ada Kejanggalan, Tender Proyek Jembatan Kali Mrawu Banjarnegara Disorot






Banjarnegara - Proses tender lelang proyek rehabilitasi Jembatan Kali Mrawu di ruas jalan Bulukuning–Kubang, Kabupaten Banjarnegara, memunculkan tanda tanya besar usai muncul pemberitaan diberbagai Media.

Kemenangan CV Indah Tirta Semesta (ITS) dalam tender proyek tersebut, memantik pertanyaan serius soal integritas dan transparansi proses lelang yang dijalankan oleh pemerintah daerah.

Diketahui, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp2.490.625.000, dan dimenangkan oleh CV ITS dengan nilai kontrak Rp2.400.000.000, atau penawaran sekitar 3,6 persen dari nila pagu.



Berdasarkan hasil Evaluasi di laman SPSE INAPROC, 10 peserta lainnya yang berada di atas CV ITS, mayoritas gugur karena berbagai alasan, dan dua di antaranya SUMBER ARTHA JAYA dan CV ADI LUHUNG hanya beralasan karena tidak menghadiri undangan klarifikasi dari panitia lelang.

Lalu, apakah ada komunikasi CV ITS ke orang dalam sehingga mengetahui tentang percaturan tender pekerjaan jembatan tersebut?

Penawaran yang cukup rendah ini nampaknya menjadi sorotan tajam. Pasalnya, berbeda dengan tender proyek-proyek lainya yang ada di Kabupaten Banjarnegara dengan tren penurunan sekitar 20 persen bahkan lebih.

Seperti halnya, proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan (Labkes) yang memiliki pagu anggaran Rp13,18 miliar berhasil dimenangkan dengan penawaran Rp10,25 miliar, atau mengalami penurunan lebih dari 20 persen.

Hal serupa juga terjadi pada proyek pembangunan Pasar Karangkobar dan Puskesmas Wanayasa 1, di mana rata-rata tren penawaran pemenang tender sekisar 20 persen lebih.

Kemenangan peserta peringkat terakhir dengan harga penawaran yang cukup rendah ini mengundang dugaan. Apakah proses evaluasi benar-benar dilakukan secara objektif, atau justru menyisakan ruang gelap?

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi yang dilakukan oleh pihak peserta yang gugur dalam tender tersebut.

Meski kemenangan CV ITS memang sah secara administratif, namun fakta bahwa perusahaan dengan peringkat terakhir bisa mengungguli 10 peserta lainnya tetap menyisakan ruang tanya. Apalagi di tengah tren penawaran tinggi yang menjadi kebiasaan tender lelang proyek di Kabupaten Banjarnegara.

Dikutip berbagai Media, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kabupaten Banjarnegara, Endar Setiyoko, membenarkan bahwa CV Indah Tirta Semesta memang berada di posisi terbawah dalam urutan peserta lelang.

"Kurang lebih antara 3 sampai 4 persen penurunannya, dan betul, CV Indah Tirta Semesta itu berada di urutan terakhir dari peserta lain yang sudah mengajukan penawaran," ujar Endar kepada wartawan di ruangannya, Selasa (1/7/2025).

Menurutnya, dalam proses evaluasi, Kelompok Kerja (Pokja) pengadaan terlebih dahulu mengevaluasi tiga penawar teratas. Namun dalam hal ini, sebagian besar peserta dinyatakan gugur karena berbagai alasan.

"Ada yang tidak hadir saat diundang klarifikasi oleh Pokja, ada juga yang gugur karena dokumen administrasi atau kualifikasi teknis tidak lengkap," katanya.

Endar menjelaskan bahwa Pokja memiliki kewajiban untuk menyampaikan tiga kandidat pemenang kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Jika peserta peringkat atas tidak memenuhi syarat atau tidak hadir dalam klarifikasi, maka Pokja harus melanjutkan ke peserta berikutnya, meski berada di peringkat bawah.

"Sering kali tidak hadir saat diundang. Mereka (Peserta Lelang-red) menganggap dirinya hanya sebagai pemenang cadangan, bukan pemenang utama. Padahal, belum tentu," ujar Endar.

Hal ini, menurut Endar, justru memperlambat proses tender. "Kalau peserta tidak datang saat diundang klarifikasi, kita harus undang peserta selanjutnya, dan itu bisa berulang kali," imbuhnya.

Lebih lanjut, Endar mengingatkan bahwa rendahnya penawaran tidak serta merta menjamin kualitas pekerjaan baik, "Kalau secara nilai ideal, tetapi lebih penting adalah itikad baik penyedia. Kalau dia menawar rendah tapi tetap melaksanakan sesuai spesifikasi kontrak, itu bagus," ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, peran pengawas proyek menjadi sangat penting untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai dengan dokumen kontrak. "Pengawas harus berani tegas jika ada penyimpangan dari spesifikasi teknis," tandasnya.

(Team) 

Kamis, 03 Juli 2025

Di Indramayu, Semua Wartawan Menolak Pengosongan Graha Pers Indramayu.


Indramayu,  – Sekitar 100 wartawan dari 21 organisasi pers di Indramayu hari ini membanjiri Pendopo Indramayu. Mereka bersatu menyuarakan penolakan keras terhadap kebijakan pengosongan Gedung Graha Pers Indramayu (GPI) di Jalan MT. Haryono Sindang, yang dinilai sepihak oleh Bupati Luck Hakim.

Aksi wartawan ini merupakan buntut dari surat pengosongan GPI yang dikeluarkan tanpa musyawarah, memicu kemarahan dan rasa dilecehkan di kalangan jurnalis Indramayu. Tuntutan utama mereka jelas: pencabutan surat pengosongan GPI.

Chong Soneta, Ketua Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI), mengungkapkan kekecewaannya. "Bupati satu ini kelihatan pendendam," ujarnya, menyinggung perpecahan wartawan saat Pilkada lalu yang terbagi antara mendukung Nina Agustina atau Luck Hakim. Namun, Chong menegaskan bahwa media tetap independen dan menyoroti adanya "penghianat" di tubuh insan pers.

Senada, Ketua IWO-I Atim Savano menyatakan 21 organisasi wartawan dengan tegas menolak meninggalkan GPI.

 "Pemda Indramayu arogan dan tanpa musyawarah atau dialog terlebih dahulu. Ini pelecehan terhadap para jurnalis, pemimpin sombong harus kita lawan," tegas Atim, seraya menambahkan, "Kalau mau mengosongkan GPI harus mediasi dahulu, jangan main preman saja."

Di tengah suasana tegang, wartawan Hendra Sumiarsa menyerukan agar para jurnalis menghadapi situasi ini dengan kepala dingin. "Kita kaum intelektual, harus kita hadapi dengan kepala dingin, ada saatnya kita lawan dengan secara jurnalis juga. Toh pasti mereka (Bupati) pasti tidak bersih-bersih amat," katanya.

Sementara itu, Tomi Susanto dengan tegas menyatakan kesiapan untuk "menduduki pendopo sampai ada titik temu."
Para wartawan bersikukuh bahwa pengosongan GPI tanpa dialog adalah bentuk pelecehan terhadap kebebasan pers dan independensi jurnalis. Aksi hari ini menjadi bukti kuat bahwa komunitas pers Indramayu solid dalam menghadapi kebijakan yang dianggap tidak pro-pers.

(Guntur ,W) 

100 Wartawan Geruduk Pendopo Indramayu, Tolak Pengosongan Graha Pers Indramayu

Indramayu,  – Sekitar 100 wartawan dari 21 organisasi pers di Indramayu hari ini membanjiri Pendopo Indramayu. Mereka bersatu menyuarakan penolakan keras terhadap kebijakan pengosongan Gedung Graha Pers Indramayu (GPI) di Jalan MT. Haryono Sindang, yang dinilai sepihak oleh Bupati Luck Hakim.

Aksi wartawan ini merupakan buntut dari surat pengosongan GPI yang dikeluarkan tanpa musyawarah, memicu kemarahan dan rasa dilecehkan di kalangan jurnalis Indramayu. Tuntutan utama mereka jelas: pencabutan surat pengosongan GPI.

Chong Soneta, Ketua Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI), mengungkapkan kekecewaannya. "Bupati satu ini kelihatan pendendam," ujarnya, menyinggung perpecahan wartawan saat Pilkada lalu yang terbagi antara mendukung Nina Agustina atau Luck Hakim. Namun, Chong menegaskan bahwa media tetap independen dan menyoroti adanya "penghianat" di tubuh insan pers.

Senada, Ketua IWO-I Atim Savano menyatakan 21 organisasi wartawan dengan tegas menolak meninggalkan GPI.

 "Pemda Indramayu arogan dan tanpa musyawarah atau dialog terlebih dahulu. Ini pelecehan terhadap para jurnalis, pemimpin sombong harus kita lawan," tegas Atim, seraya menambahkan, "Kalau mau mengosongkan GPI harus mediasi dahulu, jangan main preman saja."

Di tengah suasana tegang, wartawan Hendra Sumiarsa menyerukan agar para jurnalis menghadapi situasi ini dengan kepala dingin. "Kita kaum intelektual, harus kita hadapi dengan kepala dingin, ada saatnya kita lawan dengan secara jurnalis juga. Toh pasti mereka (Bupati) pasti tidak bersih-bersih amat," katanya.

Sementara itu, Tomi Susanto dengan tegas menyatakan kesiapan untuk "menduduki pendopo sampai ada titik temu."
Para wartawan bersikukuh bahwa pengosongan GPI tanpa dialog adalah bentuk pelecehan terhadap kebebasan pers dan independensi jurnalis. Aksi hari ini menjadi bukti kuat bahwa komunitas pers Indramayu solid dalam menghadapi kebijakan yang dianggap tidak pro-pers.

((Nurbaiti)) 

Babinsa Joglo Ingatkan Petugas Parkir Tingkatkan Keamanan Dan Selalu Waspada Terhadap Lingkungan Sekitar

Surakarta - Babinsa kelurahan Joglo, Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Sertu Ruben dan Sertu Ariyanto melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Petugas Parkir Puskesmas Gambirsari Kel. Joglo, Kec. Banjarsari, Kamis (03/07/2025).

Dikatakan Sertu Ruben dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman diwilayah binaan dirinya mengingatkan kepada Petugas Parkir harus selalu siap dan sigap dalam melayani dan membantu masyarakat yang akan berkunjung berobat di puskesmas Gambirsari peran petugas parkir sangat penting guna menjaga keamanan terhadap fasilitas kendaraan masarakat yang akan berobat. 

"Kami berharap petugas parkir harus selalu menjaga kebersihan dan kerapian agar masyarakat yang berobat merasa puas dan senang dengan pelayanan dan pasilitas yang ada selain tugas utama memberikan jaminan keamanan terhadap kendaraan masyarakat."ujar nya.

"Selalu Waspada dan tingkatkan keamanan di wilayah."pungkasnya.

Penulis: Arda 72