All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

*Polda Jabar Tindak 1.700 Truk Sumbu Tiga yang Masih Melanggar, Edukasi dan Pengawasan Akan Ditingkatkan*

Polda Jawa Barat menindak tegas kendaraan angkutan barang sumbu tiga yang masih nekat beroperasi di jalur tol maupun arteri sela...

Postingan Populer

Jumat, 08 Agustus 2025

Sidang Tugas Akhir D4 Rekayasa Perangkat Lunak Polindra Kordinator Dosen Pastikan Selesai Pertengahan Agustus



INDRAMAYU, 
D4 Rekayasa Perangkat lunak Politeknik Negeri Indramayu Laksanakan Sidang Tugas Akhir Gelombang dua Yang Sedang berjalan pelaksanaanya di kampus Politeknik Negeri Indramayu setelah sebelumnya sudah melaksanakan Sidang Tugas Akhir Gelombang satu.

Kordinator Dosen D4 Rekayasa Perangkat lunak Politeknik Negeri Indramayu Joko Irawan S.Kom.,M.Kom. Jumat 8 Agustus 2025, Kepada Awak media menjelaskan D4 Rekayasa Perangkat lunak Politeknik Negeri Indramayu Sedang berlangsung melaksanakan Sidang Tugas Akhir Gelombang dua Yang Targetnya Pertengahan bulan Agustus Sudah Selesai.Ujarnya

Sebelum Pelaksanaan Sidang Tugas Akhir, dari awal semester sudah kami rancang tahapanya apa saja, dari Sosialisasi, sampai Evaluasi, Persiapan dan Alhamdulillah Selama Pelaksanaan Sidang Tugas Akhir Gelombang Pertama tidak ada kendala Semuanya sudah Kami Ploting jadwalnya, sehingga semua para dosen kebagian untuk Sebagai Penguji.

Joko Irawan Menambahkan Mahasiswa D4 Rekayasa Perangkat lunak di Politeknik Negeri Indramayu berjumlah 135 Mahasiswa, dan yang sudah mengikuti Sidang Tugas Akhir pada gelombang pertama sebanyak 30% dan untuk sisanya nanti yang 70% sekarang Sedang mengikuti Sidang Tugas Akhir di Gelombang dua

Sidang Tugas Akhir Hukumnya Wajib Bagi mahasiswa karena merupakan syarat untuk kelulusan.

Kami Berpesan kepada Para mahasiswa jangan minder perkuat kepercayaan diri sendiri, karena kami yakin semua mahasiswa mampu untuk melaksanakan sidang tugas Akhir 



Dan harapanya kepada para mahasiswa yang sedang melaksanakan Sidang Tugas Akhir Kami percaya kalian mampu bisa melaksanakan Sidang Tugas Akhir ini dengan baik yang terpenting percaya pada diri sendiri 

Dan kami berharap kalian bisa melaksanakan ini dengan baik Semuanya bisa lulus untuk mengikuti Sidang Tugas Akhir.Tutupnya.

PCO: Presiden Ingin Ilmuwan Indonesia Berkolaborasi dengan Saintis Dunia


Jakarta, 7 Agustus 2025 – Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO) Noudhy Valdryno menekankan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait kiprah ilmuwan di Indonesia. Presiden Prabowo ingin ilmuwan Indonesia banyak berkolaborasi dengan saintis dunia.

"Kolaborasi dengan saintis dunia akan semakin menegaskan jalan terang Indonesia Maju," kata Ryno di Jakarta, Kamis (7/8).

Ryno juga mengatakan Presiden Prabowo ingin para saintis ini banyak tampil di ruang publik. Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan. Peran saintis diperlukan terutama melalui strategi industrialisasi nasional yang bertumpu pada hilirisasi, penguasaan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

"Visi ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas," ujar Ryno.

Terkait perhatian Prabowo terhadap perkembangan ilmuwan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025. Acara diselenggarakan pada 7-9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung, Jawa Barat.

PCO mengapresiasi penyelenggaraan KSTI 2025. Konvensi ini bisa menjadi wadah untuk mengumpulkan para saintis.

"Konvensi ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo untuk mempertemukan dan mengumpulkan para peneliti serta guru besar, khususnya bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik atau Engineering, dan Matematika) untuk menyatukan visi berkontribusi memajukan bangsa dan negara," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat membuka KSTI 2025.

Mengusung tema "Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi", KSTI 2025 menjadi wadah kolaboratif antara dunia akademik, industri, pemerintah, media, dan masyarakat untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menjadi industri bernilai tambah tinggi.

KSTI 2025 mendatangkan lebih dari 2 ribu saintis. Brian mengatakan KSTI merupakan ruang strategis untuk mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, daya cipta industri, dan juga ketegasan arah kebijakan negara.

"Sebagai wujud tekad kita bersama menjadikan sains dan teknologi sebagai salah satu senjata perjuangan bangsa," kata dia.

Brian juga mengatakan konvensi ini menjadi spesial. "Pak Rektor melaporkan kepada kami bahwa Prabowo Subianto adalah Presiden aktif menjabat kedua mengunjungi ITB setelah Presiden Soekarno," kata Brian.

Konvensi akan merumuskan peta jalan riset dan inovasi di delapan sektor strategis yang menjadi fokus utama. Meliputi energi; pertahanan; digitalisasi (kecerdasan buatan dan semikonduktor); hilirisasi dan industrialisasi; kesehatan; pangan; maritim; material dan manufaktur maju.

Pemilihan delapan sektor industri prioritas tersebut didasarkan pada kebutuhan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.

"Melalui pengembangan sektor-sektor ini, Indonesia tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk mengambil posisi sebagai pemimpin industri di tingkat global," kata Brian.

(Cephy)

Harkopnas 2025, Bupati Imron: Bangun Koperasi Harus Dimulai dari Karakter



KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, menegaskan untuk membangun koperasi bukan hanya soal kelembagaan dan dana, namun membutuhkan pembinaan karakter dan perubahan pola pikir masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri penutupan rangkaian kegiatan peringatan Hari Koperasi Nasional 2025 di halaman Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Cirebon, Kamis (7/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Imron turut meresmikan peluncuran Koperasi Merah Putih sebanyak 424 unit, yang terdiri dari 412 koperasi desa dan 12 koperasi kelurahan.

Program ini digagas sebagai langkah untuk menggerakkan ekonomi dari tingkat desa.

Namun Imron mengingatkan, koperasi hanya akan berjalan efektif jika disertai pendampingan yang serius dan pembinaan karakter masyarakat. Menurutnya, mengelola koperasi tidak sesederhana membangun jalan atau infrastruktur fisik.

"Kalau jalan rusak, ada anggaran, langsung bisa diperbaiki. Tapi kalau sudah urusan manusia, pola pikir, karakter, itu jauh lebih sulit," ujar Imron dalam sambutannya.

Ia menilai keberhasilan koperasi tergantung pada kemauan anggota untuk belajar, disiplin, dan bekerja sama. Oleh sebab itu, pembinaan mental menjadi aspek penting yang harus diutamakan oleh perangkat daerah.

"Kalau masyarakatnya tidak dibina, koperasi hanya jadi nama. Ini tugas Dinas Koperasi untuk terus turun ke lapangan, bukan hanya saat launching," katanya.

Ia mengaitkan pentingnya gerakan koperasi dengan ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, desa-desa harus diberi ruang untuk mengelola potensi lokal agar tidak hanya bergantung pada pusat.

"Kalau desa bisa menggali dan mengelola kekayaan sendiri, entah itu padi, jagung, atau bawang, maka ketahanan ekonomi kita akan lebih kuat," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkop dan UKM Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, menyatakan pihaknya akan menjadikan peluncuran koperasi ini sebagai momentum memperkuat peran pendamping dan penyuluh koperasi.

Ia juga menyebut, peluncuran 424 koperasi ini selaras dengan arahan Presiden RI yang mendorong penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.

"Kami hanya perpanjangan tangan. Tapi suksesnya ada di desa, ada di masyarakat," tuturnya.

Selain peluncuran koperasi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan gerak jalan sehat dan pelepasan balon merah putih sebagai simbol semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi. 

((Cephy))

Danramil 12/Eromoko Beri Pembekalan Dan Motivasi Untuk Calon Paskibra

Wonogiri - Untuk meningkatkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan nasionalisme mereka dalam menjalankan tugas sebagai pengibar bendera, serta mempersiapkan mereka secara mental dan fisik untuk upacara HUT RI ke-80. 

Danramil 12/Eromoko Kapten Arh Hadi Santoso berkesempatan memberikan motivasi dan pembekalan kepada calon anggota Paskibra siswa dan siswi SMK/ SMP se-Kecamatan Eromoko bertempat di lapangan Desa Eromoko Kec. Eromoko Kab. Wonogiri.

Pembekalan dan motivasi yang diberikan tidak hanya seputar teknis pengibaran bendera, tetapi juga mencakup tentang wawasan kebangsaan dan Nasionalisme. Danramil menekankan pentingnya rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan nasionalisme yang tinggi dalam menjalankan tugas-tugas sebagai Paskibra.

Pada kesempatannya Danramil menekankan pentingnya menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang kuat dalam diri setiap anggota Paskibra. Mereka diingatkan akan arti penting pengibaran bendera sebagai simbol kedaulatan negara.

"Kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi hal paling utama untuk meraih kesuksesan dan keberhasilan kalian, Untuk itu saya mengajak para siswa calon paskibraka memahami bahwa tugas kalian bukan hanya sekedar seremoni, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin tinggi, "tegas Danramil.

Danramil juga memberikan motivasi dan membangun kepercayaan diri kepada para siswa agar mereka mampu menjalankan tugas dengan tenang dan percaya diri di hadapan masyarakat, Mereka dilatih untuk mengatasi rasa gugup dan tekanan.

Dengan pembekalan yang singkat dan komprehensif ini, diharapkan para Paskibra dapat menjalankan tugasnya dengan sempurna dan menjadi kebanggaan bagi sekolah, daerah khususnya dikabupaten Wonogiri, dan juga bangsa Indonesia.

"Harapan kami dengan pembekalan yang singkat ini dapat menjadikan motivasi untuk mempersiapkan para Paskibra di kabupaten Wonogiri ini tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual, Semoga pengibaran bendera pada HUT RI ke-80 berjalan lancar dan khidmat, "tutup Danramil. 

Penulis : Arda 72

Pemkab Cirebon Tertibkan Pengemis di Kawasan Wisata Religi Sunan Gunung Jati

KABUPATEN CIREBON — Kawasan wisata religi Sunan Gunung Jati di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, kini menjadi fokus penataan serius oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Forkopimda dan Polres Cirebon Kota (Ciko). Rabu (5/8/2025).

Tim gabungan dari Pemkab Cirebon, TNI, Polri, Satpol PP, serta unsur kecamatan melakukan penertiban terhadap aktivitas pengemis dan pengamen liar yang kerap meresahkan para peziarah di kawasan tersebut.

Langkah ini bukan sekadar reaksi sesaat, tetapi menjadi bagian dari strategi penataan kawasan wisata religi yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Bahkan, Bupati Cirebon Imron, turun langsung ke lokasi bersama pihak terkait untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan berdialog dengan para pedagang.

“Kami kunjungi Gunung Jati ini, karena banyak masukan, bahwa di sini kondisinya kurang kondusif bagi para peziarah. Ada pemaksaan untuk memberikan sedekah,” ujar Imron.

“Kami ingin kawasan ini rapi, agar peziarah merasa nyaman dan tenang. Efeknya nanti juga baik untuk ekonomi para pedagang,” sambung Imron.

Menurutnya, kenyamanan para peziarah merupakan tanggung jawab bersama. Banyak wisatawan, baik wisatawan domestik maupun dari luar Cirebon, yang merasa terganggu dengan adanya pengemis yang sering memaksa serta pengamen liar yang tidak terkendali.

Imron juga mengungkapkan, bahwa langkah penertiban ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga diiringi pembinaan dan edukasi kepada masyarakat sekitar.

Koordinasi pun dilakukan dengan pihak Kesultanan Kanoman sebagai pengelola kawasan Sunan Gunung Jati.

“Kami terus lakukan pembinaan dan koordinasi dengan para sultan serta masyarakat. Saat ini sudah terlihat lebih tertib dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Kami akan terus lanjutkan bersama Forkopimda,” tegasnya.

Ketika ditanya asal para pengemis, Imron menyebut sebagian besar berasal dari luar daerah, bahkan diduga ada yang sengaja datang ke kawasan ini setiap momen tertentu.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menegaskan bahwa kegiatan penertiban ini adalah hasil dari koordinasi matang Forkopimda, bukan tindakan spontan.

“Kita sudah beberapa kali rapat koordinasi. Bahkan sudah berkomunikasi dengan pihak Kesultanan Kanoman. Mereka sangat mendukung langkah Forkopimda ini,” ujar Eko.

Langkah jangka pendek yang dilakukan saat ini berupa penjagaan rutin setiap hari. TNI, Polri, dan Satpol PP diturunkan untuk menertibkan para pengemis, pengamen, dan oknum penjaga kotak amal yang sempat viral karena meresahkan.

Tidak hanya penindakan, Forkopimda juga menyiapkan program jangka panjang seperti pembinaan profesi dan etika kepada masyarakat sekitar, terutama mereka yang beraktivitas di area wisata religi tersebut.

Namun, Eko juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan hukum jika ditemukan unsur pidana, khususnya pada pengemis yang melibatkan anak di bawah umur atau yang terindikasi bagian dari sindikat.

Dari hasil pendataan sementara, diperkirakan ada sekitar 300 pengemis di kawasan tersebut. Namun jumlah itu bersifat dinamis, karena banyak pengemis datang dan pergi secara acak, bahkan dari luar daerah.

Untuk memastikan kenyamanan berkelanjutan, setiap hari diturunkan 41 personel gabungan, yakni 6 dari Polri, 5 dari TNI, dan 30 dari Satpol PP. Jumlah ini bisa disesuaikan melihat eskalasi di lapangan.

Eko menutup dengan menekankan bahwa upaya ini murni untuk kebaikan semua pihak.

“Ini warisan leluhur, makam karuhun yang harus kita jaga bersama. Dukungan masyarakat luar biasa, para pedagang mendukung, pihak Kesultanan juga mendukung. Kami yakin, kalau konsisten, kawasan ini akan tertib dan jadi destinasi religi yang membanggakan Cirebon,” pungkasnya. 

((Cephy))