All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Siap Unjuk Gigi di Ajang Persit Bisa 2 Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Expo Balai Kartini, Ny Weny Mujono Persiapkan Produk Unggulan Rajutan Orenayou

Jakarta – Semangat kreativitas tanpa batas dari tangan-tangan terampil anggota Persit KCK Cabang L Kodim 0735 Surakarta siap mer...

Postingan Populer

Kamis, 18 September 2025

Pemkab Cirebon dan FKDC Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Tingkatkan Layanan InklusifPemkab Cirebon dan FKDC Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Tingkatkan Layanan Inklusif


KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bekerja sama dengan Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) menyelenggarakan pelatihan dasar bahasa isyarat di Hotel Santika Cirebon, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah, tenaga pendamping disabilitas, komunitas difabel, dan perwakilan perusahaan, serta menghadirkan narasumber dari Yayasan Pancaran Kasih Grage dan GERKATIN Cirebon.

Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pelayanan publik, khususnya bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara, serta mendorong terciptanya lingkungan pelayanan publik yang inklusif.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon yang diwakili oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Agus Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Cirebon bersama FKDC dalam mendukung hak-hak penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam pelayanan publik, khususnya bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara, serta menciptakan lingkungan yang inklusif,” ujar Agus.

“Kami mengapresiasi FKDC atas rangkaian kegiatan sepanjang tahun 2025 dan berharap pelatihan ini dapat membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya dan bekerja,” tambahnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Eva Rachmah Koesoemorini, yang menegaskan bahwa Kabupaten Cirebon telah dicanangkan sebagai kabupaten inklusi.

“Kami sedang menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) mengenai peran disabilitas dalam pembangunan Kabupaten Cirebon,” kata Eva.

“Dengan pelatihan bahasa isyarat ini, kami berharap teman-teman tuli dapat berkomunikasi dengan lebih baik, sekaligus berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” tuturnya.

Ketua FKDC yang diwakili Oni Jahoni, menekankan pentingnya penguasaan bahasa isyarat dalam komunikasi sehari-hari.

“Bahasa isyarat adalah bahasa yang sangat unik dan penting untuk meningkatkan komunikasi dengan difabel tuli,” ucap Oni.

“Kami berharap para pendamping yang mengikuti pelatihan ini bisa menggetoktularkan keterampilan bahasa isyarat kepada orang lain di lingkungannya,” tukasnya.

Selain memberikan materi teknis bahasa isyarat, narasumber dari Yayasan Pancaran Kasih Grage dan GERKATIN Cirebon juga berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mendampingi penyandang disabilitas tuli.

Mereka menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas pemahaman bahasa isyarat di lingkungan kerja pemerintah daerah dan masyarakat.

Dengan begitu, pelayanan publik akan semakin inklusif dan mampu mengakomodasi kebutuhan semua kelompok masyarakat, Termasuk penyandang disabilitas. 

(Cephy)

Bentuk Apresiasi dan Motivasi bagi Generasi Muda, Pemkab Cirebon Beri Penghargaan untuk Paskibraka

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon memberikan penghargaan khusus kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Cirebon tahun 2025.

Pemberian apresiasi ini berlangsung di Ruang Paseban Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Kamis (18/9/2025), sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pelajar yang telah bertugas pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan penghargaan ini merupakan wujud terima kasih sekaligus motivasi agar generasi muda terus menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Alhamdulillah, hari ini pemerintah daerah sudah memberikan penghargaan kepada putra putri Paskibraka yang telah bertugas pada Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-80,” ujar pria yang akrab disapa Jigus ini.

“Dengan pemberian penghargaan ini, diharapkan generasi muda bisa meningkatkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan disiplin,” lanjutnya.

“Ke depan, anak-anak ini nanti sebagai generasi penerus yang akan membangun Kabupaten Cirebon supaya lebih baik dan lebih maju lagi,” ucapnya menambahkan.

Penghargaan yang diberikan tidak hanya berupa simbolis, tetapi juga dukungan nyata dari berbagai pihak.

Jigus menyebut, apresiasi tersebut didukung oleh Kesbangpol Kabupaten Cirebon, tim medis dari Dinas Kesehatan, serta bantuan dalam bentuk tabungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bank BJB.

“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat, khususnya bagi anak-anak agar bisa menabung dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program jangka panjang untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak berprestasi, terutama dari keluarga kurang mampu.

Ia menegaskan, Pemkab Cirebon melalui Dinas Pendidikan akan melakukan pendataan, agar program ini tepat sasaran.

“Kami juga akan menyiapkan program terkait dengan anak-anak yang tidak mampu tapi berprestasi. Nanti akan diidentifikasi melalui Dinas Pendidikan,” tutur Jigus.

“Minimalnya program ini bisa membantu anak-anak di Kabupaten Cirebon, agar tetap bisa sekolah dan berprestasi meskipun kondisi ekonominya terbatas,” tandasnya. 

(Cephy)

Bupati Imron Lantik 290 PPPK Tahap Dua

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron melantik sebanyak 290 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap dua di Aula Cakrabuana BKPSDM Kabupaten Cirebon, Rabu (17/9/2025).

Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik melalui penambahan tenaga aparatur di berbagai sektor.

Imron menegaskan, tenaga PPPK yang baru dilantik, harus bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

“Kami berharap kerja-kerja mereka baik, sehingga pelayanan yang dibutuhkan masyarakat bisa terlayani dengan maksimal,” katanya.

Ia menyebutkan, para aparatur yang baru saja diangkat memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Imron menekankan agar para PPPK tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Sebab, masih banyak masyarakat lain yang belum mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi aparatur.

“Mereka harus bersyukur, karena banyak orang lain masih menganggur. Bersyukur itu ada dua, kepada Allah SWT dan dengan cara bekerja dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, sikap syukur tersebut harus diwujudkan dengan kinerja optimal agar pelayanan publik di Kabupaten Cirebon semakin meningkat.

Imron juga mengingatkan, keberadaan PPPK diharapkan dapat membawa kemajuan nyata bagi pembangunan daerah.

“Kalau mereka bekerja dengan baik, maka kemajuan Kabupaten Cirebon akan lebih cepat terwujud,” katanya.

Adapun ratusan PPPK yang dilantik berasal dari berbagai formasi, meliputi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis di sejumlah kantor pemerintahan.
Dengan pelantikan tahap dua ini, Pemkab Cirebon berharap kebutuhan sumber daya manusia di sektor pelayanan publik dapat terpenuhi secara bertahap.

“Kami akan terus berupaya menambah jumlah tenaga PPPK sesuai dengan kebutuhan dan formasi yang tersedia,” pungkasnya. 

(Cephy)

Pemkab Cirebon Gelar Rapat Koordinasi Evaluasi Tata Kelola Pemerintahan Bersama KPK

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah melalui penguatan peran Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Monitoring Center for Prevention (MCP) atau MASA.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Nyimas Gandasari Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (17/9/2025).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah Kabupaten Cirebon dan Kepala Satuan Tugas Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsubgah) Wilayah II Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Arif Nurcahyo.

Bupati Cirebon, Imron, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menjalankan tugas dan fungsi secara benar, jujur, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita sebagai pejabat pelaksana di Kabupaten Cirebon, selain melaksanakan tugas dan fungsi untuk kemaslahatan masyarakat, juga harus mempertanggungjawabkannya secara administratif agar sesuai aturan yang ada,” ujar Imron.

Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dan keterbukaan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, sekaligus meminta arahan dari KPK agar pelaksanaan pemerintahan berjalan pada jalur yang tepat.

“Rapat koordinasi ini kami manfaatkan untuk mengajak seluruh pejabat di Kabupaten Cirebon bekerja dengan benar dan bersama-sama. Kami juga mohon bimbingan dari KPK, agar pelaksanaan tugas kami tetap pada jalurnya,” lanjutnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu juga memberikan dorongan kepada para pejabat agar tidak merasa takut selama bekerja sesuai aturan.

Ia menekankan pentingnya integritas dan etika dalam menjalankan amanah jabatan.

“Saya berpesan, jadi pejabat itu bukan sekadar benar, tapi juga harus beretika dengan benar,” tegas Imron.

Sementara itu, Kepala Satgas Korsubgah Wilayah II KPK RI, Arif Nurcahyo menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi dan upaya membangun kesadaran kolektif untuk memperkuat integritas dan tata kelola pemerintahan.

“Hari ini kita juga silaturahmi, menjalin hubungan baik dan saling mengingatkan. Bagaimana menjaga dan meningkatkan tata kelola sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, korupsi dapat dicegah ketika setiap penyelenggara pemerintahan menjalankan tugas sesuai regulasi dan pertimbangan hukum yang berlaku.

“Apakah korupsi bisa hilang? Bisa, manakala kegiatan kita laksanakan sesuai dengan aturan main dan regulasi yang telah ditetapkan. Harus ada pertimbangan yuridis hukum,” tandasnya.

 (Cephy)

Kontingen Atlet Pelajar Kabupaten Cirebon Siap Berlaga di POPDA XIV Jabar 2025

KABUPATEN CIREBON — Kontingen atlet pelajar Kabupaten Cirebon secara resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat 2025.

Acara pelepasan dilaksanakan di Ruang Paseban Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (17/9/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon, Imron menyampaikan, bahwa olahraga memiliki peran penting, tidak hanya untuk kebugaran jasmani, tetapi juga dalam pembentukan karakter generasi muda.

Ia menekankan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam dunia olahraga, seperti sportivitas, kerja sama, semangat juang, dan pantang menyerah.

“Kegiatan olahraga tidak hanya membawa dampak positif terhadap peningkatan dan pemeliharaan kesehatan jasmani, namun juga merupakan media efektif dalam pembentukan sumber daya manusia yang lebih berkualitas,” ujar Imron.

Menurutnya, prestasi dalam dunia olahraga tidak terlepas dari tiga faktor penting, yaitu dukungan keluarga, kualitas pelatih, serta peran organisasi olahraga seperti cabang olahraga (cabor) dan KONI.

“Atlet ini sebenarnya ada tiga faktor yang menentukan berprestasi atau tidak. Pertama, keluarganya, kalau orang tua mendukung. Kedua, pelatihnya, pelatih ini harus tahu potensi anak. Ketiga, organisasi cabor dan KONI,” jelas Imron.

Ia juga memberi semangat kepada para atlet yang belum meraih prestasi untuk terus berlatih dan berusaha.

Imron berharap para atlet dapat berkembang tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam kemampuan berpikir dan kepekaan sosial.

“Kami berharap anak-anak kita ini akan maju. Otot, otak, dan hati nurani adalah faktor penting dalam kemajuan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Jois Putra menjelaskan, keikutsertaan dalam POPDA XIV Jawa Barat 2025 merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan terhadap olahraga pelajar di Kabupaten Cirebon.

Ia menyebutkan, selain mengejar prestasi, ajang ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpelajar di Jawa Barat.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sukses dalam pencapaian prestasi, serta sukses dalam pemberdayaan potensi olahraga pelajar Kabupaten Cirebon,” ujar Jois.

Lebih lanjut, Jois menyebut, POPDA merupakan ajang penting dalam mencetak dan melahirkan calon atlet terbaik dari kalangan pelajar, bersama dengan ajang lainnya seperti Popwilda dan POPNAS.

“Kegiatan ini juga menuntut capaian pembinaan prestasi olahraga pelajar, serta menjadi media untuk memelihara tali silaturahmi antarpelajar se-Jawa Barat,” pungkasnya.

Kontingen atlet pelajar Kabupaten Cirebon yang diberangkatkan terdiri dari puluhan atlet yang akan berlaga di berbagai cabang olahraga.

Mereka akan membawa semangat juang dan nama baik daerah dalam ajang yang digelar empat tahunan tersebut.

 (Cephy)