All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Polresta Cirebon Larang Nobar dan Konvoi Suporter Jelang Pertandingan Persija vs Persib

CIREBON – Jelang laga klasik antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung, jajaran Polresta Cirebon mengambil langkah tegas deng...

Postingan Populer

Kamis, 30 Oktober 2025

Bermotto Mulus Rahayu, Cikawung Menuju Desa Tangguh Pangan Terbaik Nasional


 

INDRAMAYU, Patroliunit1.com – Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, menjadi wakil Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional 2025. Penilaian wawancara dilakukan secara virtual di Indramayu Command Center (ICC) pada Rabu (29/10/2025), menandai momen penting bagi masyarakat Cikawung untuk menunjukkan berbagai inovasi dan potensi unggulannya.

 

Dalam paparannya, Kuwu Desa Cikawung, Sept Rahayu, menyampaikan tema besar pembangunan desa, yakni "Desa Tangguh Ketahanan Pangan Menuju Mulus Rahayu" yang mencerminkan semangat kemandirian, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan yang terus dijaga oleh masyarakatnya.

 

Terletak di ujung selatan Kabupaten Indramayu, Desa Cikawung berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang dan Majalengka. Wilayah ini menjadi "teras" atau wajah selatan Indramayu, sekaligus satu-satunya desa di Kabupaten Indramayu yang memiliki bentang perbukitan serta akses langsung ke Tol Cikopo–Palimanan (Cipali).

 

Dengan luas wilayah mencapai 7.368 hektare, komposisi lahan di Desa Cikawung terdiri dari lahan perhutani seluas 5.650 hektare, lahan persawahan 1.588 hektare, dan lahan permukiman 130 hektare.

Meski jarak tempuh menuju pusat kecamatan sekitar 28 kilometer dan ke pusat kabupaten mencapai 72 kilometer, Pemerintah Desa Cikawung tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima dan tanggap darurat bagi seluruh warga.

 

Jumlah penduduknya mencapai 8.140 jiwa, terdiri dari 4.011 laki-laki dan 4.129 perempuan. Sekitar 42 persen di antaranya berprofesi sebagai petani, menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa.

 

Pemerintah Desa Cikawung terus berbenah dengan berbagai inovasi pelayanan digital dan sosial, di antaranya:

• CIKINI (Cikawung Info Terkini)

Portal informasi desa yang memuat program Info Cikawung, Cikawung Kiwari, Cika Cita (Cikawung Tepat Tanggap), serta Si Cinta (Sistem Informasi Cikawung Tanggap Bencana).

Seluruh layanan ini terintegrasi dengan website desa, menjadi pusat informasi publik yang cepat dan transparan.

• SICEPOT (Sistem Pelayanan Cepat dan Tidak Repot)

Layanan administrasi terpadu yang mempermudah pembuatan surat keterangan domisili, kematian, usaha, dan berbagai dokumen lainnya.

• Pojok Ilmu

Ruang baca yang disediakan di area pelayanan desa untuk menambah wawasan masyarakat. Warga dapat membaca sambil menunggu layanan, menciptakan suasana edukatif di kantor desa.

 

Tangguh dalam Ketahanan Pangan Desa Cikawung menjadi salah satu sentra ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu. Pemerintah desa bekerja sama dengan Perhutani dalam penyediaan lahan garapan bagi masyarakat, seluas 4.040 hektare pada tahun 2023–2024 dari total lahan perhutani 5.708 hektare.

 

Pemanfaatan lahan tersebut meliputi: Petani hortikultura: ± 200 hektare, Petani jagung: ± 1.350 hektare, Sawah: 795 hektare, Padi gogo: 1.705 hektare.

 

Tak heran jika Cikawung juga dikenal sebagai sentra lumbung jagung.

Dengan luas garapan 1.350 hektare, sebanyak 600 petani jagung mampu menghasilkan 3.400 ton jagung per tahun. Harga jual jagung mencapai Rp5.500 per kilogram (basah) dan Rp6.600 per kilogram (kering).

 

Dengan segala potensi, inovasi, dan semangat warganya, Desa Cikawung layak menjadi inspirasi desa tangguh di Jawa Barat.

Cikawung bukan sekadar desa di perbatasan, tetapi simbol kemajuan desa pedalaman yang mampu bangkit dan berdaya menuju "Mulus Rahayu." (Atin Supriatin)

Pemkab Indramayu Lindungi 2.500 Nelayan Kecil Dengan Asuransi, Perlindungan Nyata bagi Pejuang Laut


INDRAMAYU, Patroliunit1.com – Di pesisir utara Indramayu, suara deru perahu dan hempasan ombak menjadi saksi perjuangan para nelayan kecil yang setiap hari menantang lautan demi menafkahi keluarga. Di balik keberanian itu, tersimpan risiko besar yang bisa datang kapan saja badai, cuaca ekstrem, atau kecelakaan di laut. 

Kini, rasa khawatir itu sedikit berkurang. Pemerintah Kabupaten Indramayu hadir memberikan jaminan perlindungan asuransi bagi 2.500 nelayan kecil, dengan total premi mencapai Rp504 juta yang sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah.

Langkah ini bukan sekadar program formal, tetapi bentuk kepedulian nyata terhadap para pejuang laut yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir. Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, Pemkab Indramayu ingin memastikan setiap nelayan memiliki perlindungan sosial dan rasa aman saat melaut.

Pada nelayan kecil Kabupaten Indramayu per orang diberikan premi asuransi sebesar Rp16.800,- per bulan selama 12 bulan, yang total proteksi dalam 1 tahun mencapai Rp201.600 per orang. 

Salah satu nelayan penerima manfaat, Asep asal Kecamatan Kandanghaur, menuturkan betapa pentingnya program ini bagi dirinya dan keluarga.

"Kami ini tiap hari berhadapan dengan ombak dan cuaca yang tidak bisa ditebak. Dengan adanya asuransi dari pemerintah, hati jadi lebih tenang. Kalau terjadi sesuatu, keluarga kami tidak dibiarkan tanpa perlindungan," ujarnya dengan suara bergetar.

Hal senada disampaikan Wanita, nelayan asal Kecamatan Karangampel. Dia menyebut program ini membawa rasa aman yang sebelumnya tak pernah mereka rasakan.

"Biasanya kalau ada musibah, kami bingung harus minta tolong ke siapa. Tetapi sekarang, dengan asuransi ini, kami merasa lebih diperhatikan. Terima kasih untuk Pak Bupati dan semua pihak yang peduli pada nasib nelayan kecil seperti kami," tuturnya dengan senyum lega.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan perlindungan sosial bagi para nelayan.

"Ini bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu kepada nelayan agar mereka terlindungi dan lebih tenang bekerja. Dengan begitu, kesejahteraan nelayan akan terus meningkat," ujar Bupati Lucky Hakim.

Lebih jauh, Lucky menyebutkan bahwa asuransi ini bukan hanya soal perlindungan finansial, tetapi juga tentang penghargaan terhadap kerja keras dan keberanian para nelayan yang selama ini menopang perekonomian daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, menjelaskan bahwa program ini mencakup perlindungan atas risiko kecelakaan baik saat melaut maupun di darat, serta santunan bagi ahli waris jika nelayan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

"Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi sosial untuk keberlangsungan ekonomi pesisir. Kami ingin memastikan setiap nelayan di Indramayu memiliki jaminan perlindungan yang layak ketika mereka bekerja, " jelasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat komitmen menuju Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong) menghadirkan kesejahteraan yang bukan hanya terasa di darat, tetapi juga di laut, tempat para nelayan menggantungkan harapan hidup mereka. (Atin Supriatin)

Momentum Sumpah Pemuda, SKPD Indramayu Kompak Gaungkan Semangat Persatuan


 
 INDRAMAYU,Patroliunit1.com – Dengan penuh semangat kebangsaan, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu serentak menggelar upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Selasa (28/10/2025).


Tahun ini, peringatan digelar dengan tema nasional "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu", sebagai pengingat bahwa semangat persatuan dan perjuangan para pemuda tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman.

Di halaman Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, seluruh pegawai mengikuti upacara dengan khidmat. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Sekretaris Diskominfo Erni Heriningsih, yang membacakan pidato resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa semangat pemuda masa kini tidak lagi ditandai dengan mengangkat bambu runcing, melainkan dengan mengangkat ilmu pengetahuan, kerja keras, dan kejujuran dengan semangat juang yang sama seperti para pemuda 1928.

 "Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah. Pemuda jangan takut bermimpi besar dan jangan takut gagal, karena mereka adalah penentu sejarah berikutnya," tegas Erni saat membacakan amanat tersebut.

Upacara peringatan ini dilaksanakan serentak di seluruh SKPD Kabupaten Indramayu, dipimpin oleh masing-masing pimpinan instansi. Setiap peserta mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) bagi pejabat dan seragam KORPRI bagi ASN lainnya, menambah kekhidmatan jalannya upacara yang dimulai tepat pukul 08.00 pagi.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, kolaborasi, dan sinergi antar-generasi, serta meneguhkan komitmen seluruh elemen masyarakat Indramayu dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Semangat "Pemuda Pemudi Bergerak" diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi gerakan nyata untuk membangun bangsa yang kuat, maju, dan berdaya saing. (Atin Supriatin)

Tertarik Sertifikasi Halal dan Uji Nutrisi, Warga Datangi Pelayanan Diskopdagin


 INDRAMAYU, patroliunit 1- Kegiatan fasilitasi sertifikasi halal dan uji nutrisi pada pelaksanaan pelayanan gratis oleh jajaran Diskopdagin di desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku industri kecil menengah, hal itu terlihat ketika banyaknya warga yang sehari-harinya menggeluti usaha rumahan ingin mengetahui proses sertifikasi halal dan uji nutrisi agar produk usahanya mempunyai label halal dan terpampang kandungan nutrisi. 
Seperti yang dikatakan Opah yang mendampingi pelaku industri kecil menengah ketika mengunjungi pos pelayanan Diskopdagin, Jumat (24/10/2025). Pemasangan label halal dan kandungan nutrisi pada produk makanan serta minuman itu sangat penting, karena selain merupakan upaya peningkatan kepercayaan konsumen, juga untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.
Adanya kegiatan fasilitasi sertifikasi halal dan uji nutrisi secara gratis oleh Diskopdagin di desa krasak tersebut, menurutnya sangat membantu para pelaku industri kecil menengah dalam membuat label halal dan kandungan nutrisi pada produk usahanya. 
"Pelayanan terkait fasilitasi sertifikasi halal dan uji nutrisi yang dilaksanakan di desa Krasak tersebut membantu mempermudah para pelaku industri kecil menengah dalam pembuatan label halal dan kandungan nutrisi pada produk usahanya. Pemasangan label halal dan tampilan kandungan nutrisi itu sangat penting agar konsumen percaya makanan maupun minuman yang dikonsumsinya bergizi juga higienis", ujar Opah. 
Kepala Diskopdagin Ali Fikri yang mendampingi dan memantau langsung petugas fasilitasi sertifikasi halal dan uji nutrisi pada kegiatan pelayanan gratis di desa Krasak, mengatakan, kegiatan jajarannya merupakan pelayanan prima yang digagas Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin agar produk usaha para pelaku industri kecil menengah berlabelkan halal sekaligus terpampang kandungan nutrisinya. 
Dijelaskan, kehalalan suatu produk harus dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat halal, selanjutnya dilakukan uji nutrisi agar kemasan pada produknya tercantum kandungan nutrisinya. Selain itu bagi pelaku industri kecil menengah yang akan melakukan uji nutrisi, caranya terbilang sangat mudah diantaranya yakni memiliki NIB, telah memiliki sertifikat halal dan PIRT, fotocopy KTP, tempat produksi di Kabupaten Indramayu, mempunyai produk dan kemasan, mendaftarkan paling banyak satu jenis atau varian produk yang sudah memiliki pasar dan sudah beroperasi secara kontinu lebih dari satu tahun, serta bersedia memberikan sebelas sampel produk untuk uji laboratorium. 
"Manfaat uji nutrisi inipun untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan, memberikan informasi akurat kepada konsumen melalui label nutrisi, mendukung pengembangan produk baru serta membantu promosi kesehatan masyarakat dengan mendeteksi kekurangan nutrisi dan yang terpenting para pelaku industri kecil menengah telah mematuhi regulasi pemerintah", tukas Ali Fikri. (Aatin Supriatin)

Tak Hanya Urusi Kesehatan, Posyandu Harus Jalankan 6 SPM


INDRAMAYU, patroliunit 1.com - Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tingkat Kabupaten secara tegas mengumumkan komitmennya untuk mentransformasi Posyandu dari sekadar urusan kesehatan menjadi pusat pelayanan multi-sektor yang mengacu pada 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). 
Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Posyandu yang diselenggarakan di Ruang Rapat Ki Tinggil Setda Kabupaten Indramayu pada Senin (27/10/2025).
Rakor yang dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Kadmidi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai SKPD, seperti Dinas Pendidikan, Satpol PP, PUPR, Kimrum, dan Dinas Sosial, sebagai wujud kolaborasi dan "pengeroyokan" program.
Plt. Kepala DPMD Indramayu, Kadmidi menjelaskan, Posyandu saat ini dituntut melaksanakan 6 SPM, meliputi Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (Rutilahu), Ketentraman/Ketertiban Umum, dan Sosial. 



"Fungsinya tidak lagi berfokus hanya pada kesehatan, tetapi meluas," ujarnya.
Meski komitmen ditingkatkan, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan administrasi. Tercatat, dari 317 desa/kelurahan di Indramayu, belum ada satu pun Posyandu yang teregistrasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), meskipun surat dorongan telah dikirimkan dua kali kepada Camat.
"Setiap posyandu harus terdaftar di Kemendagri," tegasnya, sambil menambahkan bahwa Peraturan Bupati (Perbup) terkait pelaksanaan 6 SPM sedang dalam proses harmonisasi hukum.
Sebagai langkah nyata, Posyandu Matahari Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, telah ditetapkan sebagai pilot project dan akan mengikuti pelatihan di Kuningan pada 4 November 2025.
Ketua PKK Kabupaten Indramayu, Hj. Idah Nuryani, dalam sambutannya, menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dan pendanaan desa. Beliau menegaskan, Dana Desa (DD) harus dimanfaatkan untuk program pemberdayaan yang merata, tidak hanya per kelompok, dan juga menyentuh isu krusial seperti pencegahan stunting melalui perbaikan ekonomi keluarga tidak mampu.
Di bidang program, DPMD akan memastikan perencanaan desa memiliki irisan dengan 6 SPM. Contohnya, program pengelolaan air baku oleh Dinas PUPR beririsan dengan pemenuhan air bersih, sementara perbaikan Rutilahu oleh Kimrum terkait langsung dengan peningkatan kualitas permukiman.
Sejumlah kendala juga dibahas, termasuk masalah klasik seperti kurangnya koordinasi antara Camat/Kuwu sehingga program pusat sering tidak tersampaikan ke desa. Selain itu, masalah sosial seperti tingginya angka Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tidak tertangani dan kesulitan mengidentifikasi calon pengantin (catin) dari keluarga ekonomi menengah ke bawah juga menjadi perhatian.
Menanggapi kendala administrasi, Tim Akademisi dari TP Posyandu Kabupaten menyatakan kesediaan untuk membantu Posyandu desa dalam membuat format administrasi dan pelaporan (seperti SK, notulen, dan dokumen) agar kader tidak lagi terbebani oleh kesulitan teknis.
Kepada seluruh SKPD, Tim Pembina Posyandu mengimbau untuk mewujudkan rencana kerja 6 SPM dan siap mendukung Posyandu yang ada di setiap desa. (Atin Supriatin )