All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Babinsa Banjarsari Gotong Royong Bersihkan Kali Pepe, Cegah Banjir & Penyebaran Bibit Penyakit

Surakarta – Semangat gotong royong kembali terlihat di Kelurahan Gilingan. Danramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Mulyo...

Postingan Populer

Selasa, 17 Februari 2026

Piket Koramil 04/Jebres Gencar Patroli Malam Bersama Linmas Guna Tercipta Wilayah Aman Dan Kondusif

Surakarta - Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Watono melaksanakan Patroli malam guna terciptanya wilayah yang aman terkendali di wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta, Senin (16/02/2026) Pukul 21.00 Wib.

Dikatakan Sertu Watono pelaksanaan patroli tersebut dilaksanakan bersama Linmas di wilayah keramaian dan obyek vital yang berada di wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta.

"Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali serta hal tersebut senantiasa dilaksanakan demi memastikan dan mengecek langsung kondisi wilayah di saat malam hari."pungkas Sertu Watono.

Penulis : Arda 72

Gudang Pelindo di Panjunan Terbakar, Polisi Lakukan Cek TKP Dini Hari

Cirebon Kota – Sebuah gudang milik PT Pelindo Cirebon yang disewa pihak swasta dilaporkan mengalami kebakaran pada Selasa (17/02/2026) dini hari di Jalan Benteng, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Peristiwa kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 04.30 WIB, saat saksi Lukman yang merupakan petugas keamanan lapangan padel di sekitar lokasi melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api dari dalam gudang PT Pelindo.

Gudang tersebut diketahui disewa oleh Sdr. Riki dan Sdr. Kristo untuk menyimpan ampas cangkang kelapa sawit, serta dalam kondisi tidak dijaga secara khusus pada saat kejadian berlangsung.

Mendapati kejadian tersebut, saksi segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Sekitar pukul 06.00 WIB, api berhasil dipadamkan oleh tiga unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi, dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menindaklanjuti kejadian itu, personel Polsek Lemahwungkuk yang dipimpin PS Kanit Reskrim segera mendatangi lokasi untuk melaksanakan cek tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan kondisi lapangan dan mengumpulkan keterangan awal.

Langkah-langkah yang dilakukan petugas meliputi pengecekan TKP, interogasi saksi, pendokumentasian lokasi kebakaran, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Cirebon Kota untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Lemahwungkuk IPTU Usep Winta, S.H. menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran, termasuk menghimpun keterangan tambahan dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari unit terkait.

“Kami telah melakukan cek TKP dan mengamankan data awal di lapangan. Proses penyelidikan akan terus kami lanjutkan sesuai prosedur untuk mengetahui penyebab kebakaran secara pasti,” ujar IPTU Usep Winta.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau pihak pengelola maupun penyewa gudang agar memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan, khususnya terkait penyimpanan material mudah terbakar, serta mengajak masyarakat untuk segera melapor melalui Layanan Polisi 110 apabila mengetahui potensi bahaya kebakaran atau kejadian darurat lainnya agar dapat segera ditangani.

((Bang keling))

Kapolres Bangka Barat Pastikan 102 Personel Kawal 21 Klenteng, Perayaan Malam Imlek Berlangsung Aman



Polres Bangka Barat memastikan perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi di Kabupaten Bangka Barat berlangsung aman dan kondusif.

Sebanyak 102 personel diterjunkan untuk mengamankan 21 klenteng yang tersebar di sejumlah kecamatan. Pengamanan dimulai sejak sore hari hingga seluruh rangkaian ibadah malam selesai dilaksanakan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, kehadiran personel di setiap klenteng merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya.

"Sejak sore seluruh personel sudah kami ploting di masing-masing klenteng. Kami ingin memastikan umat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman," ujar Pradana, Senin (16/2/2026).

Ia juga turun langsung meninjau sejumlah titik pengamanan untuk memastikan kesiapan anggota di lapangan. Selain penjagaan statis di area klenteng, petugas melakukan patroli mobile guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta membantu pengaturan arus lalu lintas.

Menurut dia, pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif, dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pengurus klenteng serta unsur TNI dan pemerintah daerah agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar.

"Kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah bentuk pelayanan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan bahwa negara hadir untuk menjaga keamanan setiap momentum keagamaan," katanya.

Hingga malam pergantian tahun, situasi di seluruh titik pengamanan terpantau aman dan terkendali. Pradana pun mengapresiasi partisipasi masyarakat Bangka Barat yang turut menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi nilai toleransi.

Ia menegaskan, komitmen menjaga kerukunan dan keamanan akan terus menjadi prioritas kepolisian dalam setiap agenda masyarakat.
"Bangka Barat adalah rumah bersama. Keamanan dan kedamaian ini adalah tanggung jawab kita semua," ujar Pradana.

(HR) 

Senin, 16 Februari 2026

Kebakaran Di SPBU Kejora Bongkar Skema Pengeritan Pertalite, Ada Dugaan Main Mata Oknum.


Bangka Tengah – Kebakaran hebat melanda satu unit mobil minibus merek Suzuki APV di area SPBU 2431115 Kejora, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa itu sontak menggegerkan warga dan pengguna jalan yang tengah mengantre pengisian BBM.

Dari pantauan di lapangan, api dengan cepat melalap bagian belakang kendaraan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun insiden ini membuka dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang selama ini diduga berlangsung sistematis.

Tangki Modifikasi Diduga Muat Hingga 100 Liter

Sumber yang ditemui tim investigasi awak media mengungkapkan, mobil tersebut kerap terlihat bolak-balik mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut hampir setiap hari.
"Benar bang, mobil itu sering isi di sini. Hampir tiap hari bolak-balik," ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Di dalam kendaraan yang terbakar, ditemukan tangki modifikasi berukuran besar yang diduga mampu menampung hingga 100 liter BBM. Modus yang lazim digunakan para "pengerit" BBM subsidi, menurut sumber, adalah dengan membawa banyak barcode aplikasi MyPertamina agar dapat berulang kali melakukan pengisian dalam jumlah besar.

Praktik ini diduga tidak berjalan sendiri. Narasumber menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum pemegang stik nozel yang mempermudah proses pengisian berulang.

"Biasanya ada yang dukung dari dalam. Ada fee untuk uang tutup mata. Itu sudah lumrah," ungkapnya.

Jika benar, pola ini menunjukkan adanya praktik terorganisir dalam penyalahgunaan BBM subsidi.

Diduga Dipasok ke Tambang Ilegal

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan, BBM subsidi yang dikumpulkan tersebut diduga dijual kembali ke sejumlah aktivitas tambang ilegal di wilayah Bangka Belitung. Seperti diketahui, daerah ini memang dikenal sebagai kawasan pertambangan timah, termasuk yang beroperasi tanpa izin resmi.

Praktik tersebut jelas merugikan negara dan masyarakat yang berhak atas BBM bersubsidi. Pemerintah telah mengatur sanksi tegas terhadap penyalahgunaan BBM subsidi dalam skala besar.

Dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Cipta Kerja, pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat dijerat pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

Desakan Tindakan Tegas

Peristiwa terbakarnya mobil APV ini menjadi alarm keras bagi pemerintah, aparat penegak hukum, serta pihak terkait seperti PT Pertamina (Persero) dan BPH Migas untuk segera melakukan evaluasi dan penindakan.
Apabila terbukti ada keterlibatan atau pembiaran dari pihak pengelola SPBU, maka sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional secara permanen dinilai layak dipertimbangkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola SPBU 2431115 Kejora maupun dari PT Pertamina (Persero) terkait insiden kebakaran dan dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.

Tim investigasi awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna memastikan fakta dan pertanggungjawaban atas peristiwa ini.

(HR/TIM) 

Imlek 2026, Polres Cirebon Kota Fokus Amankan Lima Titik Ibadah

CIREBON KOTA – Jajaran Polres Cirebon Kota melaksanakan pengamanan maksimal menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Senin (16/02/2026), dengan memfokuskan pengamanan pada lima vihara dan klenteng di wilayah Kota Cirebon.

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek dapat berjalan dengan aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi umat yang melaksanakan sembahyang.

Salah satu titik utama pengamanan berada di Vihara Dewi Welas Asih, klenteng Tridharma yang berlokasi di Jalan Kantor, Kota Cirebon, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Tao dengan jumlah jemaat cukup besar setiap perayaan Imlek.

Kapolres Cirebon Kota Eko Iskandar menjelaskan bahwa pengamanan telah dimulai sejak pagi hari dan akan terus dilaksanakan hingga malam pergantian tahun, bahkan berlanjut sampai hari berikutnya menyesuaikan dengan rangkaian ibadah.

“Sejak pagi hingga sore ini, dan nanti malam, kami melaksanakan pengamanan untuk saudara-saudara kita yang merayakan Imlek. Di Kota Cirebon terdapat lima titik yang menjadi fokus atensi pengamanan selama rangkaian perayaan Imlek,” ujarnya saat memantau langsung kesiapan pengamanan.

Sebanyak 250 personel Polres Cirebon Kota dikerahkan dan disebar di masing-masing vihara dan klenteng, dengan jumlah personel yang disesuaikan berdasarkan estimasi jemaat di setiap lokasi ibadah.

“Mulai pagi, sore, malam ini, hingga besok pagi dan malam masih terdapat kegiatan sembahyang. Anggota kami standby di sekitar vihara untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman,” tambahnya.
Kapolres juga menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di seluruh vihara dan klenteng terpantau aman dan terkendali, serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama.

“Kota Cirebon sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang kental dengan nilai pluralisme. Kerukunan antarumat beragama terlihat nyata, dan ini harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, semangat toleransi di Kota Cirebon juga terlihat dari partisipasi masyarakat lintas agama yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Imlek sebagai bentuk solidaritas sosial.

“Tidak hanya umat Konghucu dan Buddha, masyarakat Muslim di Kota Cirebon juga ikut berpartisipasi membantu. Ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan umat beragama yang sangat kami apresiasi,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, salah satu pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Hendra, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan lebih sederhana mengingat waktunya yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan, termasuk tidak dilaksanakannya perayaan Cap Go Meh secara besar-besaran.

“Cap Go Meh dilaksanakan secara internal vihara saja, sebagai bentuk saling menghormati karena berdekatan dengan bulan Ramadan. Persiapan Imlek sendiri sudah hampir 100 persen dan tinggal penyempurnaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian ibadah tetap dilaksanakan seperti biasa, termasuk menyalakan lilin dan sembahyang bersama menjelang pergantian tahun sebagai simbol harapan agar di tahun baru semangat semakin kuat dan cita-cita dapat terwujud, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

((Bang keling))