All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Polsek Bonai Darussalam Intensifkan Patroli Rumah Kosong Saat Mudik, Antisipasi Tindak Kejahatan

ROKAN HULU – Dalam rangka menjaga keamanan selama musim mudik Idul Fitri 1446 Hijriah, jajaran Polsek Bonai Darussalam melaksana...

Postingan Populer

Senin, 23 Maret 2026

Petugas Pos Yan Res Area 208 B Sigap Evakuasi Pemudik Sakit di Tol Palikanci

Cirebon Kota - Seorang pemudik wanita mendadak sakit parah saat perjalanan mudik dari Sragen Jawa Tengah menuju Serang Banten, pada Senin (23/03/2026) pukul 13.40 WIB, sehingga memerlukan pertolongan cepat di Pos Yan Res Area 208 B Tol Palikanci. Petugas Pos Yan segera merespons laporan keluarga korban, mengambil tindakan cepat untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil patroli.

Korban, Diah Normalasari, perempuan berusia 32 tahun, tiba-tiba demam tinggi hingga pingsan saat berada di jalan tol, tepat sebelum memasuki Res Area KM 208 B. Keluarga langsung meminta bantuan petugas Pos Yan untuk penanganan darurat.

Kapolsek Mundu AKP Didi Sumardi SH menjelaskan, personel Pos Yan Res Area 208 B dibawah pimpinan Ka Ploeg 1 IPDA Feri Vernando S, SH, MH bersama anggota Sat Lantas segera mengawal dan membawa korban ke RS Mitra Plumbon agar mendapat perawatan medis secepat mungkin. Langkah ini dilakukan secara cepat dan tertib dengan pengawalan mobil Patwal.

Selama perjalanan, petugas memastikan kondisi korban stabil dan memberikan prioritas penuh terhadap keselamatan, sehingga korban sampai di rumah sakit tanpa hambatan. Kecepatan tanggap ini menjadi bukti kesiapsiagaan Polres Cirebon Kota dalam melayani masyarakat terutama di masa puncak arus mudik.

Selain evakuasi, petugas juga memberikan arahan kepada keluarga korban agar tetap tenang dan mendampingi selama proses perawatan, sekaligus mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi agar tidak mengganggu lalu lintas tol. Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi humanis antara petugas kepolisian dan masyarakat.

Petugas Pos Yan Tol Palikanci menekankan pentingnya kewaspadaan selama perjalanan mudik, termasuk memantau kondisi kesehatan anggota keluarga dan segera meminta pertolongan bila diperlukan. Kesigapan petugas menjadi penentu keselamatan di jalur mudik yang padat.

Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang bertugas, khususnya Pos Yan Res Area 208 B dan Sat Lantas Polres Cirebon Kota, atas tindakan cepat yang menyelamatkan nyawa korban. Ucapan terima kasih ini disampaikan langsung setelah korban mendapat perawatan awal di rumah sakit.

Evakuasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan kepolisian tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan bagi pemudik yang menghadapi kondisi darurat. Hal ini sejalan dengan semangat Operasi Ketupat Lodaya 2026 untuk melindungi masyarakat secara menyeluruh.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan selama perjalanan, membawa perlengkapan medis sederhana, dan segera menghubungi layanan Polisi 110 jika menemukan kondisi darurat di jalan, sehingga petugas dapat memberikan bantuan secara cepat dan tepat sasaran.

((Red.))

Kapolres Cirebon Kota Cek Langsung Arus Balik, Lalu Lintas Ramai Lancar di Sejumlah Jalur

Cirebon Kota – Kapolres Cirebon Kota melakukan pengecekan langsung arus lalu lintas dalam rangka arus balik Operasi Ketupat Lodaya 2026 pada Senin (23/03/2026) sekitar pukul 13.00 WIB guna memastikan kelancaran mobilitas kendaraan di jalur utama wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Pemantauan ini difokuskan pada jalur arteri Pantura, Tol Palikanci, hingga kawasan dalam kota yang menjadi titik aktivitas masyarakat.

Pengecekan dilakukan pada jalur arteri Pantura baik arah Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya, dengan kondisi arus lalu lintas terpantau ramai lancar serta kendaraan yang melintas masih didominasi masyarakat lokal. Kecepatan rata-rata kendaraan berkisar antara 20 hingga 40 km per jam dengan dukungan cuaca cerah.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa pengecekan langsung ini dilakukan untuk memastikan arus balik berjalan lancar serta mengantisipasi potensi peningkatan volume kendaraan dalam beberapa hari ke depan. Ia menegaskan bahwa kondisi lalu lintas saat ini masih terkendali dengan pergerakan kendaraan yang relatif stabil.

Selain jalur arteri, pengecekan juga dilakukan di ruas Tol Palikanci, khususnya pada Km 204 hingga Km 211 baik jalur A maupun jalur B, dengan kondisi arus kendaraan yang juga terpantau ramai lancar serta kecepatan kendaraan berkisar antara 80 hingga 100 km per jam. Hal ini menunjukkan pergerakan arus kendaraan masih terjaga tanpa adanya hambatan berarti.

Kapolres juga memantau kondisi rest area di Km 207 jalur A dan Km 208 jalur B yang menjadi titik istirahat pemudik, dengan kapasitas parkir yang masih memadai serta tingkat keterisian yang masih rendah sehingga belum terjadi antrean kendaraan yang masuk ke area tersebut.

Pemantauan turut dilakukan di kawasan dalam kota yang meliputi pusat perbelanjaan, wisata kuliner, serta titik keramaian lainnya, di mana kondisi arus lalu lintas juga terpantau ramai lancar dengan kecepatan kendaraan berkisar antara 20 hingga 40 km per jam. Aktivitas masyarakat masih didominasi oleh warga lokal.

Tidak ditemukan kejadian menonjol selama pelaksanaan pengecekan, sehingga seluruh jalur utama maupun kawasan dalam kota masih dapat dilalui dengan baik oleh masyarakat. Pengawasan tetap dilakukan secara intensif guna mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 terus mengedepankan langkah preventif melalui pemantauan langsung di lapangan guna menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya pada fase arus balik yang diprediksi akan mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, menjaga kondisi fisik sebelum perjalanan, serta segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan di perjalanan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

((Red))

Kodim 0735/Surakarta Bersama Kepolisian & Komponen Masyarakat Laksanakan Patroli Pengamanan di Stasiun Purwosari

Surakarta - Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kenyamanan pemudik dan menjaga stabilitas situasi pada arus mudik lebaran tahun 2026, Anggota TNI dari Jajaran Kodim 0735/Surakarta bersama dengan Anggota Kepolisian dan komponen Masyarakat melaksanakan Patroli Pengamanan di Stasiun Purwosari, Kelurahan Purwosari ,Kecamatan Laweyan, Senin (23/03/2026).

Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Kodim Kapten inf Tri Sakti Kristiyoso kepada awak media menegaskan kegiatan pemantauan, pengawasan dan keamanan ini untuk memberikan kenyamanan bagi warga masyarakat yang tiba menggunakan transportasi Kereta Api pada lebaran tahun 2026.

"Pengamanan yang kami lakukan ini dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang menggunakan sarana jalur angkutan darat khususnya Kereta Api."ujarnya.

Menurut Pasiops untuk saat ini situasi terlihat mulai padat sudah nampak adanya keramaian pemudik yang akan kembali ke daerah tujuan masing-masing dengan menggunakan jasa transportasi Kereta Api.

"Alhamdulilah situasi di Stasiun Purwosari Solo sampai saat ini masih terkendali dan dalam situasi aman."imbuhnya .

"Dan tentunya harapan kami semoga untuk mudik lebaran tahun 2026 ini dapat berjalan dengan aman dan lancar, khususnya di wilayah kota Surakarta."pungkas Pasiops.

Penulis : Arda 72

Babinsa Wonosegoro Turut Siaga di Pos PAM Karanggede, Jaga Kelancaran Arus Lebaran 2026

Boyolali – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat perayaan Idul Fitri 1447 H, Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Serda Sugeng R, melaksanakan kegiatan pengamanan (PAM) di Pos PAM lampu merah Karanggede, Kabupaten Boyolali, Minggu (22/03/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut difokuskan pada pemantauan arus lalu lintas serta menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di titik-titik keramaian. Kehadiran aparat gabungan di lokasi strategis ini menjadi upaya nyata dalam memastikan mobilitas masyarakat, terutama di kawasan pasar dan jalur utama, tetap lancar dan tertib.
Pengamanan ini merupakan wujud sinergitas antara TNI, Polri, dan instansi terkait.

Serda Sugeng R bersama Koptu Imron bahu-membahu personel Polri, petugas Dinas Perhubungan, serta tim kesehatan Kabupaten Boyolali. Kolaborasi ini difokuskan untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus memberikan layanan kesehatan darurat bagi pemudik dan warga yang melintas di jalur Suruh–Karanggede–Gemolong.

Sebagai ujung tombak di wilayah binaan, Babinsa tidak hanya melaksanakan penjagaan, tetapi juga aktif memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Kehadiran aparat di tengah masyarakat terbukti memberikan dampak positif secara psikologis. Selain menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, juga memastikan perayaan Idul Fitri tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan khidmat tanpa kendala berarti.

"Tugas kami adalah memastikan masyarakat, baik yang mudik maupun yang beraktivitas memenuhi kebutuhan Lebaran, merasa aman dan nyaman. Kami dari Kodim 0724/Boyolali bersama Polri dan instansi terkait akan terus siaga memberikan pelayanan terbaik. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami," tegasnya.

Penulis : Arda 72

“Rencana Pabrik Sawit di Limbung Picu Kisruh: Warga Pertanyakan Limbah, Oknum Kuasai Lahan?”

Bangka Barat — Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, memicu gelombang pro dan kontra di tengah masyarakat. Di balik agenda sosialisasi resmi pemerintah desa, muncul sejumlah pertanyaan serius terkait dampak lingkungan, transparansi investasi, hingga dugaan penguasaan lahan desa oleh oknum tertentu.

Desa Limbung sendiri tercatat memiliki luas hutan desa mencapai 1.154,96 hektar dengan jumlah penduduk sekitar 285 kepala keluarga. Selain aktivitas pertambangan yang berada dalam wilayah IUP PT Timah, desa ini juga memiliki lahan swasembada pangan berupa persawahan seluas kurang lebih 50 hektar—yang kini terancam terdampak rencana industrialisasi baru.

Sosialisasi Resmi, Tapi Minim Kehadiran Perusahaan

Pemerintah Desa Limbung melalui Kepala Desa Angga Saputra sebelumnya mengeluarkan undangan resmi bernomor: 005.3.1/55/19704.03.10/2026 tertanggal 4 Maret 2026. Undangan tersebut bersifat penting, berisi agenda sosialisasi rencana pembangunan pabrik kelapa sawit yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Maret 2026 di Kantor Desa Limbung.

Acara tersebut dihadiri Camat Jebus, perangkat desa, kepala dusun, serta unsur keamanan dari Polsek Jebus dan Bhabinkamtibmas. Namun, fakta mencolok terungkap di lapangan: perwakilan dari perusahaan yang disebut-sebut sebagai investor, yakni PT Payung Mitra Jaya Mandiri (PT PMM), justru tidak hadir dalam forum yang krusial tersebut.

"Bagaimana mungkin sosialisasi dilakukan tanpa kehadiran pihak perusahaan? Ini justru menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat," ungkap salah satu sumber kepada tim investigasi.
Dari total 285 kepala keluarga, hanya sekitar 112 yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Janji Lapangan Kerja vs Ancaman Lingkungan.

Dalam forum itu, Camat Jebus menyampaikan bahwa kehadiran pabrik kelapa sawit akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan desa. Pernyataan tersebut dinilai sebagian warga sebagai upaya meyakinkan masyarakat untuk mendukung proyek tersebut.

Namun, suasana berubah tegang ketika seorang warga, sebut saja JM, mempertanyakan potensi limbah pabrik sawit yang dinilai berisiko mencemari lingkungan, terutama karena lokasi rencana pembangunan hanya berjarak sekitar 500 meter dari area persawahan.

Perdebatan sengit pun tak terhindarkan, bahkan nyaris berujung baku hantam antara JM dan MK, yang diketahui merupakan orang tua dari Kepala Desa Limbung. Ketegangan tersebut akhirnya berhasil diredam oleh warga lain yang hadir.

Dugaan Penguasaan Lahan Desa

Di tengah polemik tersebut, muncul pula isu yang tak kalah serius. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya dugaan penguasaan lahan desa seluas sekitar 15 hektar oleh oknum warga lokal berinisial RONI.

Lahan tersebut diduga akan diperjualbelikan kepada pihak PT PMM sebagai lokasi pembangunan pabrik.
"Sepengetahuan kami, itu tanah desa. Warga di sini tahu semua," ujar sumber tersebut.

Jika dugaan ini terbukti, maka potensi pelanggaran terhadap aset desa dan kepentingan masyarakat menjadi persoalan hukum yang tidak bisa dianggap sepele.

Kepala Desa Bungkam

Tim investigasi telah berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Limbung, Angga Saputra, terkait berbagai polemik yang mencuat. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski pesan konfirmasi telah terbaca.

Desakan Intervensi Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum

Melihat situasi yang semakin memanas dan berpotensi memecah belah warga, masyarakat berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Bangka Barat, serta aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri Bangka Barat.
Langkah cepat dinilai penting untuk memastikan transparansi, kejelasan status lahan, serta jaminan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat.
Jika tidak segera ditangani, polemik pembangunan pabrik sawit di Desa Limbung dikhawatirkan akan berkembang menjadi konflik horizontal yang lebih luas di tengah masyarakat.

(HR/TIM)