All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Polresta Cirebon Amankan Pengedar Narkoba Jenis Sabu

Jajaran Polresta Cirebon mengamankan pengedar narkoba jenis sabu yang berinisial OP (35). Pelaku diamankan di wilayah Kabupaten ...

Postingan Populer

Selasa, 31 Maret 2026

Polres Cirebon Kota Ungkap 126 Paket Sabu, Dua Tersangka Diamankan di Palimanan


Cirebon Kota – Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota, AKP Shindi Al-Afghany, S.H., M.H., M.M., merilis pengungkapan kasus narkotika jenis sabu hari ini, Selasa (31/03/2026) kronologis penangkapan yang dilakukan timnya di sebuah kost di Jl. Ki Ageng Tepak, Palimanan Timur, Kabupaten Cirebon.

AKP Shindi menjelaskan, penangkapan bermula dari kecurigaan aktivitas penghuni kost yang tidak wajar pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 20.40 WIB. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 126 paket sabu dengan berat keseluruhan 68,73 gram, berbagai kemasan lakban, timbangan digital, alat hisap sabu, serta dua unit ponsel.

Dua tersangka yang diamankan berinisial M.F., perempuan 26 tahun, warga Kelurahan Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kota Cirebon, dan M.I., laki-laki 26 tahun, warga Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Barang bukti ini diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut di Satresnarkoba Polres Cirebon Kota.

Kasat Resnarkoba menegaskan, keduanya dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat 2 huruf a UU No. 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana. Penyelidikan juga akan mencakup pemeriksaan saksi, pengembangan jaringan, serta pengumpulan alat bukti tambahan.

AKP Shindi menambahkan, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan laporan sebelumnya, dan seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional agar tersangka dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, penangkapan ini diharapkan menjadi peringatan bagi pelaku lain agar tidak mencoba mengedarkan narkotika di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi peredaran narkotika. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan dan kerja sama aparat dengan masyarakat untuk memutus jaringan peredaran di wilayahnya.

Kapolres menambahkan, Polres Cirebon Kota akan terus menindak tegas setiap pelaku narkotika, serta meningkatkan patroli dan pengawasan di titik rawan untuk menjaga generasi muda dari dampak negatif narkotika.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengingatkan, “Kami mengimbau masyarakat melaporkan setiap indikasi peredaran narkotika melalui Layanan Polisi 110. Dukungan masyarakat sangat penting untuk memutus jaringan narkoba dan melindungi generasi Cirebon Kota.”

((Red.))

Akhir Penantian Panjang, Jembatan Garuda di Desa Bolo Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Terwujud

Boyolali – Penantian panjang warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai melalui prosesi ground breaking yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., Selasa (31/03/2026).

Momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat yang selama puluhan tahun harus menghadapi keterbatasan akses. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja di ladang, hingga mengakses layanan kesehatan.

"Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh, bahkan anak-anak harus pulang lagi karena baju basah atau kotor," ungkap Widodo, salah satu warga, menggambarkan kondisi yang selama ini dihadapi.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali atas sinergi yang telah terjalin sehingga acara groundbreaking serta pembangunan jembatan dapat dimulai secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

"Melalui program ini, TNI hadir untuk membantu membuka keterisolasian wilayah dan mempermudah akses antar desa," tegas Pangdam.

Selain kegiatan pembangunan jembatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal dan pemberian tali asih kepada masyarakat. Sebanyak 200 warga menerima layanan kesehatan gratis serta bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia juga berharap pembangunan jembatan di Boyolali dapat terus berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan, mengingat program ini menjadi prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari karya bakti TNI bersama masyarakat. 

Diharapkan, keberadaannya nanti mampu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Secara simbolis, pada pukul 15.00 WIB, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Bolo dinyatakan resmi dimulai.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jembatan ini sangat penting, terutama untuk keselamatan anak-anak sekolah serta sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Boyolali direncanakan akan dibangun lima jembatan sebagai bagian dari program tersebut. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Desa Bolo kini menaruh harapan besar agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan, membuka akses yang lebih mudah, aman, dan layak bagi generasi mendatang.

Penulis : Arda 72

Patroli Dan Sambang Warga Cara Babinsa Jebres Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan

Surakarta - Kegiatan Patroli wilayah dan sambang warga yang dilakukan Babinsa, selain menjaga kondusifitas juga melaksanakan silaturahmi untuk mempererat hubungan TNI dan Rakyat, serta untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan.

 Hal ini yang dilakukan Babinsa Jebres Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Serka Taufik Mukhlis dan Serda Winarno saat melaksanakan Patroli sekaligus sambang warga di wilayah Rt.01, Rw.03 Tegal Rejo Kel. Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta. Selasa (31/03/2026) pukul 10.00 Wib s.d selesai. 

*Dalam kegiatan Patroli dan sambang warga, kami menanyakan situasi dan kondisi diwilayah  Rw. 03 Tegal Rejo Jebres dan mengajak untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta kebersihan lingkungan dan selalu waspada terhadap hal hal yang tidak biasa dan mencurigakan."tutur Serka Taufik disela-sela kegiatan.

"Dengan selalu memantau wilayah  binaan, maka kami akan tahu permasalahan di wilayah binaan, sehingga jika ada permasalahan dapat dengan cepat diatasi dan diselesaikan,"ujarnya .

"Karena kegiatan Patroli dan menjalin Komsos dengan warga merupakan tugas yang dilaksanakan sehari-hari oleh setiap Babinsa sebagai sarana kemanunggalan dan juga mempererat hubungan antara TNI dan Rakyat."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Peran Aktif Babinsa Kepatihan Wetan Ikuti Pelatihan Pemulasaraan / Ngrukti Jenazah

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta menghadiri acara pelatihan pemulasaraan merawat jenazah sebagai Narsum Ustad Shoriqul amin yang di laksanakan oleh pemerintah Kelurahan Kepatihan Wetan bertempat di pendopo Kelurahan Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Selasa ( 31/03/2026 ) Pkl. 16.00 Wib

Tujuan dari di laksanakan nya pelatihan ini untuk memberikan pemahaman bagaimana prosedur tata cara pemulasaran jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, Bimbingan dan Pelatihan tata cara perawatan jenazah dengan baik, benar, cepat dan tertib sesuai dengan tuntunan syariat Islam,"jelas Sertu Budiono

"Manusia tidak ada satupun yang mengetahui kapan, dimana dan dalam keadaan bagaimana kita akan meninggal. Oleh karena itu mempelajari ilmu pemulasaran jenazah sangatlah penting bagi setiap orang, karena nantinya akan diterapkan ketika ada keluarga, sanak saudara atau tetangga yang meninggal dunia."

Sementara dalam materi yang dijelaskan Ustad Shodiqul Bahwa ada 4 perkara wajib dalam memulasarkan jenazah, yaitu : memandikan, mengkafani, mensholati dan menguburkan.

Adapun hukum memulasarkan (merawat/mengurus) jenazah adalah Fardhu Kifayah, artinya kewajiban yang apabila sudah ada sebagian muslim yang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban tersebut. Namun bila tidak ada satupun orang yang melaksanakannya maka berdosalah semua muslim yang mengetahuinya.

Disamping memberikan penjelasan secara teoritis, juga memberikan penjelasan secara praktek.

Lebih lanjut Babinsa Sertu Budiono juga mengungkapkan pelatihan ini sungguh sangat bermanfaat sehingga masing – masing dari kita dapat mengetahui bagaimana sebenarnya tata cara pemulasaraan jenazah yang benar, "Pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Akhir Penantian Panjang, Jembatan Garuda di Desa Bolo Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Terwujud

Boyolali – Penantian panjang warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai melalui prosesi ground breaking yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., Selasa (31/03/2026).

Momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat yang selama puluhan tahun harus menghadapi keterbatasan akses. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja di ladang, hingga mengakses layanan kesehatan.

"Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh, bahkan anak-anak harus pulang lagi karena baju basah atau kotor," ungkap Widodo, salah satu warga, menggambarkan kondisi yang selama ini dihadapi.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali atas sinergi yang telah terjalin sehingga acara groundbreaking serta pembangunan jembatan dapat dimulai secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

"Melalui program ini, TNI hadir untuk membantu membuka keterisolasian wilayah dan mempermudah akses antar desa," tegas Pangdam.

Selain kegiatan pembangunan jembatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal dan pemberian tali asih kepada masyarakat. Sebanyak 200 warga menerima layanan kesehatan gratis serta bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia juga berharap pembangunan jembatan di Boyolali dapat terus berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan, mengingat program ini menjadi prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari karya bakti TNI bersama masyarakat. 

Diharapkan, keberadaannya nanti mampu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Secara simbolis, pada pukul 15.00 WIB, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Bolo dinyatakan resmi dimulai.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jembatan ini sangat penting, terutama untuk keselamatan anak-anak sekolah serta sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Boyolali direncanakan akan dibangun lima jembatan sebagai bagian dari program tersebut. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Desa Bolo kini menaruh harapan besar agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan, membuka akses yang lebih mudah, aman, dan layak bagi generasi mendatang.

Penulis : Arda 72