All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Babinsa Kelurahan Nusukan Sosialisasikan Penerimaan Bintara Dan Tamtama TNI-AD TA.2026

Surakarta - Babinsa Kelurahan Nusukan, Koramil 02/Banjarsari, Kodim 0735/Surakarta Serka Supadmo melaksanakan sosialisasi penerimaan Bi...

Postingan Populer

Senin, 20 April 2026

Manfaatkan Lahan Sempit, Babinsa Purwodiningratan Hijaukan Lingkungan Dengan Tanaman Polybag

Surakarta - Babinsa Kelurahan Purwodiningratan Koramil 04/Jebres kodim 0735/Surakarta Serka Suparno bersama warga dalam menyiapkan media tanam di pot dan polybag merupakan bentuk pendampingan ketahanan pangan yang aktif dilakukan untuk memanfaatkan lahan sempit atau pekarangan. Senin (20/04/2026)

Ditegaskan Serka Suparno tujuan dari kegiatan ini selain meningkatkan ketahanan pangan mandiri, kegiatan ini bertujuan untuk mengajukan budidaya tanaman bumbu/sayuran produktif (cabe, terong, tomat) bagi warga,media tanam campuran yang digunakan biasanya terdiri dari tanah humus, kompos/pupuk kandang,

Menurutnya pemanfaatan media tanam polybag merupakan upaya mengatasi keterbatasan lahan yang tersedia dan bercocok tanam dengan menggunakan polybag yang memiliki nilai lebih tersendiri sehingga selain bisa menikmati hasilnya, juga memberikan keindahan serta menghijaukan lingkungan.

"Pendampingan ini memotivasi warga untuk kreatif memanfaatkan ruang yang ada demi membantu kebutuhan dapur keluarga."pungkas Serka Suparno.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Peringati HUT KOPASSUS KE-74, Anggota Perkasa-35 Gelar Bakti Sosial

Surakarta - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) yang ke-74, Anggota PERKASA-35 (Persaudaraan Komando Surakarta) yang dipimpin langsung oleh Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan paket sembako kepada Keluarga Pahlawan Nasional Slamet Riyadi, Senin (21/04/2026).

Turut hadir dalam kegiatan Bakti Sosial tersebut Ketua Persaudaraan Komando Surakarta/PERKASA Pelda Muhtar HK, dan para Danramil Jajaran Kodim 0735/Surakarta, serta seluruh Anggota Perkasa-35.

Saat ditemui usai pelaksanaan kegiatan Dandim 0735/Surakarta menegaskan bahwasanya Perkasa atau Persaudaraan Komando Surakarta merupakan sebuah Organisasi  Mantan Anggota Kopassus yang sudah pindah satuan dan berdinas di satuan teritorial yakni Kodim 0735/Surakarta.

“Kegiatan Bakti Sosial ini dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Kopassus yang diselenggarakan oleh PERKASA (Persaudaraan Komando Surakarta) ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya dan merupakan wujud perhatian kepada sesepuh dan keluarga besar korp baret merah yang telah mendahului kita,” tuturnya.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, maka Keluarga besar Pahlawan Nasional bisa turut merasakan momen HUT Kopassus tahun ini,” pungkas Dandim.

Sementara itu, Ketua Perkasa-35, Pelda Muhtar HK menambahkan, salah satu tujuan dibentuknya Persaudaraan Komando Surakarta (Perkasa) adalah untuk tetap memelihara dan mempertahkan jiwa persatuan komando dimanapun kita berada dan bertugas.

“Dengan harapan, kita Guyub Rukun Silaturahmi terjalin selamanya, walaupun sudah purna terutama dilingkungan Kodim 0735/Surakarta, Suka duka mari kita pikul bersama-sama sampai kapanpun, Komando,” tegas Pelda Muhtar HK.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

DPRD Kota Cirebon Perjuangkan Nasib PPPK Paruh Waktu, Pastikan Tidak Ada yang Dirumahkan

Buser Polkrim (Kota Cirebon) - DPRD Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mengawal nasib PPPK paruh waktu di Kota Cirebon. Khususnya berkaitan dengan kesejahteraan dan kepastian perpanjangan kontrak kerja.

Hal itu disampaikan usai rapat dengar pendapat antara Komisi I DPRD dengan BKPSDM, Bappelitbangda, Bagian Organisasi Setda Kota Cirebon dan para tenaga PPPK Paruh Waktu, Selasa (14/4/2026).

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno SH menyampaikan, hasil rapat dengar pendapat dengan para PPPK Paruh Waktu ini secara perlahan menemukan jalan keluar.

Salah satu aspirasi para PPPK Paruh Waktu ini yaitu kepastian adanya perpanjangan kontrak setiap satu tahun sekali. Selanjutnya, DPRD pun memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk penyesuaian gaji, sebab masih banyak PPPK Paruh Waktu mendapatkan honorarium jauh dari kesejahteraan.

“Pertama, kontrak satu tahun ini tidak berarti teman-teman akan dirumahkan. Sangat dimungkinkan untuk diperpanjang, sepanjang kinerjanya baik,” kata Agung.

Agung juga menegaskan, DPRD bersama pemerintah daerah akan membahas secara bertahap upaya peningkatan kesejahteraan PPPK paruh waktu, termasuk penyesuaian honorarium.

Kendati demikian, Agung mengingatkan, tahapan tersebut harus mempertimbangkan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kami akan perjuangkan peningkatan kesejahteraan secara bertahap, akan tetapi dengan melihat kondisi fiskal Pemerintah Kota Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik SH menegaskan, tuntutan perubahan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu belum bisa direalisasikan, karena masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

Ia menyebut informasi mengenai daerah lain, seperti di Riau, belum dapat dipastikan kebenarannya. Bahkan, BKPSDM Kota Cirebon menjelaskan kasus yang disebut bukanlah pengangkatan status, melainkan pegawai yang mengundurkan diri lalu mengikuti seleksi lain.

“Jadi, tidak ada perdebatan lagi soal tuntutan menjadi PPPK Penuh Waktu selama regulasinya belum keluar. Kalau sudah ada regulasinya, atau ada daerah lain yang berhasil menerapkan, tentu kami bisa bisa perjuangkan bersama,” kata Fitrah.
Selain itu, para PPPK paruh waktu juga meminta agar saat ada pembukaan seleksi CPNS atau PPPK ke depan, pemerintah daerah memberikan prioritas kepada mereka yang sudah lebih dulu mengabdi.

“Kami berharap, ke depan kondisi fiskal dan pendapatan asli daerah semakin membaik sehingga upaya peningkatan kesejahteraan PPPK paruh waktu dapat direalisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Perwakilan PPPK paruh waktu Kota Cirebon, Sumanta mengeluhkan, keresahan para PPPK Paruh Waktu salah satunya yaitu pendapatan yang dinilai masih jauh dari kata layak.

Ia mengungkapkan, masih ada PPPK paruh waktu yang menerima honor antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Kondisi tersebut dinilai belum mencerminkan kesejahteraan yang layak bagi para pegawai yang telah bekerja melayani masyarakat.

“Masih ada kawan-kawan yang menerima Rp300 ribu, Rp500 ribu, sampai Rp1 juta. Menurut kami itu masih jauh dari layak,” ujarnya.

Hadir pula saat rapat berlangsung Sekretaris Komisi I DPRD, Aldian Fauzan Ramadlan Sumarna dan Anggota Komisi I DPRD, Imam Yahya SFilII MSi, Ruri Tri Lesmana. 

(Deni)

Demi Menjaga Kebersihan dan Lingkungan, Satpol PP dan LH Tertibkan Shelter Yang Kumuh di Karanganyar guna Percantik Tata Kota



INDRAMAYU,– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu melakukan tindakan tegas dengan menertibkan sejumlah kios shelter yang terbengkalai di kawasan Karanganyar, Kabupaten Indramayu, Senin (20/04). Langkah ini diambil lantaran kios-kios yang seharusnya menjadi pusat ekonomi justru beralih fungsi menjadi gudang barang bekas dan tumpukan barang tidak terpakai.

Kondisi tersebut dinilai telah menciptakan kesan kumuh di tengah pusat aktivitas masyarakat. Penertiban ini sekaligu benjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menata estetika kota dan menghidupkan kembali denyut ekonomi di wilayah tersebut.

Penertiban ini dikawal langsung oleh jajaran pimpinan Satpol PP Indramayu, di antaranya Kabid Tibum Eko Prawoto, Kasi Opsdal Ro’up, Kasi Kerjasama A.C. Harman, serta Kasubag LH Ade, dan dari perwakilan dispara Rosidin. yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pembersihan berjalan kondusif.

Kehadiran para pejabat tersebut disambut baik oleh Ketua Pedagang, Nurbaeti, yang mendampingi jalannya penertiban guna memastikan aspirasi para pelaku usaha tetap terakomodasi dalam upaya pengembalian fungsi shelter.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Tibum) Satpol PP Indramayu Eko Prawoto menjelaskan bahwa, tindakan ini didasari atas hasil pemantauan lapangan yang menunjukkan adana penyimpangan fungsi shelter secara masif.

"Kami melakukan pembersihan dan penertiban karena kios-kios ini sudah lama kosong dan tidak terurus. Alih-alih digunakan untuk berdagang, tempat ini justru dijadikan lokosi penimbunan barang-barang tidak terpakai oleh oknum pemanfaat," ujar Kasi Tibum.

Beliau menambahkan bahwa keberadaan "gudang rongsok" terselubung ini tidak hanya merusak pemandangan kota, tetapi joga berpotensi memicu masalah kesehatan dan kerawanan sosial. "Kami ingin mengembalikan fungsi awal shelter sebagai tempat usaha yang representatif agar estetika kota di Karanganyar tetap terjaga dan nyaman bagi siapa saja," tegasnya.

Langkah tegas petugas ini rupanya mendapat respons positif dari para pelaku usaha di sekitar lukasi. Ketua pedagang setempat Nurbaeti mengungkapkan bahwa kondisi shelter yang kotor dan tidak terawat selama ini memberikan dampak negatif terhadap omzet mereka.

"Kami mendukung penuh langkah Satpol PP. Kalau dibiarkan kumuh dan penuh barang rongsokan, pembeli juga malas datang ke sinii karena suasananya tidak nyaman," ungkap Nurbaeti perwakilan pedagang.

Para pedagang berharap agar setelah pembersihan ini, pihak terkait dapat melekukan penataan ulang agar area tersebut kembali produktif. "Kami berharap shelter ini bisa diisi oleh pedagang yang benar-benar aktif. Jika areanya bersih, terang, dan tertata, kami yakin ekonomi di Karanganyar akan kembali menggeliat," pungkasnya.

Sinergi antara otoritas keamanan, kebersihan, dan perwakilan pedagang ini menunjukkan keseriusan bersama dalam mengubah kawasan yang tadinya kumuh menjadi areal ekonomi yang lebih bersih dan tertata di Karanganyar.
(Buser polkrim)

Wujudkan Wilayah Tetap Aman & Kodusif Piket Koramil 04/Jebres Intensifkan Patroli Malam Bersama Bhabinkamtibmas Dan Linmas

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Kodim Surakarta Serka Joko Riyanto melaksanakan Patroli malam bersama Linmas di seputaran wilayah Kecamatan Jebres, Minggu (19/04/2026).

Ditegaskan Serka Joko Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah."tegas Serka Joko.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image