All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Gratisss..!! Babinsa Koramil 04/Jebres Pasang Pamflet Rekrutmen Anggota TNI AD, Catat Jadwal Pendaftarannya

Surakarta - TNI AD tahun 2026 memanggil putra bangsa yang berminat menjadi anggota TNI melalui rekrutmen yang dapat diakses di website ad.re...

Postingan Populer

Kamis, 15 Januari 2026

Gegara Stafsus Bupati Tiga Aktivis dan Beberpa Aktivis Lainya Ikut angkat Bicara, Menurut Iwan Stafsus Tidak Sesuai Kerangka Hukum Yang Ada



Indramayu-Gelombang Kritik pada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus bergulir dari masalah kebijakan insfrastruktur hingga pegawai pribadi Bupati, kali ini Tiga aktifis Senior menyoroti pasca Isu kekuasaan Staf Khusus (stafsus) seperti seorang Kepala Daerah Indramayu,  Forum Peduli Indramayu bersama Lambe Dirga menggelar Diskusi Publik yang mengangkat Tema "Staf Khusus Rasa Bupati" acara tersebut bertempat di Cafe Samalona Kecamatan Indramayu, Kamis, (15/01/2026).


Mengawali acara aktifis Iwan yang sekarang menjadi sekwan di DPRD Indramayu dari partai menyikapi prihal staf khusus menurut pandanganya, keberadaanya adalah tidaklah penting dan terkesan dipaksakan, 

"Menurut kerangka hukum dan perdanya tidak harus dan tidak wajib seorang pemimpin mempunyai staf khusus, itu adalah aturan dan budaya lama. Dikresi (kewenangan pimpinan) itu stafsus itu, jika ada kebutuhan kalau urgent" ujar Iwan 

Lanjut Iwan Jika bupati memang memerlukan harus sesuai kopetensinya sesuai skiil dan ahlinya. 

"Stafsus itu ada jika pemerintaahnya sistem liberalisasi," tegasnya 

Sementara Dul Rosyid berpandangan bahwa, sosok asal Desa kebulen Indramayu itu.  Menganggap Fenomena ini terjadi di karenakan adanya pengaruh yang besar, hingga posisinya bisa mewakilkan yang tak bisa ke handle (ditangani) oleh pemimpin, hingga kekuatan itu bisa mengintervensi siapapun jika menggoyahkan kepemerintaanya. 

"Jika diliihat dari pardigma politik sekarang, seorang pimpinan punya stafkhusus itu adalah suatu kebutuha  dimana, sebagai antisipasi bagi perongrong kekuasaan diantara para elit politik" ucap Rosyid. 

Mediator  acara Agus sempat mengkritik narasi yang dibangun oleh Rosyid, bahwa yang di sampaikan rosyid, itu bukankah suatu cerminan ketidakmampuan pemimpin. 

"Jika ada stafsus dengan segala kekuasaanya, apakah itu tidak mencerminkan kelemahan seorang pemimpin"Lugasnya 

Kemudian Rosyid mebeberkan alasan narasinya, 

"Adanya stafsus karena faktor politik, pimimpin pasti nmengetahui bahwa dirinya tidak bisa menangani semua permasalahan Kabupaten sendirian tanpa adanya yang berpengalaman, memang  stafsus ada suatu kelemahan Birokasi, tetapi pasti ada alasan kongkritnya. " pungkas Rosyid 

Viralnya tindakan arogan yang dilakukan oleh Stafsus Salman berdampak terjadinya problematik baru di era pemerintahan Indramayu sekarang, berbagai media menyoroti tindakan stafsus Lucky sangat arogan didalam birokasi karena adanya dualisnme, sehingga membuat setiap kebijakan terjadi kebingungan.


Sementara o'usjh dialambaqa berpendapat,  harus sesuai data, menurutnya sesuai UU pilpres itu sah sah saja karena selagi tidak melanggar perundang undangan, dan sesuai arahan pimpinan, karena pempinan juga terbatas pengetahuanya.


"Secara dasar etika memang tidak diperbolehkan tetapi pandangan, saya tentang adanya stfsus jika kepentinganya membawa Indramayu yang lkebih baik, tapi jija kepentingan politik, itu melahirkan deretan masalah baru,  karena itu hak preogatif.  Namnun Stafsus juga harus menjungjung Norma Norma serta Etika kehidupan".  Ungkap O'usjh 

O'usjh menambahkan bahwa Sekarang Ini indramayu akan susah mendapat pemimpin yang Waras. 

"Menurut  Tesis saya Indramayu akan susah mendapatkan pemimpin yang baik serta peduli jika masih memakai budaya yang lama,"pungkasnya 

Salah satu relawan lucky sae sangat disayangkan jika stfsus mempunyai kekuatan untuk memerintah maupun  memutuskan suatu kebijakan. 

"Pemkab Indramayu harus lebih mengkaji kembali stafsus yang tak berkompeten yang tak mengerti tentang adab dan budaya Indramayu  secara beretika, banyak orang Indramayu yang mampuh dan kompeten sebagai stafsus  di tanah kelahiranya."ujarnya 

Dalam acar diskusi publik tersebut para peserta yang hadir sesekali bertepuk tangan, dengan narasi yang disampaikan para aktifis, sampai acara seleasi dengan menyimpulkan  haarapan Rakyat "Gugur" mendapat pemimpin yang membawa kabupaten Indramayu yang lebih baik. (Nurbaeti)

Kodim Wonogiri Melalu Babinsa Gelar Kampanye Kreatif Penerimaan Prajurit TNI AD 

Wonogiri - Dalam rangka Kampanye kreatif penerimaan prajurit TNI AD di wilayah Kodim 0728/Wonogiri melaksanakan sosialisasi penerimaan calon prajurit TNI AD Bintara Dan Tamtama Tahap I Tahun 2026. 

Pasi Pers Kodim 0728/Wonogiri Kapten Inf Supriyadi, mengatakan kampanye kreatif menyasar pemuda dengan memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat tentang penerimaan Calon Prajurit Perwira, Bintara Dan Tamtama.






Sosialisasi dilaksanakan oleh Babinsa Koramil jajaran Kodim 0728/Wonogiri dengan mendatangi sekolah SMK dan SMA. Sabtu (15/1/2026).

"
Kegiatan ini merupakan Serangkaian tahapan seleksi transparan, hanya calon yang memenuhi syarat dan memiliki kemampuan yang baik yang akan diterima sebagai prajurit TNI AD."tutur Pasipers.

Dan selama proses pendaftaran dan seleksi berlangsung tidak dipungut biaya alias gratis.'

Kegiatan ini merupakan trobosan Kodim 0728/Wonogiri atas Perintah Langsung Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan untuk melaksanakan Kampanye Kreatif Penerimaan Prajurit TNI AD secara Besar besaran khususnya diwilayah Kodim 0728/Wonogiri menindaklanjuti Perintah Komando atas.

Penulis : Arda 72

Tak Kenal Kasta, Silaturahmi Babinsa Kepatihan Wetan Menyasar Tukang Becak, Ingatkan Selalu Berhati-hati Saat Bawa Penumpang

Surakarta - Babinsa Kelurahan Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Sertu Budiono bersama dengan Bhabinkamtibmas melaksanakan Patroli dan silaturahmi dengan Bapak Wagiyo profesi sebagai pengayuh becak, Kegiatan Komsos tersebut, dilakukan di Jl. Sutan Syahrir No.26 Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Kamis ( 15/01/2026).

Menurut Sertu Budiono kegiatan Patroli ini sudah menjadi tugas pokok kita sebagai Babinsa dan melalui Patroli ini, kita dapat mengetahui permasalahan yang sedang berkembang di wilayah binaan.

Dalam patrolinya Sertu Budiono menyambangi sekaligus menghimbau para tukang becak untuk selalu berhati-hati dan waspada saat membawa penumpang beserta barang yang dibawa.

"Dalam bersilaturahmi kami tidak memandang kasta ataupun derajat dan pangkat seseorang, semua kita rangkul termasuk tukang becak yang ada di wilayah binaan kami."tuturnya.

"Kami juga mengingatkan para tukang becak untuk tetap mengutamakan faktor keselamatan saat di jalan, dengan tidak membawa barang bawakan penumpang yang melebihi batas muatan, serta menghimbau supaya tidak mangkal ditempat yang yang berbahaya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,"pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Patroli Babinsa Manahan Bersama Linmas Susuri Pemukiman Penduduk Dan Pelaku UMKM

Surakarta - Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Saring dan Serda Supriyadi melaksanakan kegiatan Patroli bersama Linmas Kelurahan Manahan dengan menyusuri Pemukiman penduduk dan lokasi pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Manahan Kecamatan Banjarsari, Kamis (15/01/2026).

Ditegaskan Serma Saring dilaksanakannya Patroli bersama Linmas Kelurahan Manahan ini salah satunya sebagai upaya untuk menciptakan situasi yang nyaman bagi warga masyarakat di wilayah binaan yang sedang melaksanakan aktivitas bekerja di rumah maupun warga sedang istirahat. 

"Pemukiman penduduk salah satu kerawanan yang bisa terjadi kapan saja maupun dimana saja, khususnya pemukiman warga yang di tinggal pergi oleh penghuninya karena bekerja di lokasi lain, disinilah peran aparat kewilayahan babinsa, maupun linmas untuk hadir dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di lingkungan Wilayah Binaan."ujarnya.

"Menyusuri pemukiman penduduk maupun tempat pelaku UMKM sebagai upaya yang dilakukan oleh Babinsa bersama linmas dalam rangka mengecek dan memastikan Keamanan dan kenyamanan warga masyarakat, serta memastikan para pelaku UMKM berjalan dengan baik dan stabil."pungkas Serma Saring.

Penulis : Arda 72

KKN Bukan Cuma Joget: Penggerak Desa Indramayu Tantang Mahasiswa Unpad Bikin Proker Nyata

Indramayu – Dunia media sosial belakangan ini ramai dipenuhi konten mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tengah mengabdi di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu. Namun alih-alih menampilkan program kerja nyata di desa, sebagian besar konten yang viral justru berisi joget-joget khas TikTok dan Instagram, Kamis (15/01/2026).

Fenomena ini menuai perhatian Hilmi Hilmansyah, pemuda penggerak desa Kabupaten Indramayu sekaligus owner Urban Creative Hub. Dirinya menilai KKN seharusnya menjadi ruang aktualisasi gagasan dan solusi bagi desa, bukan sekadar ajang hiburan di media sosial.

"Joget itu sah-sah saja, tapi jangan sampai mengalahkan esensi KKN. Desa butuh ide, butuh program, dan butuh dampak nyata," ujar Hilmi.

Sebagai respons, Hilmi melontarkan tantangan terbuka bagi mahasiswa KKN Unpad yang sedang bertugas di Indramayu. Tantangan ini mengajak mahasiswa untuk membuat program kerja terbaik dan aplikatif bagi desa, lalu menuangkannya dalam bentuk poster kreatif.

Poster tersebut wajib dipublikasikan di akun TikTok atau Instagram masing-masing peserta, kemudian men-tag akun Hilmi Hilmansyah. Poster yang dinilai paling menarik, realistis, dan berdampak akan dipilih untuk melaju ke tahap berikutnya.

Sebanyak 10 poster terbaik akan diundang langsung untuk mempresentasikan gagasannya di kantor Urban Creative Hub, yang berlokasi di Jalan Olahraga Nomor 21, (Cinde FM) Sport Center Indramayu.

Tidak berhenti di situ, dari 10 finalis tersebut akan dipilih 3 poster terbaik yang berhak mendapatkan hadiah jutaan rupiah, ditambah bonus ngopi gratis sembari berdiskusi dan membuka peluang kolaborasi lanjutan.

Hilmi berharap tantangan ini bisa menggeser tren KKN dari sekadar viral ke arah bernilai dan berdampak.

"Kalau bisa viral karena program desa yang keren, kenapa tidak? Kami tunggu ide-ide berani, solutif, dan membumi dari teman-teman KKN," tegasnya.

Tantangan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa KKN bukan cuma soal eksistensi di medsos, melainkan tentang warisan gagasan dan perubahan nyata untuk desa. (Wira Hadiyono)