All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Polsek Balaraja Polresta Tangerang Gelar Rutinitas Apel Malam & Sispam Mako Antisipasi Guantibmas di Wilayah

‎ ‎TANGERANG|Personil Polsek Balaraja Polresta Tangerang Giat Rutinitas dalam kegiatan Apel Malam sekaligus pelaksanaan Sistem Pengamanan Ma...

Postingan Populer

Selasa, 03 Februari 2026

Police Goes to School, Satlantas Polres Cirebon Kota Tanamkan Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Usia Dini

Cirebon Kota – Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota melaksanakan kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) melalui program Police Goes to School di SD Negeri 1 Pegajahan, Kota Cirebon, sebagai upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas dan perilaku aman sejak usia dini, yang dilaksanakan pada Sabtu (31/01/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan sekitar 100 siswa.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Ridwan Sandhi Maulana, S.H., M.M., CPHR. menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dengan membangun pemahaman sejak bangku sekolah dasar tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

Menurut AKP Ridwan, pendidikan lalu lintas yang diberikan kepada siswa SD sangat penting karena anak-anak merupakan pengguna jalan, baik sebagai pejalan kaki maupun penumpang, sehingga perlu dibekali pengetahuan dasar tentang cara aman berangkat dan pulang sekolah serta sikap disiplin dalam berlalu lintas.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Dikmas Lantas ini melibatkan jajaran Sat Lantas Polres Cirebon Kota, mulai dari Kasat Lantas, KBO Sat Lantas, Kanit Kamsel Sat Lantas, hingga anggota Unit Kamsel, yang secara langsung berinteraksi dengan siswa melalui penyampaian materi secara komunikatif dan mudah dipahami.

AKP Ridwan menyampaikan bahwa materi yang diberikan mencakup larangan menggunakan sepeda motor bagi siswa yang belum memenuhi usia, pemahaman tentang jam malam bagi pelajar, serta ajakan untuk menghindari perilaku negatif seperti perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan profesi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, dengan harapan dapat menumbuhkan rasa kedekatan, kepercayaan, serta cita-cita positif terhadap institusi kepolisian sejak dini.

Kasat Lantas menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain, yang pada akhirnya diharapkan berdampak pada menurunnya angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Lebih lanjut disampaikan, program Police Goes to School akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah sebagai bentuk komitmen Polres Cirebon Kota dalam mewujudkan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif atau Kamseltibcarlantas.

AKP Ridwan menegaskan bahwa pembinaan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sadar hukum dan tertib berlalu lintas, sehingga ke depan diharapkan budaya disiplin di jalan raya dapat tumbuh secara alami di tengah masyarakat.       

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk terus mendukung pendidikan keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak, tidak memberikan kendaraan bermotor kepada pelajar yang belum cukup umur, serta bersama-sama menanamkan nilai disiplin dan kepatuhan aturan demi keselamatan bersama di jalan raya.

(Paul)

Tambang Tanpa Izin Di Area PT. TIMAH :Mengapa Aktivitas Sekala Besar Tak Terhenti.

Bangka – Tragedi memilukan kembali terjadi di sektor pertambangan timah di Bangka Belitung. Sebanyak tujuh orang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah saat bekerja di sebuah tambang timah besar yang beroperasi di kawasan eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Informasi yang dihimpun tim investigasi menyebutkan, kecelakaan kerja tersebut terjadi akibat konstruksi tanah yang tidak stabil, sementara aktivitas penambangan masih terus berlangsung menggunakan alat berat ekskavator seri 200 merek Hitachi, serta sejumlah mesin diesel lengkap dengan pompa penyedot material.

Warga sekitar lokasi mengungkapkan kepada tim investigasi bahwa tambang tersebut telah beroperasi selama beberapa bulan terakhir. Ironisnya, aktivitas berskala besar itu berjalan tanpa hambatan, meski berada di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah Tbk.

Dari data sementara, sebagian besar korban diketahui bukan warga lokal Bangka, melainkan pekerja yang didatangkan dari luar daerah. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban lain yang belum ditemukan.

Sumber investigasi juga mengungkap dugaan kuat bahwa pemilik tambang merupakan seorang warga lokal berinisial AK, dikenal dengan sebutan "Big Bos Kim Kian" alias Akian. Dugaan ini semakin menguatkan sorotan publik terhadap praktik pertambangan ilegal yang diduga berlangsung terbuka dan terorganisir.

Yang menjadi pertanyaan besar publik, lokasi tambang tersebut berada di dalam kawasan IUP PT Timah, dengan akses masuk yang dijaga pos keamanan (security) milik PT Timah. Pintu masuk ke area tambang dilengkapi portal, dan tidak semua orang dapat keluar-masuk ke kawasan tersebut.
Namun demikian, Humas PT Timah, Anggi, pada Senin malam menyampaikan bahwa aktivitas tambang tersebut bukan bagian dari operasional PT Timah dan tidak memiliki izin. Ia juga menyatakan bahwa pihak PT Timah turut membantu proses pencarian korban serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Pernyataan tersebut justru menuai sorotan tajam. Secara kasat mata, aktivitas tambang dengan alat berat dan lalu-lalang kendaraan bermuatan material sulit untuk tidak terlihat, terlebih lokasinya berada tepat di depan pos keamanan perusahaan.

Publik pun mempertanyakan, apakah PT Timah benar-benar tidak mengetahui aktivitas tambang ilegal yang berlangsung di depan mata, atau justru terjadi pembiaran. Tak hanya itu, desakan juga mengarah pada transparansi alur penjualan bijih timah hasil tambang tersebut.

"Jika terbukti ada bijih timah dari tambang ilegal ini yang mengalir ke PT Timah tanpa SPK, maka patut diduga perusahaan telah menerima hasil tambang ilegal," ujar salah satu sumber investigasi.

Atas peristiwa ini, tim investigasi mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung dan Polda Bangka Belitung untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pemilik tambang, serta pihak-pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam aktivitas tersebut.

Tim investigasi awak media menegaskan akan terus menelusuri kasus kecelakaan tambang (laka tambang) ini hingga tuntas, guna mengungkap kebenaran di balik tragedi yang telah merenggut nyawa para pekerja, agar kejadian serupa tidak kembali menelan korban jiwa di masa mendatang.

(HR/TIM) 

Jaga Kondusifitas Wilayah Piket Koramil 03/Serengan Laksanakan Patroli Malam Bersama Linmas

Surakarta - Untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dimasyarakat,Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serda Djoko Riyadi melaksanakan patroli malam bersama Linmas diwilayah Kecamatan Serengan.Senin  (02/02/2026) tadi malam.

Dikatakan Serda Koko kegiatan patroli rutin malam hari ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat yang sedang melaksanakan beraktifitas maupun istirahat dimalam hari.

"Tidak hanya itu kami juga memberikan himbauan kepada warga agar menjaga situasi di lingkungan masing-masing.'imbuhnya.

"Dengan melakukan patroli malam hari,setidaknya dapat mencegah para pelaku kejahatan maupun gangguan keamanan yang lainnya,sehingga tercipta wilayah yang nyaman dan aman."pungkas Serda Joko.

Senin, 02 Februari 2026

Longsor Tambang Timah di Pemali, 3 Tewas dan 4 Penambang Masih Dalam Pencarian. 



BANGKA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) digelar menyusul insiden longsor yang menimpa area tambang timah di kawasan Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Kejadian nahas yang berlangsung pada Senin (2/2/2026) sore ini mengakibatkan sedikitnya tujuh penambang tertimbun.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, sekelompok penambang sedang beraktivitas menggunakan alat berat. Tiba-tiba, kontur tanah di sekitar lokasi menjadi tidak stabil dan longsor seketika, menimbun para pekerja beserta alat berat yang sedang beroperasi.

Rekan korban yang selamat berupaya melakukan evakuasi mandiri sesaat setelah kejadian. Sebanyak tiga orang berhasil dievakuasi namun dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, empat penambang lainnya dilaporkan masih tertimbun material longsor.

Merespons laporan warga, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang segera menerjunkan satu tim rescue ke lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polres Bangka, BPBD Bangka, SAR Brimob, Laskar Sekaban, serta masyarakat setempat kini tengah bahu-membahu melakukan penyisiran.

Kepala Kansar Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi tantangan yang dihadapi tim di lapangan. "Kita sore ini menerima informasi tentang adanya pekerja tambang yang tertimbun longsoran tanah dan segera mengirimkan tim rescue," ujar Mikel.

Ia menambahkan bahwa kondisi medan cukup berbahaya. "Lokasi tanah yang tidak stabil dan rawan longsor susulan menjadi tantangan utama kami dalam upaya pencarian empat pekerja yang masih tertimbun. Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan potensi SAR terkait untuk memaksimalkan proses pencarian. Semoga operasi ini diberi kelancaran," pungkasnya.

(HR) 

Polres Bangka Barat Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Menumbing 2026



Polres Bangka Barat menggelar Upacara Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Menumbing Tahun 2026 di Lapangan Merah Mako Polres Bangka Barat, Senin (2/2/2026) pagi. 

Kegiatan ini menjadi langkah awal cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Operasi Ketupat 2026.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri Wakapolres Bangka Barat, jajaran Forkopimda, serta perwakilan instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Kodim 0431 Bangka Barat, Satpol PP, Kejaksaan Negeri Bangka Barat, hingga unsur Senkom.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menekankan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel beserta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Menumbing 2026.

Polri, khususnya fungsi lalu lintas, diharapkan mampu meningkatkan kualitas kepatuhan dan keselamatan berlalu lintas, menekan angka fatalitas kecelakaan, serta memperkuat budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. 

Selain itu, personel diminta mengedepankan disiplin dan profesionalisme sesuai rencana operasi demi mewujudkan pelayanan Polantas yang Presisi.

Wakapolres Bangka Barat Kompol Albert D. H. Tampubolon menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan operasi tersebut.

"Operasi Keselamatan Menumbing ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung menjelang Operasi Ketupat 2026. Kami mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta sinergi dengan seluruh instansi terkait," ujar Kompol Albert.

Ia menambahkan, melalui operasi ini diharapkan tercipta situasi lalu lintas yang aman dan kondusif, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode mendatang.

Upacara gelar pasukan berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi penanda kesiapan Polres Bangka Barat bersama stakeholder terkait dalam mendukung keselamatan berlalu lintas dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(HR)