All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

KAPERWIL JABAR MEDIA BUSERPOLKRIM.Mengucapkan:Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

KAPERWIL JABAR MEDIA BUSERPOLKRIM. Mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa...

Postingan Populer

Selasa, 17 Maret 2026

Optimalkan Sistim Keamanan Lingkungan, Babinsa Bersama Bhabinkamtipmas Cek Kesiapan Alat Dan Perlengkapan Pos Roda

Surakarta - Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim Surakarta Serma Saring dan Sertu Supriyadi bersama Bhabinkamtipmas Bripka Erki Setiawan melaksanakan pengecekan alat dan Perlengkapan Pos Ronda, di Pos Ronda RT 02/01, Kampung Gondang Kel. Manahan, Kec. Banjarsari, Selasa (17/06/2026).

Ditegaskan Serma Saring kelengkapan Pos Kamling (Pos Keamanan Lingkungan) yang ideal meliputi peralatan keamanan fisik dan administrasi untuk menunjang siskamling, seperti kentongan, senter, borgol, tongkat T, jas hujan, buku mutasi, struktur organisasi, papan informasi, P3K, dan penerangan. Pos harus nyaman, memiliki jadwal jaga, dan dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) manual.

"Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) bermanfaat utama untuk mencegah tindak kejahatan (pencurian/perusakan/kriminal lainnya) dan meningkatkan keamanan warga. Selain itu, kegiatan ini mempererat silaturahmi, memupuk gotong royong, mendeteksi dini gangguan keamanan, serta memberikan rasa aman dan nyaman saat malam hari."ujarnya.

"Pada kesempatan tersebut kami memberikan penekanan kepada tokoh masyarakat dan warga binaan, bahwa selain Kesiapan Alat dan Perlengkapan, sumber daya masyarakat juga sangat mendukung, jangan sampai Pos ronda hanya sebagai tempat nongkrong saja, bahkan jangan di manfaatkan untuk kegiatan miras."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam di Sejumlah Titik Wilayah Kecamatan Jebres

Surakarta - Patroli yang dilakukan piket Koramil 04/Jebres Pelda Teguh Susanto tersebut menyasar kawasan pemukiman warga, pusat aktivitas masyarakat, serta titik-titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas. Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Senin (16/03/2026) Pkl 21.00 Wib

Dalam pelaksanaannya, piket Koramil tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga memberikan imbauan secara humanis kepada warga agar bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan umum, serta mematuhi arahan pemerintah daerah selama Ramadhan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang kondusif, saling menghormati, dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan," ujar Pelda Teguh Susanto di sela kegiatan.

Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat mendapat respons positif dari warga. Patroli rutin ini dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat binaan.

Penulis : Arda 72

Senin, 16 Maret 2026

Ratusan Takjil Dibagikan Polisi di Kapetakan, Pengendara yang Melintas Mendadak Dapat Berkah Ramadan

Cirebon Kota – Aksi berbagi takjil kepada masyarakat dilakukan jajaran Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota di Pos Pengamanan Surakarta Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 17.00 WIB dengan membagikan ratusan paket makanan berbuka puasa kepada para pengendara yang melintas maupun warga sekitar yang membutuhkan.

Kegiatan berbagi tersebut dilakukan menjelang waktu berbuka puasa sebagai bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan ataupun warga sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana SH MH CPHR mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk kedekatan antara kepolisian dengan warga, terutama pada momentum bulan suci Ramadan yang identik dengan semangat berbagi serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam kegiatan tersebut, petugas yang berada di Pos Pengamanan Surakarta membagikan sebanyak 200 paket takjil kepada pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan pos pengamanan serta kepada warga yang berada di sekitar lokasi.

Pembagian takjil dilakukan secara langsung kepada para pengendara yang melintas secara bergantian sehingga mereka yang sedang dalam perjalanan tetap dapat menikmati hidangan berbuka puasa tanpa harus berhenti terlalu lama di jalan.

Selain kepada para pengendara, paket takjil juga diberikan kepada masyarakat sekitar yang melintas di area pos pengamanan, termasuk warga yang sedang beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa di sekitar wilayah tersebut.

Kegiatan berbagi takjil tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menerima, karena selain membantu mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, kegiatan tersebut juga menunjukkan kepedulian aparat kepolisian kepada warga.

Momentum berbagi takjil di bulan Ramadan ini juga menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat sehingga tercipta hubungan yang lebih harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan sosial seperti ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan kehadiran kepolisian tidak hanya dalam menjaga keamanan tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mengimbau kepada para pengendara agar tetap berhati-hati saat berkendara menjelang waktu berbuka puasa serta selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

((Red))

Jejak Big Bos Akbar: Gudang Misterius dan Asap Hitam di Tengah Permukiman Kuday.

Bangka — Aktivitas penggorengan dan pengolahan biji timah diduga berlangsung di tengah kawasan padat penduduk di Kelurahan Kuday, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kegiatan yang disebut-sebut milik seorang warga lokal yang dikenal dengan sebutan "Big Bos Akbar" itu memicu keresahan warga sekitar karena diduga telah berlangsung cukup lama.

Informasi awal diperoleh Tim Investigasi awak media dari laporan warga setempat pada sore hari. Warga mengaku sering melihat aktivitas yang mencurigakan dari sebuah bangunan di belakang rumah milik Akbar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim investigasi langsung menuju lokasi yang dimaksud. Dari pantauan di lapangan, terlihat sebuah rumah mewah berwarna hijau muda yang mencolok di kawasan tersebut. Tepat di belakang rumah itu berdiri sebuah bangunan menyerupai gudang yang berdinding dan beratapkan baja ringan.

Bangunan tersebut tampak tertutup tanpa adanya plang atau papan nama perusahaan yang menjelaskan aktivitas usaha di dalamnya.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan mengungkapkan bahwa hampir setiap hari terlihat kepulan asap hitam keluar dari area belakang rumah tersebut.

"Hampir setiap hari ada asap hitam mengepul dari belakang rumah itu. Biasanya sore sampai malam. Kami menduga itu aktivitas penggorengan atau pengolahan biji timah," ujar sumber kepada tim investigasi.
Sumber juga menyebutkan bahwa bahan baku biji timah diduga didatangkan dari sejumlah lokasi di sekitar Sungailiat, salah satunya dari kawasan Jalan Laut yang diketahui merupakan bagian dari aliran daerah aliran sungai (DAS).

Dari informasi yang dihimpun, Akbar disebut tidak bekerja sendiri dalam menjalankan aktivitas tersebut. Ia dikabarkan memiliki orang kepercayaan yang berperan sebagai tangan kanan, yang oleh sumber disebut bernama Agus.

Aktivitas pengolahan biji timah tanpa izin ini diduga melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Berdasarkan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba), setiap orang yang menampung, memanfaatkan, mengolah, memurnikan, mengangkut, atau menjual mineral yang berasal dari sumber ilegal tanpa izin resmi seperti IUP, IUPK, IPR, atau SIPB dapat dikenakan sanksi pidana.

Ancaman hukumannya tidak main-main, yakni pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Selain persoalan hukum, aktivitas pengolahan timah di tengah kawasan permukiman juga menimbulkan potensi dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Asap dari proses penggorengan biji timah berpotensi memicu gangguan pernapasan seperti ISPA, sementara limbah yang dihasilkan dapat mencemari air tanah di sekitar pemukiman dan mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.

Warga setempat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Bangka, segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas tersebut.

"Kalau memang benar itu pengolahan timah ilegal, kami berharap pihak kepolisian segera menertibkan. Jangan sampai aktivitas ini terus berjalan dan merugikan negara serta membahayakan warga," ungkap salah seorang warga.

Masyarakat juga meminta pihak perusahaan smelter sebagai penampung biji timah agar lebih selektif dan tidak sembarangan membeli bahan baku dari sumber yang tidak jelas legalitasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk pemilik lokasi yang disebut dalam laporan warga.

(TIM) 

One Way Nasional Dimulai, Kendaraan dari Jateng dan Jatim Menuju Jakarta Dialihkan ke Jalur Arteri

Cirebon Kota – Penerapan rekayasa lalu lintas one way sepenggal nasional mulai diberlakukan pada Selasa (17/03/2026) pukul 12.00 WIB dari KM 70 Cikampek hingga KM 246 Pejagan Jawa Tengah guna mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik yang melintas di jalur tol selama pelaksanaan Ops Ketupat Lodaya 2026.

Kebijakan tersebut diterapkan pada jalur tol Trans Jawa dengan arah dominan menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga kendaraan yang bergerak dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jawa Barat maupun Jakarta dialihkan untuk melintas melalui jalur arteri nasional.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, SH, SIK, MSi melalui Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Ridwan Maulana, S.H., M.M., C.PHR menjelaskan bahwa penerapan one way sepenggal nasional tersebut merupakan langkah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan yang meningkat tajam pada jalur tol menuju arah timur selama arus mudik.

Ia menjelaskan bahwa pengalihan arus kendaraan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju wilayah Jawa Barat dan Jakarta diarahkan keluar dari jalur tol untuk melintasi jalur arteri sehingga pergerakan kendaraan pada jalur tol yang menuju arah timur dapat berjalan lebih terkendali.

Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan volume kendaraan yang melintas pada jalur tol Trans Jawa serta kondisi arus kendaraan yang terus meningkat pada waktu-waktu tertentu selama periode arus mudik.

Pengalihan kendaraan menuju jalur arteri juga berdampak pada peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Cirebon sehingga aparat kepolisian melakukan pemantauan secara intensif pada sejumlah titik yang menjadi jalur perlintasan utama.

Beberapa ruas jalan arteri yang menghubungkan wilayah Cirebon dengan daerah sekitarnya menjadi jalur alternatif bagi kendaraan yang dialihkan dari tol sehingga diperlukan pengaturan pergerakan kendaraan agar arus lalu lintas tetap terjaga.

Selain itu, petugas juga memantau pergerakan kendaraan besar maupun kendaraan pribadi yang melintas di jalur arteri guna memastikan kendaraan dapat bergerak secara bergantian tanpa menimbulkan penumpukan kendaraan yang terlalu panjang.

Penerapan one way sepenggal nasional ini juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan arus kendaraan selama masa mudik agar distribusi kendaraan antara jalur tol dan jalur arteri dapat berjalan seimbang.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar selalu memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas yang diberlakukan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi tetap terjaga demi keselamatan selama perjalanan.

((Red.))