All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Kodim 0735/Surakarta Bersama Kepolisian & Komponen Masyarakat Laksanakan Patroli Pengamanan di Stasiun Purwosari

Surakarta - Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kenyamanan pemudik dan menjaga stabilitas situasi pada arus mudik lebaran tahun 2026, Anggo...

Postingan Populer

Minggu, 22 Maret 2026

Patroli Keamanan Pasca Lebaran, Langkah Nyata Kodim 0735/Surakarta Dalam Menjaga Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Surakarta - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif pasca perayaan idul Fitri 1447 H, Kodim 0735/Surakarta melalui Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Sertu Sunarto pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026 pukul 21.00 wib melaksanakan kegiatan patroli bersama Linmas di wilayah Kecamatan Pasar kliwon.

Sertu Sunarto juga menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan dan wilayah sekitarnya  serta  mewaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  himbauan kepada warga,juga untuk menjalin silahturohmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket koramil 05/Pasar kliwon di wilayah."tegas Sertu Sunarto .

"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing masing agar situasi tetap aman dan kondusif."imbuhnya.

"Patroli yang kami laksanakan setiap malam sangat lah berperan penting dalam menciptakan wilayah yang aman  di wilayahnya masing-masing, 
maka pelaksanaan kegiatan patroli wilayah sangat perlu diadakan demi kenyamanan dan terciptanya wilayah yang aman dan Kondusif, terutama setelah perayaan idul Fitri 1447 H ini."pungkas Sertu Sunarto.
  
Penulis : Arda 72

TNI Bersinergi Memberikan Pengamanan dan Pelayanan Di Pos Pam Lebaran

Wonogiri - Babinsa Koramil 13/Pracimantori Kodim 0728/Wonogiri, Sertu Sajugo bersama tiga rekan Babinsa, melaksanakan Apel kegiatan PAM lebaran 1447 H / 2026 di Pos PAM Lebaran Kecamatan Pracimantoro, pada Sabtu (21/3/2026) malam. 

Sertu Sajugo mengungkapkan, Pengamanan ini dilakukan agar masyarakat tetap aman dan nyaman dalam melqksanakan perjalanan. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Kita berjaga di Pos Pengaman ini merupakan sebagian dari Pos yang lainnya yang tersebar di wilayah dimana Pos yang di gelar bersama Polres Wonogiri guna menciptakan kondisi wilayah yang ada di kabupaten Wonogiri tepat nya di Pos PAM Lebaran di Pasar Pracimantoro dalam merayakan Lebaran bisa aman dan kondusif," ujarnya. 

Di tempat terpisah Danramil 13/Pracimantoro Kapten Cba Oyon menyampaikan, "Kami telah menurunkan personel Babinsa untuk ikut dalam pengamanan pos pengamanan arus mudik lebaran, untuk personel yang melaksanakan pengamanan merupakan anggota gabungan dari Koramil secara bergantian setiap harinya selama pengamanan di Pos Pam mudik Lebaran tahun 2026 ini.

"Saya juga berpesan kepada para Babinsa yang melaksanakan pengamanan di pos Pam Mudik lebaran agar selalu menjaga Kesehatan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik," tutup Danramil.

Penulis : Arda 72

“Kini Tak Perlu Lagi Memutar”: Kesaksian Warga di Balik Hadirnya Jembatan Sungai Tuntang

Grobogan-Pagi itu, suasana di tepian Sungai Tuntang, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, terasa berbeda. Warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari berkumpul menyaksikan sebuah momen yang telah lama mereka tunggu. Di hadapan mereka kini berdiri sebuah jembatan gantung yang kokoh, membentang di atas aliran Sungai Tuntang yang selama ini memisahkan kehidupan dua desa.

Bagi sebagian orang, jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu mungkin hanya terlihat sebagai sarana penghubung biasa. Namun bagi warga di dua desa tersebut, jembatan itu adalah jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, mengaku masih sulit menyembunyikan rasa harunya ketika melihat jembatan itu akhirnya berdiri. Selama ini, Sungai Tuntang menjadi penghalang utama mobilitas warga, terutama ketika musim hujan tiba.

"Terima kasih telah dibangun jembatan ini. Warga sudah berpuluh-puluh tahun menunggu adanya jembatan ini," kata Wartoyo dengan nada penuh syukur.

Ia mengenang bagaimana dahulu masyarakat harus berjuang untuk sekadar menyeberangi sungai. Warga pernah membuat rakit sederhana yang ditarik secara manual menggunakan tali dari dua sisi sungai. Namun cara itu tetap penuh risiko dan tidak selalu bisa digunakan.

Sebelumnya warga pernah memakai rakit yang ditarik manual untuk menyeberangi. Apabila arus sungai deras, rakit tidak bisa dipakai. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses warga jadi jauh lebih mudah.

"Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar sini," ungkap Wartoyo.

Cerita serupa disampaikan Daryanto warga Kentengsari, salah seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan dibangun, wilayah itu seperti terisolasi oleh Sungai Tuntang.

"Sudah berpuluh-puluh tahun daerah ini seperti terisolir. Dulu ada perahu penyeberangan manual, tapi sudah hanyut terbawa arus," ungkapnya.

Akibat tidak adanya jembatan, warga yang ingin menuju Desa Ngombak atau sebaliknya harus memutar jauh melalui Kecamatan Kedungjati. Perjalanan yang sebenarnya dekat itu berubah menjadi rute panjang yang melelahkan.

Daryanto mengungkapkan bila lewat Kedungjati jaraknya bisa sampai sekitar 12 kilometer. Perjalanan bisa 20 menit lebih hanya untuk sampai ke Ngombak. Kini bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh karena tidak adanya jalur langsung yang menghubungkan dua desa.

"Sekarang anak-anak sekolah bisa lewat sini, tidak perlu mutar jauh lagi ke Kedungjati," lanjutnya.

Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain memudahkan akses pendidikan, jembatan juga mempercepat aktivitas para petani yang selama ini harus memutar jauh untuk menuju lahan pertanian mereka.

Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas TNI Angkatan Darat untuk membantu membuka akses wilayah yang terisolasi. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, program tersebut diwujudkan melalui pembangunan 39 jembatan yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, 13 jembatan telah selesai dibangun, sementara 26 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan oleh prajurit TNI bersama masyarakat. Pembangunan jembatan tersebut terdiri dari 20 jembatan Armco, 17 jembatan gantung, serta dua jembatan Bailey di berbagai wilayah Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Launching program pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan secara serentak oleh Kasad di berbagai daerah. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. dari lokasi Jembatan Gantung Sungai Tuntang di Desa Ngombak.

Kini, jembatan yang menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari itu tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.073 kepala keluarga atau sekitar 6.418 jiwa kini merasakan manfaat dari hadirnya akses penghubung tersebut.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar bangunan yang melintang di atas sungai. Ia adalah jalan baru menuju sekolah, ladang, pasar, dan masa depan yang lebih baik—sebuah penghubung harapan yang akhirnya hadir setelah penantian panjang selama puluhan tahun. 

Penulis : Arda 72

Ramah & Humanis, Anggota Kodim 0735/Surakarta Amankan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Surakarta - Anggota Kodim 0735/Surakarta dengan penuh semangat melaksanakan tugas pengamanan sekaligus membantu warga masyarakat yang akan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026).

Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Kodim Kapten inf Tri Sakti Kristiyoso menegaskan Kegiatan pengamanan dilakukan di sekitar Pos Pengamanan (Pos Pam) Mandiri yang digelar oleh Kodim 0735/Surakarta sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya saat meningkatnya aktivitas warga menuju lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri.

"Para personel dengan sigap membantu warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, untuk menyeberang jalan dengan aman di tengah arus lalu lintas yang cukup padat."tegasnya.

"Selain membantu penyeberangan, anggota Kodim juga tetap melaksanakan pemantauan situasi guna memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah berlangsung."imbuhnya.

Kehadiran anggota TNI ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan rasa aman dan nyaman.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman serta mendukung kelancaran pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Keamanan Wilayah Pasca Lebaran, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat terutama pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/ Surakarta Serda Tarto  melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres, Sabtu  (21/03/2026).

Ditegaskan Serda Tarto Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal dihari lebaran ini piket Koramil 04 Jebres  gencar patroli di wilayah seputaran kecamatan Jebres kota Surakarta.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah kecamatan Jebres."pungkasnya.

Penulis : Arda 72