All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Pastikan Berjalan Lancar, Babinsa Dampingi Pembangunan KDKMP

Wonogiri - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri terus menunjukkan per...

Postingan Populer

Jumat, 27 Maret 2026

Bupati Indramayu Siap Mendukung Pembangunan Kampus di Indramayu, Dorong IPM dan Ketahanan Pangan Daerah



INDRAMAYU, – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) siap membangun kampus di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu saat ini tengah mematangkan rencana pengembangan kawasan pendidikan tinggi di wilayah Indramayu Barat (Inbar), khususnya di Kecamatan Kroya dan sekitarnya. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru berbasis pendidikan dan ekonomi.

Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ menegaskan bahwa pembangunan kampus di Indramayu merupakan komitmen UNJ dalam penguatan SDM dan ketahanan pangan daerah yang beririsan langsung dengan dinamika demografi, ekonomi, dan sosial setempat.

"Antusiasme pemerintah daerah dan masyarakat sangat tinggi. Kini tugas kita berikhtiar menjalankan mandat pendidikan sesuai tujuan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengatakan bahwa kehadiran perguruan tinggi negeri di Indramayu menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

"Selain Universitas Negeri Jakarta, ada juga peluang dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Gadjah Mada untuk membuka kampus di wilayah ini," ujar Lucky.

Menurutnya, pembangunan kampus tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas akademik akan memicu hadirnya berbagai sektor pendukung seperti jasa, perdagangan, hingga hunian.

Pemkab Indramayu juga merencanakan pengembangan kawasan pendukung berupa hunian modern atau perumahan elite yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan tinggi. Konsep ini diharapkan mampu menarik investor serta pendatang dari luar daerah untuk tinggal dan beraktivitas di Indramayu.

"Jika kampus negeri hadir dan didukung kawasan hunian yang representatif, maka akan banyak pendatang yang datang dan mendorong perputaran ekonomi," jelasnya.

Lebih lanjut, Lucky menambahkan bahwa pengembangan kawasan pendidikan yang terintegrasi dengan hunian modern ini diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di wilayah barat Indramayu, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Saat ini, Pemkab Indramayu masih melakukan kajian komprehensif terkait kesiapan lahan, infrastruktur, hingga koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak perguruan tinggi.

"Targetnya, pembangunan bisa mulai direalisasikan tahun depan sebagai bagian dari persiapan pengembangan Indramayu Barat," pungkasnya.

(Buser Polkrim)

Wali Kota Ajak Kader PKK dan Posyandu Hapus Sekat Kelompok Demi Melayani Masyarakat


Kota Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon menggelar rapat koordinasi lintas lembaga sekaligus silaturahmi halalbihalal yang diinisiasi oleh Tim Pembina Posyandu Kota Cirebon di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (27/3/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kembali langkah-langkah strategis pembangunan berbasis masyarakat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam arahannya menekankan bahwa esensi dari kinerjanya Bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati selama setahun terakhir adalah membangun jembatan persatuan. Ia mengaku terus berupaya setiap hari agar seluruh elemen pemerintahan dan kemasyarakatan bisa bergerak dalam satu irama gotong royong yang nyata, bukan sekadar slogan.

"Saya terus berupaya setiap hari sampai dalam satu tahun ini, bagaimana caranya semua bisa bersama, bersatu, bareng-bareng, dan gotong royong. Saya sangat berharap tidak ada lagi 'peta-petaan' atau pengelompokan tertentu dalam bekerja. Karena jujur saja, kalau kita masih bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang terfragmentasi, hasilnya tidak akan pernah maksimal untuk rakyat," ujar Wali Kota di hadapan para kader yang hadir.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya integritas kepemimpinan di tingkat akar rumput. Menurutnya, menjadi ketua atau pengurus lembaga seperti PKK dan Posyandu bukanlah soal status sosial, melainkan soal beban tanggung jawab. Amanah dari masyarakat harus dipikul dengan kesadaran penuh bahwa setiap tindakan berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Lebih lanjut, ia meminta seluruh kader di PKK, Posyandu, hingga PAUD untuk mengedepankan nilai pengabdian. 
"Bekerjalah dengan ikhlas. Kita harus ingat bahwa orientasi utama kita adalah masyarakat. Saya berharap Ibu-ibu semua menunjang program yang ada bukan demi menyenangkan Ketua atau Wali Kota, tapi semata-mata untuk melayani warga yang memang membutuhkan sentuhan tangan kita," tambahnya.

Silaturahmi ini diharapkan tidak hanya berakhir pada seremoni semata, tetapi membawa pulang semangat baru. Dengan hilangnya sekat kelompok dan menguatnya rasa persatuan, TP PKK dan tim pembina Posyandu Kota Cirebon optimistis dapat menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat yang lebih inklusif dan progresif.

Senada dengan Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, memandang pertemuan ini sebagai ajang "recharge" energi bagi para pengurus. Baginya, momen halalbihalal ini merupakan kesempatan emas untuk melepaskan ego pribadi dan meruntuhkan sekat-sekat komunikasi.

"Ini momen yang sangat penting bagi saya. Bukan sekadar saling memaafkan secara lisan, tapi bagaimana kita melepaskan ego dan sekat agar bisa saling bersinergi membangun Kota Cirebon. Kita butuh kolaborasi dengan berbagai lembaga terkait agar pekerjaan yang berat menjadi lebih mudah karena dikerjakan bersama-sama," ungkap Noviyanti.

Noviyanti juga menegaskan komitmennya untuk terus membawa inovasi ke dalam tubuh organisasi agar para kader tidak merasa jenuh atau terjebak dalam rutinitas yang monoton. Ia menyadari bahwa perjalanan PKK dan Posyandu masih sangat panjang dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan.

Ia mengajak para anggota untuk lebih berani menyuarakan ide-ide brilian. Noviyanti mengakui bahwa sebagai manusia, ia memiliki keterbatasan dan sangat bergantung pada masukan serta kreativitas dari seluruh pengurus untuk memajukan organisasi.

"Ayo sampaikan kalau ada ide atau solusi untuk menggerakkan Pokja-Pokja kita. Saya tahu Ibu-ibu punya pemikiran yang hebat, tinggal dicurahkan saja. Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh sinkronisasi agar program kerja kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," tegasnya. 
(Denny Krisnara)

Babinsa Jayengan Laksanakan Patroli Sambang Warga di Wilayah Binaan, Jaga Lingkungan Tetap Aman Dan Kondusif

Surakarta - Sambang wilayah merupakan suatu kegiatan rutin dari Aparat Teritorial terutama bagi seorang Babinsa terhadap warga binaan, dengan kegiatan ini Babinsa langsung dapat berinteraksi dengan warganya sehingga tercipta hubungan yang erat antara TNI dan Rakyat.

Hal inilah yang dilakukan Babinsa Jayengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Rohmad, ditengah kegiatannya tetap melaksanakan sambang dengan warga binaan di RT 03 RW 3 kertopuran dengan ibu Tutik Kel. Jayengan Kec. Serengan Kota Surakarta. Kamis (26/03/2026) Pkl 09.00 Wib s.d selesai.

Dalam kegiatan Sambang warga binaan, Babinsa mengajak warga untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan serta  tak lupa Babinsa selalu berikan motifasi positif bagi pelaku usaha kecil agar lebih maju, berkembang dan selalu inovatif kata Babinsa.

"Selain itu, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan warga binaan sekaligus untuk saling tukar informasi apabila ada permasalahan di wilayah."tutur Serka Rohmad.

Penulis : Arda 72

Pasca Lebaran , Babinsa Jebres Laksanakan Patroli Keamanan & Menyambangi Warga di Wilayah Binaan

Surakarta - Sambang wilayah merupakan suatu kegiatan rutin dari Aparat Teritorial terutama bagi seorang Babinsa terhadap warga binaan, dengan kegiatan ini Babinsa langsung dapat berinteraksi dengan warganya sehingga tercipta hubungan yang erat antara TNI dan Rakyat.

Hal inilah yang dilakukan Babinsa Jebres Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serda Winarno, ditengah kegiatannya melaksanakan pengamanan perayaan Idul Fitri tetap melaksanakan komunikasi dengan warga binaan di RT 04 RW 36 kenthingan Kel. Jebres Kec. Jebres Kota Surakarta, Jum'at (27/03/2026).

"Dalam kegiatan Sambang warga binaan, kami mengajak warga untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan serta  tak lupa Babinsa selalu berikan motifasi positif bagi pelaku usaha kecil agar lebih maju, berkembang dan selalu inovatif."tegas Serda Winarno disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

"Selain itu, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan warga binaan sekaligus untuk saling tukar informasi apabila ada permasalahan di wilayah."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Sampaikan LKPJ 2025, Wali Kota Paparkan Capaian Strategis dan Fondasi Setara Berkelanjutan



Kota Cirebon - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, Kamis (26/3/2026). Momentum ini menjadi catatan penting karena tahun 2025 merupakan pijakan awal masa kepemimpinan pasangan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati.

Dalam laporannya, Wali Kota menegaskan bahwa tahun pertama ini difokuskan pada peletakan fondasi visi besar Setara Berkelanjutan (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan) yang akan menjadi arah pembangunan Kota Cirebon hingga 2029.

Salah satu kado manis bagi masyarakat adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 78,99, naik 0,9 poin dari tahun sebelumnya. Angka ini mengukuhkan posisi Kota Cirebon sebagai pemilik kualitas SDM tertinggi di wilayah Ciayumajakuning. Kenaikan ini ditopang oleh Umur Harapan Hidup yang kini mencapai 75,97 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah di angka 10,54 tahun.

Di sektor ekonomi, meski di tengah tantangan global, ekonomi Kota Cirebon tumbuh positif di angka 5,34%. Sektor perdagangan, transportasi, dan jasa keuangan menjadi motor utama, yang berdampak pada melonjaknya PDRB per kapita menjadi Rp89,6 juta per tahun.

"Tahun 2025 adalah fase krusial bagi kami. Ini bukan sekadar angka-angka di atas kertas, tapi cermin dari kerja keras kolektif antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Kita berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 8,66 persen dan memperbaiki ketimpangan pendapatan secara signifikan. Meski ada tantangan di sektor pengangguran terbuka yang berada di angka 6,41 persen, ini akan menjadi prioritas kami melalui penguatan vokasi dan lapangan kerja padat karya ke depan," ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Terkait postur APBD 2025, Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan performa yang stabil. Dari target pendapatan sebesar Rp1,736 Triliun, telah terealisasi sebesar Rp1,631 Triliun (93,99%). Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang Rp658,8 Miliar, yang didorong oleh transformasi digital layanan pajak.

Sementara dari sisi belanja, dari pagu Rp1,783 Triliun, terserap sebesar Rp1,649 Triliun (92,49%). Anggaran tersebut dialokasikan secara tajam untuk layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perbaikan infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan publik.

Beberapa terobosan nyata di tahun 2025 meliputi beberapa bidang. Diantaranya di bidang pendidikan, Pemkot Cirebon resmi meluncurkan Program Beasiswa IDOLA dan program pemerintah pusat yakni Sekolah Rakyat bagi warga kurang mampu, serta perbaikan 55 bangunan sekolah SD/SMP.

Di bidang kesehatan, keberhasilan meraih Universal Health Coverage (UHC) 100,46%, penurunan stunting menjadi 14,07%, hingga deklarasi 100% bebas BABS (ODF). Fasilitas fisik juga diperkuat dengan gedung baru Puskesmas Gunungsari.

Selain itu, di bidang infrastruktur, perbaikan 26 ruas jalan (7,28 km), penanganan 182 titik jalan lingkungan, perbaikan 276 unit Rutilahu, hingga revitalisasi TPA Kopiluhur yang mencapai 73,75% luasan zona pasif.

Tata kelola pemerintahan juga menunjukkan grafik meningkat dengan Indeks Reformasi Birokrasi di angka 87,61 dan nilai SAKIP 69,20. Sepanjang 2025, Kota Cirebon juga memanen apresiasi dengan total 1 penghargaan internasional, 17 penghargaan nasional, dan 12 penghargaan tingkat provinsi.
Mengakhiri laporannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas kemitraan yang harmonis. Ia berharap rekomendasi konstruktif dari DPRD nantinya dapat menjadi fondasi untuk perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang agar Kota Cirebon semakin sejahtera.

"Terima kasih dan apresiasi juga kami sampaikan kepada segenap unsur Forkopimda Kota Cirebon, seluruh perangkat daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga Kota Cirebon atas dukungan, kerja sama, dan partisipasi aktif yang diberikan," pungkasnya.

Dokumentasi : Dede Sofyan Hadi
Pengolah Informasi: Mike Dwi Setiawati
(Denny Krisnara)