All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Polresta Cirebon Amankan Pengedar Narkoba Jenis Sabu

Jajaran Polresta Cirebon mengamankan pengedar narkoba jenis sabu yang berinisial OP (35). Pelaku diamankan di wilayah Kabupaten ...

Postingan Populer

Selasa, 31 Maret 2026

Akhir Penantian Panjang, Jembatan Garuda di Desa Bolo Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Terwujud

Boyolali – Penantian panjang warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai melalui prosesi ground breaking yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., Selasa (31/03/2026).

Momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat yang selama puluhan tahun harus menghadapi keterbatasan akses. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja di ladang, hingga mengakses layanan kesehatan.

"Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh, bahkan anak-anak harus pulang lagi karena baju basah atau kotor," ungkap Widodo, salah satu warga, menggambarkan kondisi yang selama ini dihadapi.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali atas sinergi yang telah terjalin sehingga acara groundbreaking serta pembangunan jembatan dapat dimulai secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

"Melalui program ini, TNI hadir untuk membantu membuka keterisolasian wilayah dan mempermudah akses antar desa," tegas Pangdam.

Selain kegiatan pembangunan jembatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal dan pemberian tali asih kepada masyarakat. Sebanyak 200 warga menerima layanan kesehatan gratis serta bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia juga berharap pembangunan jembatan di Boyolali dapat terus berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan, mengingat program ini menjadi prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari karya bakti TNI bersama masyarakat. 

Diharapkan, keberadaannya nanti mampu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Secara simbolis, pada pukul 15.00 WIB, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Bolo dinyatakan resmi dimulai.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jembatan ini sangat penting, terutama untuk keselamatan anak-anak sekolah serta sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Boyolali direncanakan akan dibangun lima jembatan sebagai bagian dari program tersebut. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Desa Bolo kini menaruh harapan besar agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan, membuka akses yang lebih mudah, aman, dan layak bagi generasi mendatang.

Penulis : Arda 72

Patroli Dan Sambang Warga Cara Babinsa Jebres Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan

Surakarta - Kegiatan Patroli wilayah dan sambang warga yang dilakukan Babinsa, selain menjaga kondusifitas juga melaksanakan silaturahmi untuk mempererat hubungan TNI dan Rakyat, serta untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan.

 Hal ini yang dilakukan Babinsa Jebres Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Serka Taufik Mukhlis dan Serda Winarno saat melaksanakan Patroli sekaligus sambang warga di wilayah Rt.01, Rw.03 Tegal Rejo Kel. Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta. Selasa (31/03/2026) pukul 10.00 Wib s.d selesai. 

*Dalam kegiatan Patroli dan sambang warga, kami menanyakan situasi dan kondisi diwilayah  Rw. 03 Tegal Rejo Jebres dan mengajak untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta kebersihan lingkungan dan selalu waspada terhadap hal hal yang tidak biasa dan mencurigakan."tutur Serka Taufik disela-sela kegiatan.

"Dengan selalu memantau wilayah  binaan, maka kami akan tahu permasalahan di wilayah binaan, sehingga jika ada permasalahan dapat dengan cepat diatasi dan diselesaikan,"ujarnya .

"Karena kegiatan Patroli dan menjalin Komsos dengan warga merupakan tugas yang dilaksanakan sehari-hari oleh setiap Babinsa sebagai sarana kemanunggalan dan juga mempererat hubungan antara TNI dan Rakyat."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Peran Aktif Babinsa Kepatihan Wetan Ikuti Pelatihan Pemulasaraan / Ngrukti Jenazah

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta menghadiri acara pelatihan pemulasaraan merawat jenazah sebagai Narsum Ustad Shoriqul amin yang di laksanakan oleh pemerintah Kelurahan Kepatihan Wetan bertempat di pendopo Kelurahan Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Selasa ( 31/03/2026 ) Pkl. 16.00 Wib

Tujuan dari di laksanakan nya pelatihan ini untuk memberikan pemahaman bagaimana prosedur tata cara pemulasaran jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, Bimbingan dan Pelatihan tata cara perawatan jenazah dengan baik, benar, cepat dan tertib sesuai dengan tuntunan syariat Islam,"jelas Sertu Budiono

"Manusia tidak ada satupun yang mengetahui kapan, dimana dan dalam keadaan bagaimana kita akan meninggal. Oleh karena itu mempelajari ilmu pemulasaran jenazah sangatlah penting bagi setiap orang, karena nantinya akan diterapkan ketika ada keluarga, sanak saudara atau tetangga yang meninggal dunia."

Sementara dalam materi yang dijelaskan Ustad Shodiqul Bahwa ada 4 perkara wajib dalam memulasarkan jenazah, yaitu : memandikan, mengkafani, mensholati dan menguburkan.

Adapun hukum memulasarkan (merawat/mengurus) jenazah adalah Fardhu Kifayah, artinya kewajiban yang apabila sudah ada sebagian muslim yang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban tersebut. Namun bila tidak ada satupun orang yang melaksanakannya maka berdosalah semua muslim yang mengetahuinya.

Disamping memberikan penjelasan secara teoritis, juga memberikan penjelasan secara praktek.

Lebih lanjut Babinsa Sertu Budiono juga mengungkapkan pelatihan ini sungguh sangat bermanfaat sehingga masing – masing dari kita dapat mengetahui bagaimana sebenarnya tata cara pemulasaraan jenazah yang benar, "Pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Akhir Penantian Panjang, Jembatan Garuda di Desa Bolo Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Terwujud

Boyolali – Penantian panjang warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai melalui prosesi ground breaking yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., Selasa (31/03/2026).

Momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat yang selama puluhan tahun harus menghadapi keterbatasan akses. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja di ladang, hingga mengakses layanan kesehatan.

"Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh, bahkan anak-anak harus pulang lagi karena baju basah atau kotor," ungkap Widodo, salah satu warga, menggambarkan kondisi yang selama ini dihadapi.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali atas sinergi yang telah terjalin sehingga acara groundbreaking serta pembangunan jembatan dapat dimulai secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

"Melalui program ini, TNI hadir untuk membantu membuka keterisolasian wilayah dan mempermudah akses antar desa," tegas Pangdam.

Selain kegiatan pembangunan jembatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal dan pemberian tali asih kepada masyarakat. Sebanyak 200 warga menerima layanan kesehatan gratis serta bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia juga berharap pembangunan jembatan di Boyolali dapat terus berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan, mengingat program ini menjadi prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari karya bakti TNI bersama masyarakat. 

Diharapkan, keberadaannya nanti mampu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Secara simbolis, pada pukul 15.00 WIB, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Bolo dinyatakan resmi dimulai.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jembatan ini sangat penting, terutama untuk keselamatan anak-anak sekolah serta sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Boyolali direncanakan akan dibangun lima jembatan sebagai bagian dari program tersebut. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Desa Bolo kini menaruh harapan besar agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan, membuka akses yang lebih mudah, aman, dan layak bagi generasi mendatang.

Penulis : Arda 72

Groundbreaking Jembatan Gantung Garuda Di Wilayah Kodim Wonogiri Akan Menghubungkan Dua Desa Satu Kelurahan

Wonogiri - Komitmen percepatan pembangunan infrastruktur kembali ditegaskan melalui kegiatan groundbreaking Jembatan Garuda di wilayah Kodim 0728/Wonogiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (31/3/2026) bertempat di Desa Jendi, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.

Prosesi peresmian awal pembangunan tersebut digelar secara video conference (vidcon) bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin yang diikuti oleh jajaran TNI, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo yang diwakili Kabagops Kompol Agus serta unsur pemerintahan kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, hingga warga masyarakat setempat.

Pangdam mengucapkan terima kasih dan sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta kontribusi nyata demi terwujudnya pembangunan Jembatan Garuda ini. Semoga niat tulus dan kerja keras saudara sekalian dicatat sebagai amal ibadah serta mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Prosesi acara Ground Breaking ini adalah merupakan representasi kehadiran pemerintah kepada masyarakat dalam mengupayakan ketersediaan sarana infrastruktur jalur penghubung antar desa atau titik lokasi terisolir menuju ke desa lainnya serta akses untuk menuju ke sekolah, kantor pemerintahan dan fasilitas publik.

Program ini juga merupakan salah satu Program Strategis pemerintah dalam mengupayakan solusi cepat guna mengatasi kesulitan yang dihadapi rakyat selain dari program-program kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sudah dijalankan selama ini. Oleh karena itu, diawali dari kegiatan hari ini, mari bersama-sama kita bersatu dan bekerjasama dalam mewujudkan pembangunan Jembatan Garuda di wilayah masing-masing.

Kemudian dalam kesempatan ini, hadir seluruh Komandan Korem dan Komandan Kodim yang nantinya akan terlibat langsung bersama-sama dengan warga masyarakat di wilayahnya dalam pengerjaan Jembatan Garuda di wilayahnya masing-masing. Sebanyak 60 unit Jembatan Garuda, akan dibangun di 60 titik lokasi di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Pembangunan yang akan dilaksanakan nantinya, meliputi : 49 titik jembatan gantung dan 11 titik jembatan beton, keseluruhan pembangunan ini sekali lagi adalah sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Pangdam juga menyampaikan bahwa pada periode pertama dan kedua, Kodam IV/Diponegoro bersama-sama dengan masyarakat, telah berhasil merealisasikan dan meresmikan 48 unit Jembatan Garuda yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Kegiatan launching 200 unit Jembatan Garuda yang tersebar di wilayah Indonesia dilaksanakan secara serentak dipimpin Bapak Kepala Staf Angkatan Darat dan dihadiri Presiden Republik Indonesa, Bapak H. Prabowo Subianto.

Pangdam berharap semoga proses pembangunan Jembatan Garuda ini dapat berjalan dengan aman, cepat dan lancar serta nantinya akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menyampaikan bahwa Program Jembatan Garuda merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

"Jembatan gantung garuda yang akan dibangun ini akan dirasakan manfaatnya oleh warga dari tiga Desa yakni Desa Nungkulan,Desa Jendi dan Kelurahan Gemawang," Imbuh Dandim.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi bersama TNI dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan tersebut.

"Kualitas dan ketepatan waktu menjadi hal utama agar manfaat pembangunan ini dapat segera dirasakan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Desa Nungkulan dan sekitarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga dari tiga desa di sekitar titik pemangunan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Groundbreaking Jembatan Garuda ini mencerminkan komitmen kuat TNI AD melalui Kodim 0728/Wonogiri dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Selain meningkatkan konektivitas, program ini juga dinilai strategis dalam memperkuat stabilitas sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat pun menjadi faktor kunci keberhasilan program, sekaligus meminimalisir potensi hambatan sosial dalam pelaksanaannya di lapangan.

Penulis : Arda 72