Vela marseliani direktur BUMDes Desa Tanjungpura bukan hanya diduga lakukan penyimpangan program kuat ditengarai tilep anggaran Dana Bundes tahun 2025

Berita Terkini

Sambil Patroli, Babinsa Pucangsawit Lakukan Komsos Dengan Warga Binaan

Surakarta — Kegiatan Patroli wilayah rutin dilakukan Babinsa Pucangsawit Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serda Tarto, guna mengetahui...

Postingan Populer

Sabtu, 14 Februari 2026

Vela marseliani direktur BUMDes Desa Tanjungpura bukan hanya diduga lakukan penyimpangan program kuat ditengarai tilep anggaran Dana Bundes tahun 2025

Buserpolkrim.com

Pengelolaan dana Bumdes sebesar 20 % yang diterima pengurus BUMDes berasal dari dana Desa tahun 2025 prioritaskan untuk ketahanan pangan, karena dana BUMDes bertujuan meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi maupun pengurus, sebagaimana peraturan pemerintah no 11 tahun 2021 dan permendesa No 3 tahun 2023 .

Didesa Tanjungpura kecamatan Karangampel ditengarai Dana BUMDes ditengarai dikelolah seorang diri tanpa melibatkan pengurus yang lain hal itu dikuatkan dari informasi yang beredar luas dimasyarakat jika Vella Marseliani hingga mengundurkan diri menjadi Direktur Bumdes diduga belum juga memberikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ ) awak media 
Sering kali menghubungi wanita yang akrab disapa Vella baik di bel maupun melalui pesan singkat whastAap namun oleh Vella jangankan diangkat dibalespun tidak kuat ditengarai Vella terkesan menghindar dari kejaran awak media .

Untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait penggunaan dana BUMDes tahun 2025 awak media lantas menemui Mushonif dilokasi proyek Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP ) yang katanya direktur BUMDes yang baru saja diangkat saat ditanya dana BUMDes sebesar Rp 302 juta digunakan untuk apa saja pihaknya berdalih baru menjabat akhir Januari " nah begini kalau BUMDes saya baru menjabat akhir Januari ini " ujarnya saat disodori pertanyaan yang sama terkait dana BUMDes mushonif mengaku " uang yang 302 itu periode yang lalu program juga periode yang lalu ada kandang ayam seisinya kandang kambing juga seisinya " papar mushonif 

Saat ditanya program apa saja yang dikelola BUMDes desa Tanjungpura menurut mushonif " ia untuk saat ini menitik beratkan pada sampah, kambing,dan ayam petelur ,namun dirinya mangaku SK pengangkatan sebagai direktur BUMDes belum turun " walaupun secara lisan saya sudah ditunjuk oleh Kuwu melalui juru tulis ( Sekdes ) sebagai direktur tapi SK nya sampai saat ini belum turun pak dan secara pribadi saya memang siap selagi itu untuk kebaikan warga Tanjungpura "
ujarnya 

Lanjut mushonif "jadi segala sesuatunya tentang anggaran dan kegiatan setahu saya ia hanya itu saja tu sampah,ayam ,dan kambing,saat diberi pertanyaan tentang penanaman jagung " nah kalau jagung di wilayah terisi apa diGantar saya tidak tahu karena belum pernah kesana adapun untuk anggaran penanaman jagung entah berapa ia saya lupa , cuma pak Kuwu bilang karena sekecamatan tidak punya lahan gak tahu Polsek atau apa mengarahkan kesana semua wilayah Karangampel tuh ada beberapa desa yang ikut kesana nah desa Tanjungpura salah satunya " paparnya 

Masih menurut mushonif" adapun mengenai anggaran saya belum tahu seperti apa karena memang saya sibuk di koperasi merah putih dan juga dikarang taruna dapat informasi seperti itu katanya sebelum kewilayah barat sebetulnya dari pihak babinkamtibmas ngomong ke pak Kuwu lahan dibelakang kantor desa tidak cukup jadi bagaimana kalau ikut sama desa desa sekarangampel menanam di wilayah barat akhirnya disetujui namun masalah anggaran saya lupa, mengenai harga ayam per ekornya tidak tahu namun katanya pertengahan Pebruari ayam akan datang tapi nyatanya sampai saat ini belum datang juga ayamnya, pernah saya tanyakan ke pak tulis asetnya apa saja jangan sampai SK turun saya tidak tahu makanya ketika ditanya pak Kuwu pada tanggal 3 malem siap tidak jadi ketua BUMDes ,ia jawab siap saja " ungkapnya 

Menurut beberapa warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kandang ayam ikut buka suara " sebetulnya kandang ayam sudah pernah dibangun ditanah lokasi Pertamina tapi nggak tahu tuh akhirnya pindah kesini , lah memang ia untuk sekarang tidak bau 2 atau 3 bulan setelah ayam masuk nasi lengko bisa ayam rasa kotoran ayam , yang paling keberatan nanti orang yang punya kontrakan disitu bisa bisa tidak laku karena bau kotoran kambing ia bau kotoran ayam , ia lihat saja gimana nanti paling pasti masyarakat protes kalau untuk kambing itu suda sudah ada kira kira dua tahun yang lalu waktu itu sih dikandang sebelah sana ( timur red ) Sekarang dibawa kekandang yang baru " ungkap sumber saat kongkow bareng dengan ke 2 awak media.
(AK.60)

0 comments:

Posting Komentar

Hanya pesan membangun