Cairan Merah Mengalir dari Area Pergudangan Mangkol, Fakta atau Limbah Berbahaya?

Berita Terkini

Diduga ada buly Ditahanan sesama tahanan

 Buser Polkrim - Sistem kepala suku atau kepala kamar di tahanan Polresta Cirebon, Jawa Barat, ini biasanya tahanan yang Uda la...

Postingan Populer

Senin, 02 Maret 2026

Cairan Merah Mengalir dari Area Pergudangan Mangkol, Fakta atau Limbah Berbahaya?


BANGKA TENGAH – Dugaan pencemaran lingkungan mencuat di Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (2/3/2026). Aliran cairan berwarna merah yang diduga kuat limbah cat terlihat mengalir di saluran air kawasan Jalan Konghin, tepatnya di sekitar area pergudangan milik Bos Akond.

Temuan ini pertama kali mencuat saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada akhir pekan lalu. Air hujan yang mengalir dari dalam area pergudangan terlihat membawa cairan berwarna merah mencolok menuju saluran drainase.

 Warga sekitar pun mempertanyakan asal-usul cairan tersebut dan dampaknya terhadap lingkungan.

Menindaklanjuti pemberitaan yang beredar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Tengah langsung bergerak cepat. Pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB, tim DLH bersama rombongan laboratorium mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel.



Dari pantauan tim investigasi awak media di lapangan, turut hadir Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan DLH Bangka Tengah, Yudi. Tim terlihat mengambil beberapa titik sampel air dari saluran yang diduga tercemar untuk selanjutnya diuji di laboratorium.

"Kita akan melakukan tahap uji laboratorium, paling lama 14 hari kerja. Saat ini kita masih menunggu hasilnya," ujar Yudi saat diwawancarai di lokasi.

Ia menegaskan, apabila hasil uji laboratorium membuktikan bahwa cairan merah tersebut merupakan limbah cat, maka hal itu merupakan pelanggaran serius. "Kalau memang itu cat yang mengalir di saluran, jelas itu salah. Cat termasuk limbah B3 yang berpotensi mencemari lingkungan dan air tanah," tegasnya.

Selain dugaan pencemaran, DLH juga menyoroti kondisi kebersihan di area pergudangan. Di bagian depan hingga gudang belakang, terlihat tumpukan berbagai jenis barang dan limbah, mulai dari sembako, pupuk, drum plastik biru bekas, lada, hingga gudang penyimpanan kertas.

Menurut Yudi, pihaknya akan memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis dalam beberapa hari ke depan agar pengelola gudang segera membersihkan tumpukan sampah tersebut. Ia mengingatkan, jika hujan kembali turun, air yang melewati tumpukan sampah berpotensi membawa residu ke saluran air dan memperparah risiko pencemaran.

Hingga berita ini diturunkan, Bos Akond belum memberikan keterangan resmi kepada tim investigasi awak media. Saat kunjungan DLH berlangsung, yang bersangkutan terlihat tengah mengisi sejumlah dokumen dan data yang diminta oleh pihak dinas.

Kini, publik menanti hasil uji laboratorium yang akan menjadi penentu: apakah aliran merah tersebut sekadar fenomena sementara akibat limpasan material biasa, atau benar merupakan limbah berbahaya yang mengancam kualitas lingkungan di kawasan Jalan Konghin, Desa Mangkol.

(HR/TIM) 

0 comments:

Posting Komentar

Hanya pesan membangun