Buserpolkrim.com
Maraknya penimbunan BBM jenis solar diwilayah Indramayu barat diduga dibekingi oknum wartawan, pantas kalau kemudian Toni dan anak buahnya yang beberapa waktu lalu isunya pernah diamankan pihak kepolisian terkait dugaan penimbunan BBM jenis solar tak juga merasa jerah faktanya hingga berita ini tayang Toni Cs tetep lakukan penimbunan solar karena diduga merasa dibekingi oknum wartawan.
Yang menarik dari pemberitaan ini yakni menyeret nama ketua forum jurnalis Indramayu
Padahal maaf tidak bermaksud untuk menggurui namun sejatinya siapapun tahu yang namanya jurnalis/ wartawan tugas utamanya adalah mencari mengumpulkan,memverifikasi,menulis dan menyajikan informasi atau berita yang akurat dan berimbang kepada publik , wartawan juga bertindak sebagai penyampai fakta pengawas sosial ( watchdog ) yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik
kalau kemudian ada pemberitaan yang tayang pada media online Buserpolkrim.com yang memuat haedline dugaan penimbunan BBM diwilayah kecamatan Kandanghaur meminta perlindungan kepada ketua forum jurnalis berdasarkan dari hasil pantauan serta investigasi dilapangan bahkan saat berita hendak tayangpun beberapa rekan seprofesi meminta agar tidak usah ditayangkan sebab kegiatan tersebut ( penimbunan solar red ) yang dibelakangnya yakni ketua forum jurnalis Indramayu " ujarnya
Nurbaeti Ketua tim investigasi dari media Buserpolkrim.con berusaha menjembatani antara Moh Kozim yang sebagai Kaperwil Jabar Buserpolkrim com dengan Day Asw ketua forum jurnalis Indramayu terkait pemberitaan yang tayang kemarin terkait dugaan penimbunan BBM bersubsidi menurut Nurbaeti jika Day keberatan namanya dikait kaitkan dengan dugaan penimbunan solar oleh karena itu meminta agar nama ketua forum jurnalis Indramayu dihapus bahkan pihaknya pada malam hari langsung mengirim pesan lewat aplikasi whast Aap yang isinya mengaku siap bertemu dengan awak media online Buserpolkrim.com dimana saja, namun pada siang hari tiba tiba pernyataan yang katanya siap ketemu dimana saja ternyata menurut Nurbaeti diubah pertemuan dilokasi sport centre Indramayu kota " kalau tadi malem sih SMS kesaya katanya siap ketemu jam 13 :00 wib dimana saja kalau kemudian geser ke SC ia gak tahu tuh , SMS dari Koko saya kirim kepada ketua tapi hanya dilihat saja , sekarang saya kan lagi sama ketua forum " ujar NB
Menyoroti pemberitaan yang tayang di salah satu media online DR Walim SH MH ikut memberikan pemahaman terkait tugas dan pungsi wartawan " tugas dan pungsi wartawan jelas membuat pemberitaan yang akurat dan berimbang kalau kemudian didalam peberitaan nama oknum sampai terseret tentunya barangkali didasari hasil penelusuran maupun investigasi dilapangan kan wartawan memiliki pedoman misalnya apa yang dilihat, apa yang didengar, serta apa yang dirasakan, dan itu sebenarnya sama saja dengan 5 W 1 H " ujar mantan Ketua Komisi Informasi Daerah ( KID) periode pertama kala pertama kali dibentuk .
Lanjut pria yang juga seorang Dosen di Untag Cirebon lebih jauh menjelaskan " kalau tadi saudara kan bertanya, katanya boleh tidak wartawan nyambi bekingi penimbun solar subsidi , ia jelas tidak boleh sebab tindakan tersebut merupakan pelanggaran Hukum serius, penimbunan BBM bersubsidi adalah tindak pidana, dan kalau benar ada keterlibatan oknum wartawan tadi disamping melanggar kode etik jurnalistik pasal 6 disitu dikatakan wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi atau menerima suap membekingi penimbun penyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi demikian pula didalam KUHAP oknum tersebut juga dikenakan pasal penyertaan atau turut serta melakukan kejahatan yang istilah didalan bahasa hukumnya ( medeplegen) " paparnya
Lebih jauh pria yang juga Owner dari 3 media cetak online dan tv YouTube Intijaya mengatakan " disinilah wartawan juga perlu memahami tentang hukum sehingga tidak sekarepe dewek ( tidak semaunya sendiri ) oleh karena itu saya menekankan kepada seluruh wartawan Intijaya belajarlah kalau tidak kuliah ia membaca buku karena itu sangat penting " pungkas DR Walim SH MH .
( Moh Kozim )






0 comments:
Posting Komentar
Hanya pesan membangun