All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Patroli Malam Cipta Kondisi di Sidoharjo: Sinergi Aparat dan Warga Jaga Keamanan Wilayah

Wonogiri – Suasana Rabu malam (8/4/2026) di Kecamatan Sidoharjo tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah aparat gabungan bersama warga te...

Postingan Populer

Jumat, 01 Agustus 2025

Wakil Wali Kota Cirebon Berkomitmen Menekan Stunting Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas

KotaCirebon - Pemerintah Kota Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam menanggulangi permasalahan stunting secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Cirebon Tahun 2025 di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon , Kamis (31/7/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menjadikan rapat ini sebagai momentum strategis, bukan sekadar forum administratif. “Saya berharap forum ini bukan sekadar pertemuan administratif, tetapi merupakan momentum penting untuk memperkuat langkah dan sinergi dalam mewujudkan masa depan generasi Kota Cirebon yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas,” tuturnya.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat bahwa prevalensi stunting di Kota Cirebon  17% pada 2022 menjadi 19,9% pada tahun 2023. Kemudian di tahun 2024, turun menjadi 14,9%. Wakil Wali Kota menyebut capaian ini sebagai hasil dari kerja keras berbagai pihak. “Penurunannya cukup signifikan. Ini adalah buah dari ikhtiar luar biasa dari semua pihak,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan masih panjang. Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan ancaman terhadap kualitas generasi bangsa. Anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan kognitif, produktivitas rendah, hingga penyakit kronis di masa dewasa. Oleh karenanya, isu ini harus ditangani secara holistik dan multisektoral. 

“Ini bukan hanya persoalan gizi, melainkan juga menyangkut ketahanan keluarga, pola pengasuhan, sanitasi, pelayanan dasar, dan tentu saja keberpihakan kebijakan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya pendekatan pentahelix, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Ia percaya bahwa solusi untuk stunting hanya dapat dicapai bila semua elemen masyarakat saling bahu-membahu. 

“Di era sekarang, tidak ada satu lembaga pun yang mampu bekerja sendirian menghadapi kompleksitas persoalan sosial,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen daerah, TPPS Kota Cirebon diminta untuk tidak hanya merancang program, tetapi juga memastikan implementasi yang menyentuh masyarakat secara nyata. Program seperti edukasi pranikah, penyuluhan gizi untuk ibu hamil, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting, serta penguatan peran Posyandu, menjadi garda depan dalam menanggulangi stunting.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mendorong agar hasil rapat ini benar-benar terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran perangkat daerah. Evaluasi atas intervensi tahun 2024 menjadi dasar penting dalam merancang strategi 2025 dan menyiapkan perencanaan 2026 secara lebih tajam. 

“Kita semua harus benar-benar memperkuat komitmen; komitmen yang tampak dalam kebijakan, dalam alokasi anggaran, dalam pengawasan, dan dalam kemampuan kita hadir langsung di tengah masyarakat yang rentan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa upaya penurunan stunting adalah bagian tak terpisahkan dari visi Kota Cirebon yang  Setara dan Berkelanjutan. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong isu ini menjadi arus utama dalam pembangunan daerah. 

“Tidak bosan saya terus sampaikan bahwa visi  Setara Berkelanjutan hanya akan bermakna apabila anak-anak yang lahir dan tumbuh di Kota Cirebon benar-benar merasakan keberpihakan dan kehadiran pemerintah,” harapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, Pemerintah Kota Cirebon optimis bahwa cita-cita menciptakan generasi emas yang sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan kuat secara emosional bukan sekadar impian, melainkan sebuah tujuan yang akan terwujud dengan langkah-langkah kolektif yang berkesinambungan.
(Denny Krisnara)

Ditresnarkoba Polda Banten Bongkar Sindikat Pengedar Obat Keras Ilegal, Puluhan Ribu Butir Barbuk Senilai Rp 150 Juta Diamankan



Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten membongkar praktik peredaran obat keras ilegal. Puluhan ribu butir obat keras jenis tramadol dan hexymer diamankan polisi. Dari kasus itu, dua pria ditetapkan sebagai tersangka yakni YS (33) dan AR (32). 

Direktur Reserse Narkoba Polda Banten Kombes Wiwin Setiawan mengatakan, dari tersangka YS, diamanatkan bbarang bukti berupa 720 butir hexymer dan 417 butir tramadol HCL. 

"Sedangkan dari tersangka AR diamankan barang bukti berupa 15.300 butir tramadol, 10.370 butir trihexyphenidyl, dan 9.528 butir hexymer," kata Wiwin, Jumat (1/8/2025). 

Selain itu, diamankan pula barang bukti lain berupa telepon seluler kedua tersangka, plastik klip bening, dan uang tunai Rp 895 ribu diduga hasil transaksi obat keras ilegal. 

Wiwin menjelaskan, awal terbongkarnya praktik ilegal itu dari laporan masyarakatnya. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Selanjutnya, pada Minggu (27/7/2025), Tim opsnal Subdit I Ditresnarkoba membekuk tersangka YS di rumahnya di daerah Pandeglang.

Kepada polisi, YS menerangkan membeli obat keras itu dari tersangka AR yang berada di daerah Koja, Jakarta Utara. Tim langsung melakukan pengembangan dengan bergerak ke rumah tersangka AR. Di hari yang sama, Tim berhasil meringkus tersangka AR. 

Wiwin menambahkan, modus yang digunakan para tersangka adalah dengan berkedok toko kosmetik dan perlengkapan bayi. Dari pengungkapan itu, lanjut Wiwin, Ditresnarkoba Polda Banten telah menyelamatkan 15.000 jiwa dengan asumsi dua butir obat dikonsumsi satu orang. 

"Total nilai barang bukti yang disita mencapai Rp150 juta," tambahnya. 

Para tersangka dijerat Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda hingga Rp 5 miliar. 

Wiwin menyampaikan, saat ini petugas masih memburu seorang tersangka lain yang sudah diketahui identitasnya dan sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).


Red/Tim

Polres Agara Berhasil Amankan M (55) Warga Darul Makmur Bawa Ganja 10 Bungkus Atau 9,45 Kg Di Ketambe



Buserpresisi ll Kutacane Aceh Tenggara provinsi Aceh, Seorang pria berinisial M (55), warga Desa Darul Makmur, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Berhasil Diamankan aparat kepolisian Polres AcehTenggara setelah kedapatan membawa Ganja 10 bungkus dengan berat bruto mencapai 9.450 gram atau sekitar 9,45 kilogram.

Penangkapan terjadi Rabu, 30 Juli 2025 sekitar pukul 15.30 WIB, di Desa Bener Mepapa, Kecamatan Ketambe. Penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai, adanya aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan ke lokasi dan menemukan seorang pria yang tengah berhenti di pinggir jalan, menggunakan sepeda motor Honda Vario tanpa nomor polisi.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati dua karung goni putih yang berisi ganja kering siap edar, masing-masing dibalut rapi menggunakan lakban warna coklat dan disimpan dalam keranjang hijau (along-along).

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka 10 bungkus ganja dibalut lakban coklat dengan berat brutto 9.450 gram, 1 unit handphone Samsung lipat warna putih, 1 unit sepeda motor Honda Vario tanpa plat nomor, 2 karung goni warna putih dan 1 keranjang hijau (along-along).

Tersangka yang mengaku berinisial M (55) mengakui bahwa seluruh barang bukti ganja tersebut adalah miliknya.

Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Aceh Tenggara, untuk diserahkan ke penyidik Satresnarkoba guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri.S.I.K melalui Kasi Humas AKP Jomson Silalahi menyampaikan" apresiasi atas informasi masyarakat dan menegaskan bahwa pemberantasan peredaran narkotika akan terus menjadi prioritas utama.

"Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba. Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting, dan kami harap warga terus berperan aktif memberikan informasi," ujar Kasi Humas.

"Penangkapan ini menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam menjaga wilayah Aceh Tenggara dari ancaman narkoba yang dapat merusak generasi muda "Sebut kasi Humas tersebut. 

(MHD SABRI)

Sasaran Non Fisik, Wadansatgas TMMD Reguler Ke-125 Kodim 0735/Surakarta Berikan Materi Wasbang Dan Bela Negara

Surakarta - Kegiatan TMMD Reguler Ke-125 Kodim 0735/Surakarta Tahun Anggaran 2025 selain mengerjakan sasaran fisik berupa perbaikan saluran air sepanjang 586 meter, perbaikan MCK umum, Pipanisasi di 5 titik, Ketahanan pangan, serta Rehab rumah tidak layak huni (RTLH), juga pelaksanaan sasaran non fisik berupa penyuluhan atau sosialisasi. 

Kegiatan non fisik juga menjadi bagian penting dari sasaran yang harus dicapai sebagai bagian tolak ukur keberhasilan atau suksesnya program TMMD Reguler Ke 125 Kodim 0735/Surakarta.

Kamis (31/07/2025) malam, Wadansatgas TMMD Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta Mayor Inf Suwarko memberikan materi penyuluhan wawasan kebangsaan  (Wasbang)  dan bela negara serta penanaman nilai-nilai ideologi Pancasila, bertempat di Pendopo Kelurahan Karangasem , Kecamatan Laweyan Kota Surakarta.

Antusiasme warga terlihat saat menerima penyuluhan wawasan kebangsaan tentang bela negara dalam memperkokoh jiwa nasionalisme masyarakat dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi yang dapat merongrong kehidupan bangsa kita. 

Dikatakan Wadansatgas selaku nara sumber materi wawasan kebangsaan diberikan bertujuan untuk membina dan membentuk komponen masyarakat yang berkepribadian dan cinta tanah air sehingga terbentuk karakter yang memiliki sikap patriotisme dan bela negara. 

Lebih lanjut Mayor Inf Suwarko menjelaskan, Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dalam mempertahankan mempertahankan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.

"Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan seorang warga negara di tanah air yang sudah memberikan kehidupan padanya. Hal ini terjadi sejak seseorang lahir, tumbuh dewasa serta dalam upayanya mencari penghidupan" jelasnya.

Dalam pelaksanaan pembelaan negara, seorang warga negara dapat melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. 

"Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesiapan berbakti pada negara dan kesiapan berkorban membela negara," pungkas Wadansatgas.

Penulis : Arda 72

Indahnya Kebersamaan, Satgas TMMD Reguler Ke-125 Kodim 0735/Surakarta Laksanakan Shalat Jum’at Bersama Warga

Surakarta - Meski kegiatan TMMD Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta begitu padat, namun anggota satgas yang beragama Islam tak lupa meluangkan waktu untuk menunaikan ibadah sholat Jum'at berjamaah bersama masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pasiops Satgas TMMD Reguler ke 125 Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Tri Sakti Kristiyoso usai melaksanakan sholat Jum'at bersama dengan warga masyarakat di Masjid Baiturrohim, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Jumat (01/08/2025).

"Sholat Jumat ini wajib bagi kaum laki-laki untuk melaksanakan, maka satgas TMMD Reguler ke-125 yang beragama muslim harus meluangkan waktu untuk beribadah"tegas Pasiops.

Dia menyebut meski dalam kondisi padatnya kegiatan di TMMD Reguler ke-125 ini, bagi kaum laki-laki beragama islam wajib laksanakan sholat Jumat.

"Selain itu meminta doa kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dan kesuksesan dalam melaksanakan kegiatan yang sedang berjalan."imbuhnya.

"Melalui sholat Jumat bersama warga, diharapkan juga akan semakin mempererat silaturahmi dan menjalin persaudaraan antara personel Satgas TMMD Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta dengan segenap warga setempat"pungkas Pasiops.

Penulis : Arda 72