All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Persit Kartika Chandra Kirana Pilar Tangguh Di Balik Pengabdian Prajurit TNI-AD

Di balik kuatnya prajurit TNI Angkatan Darat, ada sosok perempuan tangguh yang setia mendampingi dalam setiap langkah pengabdian. Merek...

Postingan Populer

Senin, 29 September 2025

Peduli Kebersihan Lingkungan, Babinsa Bersama Linmas Dan Perangkat Kelurahan Kepatihan Wetan Laksanakan Kerja Bakti

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Budiono melaksanakan kerja bakti bersama perangkat dan Linmas kelurahan bertempat di Jl. Sutan Syahrir Kelurahan Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Minggu ( 28/09/2025 ) Pkl 07.30 Wib

Dalam Mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri, Babinsa Sertu Budiono bersama perangkat dan Linmas kelurahan Kepatihan Wetan melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan disekitar lingkungan Kantor kelurahan yang sudah kotor dan tidak terawat.

Kegiatan Kerja Bakti ini melibatkan Lurah beserta perangkat kelurahan dan Linmas, bahu membahu dalam pembersihan lingkungan di sekitar kantor kelurahan yang sudah ditumbuhi rumput liar dan kurang terawat sehingga terlihat bersih dan rapi.

Sertu Budiono dalam sela-sela kegiatan kerja bakti ini menyampaikan kerja bakti ini merupakan upaya bersama dalam mewujudkan kepedulian kita sebagai aparat kewilayahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri dan memberikan contoh kepada warga kelurahan Kepatihan Wetan agar peduli terhadap lingkungan sehingga tata ruang dan kebersihan tetap terjaga dengan baik serta meningkatkan Sinergitas TNI dengan Instansi Pemerintah Kelurahan.

Penulis : Arda 72

Peduli Kesehatan Warganya, Babinsa Kerten Dampingi Pelayanan Kesehatan Posbindu

Surakarta - Babinsa Kelurahan Kerten Serka Sugiman dan Sertu Bambang Koramil 01/Laweyan melaksanakan pendampingan pengecekan kesehatan Posbindu Teratai   bagi warga masyarakat binaan di Pendopo Kelurahan, Jalan A.yani no 377 kelurahan Kerten Kecamatan, Minggu (28/09/2025).

Dikatakan Serka Sugiman kegiatan pengecekan kesehatan program Posbindu Teratai yang didukung dari dokter RS Panti Waluyo dan Puskesmas Purwosari  bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pencegahan penyakit tidak menular  kepada masyarakat.

"Selaku Babinsa Kelurahan Kerten kami menghimbau kepada warga masyarakat agar selalu rutin mengikuti kegiatan Posbindu demi mengontrol kesehatan."ujarnya.

"Program Posbindu teratai meliputi pendaftaran, wawancara tentang riwayat penyakit keluarga, pemeriksaan tinggi badan, tekanan darah, lingkar perut, pemeriksaan kadar lemak dalam tubuh, pemeriksaan kadar gula dalam darah, kolesterol, asam urat dan di tutup dengan konseling."tambahnya.

Penulis : Arda 72

Minggu, 28 September 2025

Jeritan Pasien Gawat Darurat di Cirebon: Kemenkes dan BPJS Diduga Acuhkan Warga Miskin

Buserpolkrim.com

Cirebon, Minggu, 28 September 2025 – Kasus seorang pasien bernama Sarojim, warga Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjadi sorotan tajam terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sarojim, yang menderita gagal ginjal dan membutuhkan cuci darah segera, terkatung-katung di ruang IGD RS Gunung Jati karena kartu BPJS miliknya tidak aktif.
 
Kisah pilu ini bermula ketika Fitri, anak kandung Sarojim, membawa ayahnya ke RS Sida Wangi menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Namun, pihak RS Sida Wangi justru memvonis Sarojim gagal ginjal dan harus cuci darah, lalu menyuruhnya pindah ke RS yang lebih lengkap tanpa memberikan surat rujukan karena BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) Sarojim tidak aktif. Sarojim terpaksa keluar dari RS Sida Wangi tanpa surat rujukan dan langsung menuju IGD RS Gunung Jati.
 
"Bapak saya dengan kondisi sudah gawat darurat, saya bawa ke Rumah Sakit Sida Wangi pake SKTM, tapi hasil dari RS Sida Wangi di vonis Gagal Ginjal dan Harus Cuci Darah. Ironisnya bapak saya disuruh pindah ke RS yang lebih lengkap alat-alatnya dan tanpa dibekali Surat Rujukan, dengan alasan karena BPJS PBI nya tidak Aktif," ungkap Fitri, didampingi muhamad kozim (koko ochim) Media Buserpolkrim.
 
Istri Sarojim menambahkan, suaminya sempat dirawat inap tiga hari di RS Sida Wangi menggunakan SKTM. Namun, karena BPJS PBI tidak aktif, mereka disuruh pindah ke RS Gunung Jati. Setibanya di IGD RS Gunung Jati pada Sabtu sore, 27 September 2025, Sarojim belum mendapatkan kamar hingga berita ini diturunkan dengan alasan ruangan penuh. Pihak RS juga terus menanyakan status BPJS PBI Sarojim yang belum aktif.
 
"Kalau tidak ada BPJS, maka harus pake umum. Kami masyarakat miskin dari mana buat bayar Rumah Sakit? Buat kebutuhan sehari-hari saja karena suami sakit, otomatis tidak ada yang mencari nafkah," keluh istri Sarojim.
 
Keluarga Sarojim berharap Kementerian Kesehatan dan BPJS Kabupaten Cirebon tidak menutup mata terhadap pasien gawat darurat dan segera memberikan kebijakan yang meringankan beban masyarakat miskin.
 
Parahnya, bagian Jaminan Kesehatan Bidang SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon justru menyatakan bahwa mekanisme tersebut adalah aturan BPJS dan Rumah Sakit mengikuti aturan BPJS. "Kalau di kami ada JAMKESDA, tapi untuk yang belum menjadi Peserta BPJS (yang aktif maupun tidak aktif) yang di Rawat di RSUD Kabupaten Cirebon," jelasnya.
 
GMOCT Gabungan Media Online dan Cetak Ternama, yang mendapatkan informasi dari Media Buserpolkrim yang tergabung di GMOCT, menilai kejadian ini sangat memprihatinkan. Asep NS, Sekretaris Umum GMOCT, mempertanyakan kenapa tidak ada kebijakan dari dinas terkait, khususnya BPJS Cabang Cirebon, mengingat pasien sudah dalam kondisi gawat darurat dan harus menunggu satu bulan agar BPJS aktif.
 
Media Buserpolkrim pun menghubungi pihak rumah sakit dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon. Dinas Sosial menyatakan siap membantu pasien Sarojim, namun untuk mengaktifkan BPJS adalah kewenangan Dinas Kesehatan dan BPJS.
 
"Selanjutnya kami akan meneruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon khususnya ke BPJS Cabang Cirebon, kebijakan bisa langsung aktif atau menunggu Satu Bulan itu ada di BPJS Cabang Cirebon," jawab pihak Dinas Sosial melalui telepon.
 
Kasus Sarojim ini menjadi bukti nyata bahwa masih banyak masyarakat miskin yang kesulitan mengakses pelayanan kesehatan, meskipun sudah ada program BPJS. Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan dan BPJS, harus segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem agar tidak ada lagi pasien gawat darurat yang terkatung-katung karena masalah administrasi.

#noviralnojustice

#bpjs

#rsdgunungjati

#kemenkes

#cirebon

(muh kozim)

Sabtu, 27 September 2025

Warga Mengeluh Jadi Korban Begal Payudara, Polresta Tangerang Tingkatkan Patroli Wilayah



Aparat Polresta Tangerang meningkatkan patroli kewilayahan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Terutama setelah salah seorang warga mengaku menjadi korban begal payudara di kawasan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Keluhan itu disampaikan warga di salah satu platform media sosial. 

Jumat-Sabtu (26-27/9/2025) malam Patroli Mobile dari Tim Patroli Maung Presisi dan Tim Patroli Sigap Polresta Tangerang. Patroli mobile kewilayahan itu dilakukan dengan menyisir satu demi satu titik atau lokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminal. 

"Salah satu titik yang dilaksanakan patroli adalah kawasan Jayanti, yang disebutkan sebagai lokasi terjadinya begal payudara. Dan memang kawasan ini perbatasan wilayah hukum, jadi patroli di tingkat," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 

Indra Waspada menerangakan, patroli mobile kewilayahan dilaksanakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Indra Waspada mengimbau masyarakat khususnya perempuan agar menghindari jalan-jalan yang sepi, baik siang ataupun malam.

"Bila pun terpaksa harus melewati jalan yang sepi, perempuan harus tetap fokus dan waspada. Sehingga saat ada yang mendekat, dapat melindungi diri," ujar Indra Waspada. 

Selain menganjurkan menghindari jalanan sepi, Indra Waspada juga mengimbau agar mengusahakan tidak bepergian seorang diri, apalagi bila melintasi jalan sepi. Kemudian, masyarakat yang menjadi korban begal payudara maupun tindakan kejahatan yang lain, diimbau agar segera melapor. 

"Kami imbau untuk korban segera melapor. Bisa datang langsung ke kantor polisi terdekat, atau ke berbagai media sosial kami, bisa juga ke What's App ke hotline Hallo Pak Kapolresta di nomor 081112301110," terang Indra Waspada. 

Tidak hanya itu, Indra Waspada juga mendorong masyarakat, terutama pada jalur sepi dan/atau rawan, untuk dapat memasang kamera CCTV. Sehingga dapat merekam peristiwa yang terjadi, yang dapat menjadi bukti petunjuk. 

"Untuk pemasangan CCTV di lokasi rawan bekerja sama dengan masyarakat yang tinggal di sekitar lokask tersebut," tandasnya.



Red/Toher Sw

Pagelaran wayang kulit ramaikan acara sedekah bumi desa Cikeusal



Buserpolkrim.com

Bagi masyarakat pedesaan sedekah bumi memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan berkah alam ,pelestarian budaya dan kearifan lokal yang diwariskan turun temurun penguatan solidaritas dan ikatan sosial antar warga melalui gotong royong serta wujud penghormatan terhadap leluhur hal itu dikatakan H Dedi Karsono SH Kuwu desa cikeusal kecamatan Gempol kabupaten Cirebon saat membuka perbincangan dengan awak media Buserpolkrim.com Sabtu ( 27/9 ) diruang kerjanya .

Dedi menambahkan " berangkat dari sebuah tradisi itulah kita pemerintah desa pada hari Minggu tanggal 28 September besok mengadakan pagelaran wayang wayang kulit bertempat dibalai desa Cikeusal, nah yang jadi pertanyaan kenapa balai desa tiap sedekah bumi selalu menggelar pentas wayang kulit jawabannya karena tadi yang saya katakan diawal yaitu tradisi, karena tradisi mengandung nilai filosofi yang mengajarkan harmoni dengan alam dan sesama serta harapan akan kesejahteraan dan keselamatan seluruh warga desa Cikeusal" paparnya 

Lanjut Dedi " sedekah bumi juga bisa dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan seperti pitutur bahasa Jawa yakni Memetri yang bermakna memelihara, sebagai insan hidup di alam ini tentu saja harus bisa menunjukan rasa kesadaran akan pentingnya menjaga bumi 
" Ungkapnya pria  

Masih menurut pria berkacamata " yang perlu digaris bawahi bahwa pelaksanaan sedekah bumi itu bukan hanya pada pagelaran wayang kulitnya saja tapi sebuah tradisi yang wajib diwariskan dari generasi ke generasi karena tadi bahwasannya sedekah bumi mengandung pesan pesan dari para leluhur contoh yang paling gampang yakni tumpeng yang hingga saat ini tidak pernah terkikis oleh budaya luar dari satu titik saja masyarakat akan dapat mengenali kan " pungkas Dedi 

( Moh Kozim )