All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

‎Bupati Lucky Hakim dan Perusahaan Jepang Serahkan Bantuan, Untuk Atlet Disabilitas

‎ ‎INDRAMAYU — Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama perusahaan PT Akashi Wahana Indonesia dan PT Daihatsu Drivetrain Manufactu...

Postingan Populer

Kamis, 09 Oktober 2025

Kado Istimewa Hari Jadi Indramayu ke 498, Gubernur Jabar Bakal Bantu Infrastruktur



INDRAMAYU Momentun perayaan Hari Jadi Indramayu ke 498 tahun 2025 dijadikan sebagai saksi jika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur dan pusat kebudayaan di masa depan.

Penegasan itu disampaikan dalam pidato KDM saat 
menghadiri Rapat Paripurna Istimewa, Hari Jadi Indramayu ke-498 di Gedung DPRD, Selasa, 7 Oktober 2025.

Menurutnya, sepanjang perjalanan dari Majalengka ke Indramayu, dirinya melihat potensi sumber daya air yang sedang ditata dengan baik. Kawasan salurah Sindupraja akas jalan Propinsi Jatibarang - Pekandangan, terlihat banyak jembatan penyeberangan yang belum di tata dengan baik. 



"Jika jembatan jembatan itu dikasih simbol gagak winangsih atau senjata pendiri Indramayu Arya Wiralodra, maka tumbuh seni budaya yang menjadi destinasi wisata kedepan," tuturnya disambut riuh peserta rapat. 

KDM mengaku saat ini, dirinya sudah menyusun DED untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Indramayu terutama penataan jalan dengan sentuhan desain arsitek identitas budaya Indramayu. 

Ia menegaskan, kendati pada APBD Jabar tahun 2026 nanti mengalami pemangkasan, dirinya berjanji untuk tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. 

"Jadi siap - siap bagi seluruh birokrasi belanja rutin seperti rapat rapat tidak ada snack hanya minuman tok," tuturnya. 

KDM menambahkan, prioritas pembangunan infrastruktur di Jawa Barat akan terus dilakukan hingga tahun 2027 mendatang. Maka ia meminta kepada Bupati Indramayu agar terus memberikan terobosan program - program yang pro terhadap kepentingan rakyat. 

KDM menegaskan, pembangunan yang baik harus berangkat dari sejarah dan karakter masyarakat lokal. 

Menurutnya, Kabupaten Indramayu, memiliki histori dan budaya yang kental sebagai sosok masyarakat keras, karena memang Indramayu dibangun oleh tokoh yang biasa perang, walaupun hatinya sangat baik dan memiliki jiwa seni yang sangat tinggi. 

Maka, KDM mengajak kepada seluruh masyarakat Indramayu untuk tidak takut membangun insfrastruktur daerah melalui pendekatan budaya masa lalu yang akan dilahirkan pada kondisi saat ini. 

Ia menconrohkan ketika melihat arsitektur dan tata kota di Yogyakarta hingga kemudian daerah tersebut menjadi kunjungan terbesar wisataaan baik dalam dan luar negeri. 

"Sesungguhnya datang ke Yogyakarta itu hanya untuk melihat panorama alam dan simbol simbol kebudayaan masa lalu yang hadir di masa sekarang, maka kedepan saya pastikan Indramayu juga akan bisa seperti itu," tandasnya. 

Sementara itu, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengaku akan memprioritaskan pelaksanaan pembangunan ditahun pertama hingga tahun 2026 mendatang persoalan insfrastruktur jalan dengan beban APBD sekitar Rp800 miliar akan dapat diselesaikan dengan baik. 

Melalui momentum Hari Jadi Indramayu ke 498 ini, dirinya bersama Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, akan terus melakukan langkah nyata beberes dermayu melalui Visi Indramayu Reang. 

"Kami serius menyediakan Sekolah Rakyat bahkan dalam waktu dekat ini akan memberikan bantuan kepada 1000 anak anak usia sekolah yang tidak mampu, masing-masing anak akan memperoleh bantuan Rp30 juta selama satu tahun dengan syarat harus sekolah dan siap mengikuti aturan," tuturnya. 

Disamping fokus Sekolah Rakyat, pihaknya juga akan mengupayakan lahirnya lulusan sekolah menengag atas untuk dipersiapkan pada digitalisasi industri yang saat ininfokus di eilayah Kecamatan Losarang, Krangkeng, Terisi dan Gantar. 

"Terimakasih kepada semua pihak yang telah bersama - sama membangun Kabupaten Indramayu dalam mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata," pungkasnya.

(Nurbaiti)

Kodim Surakarta Bersama Pemkot Surakarta Luncurkan Program "Respata": Sinergi Bersama Tangani Persoalan Sampah Dari Hulu

Surakarta - Kodim 0735?Surakarta bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta resmi meluncurkan program penanganan sampah "Respata" (resik-resik pilah sampah kota Surakarta) bertempat di lapangan apel Makodim 0735/Surakarta Jln. A Yani No.349, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kamis (09/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kota Surakarta dan Kodim 0735/Surakarta dalam memperkuat komitmen bersama menangani persoalan sampah secara berkelanjutan. Turut hadir sejumlah pejabat penting diantaranya Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., Kapolresta Surakarta Kombes. Pol. Catur C Wibowo., S. I. K., M.H., Walikota Surakarta Respati Achmad Ardianto SH., M.Kn, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Fictor J Situmorang, S.I.P, M.I.P., serta para Camat Lurah dan Jajaran dinas lingkungan hidup kota Surakarta. 

Dalam sambutannya Walikota Surakarta Respati Achmad Ardianto SH., M.Kn, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah kota Surakarta, ia menekankan pentingnya partisipasi semua elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. 

"Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, ini merupakan tanggung jawab kita bersama yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi media, serta masyarakat dan melalui program ini kami ingin memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat."ujarnya.

"Program "Respata" (resik-resik pilah sampah kota Surakarta) ini nantinya akan menjadi inovasi baru pemerintah kota Surakarta dalam upaya mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya."tegasnya.

Kita tidak hanya menyelesaikan di akhir di tempat pembuangan tapi mulai dari hulu, dari rumah tangga dan non rumah tangga, Tujuannya adalah untuk memperlambat debit sampah ke TPA agar tidak overload."imbuhnya.

"Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden Republik Indonesia bahwa pengelolaan sampah harus tuntas sebelum tahun 2029, karena itu inovasi dan terobosan akan terus kita lakukan."pungkas Walikota.

Sementara itu Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Fictor J. Situmorang S.I.P., M.I.P., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Kodim 0735/Surakarta akan mengerahkan seluruh Babinsa di setiap Kelurahan dan Kecamatan untuk mendampingi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah, kami tidak bisa bekerja sendiri tapi akan bersinergi dengan Lurah, Bhabinkamtibmas, linmas dan juga komunitas Saberling."ujarnya.

"Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dengan memulai dari hal sederhana yaitu memilah sampah dari rumah."tutupnya.

Melalui apel dan launching program ini  Kodim 0735/Surakarta bekerjasama dengan Pemerintah kota Surakarta menegaskan komitmennya menjadikan Surakarta sebagai kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan serta menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu di tingkat Nasional.

Penulis : Arda 72

Koramil 04/Jebres Bersama Masyarakat Bergotong-royong Kebut Sasaran Fisik TMMD Sengkuyung Tahap IV

Surakarta - Antusiasme warga masyarakat dalam Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap IV tahun 2025 di wilayah Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres.

Anggota Koramil 04/Jebres bersama Warga Masyarakat dipimpin oleh Bati Komsos Koramil 04/Jebres Pelda Teguh Bergotong-royong menyelesaikan sasaran fisik TMMD Sengkuyung Tahap IV Ta. 2025 di Jl. Arifin Rt 05, 06 dan 07 Rw 01 Kelurahan Kepatihan Kulon Kecamatan Jebres ,Kamis ( 09/10/205 ).

Dikatakan Pelda Teguh untuk sasaran fisik pada TMMD Sengkuyung kali ini adalah perbaikan saluran air sepanjang 435 meter dengan menggunakan Uditch di Jln. Arifin, Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres.

"Dengan semangat Gotong royong tanpa mengenal lelah kami bersama-sama dengan warga masyarakat bahu-membahu menyelesaikan sasaran fisik tersebut agar dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung nantinya dapat berlangsung lancar, aman dan selesai sesuai jadwal yang sudah ditentukan."ujarnya.

"Selain itu peran serta warga masyarakat juga sangat di butuhkan dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung ini sehingga budaya gotong royong senantiasa terus dipupuk guna meningkatkan kemanunggalan TNI bersama Rakyat."imbuhnya.

"Motivasi tak lupa kami sampaikan kepada Personel yang melaksanakan Kegiatan TMMD untuk tetap semangat dan jaga faktor kesehatan dan keamanan dalam bekerja,"pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Pemda Wonosobo dan Kodim 0707 Selenggarakan Lomba TUB BB Tingkat SD, Bangun Karakter Disiplin dan Cinta Tanah Air



WONOSOBO – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) bekerja sama dengan Kodim 0707/Wonosobo menggelar Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris Berbaris (TUB BB) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Wonosobo Tahun 2025. (9/10/2025)

Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman Adipura Wonosobo, dengan tujuan utama membentuk karakter anak yang disiplin, cinta tanah air, serta memiliki mental dan fisik yang tangguh.Acara yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Wonosobo, Seno, dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Wonosobo, para kepala sekolah, guru, pelatih, serta siswa dan orang tua. 

Dalam amanat pembukaannya, Seno menyampaikan bahwa lomba ini diikuti oleh 16 regu yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di Wonosobo. "Kegiatan ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan mereka dalam tata upacara bendera dan baris berbaris, yang telah digembleng melalui latihan intensif dalam waktu yang tidak sebentar," ujar Seno.

Lebih lanjut, Seno menekankan tujuan lomba ini sebagai bentuk pembentukan karakter generasi muda. "Melalui baris berbaris, diharapkan tercipta karakter anak yang disiplin, cinta tanah air, dan memiliki mental serta fisik yang kuat. Proses gladi bersih yang panjang ini tidak hanya melatih fisik, tapi juga membangun ketangguhan jiwa," tambahnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa partisipasi dalam lomba semacam ini dapat mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gadget seperti HP, sehingga mereka lebih banyak berinteraksi secara langsung dan menikmati aktivitas fisik yang bermanfaat.Seno menambahkan bahwa lomba ini akan menjadi kenangan indah bagi anak-anak di masa depan. "Mereka akan mengingat bagaimana hari ini membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih baik. 

Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang luar biasa, tidak hanya antar anak didik, tapi juga guru dan pelatih dari berbagai kecamatan," katanya. Ia menegaskan bahwa menang atau kalah bukanlah yang utama, karena dalam setiap lomba pasti ada pemenang dan yang kalah. 

"Yang terpenting, anak-anak merasa senang dan bangga telah berpartisipasi. Ini adalah proses pembelajaran berharga bagi mereka."Kolaborasi antara Disdikpora dan Kodim 0707/Wonosobo dalam penyelenggaraan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. 
Dandim Letkol Inf Yoyok Suyitno ditempat terpisah menyampaikan , bahwa kegiatan ini sejalan dengan program TNI dalam mendukung pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar. "Sinergi ini memperkuat pendidikan bela negara sejak dini, dan kami siap mendukung penuh agar lomba berjalan tertib dan adil," ungkap Dandim Yoyok Suyitno.

Untuk menjaga netralitas dan transparansi, panitia lomba mengundang juri eksternal dari Kodim 0709/Kebumen. Hal ini disampaikan oleh Pelda Beny DS, koordinator juri, yang menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena hampir seluruh regu peserta melibatkan pelatih dari Kodim atau Koramil setempat. "Kami ingin menghindari potensi konflik kepentingan. Dengan juri dari luar daerah, diharapkan proses penilaian lebih obyektif dan mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga semua pihak puas dengan hasilnya," tegas Pelda Beny DS.

Lomba TUB BB tingkat SD ini berlangsung sepanjang hari dengan penilaian ketat terhadap aspek disiplin, sinkronisasi gerakan. Para peserta menunjukkan semangat tinggi, meski cuaca cerah pagi hari sempat disambut hujan gerimis.

Diharapkan, penyelenggaraan lomba ini menjadi momentum bagi Pemda Wonosobo untuk terus mengembangkan program serupa guna membangun generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan.


(Yudhi)
 pendim0707

Pelda Suhargo : Program SPELING, Dekatkan Layanan Kesehatan Spesialis ke Pelosok Desa

Wonogiri - Akses layanan kesehatan yang merata hingga pelosok desa menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Melalui program Spesialis Keliling (SPELING), masyarakat kini tak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pelayanan medis dari dokter spesialis. Program ini menyasar wilayah pedesaan yang sulit dijangkau, termasuk di Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Dalam pelaksanaan kegiatan yang digelar oleh RS Astrini Wonogiri bersama UPTD Puskesmas I Purwantoro, kehadiran Babinsa menjadi bagian penting yang tak bisa dipisahkan. Pelda Suhargo personil TNI dari Koramil 19/Purwantoro, tampak aktif mendampingi jalannya kegiatan bersama Aiptu Hari dari Polsek Purwantoro.

Peran TNI dalam kegiatan ini bukan hanya sebatas pengamanan, tetapi turut membantu koordinasi antara tim medis dan perangkat desa, memastikan informasi layanan sampai ke masyarakat, serta membantu warga dalam proses pemeriksaan.

"Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari layanan ini. Mulai dari kehadiran dokter spesialis hingga proses pemeriksaannya harus berjalan lancar," ungkap Pelda Suhargo.

Adapun layanan yang diberikan dalam program SPELING meliputi Poli ObGyn (Kandungan dan Kebidanan), Poli Penyakit Dalam, Poli Kejiwaan, dan Poli Paru. Layanan ini langsung diberikan di balai desa atau fasilitas kesehatan terdekat di desa, sehingga warga tidak perlu repot menuju rumah sakit di kota.

Siti Marwani dari Dinas Kesehatan Wonogiri menyampaikan bahwa program SPELING merupakan inisiatif dari Gubernur Jawa Tengah, yang bertujuan untuk menghadirkan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

"Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan medis," jelasnya.

Sinergi antara tenaga medis, aparat TNI dan Polri, serta perangkat desa menjadi kunci sukses kegiatan ini. Keberadaan Babinsa seperti Kopka Deni menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam konteks pertahanan, tetapi juga aktif dalam mendukung kesejahteraan rakyat, salah satunya di bidang kesehatan.

Dengan peran aktif Babinsa dalam program SPELING, harapan akan tercapainya pelayanan kesehatan yang menyentuh seluruh penjuru desa kini semakin nyata.  

Penulis : Arda 72