All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Supervisi dan Implementasi SPKT-Pamapta, Stamaops Polri Kunjungi Polresta Tangerang

Staf Utama Operasi (Stamaops) Polri mengunjungi Polresta Tangerang, Kamis (21/5/2026). Kunjungan itu untuk melakukan supe...

Postingan Populer

Kamis, 21 Mei 2026

Di Duga Zulhelpi Disebut Jadi Pemicu Kericuhan di Sidang Kasus Pembunuhan Haji Syahroni Sekeluarga


Buserpolkrim-Indramayu – Dugaan Kericuhan yang kerap terjadi dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga almarhum Haji Syahroni di Paoman kembali menjadi sorotan publik. Hampir di setiap agenda sidang, baik di dalam maupun di luar ruang persidangan, suasana memanas dan memicu adu mulut antar pihak.

Sejumlah pihak menilai sosok Zulhelpi menjadi pemicu utama terjadinya kericuhan tersebut. Zulhelpi diketahui selama ini mengaku sebagai keluarga dekat almarhum Haji Syahroni. Namun pengakuan tersebut dibantah langsung oleh adik kandung Haji Syahroni, yakni Haji Muhaemin.

Dalam keterangannya kepada awak media beberapa waktu lalu, Haji Muhaemin menyebut hubungan keluarga antara Zulhelpi dengan pihak keluarga almarhum sangat jauh. 

Bahkan, menurutnya, istri Zulhelpi yang bernama Roemah pernah bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di lingkungan keluarga Haji Syahroni.

“Hanya saudara jauh dari garis buyut istrinya Haji Syahroni,” ungkap Haji Muhaemin saat memberikan keterangan kepada media.

Meski demikian, saat ini harta peninggalan almarhum Haji Syahroni disebut-sebut berada dalam penguasaan Zulhelpi dan istrinya. Kondisi tersebut pun memunculkan berbagai opini di tengah masyarakat.

Tidak sedikit warga yang mempertanyakan apakah polemik perebutan harta peninggalan memiliki kaitan dengan kasus pembunuhan tragis yang menewaskan satu keluarga di Paoman tersebut.

Hingga kini, proses persidangan masih terus berjalan di Pengadilan Negeri Indramayu dengan pengawalan ketat aparat keamanan guna mengantisipasi terjadinya kericuhan lanjutan.

Jurnalis:Nurbaeti

Pengacara Toni RM Buka Suara Soal 4 Nama Baru yang Sempat Terseret, Membuat Sidang Semangkin Memanas.

​Indramayu- Buserpolkrim-Sidang kasus pembunuhan tragis satu keluarga di Desa Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali digelar di Pengadilan Negeri Indramayu pada Kamis Pon, 21 Mei 2026. Jalannya persidangan kali ini berlangsung dengan tensi tinggi seiring munculnya fakta-fakta baru di persidangan. Kasus yang menyedot perhatian publik ini terus bergulir guna mengungkap tabir di balik hilangnya nyawa para korban secara tragis.

​Usai persidangan, suasana di luar ruang sidang semakin memanas saat kuasa hukum, Toni RM, menggelar konferensi pers di hadapan para awak media. Dalam keterangannya, Toni RM mengungkapkan fakta krusial mengenai kesaksian salah satu figur kunci bernama Ririn. Menurut Toni, pada masa awal pemeriksaan, Ririn pernah memberikan pengakuan secara leluasa dan tanpa intervensi pihak mana pun mengenai peta keterlibatan pihak lain dalam peristiwa berdarah tersebut.

​Lebih lanjut, Toni RM membeberkan bahwa dalam kesaksian tanpa tekanan tersebut, Ririn secara spesifik menyebutkan empat nama yang diduga kuat ikut terlibat dalam pusaran kasus ini. Keempat nama yang sempat diseret oleh Ririn adalah Ahmad Yani, Hadi, dan Yoga, serta satu nama lainnya. Kendati demikian, Toni menegaskan bahwa berdasarkan pengakuan awal tersebut, peran keempat orang ini bukanlah sebagai pelaku utama dalam aksi eksekusi pembunuhan.

​Guna membedah lebih dalam mengenai konstruksi hukum kasus ini, majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan pada Selasa, 26 Mei 2026 mendatang. Agenda persidangan berikutnya dipastikan akan berjalan menarik karena berfokus pada pembuktian materiil. Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun penasihat hukum dijadwalkan akan menghadirkan sejumlah saksi ahli, termasuk ahli Informasi dan Teknologi (IT) serta ahli pidana untuk memperjelas duduk perkara.

​Kehadiran para ahli pada persidangan pekan depan dinilai sangat krusial oleh tim penasihat hukum. Toni RM menyatakan bahwa keterangan dari ahli pidana dan ahli IT tersebut nantinya akan mematahkan unsur pasal pembunuhan berencana yang didakwakan. Tim hukum meyakini, melalui analisis digital forensic dan tinjauan hukum pidana secara objektif, akan terterang benderang bahwa peristiwa maut di Paoman tersebut sama sekali tidak didasari oleh perencanaan matang sebelumnya.

Jurnalis:Nurbaeti

TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 di Wilayah Kodim 0735/Surakarta Ditutup, Kolaborasi TNI & Warga Perkuat Infrastruktur Serta Ketahanan Sosial

Surakarta – Suasana Lapangan Sepak Bola Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Kamis (21/5/2026) pagi, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan personel gabungan TNI, Polri, aparat pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, pelajar hingga warga masyarakat berkumpul dalam Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 yang diselenggarakan Kodim 0735/Surakarta.

Program yang berlangsung selama satu bulan penuh, sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 tersebut bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, TMMD kembali menjadi ruang kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan berbasis wilayah sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur lingkungan dan penguatan kapasitas sosial masyarakat di wilayah Kelurahan Mojosongo, khususnya di kawasan Kampung Krajan RT 02 dan RT 04 RW 01.

Pada pelaksanaan TMMD kali ini, sasaran fisik utama berupa pembangunan talud beton bertulang di Sungai Kedung Jumbleng sepanjang 100 meter dengan tinggi 3,5 meter berhasil diselesaikan 100 persen.

Pembangunan talud tersebut dinilai penting mengingat kawasan bantaran sungai di Mojosongo memiliki potensi kerawanan longsor dan kerusakan lingkungan saat debit air meningkat pada musim penghujan.

Melalui pembangunan itu, diharapkan ketahanan lingkungan permukiman warga semakin meningkat sekaligus mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arif Handoko Usman, S.H., dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakannya saat upacara penutupan menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional.

“Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang. Karena itu, pembangunan desa menjadi bagian penting dari strategi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dandim saat membacakan amanat.

TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Mojosongo juga menghadirkan sejumlah kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Berbagai penyuluhan digelar, mulai dari mitigasi bencana banjir dan kebakaran, pengolahan sampah, pencegahan penyalahgunaan narkoba, kesehatan dan stunting, wawasan kebangsaan dan bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga penguatan nilai-nilai ideologi Pancasila.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi terkait sebagai narasumber dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial maupun lingkungan.

Selain itu, pembagian paket sembako kepada warga sekitar lokasi TMMD turut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap masyarakat.

Upacara penutupan TMMD di Mojosongo turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Surakarta, pejabat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perangkat wilayah Kecamatan Jebres.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan bahwa program TMMD bukan hanya agenda militer, melainkan program kolaboratif lintas sektor yang melibatkan banyak pihak dalam membangun wilayah.

Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro juga disampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, OPD terkait, personel TNI-Polri, organisasi masyarakat, pelajar, pemuda, dan warga yang selama satu bulan penuh bergotong royong menyelesaikan seluruh sasaran program.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama TMMD dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat daerah.

Selain menekankan pentingnya pembangunan fisik dan nonfisik, Pangdam IV/Diponegoro melalui amanatnya juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai.

Hal itu dinilai penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Program TMMD sendiri selama ini menjadi salah satu instrumen percepatan pembangunan berbasis kemitraan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan penguatan infrastruktur maupun pemberdayaan sosial.

Dengan selesainya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Mojosongo, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan yang dilakukan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun lingkungan.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Pelopori Kebersihan Lingkungan,Babinsa Manahan Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Rumput Liar

Surakarta - Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Saring dan Sertu Supriyadi bersama dengan Tim Saberling dan warga masyarakat melaksanakan kerja bakti pemotongan rumput liar di Jl. Ks Tubun, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kamis (21/05/2025).

Serma Saring menegaskan kegiatan kerja bakti ini merupakan upaya bersama dalam mewujudkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di Wilayah binaannya.

“Kegiatan kerja bakti ini dilakukan karena kondisi parit dan bahu jalan yang ada di wilayah Kelurahan Manahan semakin menyempit karena ditumbuhi rumput dan semak yang menjalar ke bahu jalan sehingga sangat kotor,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kerja bakti ini juga sebagai upaya agar masyarakat untuk selalu peduli dengan kondisi lingkungan disekitar tempat tinggalnya. Semoga jalinan kerja sama yang baik selama ini akan semakin kuat dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,"ucapnya.

Sementara itu, Suwarno salah satu warga Masyarakat yang turut serta dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut menyampaikan terimakasih kepada Babinsa karena kegiatan karya bakti ini terselenggara tidak lain karena peran aktif Babinsa sehingga parit dan bahu jalan terlihat bersih dan rapi dan saya juga melihat warga sangat senang dan antusias dalam mengikuti kerja bakti dikarenakan Babinsa juga ikut kerja dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Wujudkan Keamanan & Kondusifitas Wilayah, Piket Koramil 01/Laweyan Bersama Linmas Intensifkan Patroli Malam

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Sertu Yuli Sih melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Rabu ( 20/05/2026 ) tadi malam.

Ditegaskan Sertu Yuli kegiatan Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut, kami selaku Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah."ujarnya.

"Kegiatan patroli keamanan seperti ini akan terus kita laksanakan secara intensif dengan menggandeng Anggota Linmas dan komponen masyarakat lainnya agar situasi di wilayah tetap aman dan kondusif."pungkas Sertu Yuli Sih.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image