All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Demi Terciptanya Keamanan Wilayah Piket Koramil 02/Banjarsari laksanakan Patroli Malam Bersama Linmas di Wilayah Kecamatan Banjarsari

Surakarta - Senin tanggal 25 Mei 2026 Pukul 21.00 WIB sampai dengan selesai Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Supa...

Postingan Populer

Selasa, 26 Mei 2026

Ciptakan Kedekatan Dengan Warga, Babinsa Sewu Laksanakan Komsos

Surakarta - Kegiatan Komunikasi Sosial (komsos) merupakan salah satu media babinsa untuk mengenal warganya lebih dekat lagi dan sebagai sarana silaturahmi kepada warga binaannya agar warga menjadi lebih dekat dan akrab dengan aparat teritorial khususnya anggota koramil (Babinsa). Selain itu,kegiatan komsos ini bertujuan untuk mencari informasi dan mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan.

Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Sewu Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Koptu Sanda Arieswanto bersama Bpk Tri Hanggo Herujito SH. (Kasi Pembangunan Kel.Sewu) melaksanakan komsos dengan pedagang mainan Bertempat di Depan SD N Beton 183 Kelurahan Sewu Kecamatan Jebres kota Surakarta. Selasa (26/05/2026 ) Pkl 09.00 Wib

Koptu Sanda menjelaskan kegiatan komsos ini dilakukan karena sudah menjadi tugas pokok sebagai seorang Babinsa yang senantiasa melaksanakan Komsos untuk mencari informasi dan sebagai sarana bersilahturahmi kepada warga supaya lebih dekat dan bisa menjalin kebersamaan,” Terangnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Aroma Belerang Kepung Permukiman, Aktivitas Gudang Misterius di Beluluk Disorot



BANGKA TENGAH — Aktivitas mencurigakan di sebuah gudang tertutup rapat di kawasan Dusun Sip Sam Fun, Desa Beluluk, Kabupaten Bangka Tengah, memicu keresahan warga sekitar. Gudang yang berdiri di tengah permukiman padat penduduk itu diduga kuat menjadi lokasi aktivitas penggorengan biji timah ilegal yang beroperasi hingga larut malam.

Berdasarkan laporan warga Gang Naga RT 004, gudang tersebut dipagari panel beton setinggi kurang lebih lima meter dan tidak memiliki papan nama perusahaan maupun identitas usaha yang jelas. Kondisi itu membuat aktivitas di dalam gudang semakin menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Tim investigasi awak media yang turun langsung ke lokasi pada siang hari mendapati adanya aktivitas mencolok di area gudang. Sejumlah mobil truk tertutup terpal terlihat keluar masuk lokasi. Selain itu, beberapa kendaraan mewah juga tampak terparkir di sekitar gudang. Dari celah-celah bangunan, terlihat asap pekat mengepul keluar disertai aroma menyengat menyerupai belerang.
Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan aktivitas yang berlangsung hampir setiap malam tersebut.

“Kalau malam suara musik dari dalam gudang sangat keras, aktivitasnya juga sampai tengah malam. Kami yang tinggal di sebelah gudang sangat terganggu,” ungkap seorang warga yang rumah kontrakannya hanya dipisahkan panel beton dari lokasi gudang.

Tak hanya kebisingan, warga juga mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat asap pekat yang terus keluar dari dalam gudang. Aroma menyengat diduga berasal dari proses pembakaran atau penggorengan biji timah ilegal yang dilakukan secara tertutup.
Tim investigasi kemudian melakukan konfirmasi kepada Ketua RT 004, Heru, yang rumahnya hanya berjarak sekitar 15 meter dari gudang tersebut. Heru mengaku aktivitas itu sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini tidak pernah ada laporan resmi mengenai keberadaan maupun legalitas usaha tersebut kepada pihak RT setempat.

“Saya sendiri tidak tahu itu gudang milik siapa karena tidak pernah ada yang melapor. Tapi memang setiap hari sering keluar masuk truk tertutup terpal. Sore hari juga sering masuk mobil Triton. Soal suara musik dan aktivitas di dalam gudang, memang warga sudah ada yang mengadu kepada saya,” ujar Heru.

Keberadaan gudang misterius di tengah kawasan pemukiman itu kini menjadi sorotan serius. Selain diduga merugikan negara dari sektor pajak dan tata niaga timah, aktivitas tersebut juga dianggap berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Polusi udara dari asap berbau belerang dikhawatirkan memicu gangguan pernapasan seperti ISPA, terutama bagi anak-anak dan lansia yang tinggal di sekitar lokasi.

Atas temuan tersebut, tim investigasi awak media mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, serta Satgas Tri Cakti untuk segera turun langsung melakukan penyelidikan terhadap aktivitas di gudang tersebut.

Masyarakat berharap aparat tidak tutup mata terhadap dugaan aktivitas ilegal yang berlangsung terang-terangan di tengah permukiman warga. Jika terbukti melanggar hukum, warga meminta pelaku segera ditindak tegas demi menjaga keselamatan lingkungan dan ketenangan masyarakat sekitar.

(HR/TIM) 

Senin, 25 Mei 2026

KDM Resmi Umumkan RSUD Sentot Patrol Beralih Jadi Rumah Sakit Propinsi.

INDRAMAYU - Buserpolkrim com.-Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu secara resmi menyerahkan pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pantura M.A. Sentot Patrol kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat. Propesi telah diambil alih status ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur, Senin (25/05/26).

Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Indramayu, Lucky Hakim didampingi Pj. Sekretaris Daerah Indramayu, Ahmad Syadali, Plt. Kepala Bapperida Indramayu, H. Suwenda, serta Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam mengatasi stagnasi pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut akibat keterbatasan daerah, sekaligus untuk mendongkrak mutu pelayanan medis bagi masyarakat luas.

Usai penandatanganan, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengungkapkan, pengalihan ini diharapkan mampu mengoptimalkan fasilitas dan jangkauan pelayanan rumah sakit yang sebelumnya kurang maksimal.

"Rumah sakit kabupaten yang memang ada stagnasi di situ, pelayanannya memang kurang optimal. Tetapi alhamdulillah, kami serahkan kepada propinsi, nanti di bawah kepemimpinan Pak Gubernur. Tapi kita mohon nanti akan dibangun menjadi pusat pelayanan rujukan untuk Jawa Barat," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat, akrab disapa KDM, menyambut baik penyerahan ini. KDM menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk segera mengembangkan RSUD Patrol agar mampu menjadi pusat rujukan kesehatan yang tidak hanya melayani warga Indramayu, tetapi juga wilayah sekitarnya.


"Ini bagian dari layanan kesehatan Propinsi Jawa Barat. Nanti kita kembangkan Rumah Sakit Patrol, menjadi Rumah Sakit Propinsi Jawa Barat. Nanti melayani wilayah Indramayu, Subang yang dekat situ, dan Majalengka," tutur KDM.


KDM menambahkan, alih status ini membawa dampak positif ganda. Pada satu sisi, pelayanan kepada masyarakat dipastikan akan makin meningkat karena didukung anggaran dan fasilitas setingkat propinsi. Di sisi lain, kebijakan ini juga meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu.

Selain fokus pada sektor kesehatan, dalam pertemuan tersebut Pemkab Indramayu dan Pemprov Jabar juga membahas sinergi pembangunan infrastruktur jalan. Pemerintah Kabupaten Indramayu sendiri tercatat telah mengucurkan anggaran sebesar Rp280 miliar pada tahun ini dan berkomitmen menambahnya pada anggaran perubahan demi memastikan akses jalan di Indramayu tetap mulus dan mendukung mobilitas warga menuju pusat-pusat pelayanan publik.

(Nurbaeti)

Jeritan Pedagang Alun-Alun Indramayu: Diusir ke Sport Center, Namun Keluhkan MCK Yang di Gembok.





Indramayu-Buserpolkrim com.–Kebijakan relokasi pedagang di Indramayu kembali menuai sorotan tajam dan kecaman. Fasilitas publik di kawasan Sport Center (dekat kolam renang) yang seharusnya terbuka untuk umum, secara misterius justru ditemukan tertutup rapat dan digembok tanpa ada pihak yang berani bertanggung jawab. Kondisi ini memicu kemarahan para pedagang mainan eks Alun-Alun Indramayu yang dipaksa pindah ke lokasi tersebut tanpa fasilitas penunjang yang memadai.

Kekesalan ini memuncak pada Senin Pahing, 25 Mei 2026, ketika para pedagang mulai merasakan dampak langsung dari buruknya fasilitas di tempat baru. Katim, salah satu pengusaha mainan yang terdampak, membeberkan realita miris yang harus dihadapinya sehari-hari demi menyambung hidup. Ia mengaku terpaksa buang air kecil di sembarang tempat karena akses sanitasi yang menjadi hak dasar manusia justru dikunci rapat oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Saya kencing cari tempat seadanya aja karena toilet ditutup. Tapi apa jadinya kalau semua pedagang akhirnya BAB di sembarang tempat?" ketus Katim dengan nada geram saat diwawancarai pada Senin (25/5/2026). Pernyataan menohok ini menjadi tamparan keras bagi pengelola fasilitas publik yang seolah menutup mata terhadap hajat hidup orang banyak di kawasan Sport Center tersebut.

Kondisi memprihatinkan ini langsung memantik reaksi keras dari Ketua Perkumpulan Pedagang Indramayu Bersatu (PPIB), Nurbaeti Ia sangat menyesalkan tindakan arogan oknum yang tega menutup fasilitas umum krusial seperti toilet di saat para pedagang kecil sedang berjuang mengais rezeki. Menurutnya, pemindahan pedagang tanpa kesiapan fasilitas sama saja dengan menjebak rakyat kecil ke dalam kesengsaraan baru.

Nurbaeti  mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu, khususnya Dinas Pariwisata (Dispara), untuk segera turun tangan dan membuka paksa toilet yang digembok tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan mengenai alasan penutupan fasilitas publik tersebut, sementara para pedagang di Sport Center terus dihantui ancaman krisis sanitasi yang siap meledak kapan saja.

(Nurbaeti)

Jaga Kondusifitas Wilayah, Piket Koramil 02/Banjarsari Bersama Linmas Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Sertu Sugiyanto bersama dengan anggota Linmas melaksanakan Patroli malam guna terciptanya wilayah yang aman terkendali di wilayah Kecamatan Banjarsari,Kota Surakarta, Minggu ( 24/05/2026 ) tadi malam.

Ditegaskan Sertu Sugiyanto pelaksanaan patroli tersebut dilaksanakan bersama dan Linmas ke wilayah keramaian dan obyek vital yang berada di wilayah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. 

"Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali serta hal tersebut senantiasa dilaksanakan demi memastikan dan mengecek langsung kondisi wilayah di saat malam hari."tukasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image