INDRAMAYU — Perwakilan pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh GASBUMI, FSBMIGAS serta KASBI melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Kawasan Industri Terpadu (IT) Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/7/2026). Aksi ini dilancarkan sebagai langkah lanjutan setelah upaya perundingan melalui jalur audensi yang digelar sebelumnya belum menemukan kesepakatan bersama.
Seperti diketahui, pertemuan antara pihak pekerja dengan Manajemen PT Usaha Patra Lima Jaya telah dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026. Namun diskusi yang berjalan belum mampu menyatukan pandangan terkait poin-poin yang menjadi tuntutan mendesak para pekerja, sehingga mendorong perwakilan serikat buruh untuk menyuarakan aspirasi secara langsung di lokasi kegiatan operasional.
IIn Susanto selaku koordinator pelaksana aksi menjelaskan kepada awak media bahwa gelombang protes ini bermula dari kekhawatiran mendalam terkait kebijakan upah yang diterapkan pasca peralihan pengelolaan perusahaan di lingkungan kerja IT Balongan. Menurutnya, perusahaan pengelola baru menetapkan standar upah yang lebih rendah dibandingkan ketentuan yang berlaku pada masa pengelolaan sebelumnya.
"Kami meminta agar upah yang diterima teman-teman pekerja dikembalikan setara dengan besaran upah pada masa perusahaan lama. Selain itu, kami juga menuntut pemenuhan kenaikan upah untuk tahun 2025 dan tahun 2026 yang hingga saat ini belum terwujud," ungkap IIn di lokasi aksi.
Selama berlangsungnya kegiatan, keamanan dan ketertiban senantiasa dijaga oleh personel kepolisian dari Polres Indramayu. Berkat sikap tertib dari massa aksi serta pengawasan yang santun dari aparat, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, damai dan kondusif tanpa ada gangguan maupun tindakan anarkis.
Di tengah pelaksanaan aksi, akhirnya terjalin proses mediasi yang melibatkan perwakilan pekerja dan jajaran pimpinan tertinggi PT Usaha Patra Lima Jaya. Dari pembicaraan yang berlangsung, telah tercapai kesepakatan untuk memenuhi sekitar 50 persen dari tuntutan yang diajukan.
Pihak terkait berharap hasil kesepakatan ini menjadi awal yang baik bagi terciptanya harmonisasi hubungan industrial antara pekerja dan pengelola kawasan IT Balongan. Diharapkan pula ke depannya dapat terwujud keadilan kesejahteraan bagi seluruh tenaga kerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan rasa nyaman, aman, dan penuh tanggung jawab.
((Nurbaeti))








