All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Polresta Cirebon Gelar Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026

Cirebon,  Polresta Cirebon melaksanakan Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, Sabtu (7/3/2026)....

Postingan Populer

Jumat, 06 Maret 2026

‎Sinergitas TNI,Polri Dan Linmas Patroli Malam Bersama

Wonogiri - Di bawah langit malam yang tenang di wilayah Kecamatan Purwantoro, suasana hangat tercipta di sebuah pos ronda ketika aparat keamanan melakukan patroli cipta kondisi. 

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Wonogiri ini menghadirkan sinergi antara aparat TNI dan Polri dan Linmas yang turun langsung menyapa warga. Patroli tersebut diwakili oleh anggota Koramil 19/Purwantoro, yakni Koptu Febrian, yang didampingi dua anggota dari Polsek Purwantoro.Kamis Malam(6/3/2026) 
Dengan suasana santai namun penuh makna, para petugas mendatangi pos siskamling tempat warga berkumpul. Di sana, mereka berbincang langsung dengan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. 

Koptu Febrian menekankan bahwa "keamanan desa bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh warga melalui kegiatan ronda malam dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar".
Kehadiran aparat di tengah masyarakat memberikan rasa aman sekaligus kedekatan emosional. Para warga yang sedang berjaga di pos ronda tampak antusias menyambut kedatangan petugas.

Penulis : Arda 72

Polres Cirebon Kota Matangkan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026

Cirebon Kota – Polres Cirebon Kota mematangkan kesiapan pengamanan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian pelayanan masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran berjalan maksimal di wilayah hukum Polres Cirebon Kota (06/03/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah dan strategi pengamanan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Rapat koordinasi lintas sektor tersebut dilaksanakan di Aula Catur Prasetya Mako Polres Cirebon Kota dengan menghadirkan para pejabat utama Polres, unsur Forkopimda, serta perwakilan instansi yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengelolaan arus transportasi dan pelayanan publik selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung. Melalui forum tersebut dibahas berbagai langkah strategis guna memperkuat kesiapan personel serta sarana pendukung dalam menghadapi dinamika pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 direncanakan berlangsung selama tiga belas hari mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Seluruh unsur yang terlibat diharapkan mampu bekerja secara terintegrasi sehingga setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat melalui koordinasi yang kuat di lapangan.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polres Cirebon Kota menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan pada titik-titik strategis yang berada di jalur utama wilayah hukum Polres Cirebon Kota, terutama pada ruas jalan yang diprediksi menjadi jalur utama perlintasan kendaraan pemudik. Keberadaan pos tersebut akan berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat, pengaturan arus kendaraan, serta titik koordinasi bagi personel yang melaksanakan pengamanan selama masa operasi berlangsung.

Selain penempatan personel di pos pengamanan dan pelayanan, kegiatan operasi juga akan diperkuat melalui pola pengaturan lalu lintas pada jalur-jalur padat kendaraan serta patroli rutin di sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas lainnya selama periode perayaan Idul Fitri.

Polres Cirebon Kota juga menyiapkan langkah pengamanan lanjutan setelah berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama beberapa hari berikutnya guna mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin muncul setelah puncak arus balik Lebaran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Cirebon Kota dalam memberikan perlindungan dan pelayanan berkelanjutan kepada masyarakat.

Selain fokus pada jalur transportasi, pengamanan juga akan menyasar sejumlah lokasi yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat seperti tempat ibadah, objek wisata, serta kawasan permukiman yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik Lebaran. Langkah tersebut dilakukan melalui patroli dialogis dan monitoring secara berkala oleh personel kepolisian di lapangan.

Kabag Ops Polres Cirebon Kota Kompol Munawan, S.H. menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran. Menurutnya, kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut.

“Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan dilaksanakan mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan berbagai instansi terkait untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto.

((Red))

Untuk Mewujudkan Situasi Yang Aman  Piket Koramil 03/Serengan Bersama Linmas Melaksanakan Patroli Malam

Surakarta - Serda Djoko Riyadi selaku Piket Koramil 03/serengan Kodim 0735/Surakarta melaksanakan patroli malam hari sembari memberikan himbauan Keamanan kepada warga masyarakat kecamatan serengan, Jum'at (06/03/2026).

Ditegaskan Serda Joko kegiatan patroli ini bertujuan untuk menjaga Keamanan dan kenyamanan di wilayah binaan yang aman dan kondusif, sehingga dapat memberikan rasa aman dan tenang karena kehadiran TNI-AD khususnya Koramil 03/Serengan yang selalu ada di tengah-tengah warga binaan.

"Dalam pelaksanaan patroli rutin ini, kami mendatangi warga binaan di warung pinggir jalan, sembari menghimbau kepada warga masyarakat untuk selalu menjaga Keamanan  di wilayah masyarakat."ujarnya.

Lebih lanjut Serda Djoko Riyadi mengatakan bahwa, salah satu tugas Anggota Koramil adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan berbagai kegiatan Teritorial di wilayah binaannya diantaranya melaksanakan kegiatan rutin menggelar patroli malam untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Penulis : Arda 72

Baru Dibangun, Kolam Lindi TPA Parit Enam Pangkalpinang Diduga Retak dan Tak Berfungsi.

Pangkalpinang — Bau menyengat dari tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, menjadi "penyambut" tim investigasi awak media saat memasuki kawasan tersebut pada Kamis (5/3/2026). Namun di balik kondisi TPA yang semrawut itu, perhatian justru tertuju pada sebuah bangunan baru yang berdiri di dalam area pembuangan sampah.

Bangunan yang dimaksud adalah kolam penampungan limbah cair atau kolam lindi berukuran cukup besar yang baru saja dibangun menggunakan anggaran APBD Kota Pangkalpinang Tahun 2025. Proyek tersebut tercatat memiliki Nomor Kontrak: 026/SPK/PSLB3PK/DLH/XI/2025, dengan tanggal kontrak 25 November 2025 dan masa pelaksanaan selama 48 (empat puluh delapan) hari kalender. 

Nilai kontraknya tercatat mencapai Rp399.686.137, dengan pelaksana proyek CV. Ulim Mandiri.

Dalam papan informasi proyek disebutkan pekerjaan ini berupa Belanja Jalan, Jaringan dan Irigasi – Instalasi Pengolahan Sampah Lainnya (Pembuatan Kolam Lindi TPA) yang berlokasi di TPA Parit Enam Pangkalpinang dan dikerjakan melalui metode Penunjukan Langsung (PL).

Namun hasil penelusuran di lapangan memunculkan sejumlah kejanggalan. Pada bagian sudut tiang cor kolam lindi terlihat adanya retakan yang memanjang hingga ke bawah. Tak hanya itu, sambungan pipa yang mengalirkan limbah dari kolam pertama menuju kolam kedua tampak tidak menyatu sempurna dengan semen. Di beberapa titik bahkan terlihat retakan dan celah di sisi pipa.

Di bagian depan kolam terdapat tiga pipa berukuran sekitar 3 inci yang seharusnya berfungsi mengalirkan air limbah dari timbunan sampah ke dalam kolam penampungan. Ironisnya, saat tim investigasi melakukan pengecekan, seluruh lubang pipa tersebut tampak kering tanpa aliran limbah sedikit pun.

Padahal secara teknis, sebelum sampah ditumpuk di area TPA, permukaan tanah seharusnya dilapisi membran kedap agar air hujan yang meresap ke dalam timbunan sampah tidak langsung masuk ke tanah. Air tersebut seharusnya dialirkan menuju kolam lindi untuk kemudian diolah.

Sebagaimana diketahui, kolam lindi berfungsi menampung dan mengolah limbah cair (leachate) hasil rembesan air hujan dari timbunan sampah. Limbah ini umumnya berwarna gelap, berbau menyengat, serta mengandung polutan organik dan logam berat yang berpotensi membahayakan lingkungan.

Dalam sistem pengelolaan yang benar, limbah cair tersebut dialirkan secara gravitasi dan diproses melalui beberapa tahapan pengolahan, mulai dari kolam anaerobik, fakultatif, maturasi hingga wetland, sebelum akhirnya dibuang secara aman ke lingkungan.

Namun kondisi di lapangan justru menimbulkan dugaan lain. Air yang terlihat di dalam kolam diduga bukan berasal dari limbah sampah, melainkan dari resapan air tanah. Hal ini diperkuat dengan adanya indikasi munculnya mata air dari dasar kolam, yang seharusnya tidak terjadi jika lantai kolam benar-benar kedap.

Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa konstruksi kolam lindi mengalami kebocoran pada bagian lantai, sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Sejumlah pihak pun mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek yang baru selesai dikerjakan tersebut. Pasalnya, usia bangunan yang masih tergolong sangat baru justru sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Proyek yang dikerjakan oleh CV. Ulim Mandiri itu diduga terkesan dikerjakan secara terburu-buru dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang semestinya.

Atas temuan tersebut, tim investigasi awak media meminta Inspektorat Kota Pangkalpinang serta pihak Kejaksaan untuk segera turun langsung ke lokasi guna melakukan pemeriksaan terhadap proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.

Hingga berita ini dipublikasikan, tim investigasi awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang serta pihak CV. Ulim Mandiri selaku pelaksana proyek terkait kondisi bangunan kolam lindi di TPA Parit Enam tersebut. 

(HR/TIM) 

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Kuningan Bagikan Ratusan Takjil Untuk Masyarakat


Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan terus ditunjukkan kader Partai Gerindra di berbagai daerah. Di Kabupaten Kuningan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kantor DPC Gerindra Kuningan.
(Jumat, 6 Maret 2026)
Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara dan warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kader Gerindra kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.

Kegiatan berbagi takjil tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani serta Ketua Plt DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan H. Toto Tohari.

Kehadiran para tokoh daerah tersebut menambah semangat para kader Gerindra yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.

Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan terus ditunjukkan kader Partai Gerindra di berbagai daerah. Di Kabupaten Kuningan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kantor DPC Gerindra Kuningan 

Kehadiran para tokoh daerah tersebut menambah semangat para kader Gerindra yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. 

H.Toto Tohari menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan.

Selain berbagi takjil kepada masyarakat, para kader juga menggelar kegiatan bersih-bersih masjid serta buka puasa bersama dengan pengurus partai di wilayah daerah pemilihan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, para kader Gerindra ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. 
Kegiatan berbagi takjil juga dilakukan oleh para anggota legislatif dari Fraksi Gerindra di daerah pemilihan masing-masing. Langkah ini dilakukan agar kegiatan sosial tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Momentum Ramadhan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan antara kader partai dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya.

Dengan adanya kegiatan berbagi takjil ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus terjaga di tengah masyarakat Kabupaten Kuningan
(Deni)