Coreng Nama Baik Sekolah! Oknum Siswa SMAN 1 Sindang Diamuk Warga yang Geram.

Berita Terkini

Coreng Nama Baik Sekolah! Oknum Siswa SMAN 1 Sindang Diamuk Warga yang Geram.

BUSERPOLKRIM COM -INDRAMAYU-Jagat dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu mendadak geger. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 ...

Postingan Populer

Sabtu, 06 Juni 2026

Coreng Nama Baik Sekolah! Oknum Siswa SMAN 1 Sindang Diamuk Warga yang Geram.

BUSERPOLKRIM COM -INDRAMAYU-Jagat dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu mendadak geger. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sindang, yang selama ini dikenal luas sebagai sekolah dambaan dan pencetak generasi unggul berkarakter cerdas, tercoreng hebat. Nama baik institusi yang telah melahirkan banyak pejabat negara ini mendadak tercoreng oleh ulah sekelompok oknum siswanya sendiri yang diduga kuat telah terpapar "ajaran sesat" berkedok geng motor jalanan.

Aksi brutal anak-anak yang masih berbau kencur ini memuncak pada Jumat (5/6/2026) malam di sepanjang jalanan wilayah Sindang, Indramayu. Tanpa memikirkan keselamatan diri dan orang lain, gerombolan remaja ini berkonvoi ugal-ugalan menggunakan sepeda motor. Tak hanya memekakkan telinga warga dengan raungan knalpot brong, mereka juga bertindak anarkis dengan melempari warung-warung pinggir jalan milik warga setempat tanpa alasan yang jelas.

Aksi teror jalanan ini sontak memicu amarah besar dari masyarakat sekitar yang sudah lama resah. Menolak tinggal diam, warga yang sudah muak langsung bergerak mengepung dan mengamankan gerombolan remaja tanggung tersebut. Saat diinterogasi massal oleh warga yang emosi, para pelaku dengan gemetar mengaku bahwa mereka merupakan siswa dari sekolah ternama, Sasi (SMAN 1) Sindang. Kejadian ini langsung menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan Indramayu.

"Tadi malam dikepung warga yang sudah muak dengan teror jalanan. Ketika diinterogasi, mereka menjawab dari sekolah Sasi Sindang. Ini kan bikin malu institusi sekolah," ujar WY, seorang warga setempat dengan nada geram.

WY juga memperingatkan bahwa jika aparat penegak hukum tidak segera bertindak tegas mengatasi doktrin sesat geng motor ini, bukan tidak mungkin hukum rimba atau peradilan jalanan dari warga yang telanjur emosi akan memakan korban jiwa di masa depan.

Hingga berita ini diturunkan, atmosfer ketegangan masih terasa di lingkungan masyarakat sekitar sekolah. Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Sindang, Fuadi, masih belum bisa dikonfirmasi atau memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan anak didiknya yang diduga kuat telah tersesat oleh doktrin destruktif geng motor tersebut. 

Warga kini mendesak pihak sekolah dan kepolisian untuk segera mengusut tuntas jaringan geng motor yang merusak mental generasi muda ini sebelum jatuh korban yang lebih besar.

Nurbaeti

0 comments:

Posting Komentar

Hanya pesan membangun