Buserpolkrim.com
Desa Sende kecamatan Arjawinangun kabupaten Cirebon tanggal 16 mei 2025 mendapat dana Corporate Social Responsibility ( CRS ) namun kuat ditengarai sebagian dana hibah tersebut dijadikan Bancakan oknum Kuwu dan beberapa perangkat desa Sende .
Pasalnya dari data yang diterima awak media ada penyerahan uang sebesar Rp 43.610.000 yang dikuatkan dengan bukti kwitansi dan bukti berita acara penyerahan bahkan ada lagi bukti transfer kepada nomor rekening yang diduga milik salah satu perangkat desa Sende sebesar Rp 4.000,000 yang menjadi pertanyaan uang tersebut untuk apa saja dan kenapa ditranfer ke nomor rekening berbeda.
Untuk mendapat kejelasan awak media Jumat (26/6) mencoba menemui Suma Kuwu Sende dikantor balai desa menurut salah satu perangkat desa saat ditanya keberadaan Kuwu pihaknya mengatakan " pak Kuwu sedang ada tamu pak " ujarnya singkat sambil berlalu awak media lantas menemui beberapa perangkat desa yang saat itu sedang ngobrol disudut ruangan " oleh mandor kedua awak media dipersilahkan untuk duduk dilobi " duduknya disini saja pak" ujar mandor tanpa ditanya maksud kedatangan awak media seketika itu mandor langsung pergi entah kemana .
perangkat desa Sende yang lain lantas menanyakan kepada kedua awak media " kalau pak Kuwu tidak ada pak katanya sih hari ini tuh mobil kopdes mau datang kayaknya pak Kuwu lagi nunggu mobil , kalau motor dinas Kuwu yang dipakai oleh bagian program , nggak tahu nih mungkin pak tulis juga lagi sama pak Kuwu ia nggak tahu, adapun kalau mandor pergi katanya ada warga yang menelpon katanya disuruh kesana pak " paparnya
Selang beberapa jam awak media menghubungi Kuwu melalui pesan singkat whastAap menanyakan terkait dana CSR " jadi saya juga kaget ditanya inspektorat jumblahnya segitu tuh kerena desa menerima 15 juta ,jadi ada apa dengan pihak wifi saya kan kaget disitu ada kwitansi yang jumblahnya segitu ia tidak tahu itu sih ' sanggah Kuwu
Saat ditanya dana untuk kontribusi Suma mengatakan " jadi saya jelaskan ia itu saya kaget menerima segitu tuh ,jadi uang yang masuk kedesa plus transfer itu hanya 15 juta malah saya kaget dikwitansi tidak ada tanda tangannya, masalah itu saya serahkan ke mandor semua untuk sosialisasi kemasyarakat dan kemaslahatan masyarakat dan punten desa Sende sudah diperiksa inspektorat dan dijadikan temuan " elak Kuwu
Saat katakan jika dikwitansi ada stempel dan bermaterai dirinya mengaku kaget " justru itu saya kaget bahkan desa desa lain menerima diluar itu karena desa Sende baru dapat program CSR jadi hal hal seperti itu tidak memahami , jadi masalah wifi saya serahkan ke mandor tapi poin pertamanya desa sudah diperiksa dan kalau berbicara tentang CSR Cirebon barat semuanya menerima mas, mas punten saya lagi sama anak " ujar Kuwu sambil buru buru mematikan handphonenya
Disisi lain orang yang oleh Kuwu disebut mandor saat di kirim pertanyaan lewat pesan singkat WhastAap tidak juga mau membalas .
( M kozim )






0 comments:
Posting Komentar
Hanya pesan membangun