All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Gandeng Linmas, Piket Koramil 03/Serengan Laksanakan Patroli Malam, Wujudkan Situasi Aman Dan Kondusif

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Rochani bersama dengan Linmas melaksanakan Patroli malam hari di wilay...

Postingan Populer

Rabu, 05 November 2025

Peran Aktif Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Kepatihan Wetan Berikan Motivasi Pelaku UMKM Disela - sela Patroli Wilayah Binaan

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Budiono memberikan Motifasi disela-sela patroli kepada pedagang kaki lima di Kampung Jogodikaran Rt 09 Rw 01 Kelurahan Kepatihan Wetan Kec. Jebres Kota Surakarta. Rabu ( 05/11/2025 ) pukul 09.00 Wib

Dikatakan Sertu Budiono melalui kegiatan Komunikasi Sosial kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di wilayah binaan. Sebagai aparat Teritorial Babinsa mendatangi salah satu tempat yang merupakan tempat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengembangan makanan ringan. 

"Kami selalu berharap usaha mikro kecil dan menengah kususnya para pedagang tetap berjalan lancar karena makanan merupakan sumber kehidupan warga masyarakat  serta di mudahkan secara permodalan,bahan baku, maupun Proses Pemasarannya."ujarnya.

"Selaku aparat komando teritorial kami memberikan motivasi dan semangat agar pelaku UMKM pedagang dapat menjual baik melalui Online maupun Offline serta dapat berkembang guna untuk memajukan serta meningkatkan taraf hidup warga Masyarakat."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Polres Cirebon Kota Bersama Forkopimda Gelar Apel Siaga Hadapi Potensi Bencana Alam


Cirebon Kota. – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kota Cirebon, Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon melaksanakan apel kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.Ik., M.Si yang menegaskan komitmen Polres Cirebon Kota untuk bersinergi dengan seluruh pihak terkait dalam mengantisipasi dan menanggulangi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

“Seluruh personel kami siagakan dan dilibatkan dalam kegiatan antisipasi serta kesiapsiagaan bencana. Polri akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Cirebon, TNI, dan instansi terkait lainnya,” ujar AKBP Eko Iskandar usai apel.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Oleh karena itu, Polres Cirebon Kota menggandeng berbagai unsur, seperti TNI Kodim dan Lanal Cirebon, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta dinas teknis lainnya.
“Kami bersama seluruh unsur Forkopimda berkomitmen menyiapkan langkah-langkah konkret menghadapi potensi bencana alam, termasuk rencana pendirian posko-posko darurat di wilayah rawan,” jelasnya.

Polres Cirebon Kota bersama instansi terkait juga akan segera menggelar rapat koordinasi teknis guna memetakan wilayah rawan bencana serta menentukan langkah penanganan di lapangan. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari evaluasi kejadian bencana yang sempat terjadi tahun sebelumnya.

“Kita belajar dari pengalaman banjir tahun lalu. Tahun ini, kita ingin lebih siap, baik dari sisi personel, peralatan, maupun koordinasi antarinstansi,” tambah Kapolres.

Selain kesiapsiagaan sebelum bencana, Polres Cirebon Kota juga menyiapkan strategi penanganan saat dan pascabencana, meliputi kegiatan trauma healing, pendataan korban, serta bantuan untuk rekonstruksi fasilitas umum yang terdampak.

“Seluruh elemen akan bekerja bersama secara terpadu. Harapannya, dengan kesiapsiagaan ini, dampak bencana dapat diminimalkan dan penanganannya bisa dilakukan dengan cepat serta tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Cirebon, Sumantho, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon bersama seluruh unsur Forkopimda telah menetapkan masa tanggap darurat bencana sejak 1 Oktober 2025 hingga Maret 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap potensi banjir dan fenomena La Niña yang diperkirakan terjadi selama musim hujan.
“Kami bersama jajaran TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat sudah siap siaga menghadapi potensi bencana. Setelah apel kesiapsiagaan ini, akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi agar setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya,” ujar Sumantho.

Adapun titik-titik rawan bencana di Kota Cirebon masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni di wilayah Kalijaga, Cipto, dan Larangan. Untuk mengantisipasi banjir, pemerintah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) tengah melakukan normalisasi sungai di beberapa lokasi, antara lain Kali Cikenis, Cikalong, dan Kali Sukalila.

“Normalisasi di Kali Sukalila kami lakukan di tiga segmen, mulai dari daerah Kotaku, Jalan Kali Baru, hingga Jalan Sukalila. Kami berharap sebelum puncak musim hujan dan potensi La Niña tiba, seluruh pekerjaan sudah rampung,” ungkapnya.

Selain banjir, Pemerintah Kota Cirebon juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap potensi tanah longsor di wilayah selatan dan angin puting beliung yang kerap menimbulkan pohon tumbang serta gangguan lalu lintas.
Melalui sinergi antara Polres Cirebon Kota, TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh stakeholder, diharapkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di Kota Cirebon dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat merasa lebih aman dan terlindungi.

((Paul)) 

Pelaku Penyerangan Terhadap Karyawan Minimarket di Indramayu Berhasil di Amankan.

Indramayu - Desa Karangasem Kecamatan Terisi,Aksi brutal tersebut juga terekam kamera CCTV dan viral usai beredar di media sosial. Kapolsek Terisi, AKP Joni mengatakan, pelaku berinisial KA (39), yang merupakan warga setempat. 

"Pelaku sudah kami amankan dan mengakui perbuatannya," kata Joni saat dikonfirmasi, Selasa (4/11/2025).

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Jumat (31/10/2025) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Awalnya, pelaku marah karena korban, Wintacim (20), yang merupakan karyawan minimarket meminta pelaku untuk tidak lagi meminjam motor miliknya.

Tapi, KA tidak terima dan terjadi cekcok di sebuah konter depan minimarket, pelaku kala itu menjambak rambut yang kemudian ditangkis oleh korban.

Joni menyampaikan, cekcok tersebut sempat dipisah oleh kakak pelaku. Namun pelaku tetap berusaha menyerang korban lagi dengan cara memukul hingga mengenai mata sebelah kiri korban.

"Kakak pelaku pun kembali melerai, tapi pelaku malah mengancam korban dengan kata-kata 'Mati Sira (mati kamu)'," jelas Joni.

Tak lama dari cekcok tersebut, sekitar lima menit kemudian, pelaku datang dan masuk ke dalam minimarket sembari membawa senjata sejenis golok.

Begitu melihat korban, pelaku langsung melakukan penyerangan secara brutal di area kasir minimarket.

"Penyerangan ini turut membuat rak toko area kasir jatuh dan mengenai korban serta seorang kasir rekannya, serta membuat barang jualan ikut rusak berserakan," ujar dia.

Joni menyampaikan, akibat kejadian tersebut, minimarket mengalami kerugian hingga kurang lebih Rp 48.616.574.

Kini, atas perbuatannya, KA dijerat dengan Pasal 406 dan atau Pasal 335 dan atau Undang-undang Darurat Nomot 12 Tahun 1951.

"Pelaku kami tahan untuk proses hukum lebih lanjut," kata Joni.

(Nurbaeti)

Peliharan Kemapuan, Kodim 0728/Wonogiri Gelar Latihan Menembak Senjata Ringan

Wonogiri - Guna mengasah mengasah dan meningkatkan kemampuan, Ratusan Prajurit Kodim 0728/Wonogiri mengikuti latihan menembak senjata ringan dan pistol, yang digelar di lapangan tembak Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad, Sukoharjo, selama Dua hari, Selasa dan rabu, (4-5/11/2025). 

Latihan ini diikuti seluruh prajurit Kodim 0728/Wonogiri dengan pengaturan waktu latihan, diatur oleh staf operasi Kodim Wonogiri. Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Kapten Inf Sumarno mewakili Dandim Letkol Inf Edi Ristriyono mengungkapkan, kegiatan latihan ini merupakan latihan periodik dengan berbagai materi latihan.

"Saat ini kita melaksanakan materi latihan menembak jarak 100 meter dengan tiga sikap, yakni sikap tiarap, duduk dan berdiri ", ucapnya.

Dirinya berharap, dengan latihan menembak yang selalu dilaksanakan setiap tiga bulan, kemampuan menembak anggota akan tetap terpelihara dan meningkat, walaupun sudah bertugas di satuan teritorial.

"Latihan yang kita gelar ini merupakan latihan periodik untuk mengasah kemampuan ketrampilan menembak prajurit, selain kemampuan dasar prajurit ini tetap terjaga diharapkan juga akan semakin meningkat ," jelasnya.

Pasi Ops menjelaskan, sebelum melaksanakan latbakjatri, terlebih dahulu diadakan apel pengecekan sekaligus penyampaian bahwa latihan menembak merupakan program dari komando atas yang dijabarkan oleh satuan bawah ke dalam kalender latihan satuan.

"Latihan tersebut merupakan uji kemampuan prajurit dalam menembak, guna menunjang tugas sehingga terpelihara kemampuan menembaknya," ujar Pasi Ops. 

Penulis : Arda 72

Selasa, 04 November 2025

Masyarakat Desa Pangauban Indramayu Laksanakan Tradisi Sakral, Unjung Unjungan Kuburan Gede.

Indramayu - Kabupaten Indramayu sangat kaya akan adat istiadat leluhur yang hingga saat ini masih terus terpelihara. Salah satunya tradisi Ujungan Makam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuburan Gede Desa Pangauban Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, Selasa (4/11/2025). 

Desa Pangauban Setiap satu tahun sekali di antara bulan Muharam dan Safar selalu diadakan tradisi mermule atau yang biasa disebut dengan Tradisi Unjungan oleh masyarakat setempat. Tradisi Unjungan yang digelar setiap tahun ini merupakan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus dalam rangka doa bersama untuk arwah leluhur dan kerabat yang telah meninggal dunia serta demi keselamatan seluruh warga desa Pangauban.

Kegiatan tahunan ini pada intinya bersedekah makanan dan uang untuk warga desa yang kurang mampu juga sebagai cermin diri agar selalu bersyukur atas hasil bumi yang berlimpah. Pada tradisi Unjungan itu, setiap warga desa Pangauban makam kuburan gede membawa tumpeng dan berbagai macam makanan lainnya.

Unjungan dari arti kata mengunjungi itu digelar setiap tahunnya. Dalam acara adat tradisi tersebut juga diisi dengan berbagai macam kegiatan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat setempat, umumnya tradisi unjungan ini dilaksanakan ditempat keramat atau kebuyutan atau makam sesepuh desa atau pendiri desa pada masa lampau.

Selain mengenang dan memberikan penghormatan kepada leluhur kita, yaitu Kuburan Gede juga warga berziarah ke makam orang tua atau keluarganya yang sudah meninggal dunia. Daya Kuwu Desa Pangauban mengatakan, rangkaian acara pelaksanaan upacara adat Unjungan TPU Kuburan Gede ini selain diisi acara tahlilan dan doa bersama juga di adakan pula siraman rohani Pengajian Umum," ujarnya. Dikatakan, Daya, unjungan Kuburan Gede tradisi unjungan adalah tradisi sakral di Kabupaten Indramayu 

dalam menjunjung tinggi adat istiadat warga setempat. Adapun, intisari dari tradisi unjungan adalah ziarah dan berdoa kepada para leluhur yang sudah tiada. Selain itu, Tradisi Unjungan juga sekaligus sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. "Kegiatan unjungan ini dilaksanakan setiap tahun sekali," ujar dia.

Masih menurut Daya, Tradisi Unjungan selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa kekompakan serta gotongroyong antar warga selalu terjaga.

Dalam acara tradisi adat unjungan tempat pemakaman umum kuburan gede, hadir pula Muspika Kecamatan Lelea, perangkat desa, bhabinsa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan warga masyrakat. (Nurbaeti)