All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Semangat Pantang Menyerah, Babinsa Koramil 04/Jebres Bersama Tim Damkar Melaksanakan Pendinginan Lahan di TPA Putri Cempo

Surakarta - Dalam upaya mengatasi dampak kebakaran lahan TPA Putri Cempo, Babinsa Koramil 04/Jebres bersama personel gabungan yang t...

Postingan Populer

Selasa, 15 September 2026

Tanamkan Cinta Lingkungan, Bati Komsos Koramil 04/Jebres Jadi Narasumber OXYGENE 2026 FMIPA UNS


Uploaded Image

Surakarta – Sinergi TNI dengan dunia kampus kembali terjalin, Bati Komsos Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Pelda Rudi Hariyono dipercaya menjadi narasumber pada kegiatan _Day 2 OXYGENE 2026_ yang diselenggarakan FMIPA Universitas Sebelas Maret, Minggu (13/09/2026) pukul 08.00 WIB s.d selesai.

Pelaksanaan kegiatan tersebut bertempat di Ruang C5.03 dan C5.02 Lantai 5 Gedung C FMIPA UNS, Jl. Ir. Sutami No. 36 A, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Ditegaskan Pelda Rudy OXYGENE 2026 merupakan kegiatan pengenalan dan kaderisasi mahasiswa baru Program Studi Ilmu Lingkungan FMIPA UNS yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa / Keluarga Mahasiswa FMIPA dengan mengusung tema _“Samsara Artha”_. 

Dalam pemaparannya, Pelda Rudi Hariyono menyampaikan materi terkait peran serta masyarakat dan TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan, pencegahan karhutla, serta pentingnya gotong royong dalam mengatasi permasalahan lingkungan di wilayah perkotaan.

Kehadiran TNI sebagai narasumber diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa baru tentang pentingnya kepedulian lingkungan dan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan aparat dalam menjaga bumi tetap lestari.

Kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh antusiasme dari para mahasiswa baru Ilmu Lingkungan FMIPA UNS.

Penulis : Arda 72

Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar


Uploaded Image

Makassar – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., bersama Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro Ny. Nuning Achiruddin melaksanakan ziarah rombongan ke Makam Pangeran Diponegoro yang berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9/2026). Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kodam IV/Diponegoro sekaligus bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan Pangeran Diponegoro.
 
Bagi Kodam IV/Diponegoro, ziarah ini memiliki makna yang lebih dari sekadar mengenang sejarah. Pangeran Diponegoro merupakan sosok yang namanya diabadikan sebagai identitas Kodam, sehingga penghormatan kepada beliau menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara sejarah perjuangan dengan nilai-nilai yang menyertai pengabdian prajurit.

Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 dan wafat di Makassar pada 8 Januari 1855. Pahlawan nasional tersebut dikenal karena memimpin perlawanan besar terhadap pemerintah kolonial Belanda dalam Perang Jawa yang berlangsung pada 1825–1830.

Uploaded Image

Perjuangannya meninggalkan keteladanan tentang keberanian, keteguhan dan kesetiaan pada perjuangan yang diyakini. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting untuk terus dikenang oleh setiap prajurit yang menyandang nama Diponegoro sebagai identitas kesatuannya.

Nama Pangeran Diponegoro kemudian diabadikan menjadi nama Kodam IV/Diponegoro yang dibentuk pada 5 Oktober 1950, dengan wilayah tanggung jawab di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sejak itu, nama Diponegoro terus menyertai perjalanan Kodam dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.

Semangat tersebut juga tercermin dalam sesanti Kodam IV/Diponegoro, “Sirnaning Yakso Katon Gapuraning Ratu”, yang bermakna lenyapnya segala bentuk kejahatan, hawa nafsu buruk, maupun rintangan, hingga terbuka jalan menuju kemenangan, kesejahteraan dan kedamaian.

Ziarah di tempat peristirahatan terakhir Pangeran Diponegoro menjadi momentum untuk memberikan penghormatan atas jasa perjuangannya sekaligus mengingat kembali keteladanan yang diwariskannya. Bagi prajurit Diponegoro, nama besar tersebut bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pengingat untuk menjaga kehormatan, keteguhan dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas.


Penulis : Pendam IV/Diponegoro 

Agar Wilayah Tetap Aman Dan Kondusif Piket Koramil 01/Laweyan Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Sertu Eko bersama Linmas melaksanakan kegiatan patroli menyisir tempat maupun jalan yang rawan tindak kejahatan di Wilayah kecamatan Laweyan, Senin (14/09/2026).

Selain melaksanakan patroli, Piket Koramil 01/Laweyan juga mengingatkan kepada warga agar selalu siap siaga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan penuh rasa tanggung jawab serta senantiasa mewaspadai orang yang tidak dikenal serta mencurigakan guna meminimalisir pergerakan orang yang akan berbuat kejahatan.

"Kegiatan patroli malam menyisir jalan yang rawan kejahatan tidak hanya menghimbauan kepada warga untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran masyarakat tetapi serta menjalin silahturahmi dengan mitra karib dengan harapan agar dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket dan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan masing-masing agar terhindar dari berbagai bahaya termasuk bahaya kebakaran yang saat ini sering terjadi."tegas Sertu Eko disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

Penulis : Arda 72

Terus Bergerak! TNI dan Tim Gabungan Lakukan Pendinginan di TPA Putri Cempo, Cegah Karhutla Susulan


Uploaded Image

Surakarta – Upaya penanganan kebakaran lahan belum berhenti. Babinsa Koramil 04/Jebres bersama tim gabungan TNI, Polri, Damkar, BPBD, dan relawan masyarakat peduli melaksanakan giat pendinginan lahan pasca kebakaran di area TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Senin (14/09/2026)

Kegiatan ini dilakukan setelah sebelumnya api berhasil dipadamkan dari lahan TPA Putri Cempo seluas kurang lebih 2 hektare. Meski api besar sudah padam, potensi munculnya bara api di dalam timbunan sampah masih tinggi.

Proses pendinginan dilakukan menyeluruh dengan menggunakan alat pemadam dan semprotan air dari tangki Damkar yang standby di lokasi. 

Tim juga melakukan penyisiran manual untuk memastikan tidak ada titik api kecil yang tertinggal.

"Pendinginan ini penting untuk mencegah api muncul kembali, apalagi kondisi cuaca saat ini masih cukup panas dan angin kencang yang bisa memicu kebakaran baru," ujar Babinsa Koramil 04/Jebres Serka Taufik yang ikut langsung di lapangan.

Sementara itu Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiyono,S.Sos mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

Dengan kegiatan pendinginan ini, diharapkan pencegahan Karhutla di wilayah Jebres semakin optimal dan menjadi wujud nyata kepedulian TNI bersama seluruh stakeholder dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan berjalan aman, lancar, dan terus dimonitor hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Penulis : Arda 72

Senin, 14 September 2026

Wakil Wali Kota Apresiasi Peran Korps Protokol Mahasiswa dalam Pengembangan Kompetensi



Buser Polkrim (Kota Cirebon) - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri Pekan Protokol Nasional (PPN) Tahun 2026 yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokol Mahasiswa (KPM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pegiat keprotokolan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertemu, berbagi pengalaman, sekaligus meningkatkan kapasitas di bidang keprotokolan.

Atas nama Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada UKM KPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, kehadiran perwakilan korps protokol dari berbagai wilayah di Indonesia di Kota Cirebon menjadi sebuah kebanggaan sekaligus momentum yang baik untuk memperkuat jejaring dan bertukar praktik dalam pelaksanaan tugas keprotokolan.

"Bicara tentang keprotokolan berarti bicara tentang tata aturan, kelancaran sebuah acara, sekaligus representasi wibawa sebuah institusi. Karena itu, tugas protokol bukan sekadar mengatur tempat duduk atau menyambut tamu, tetapi membutuhkan kemampuan komunikasi, pengelolaan waktu, ketelitian, hingga kemampuan mengambil keputusan dengan cepat ketika menghadapi situasi di lapangan," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam lingkungan pemerintahan dan birokrasi, keprotokolan menjadi bagian penting dalam memastikan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan dapat berjalan sesuai ketentuan. Peran tersebut juga semakin kompleks di tengah keterbukaan informasi, ketika setiap kegiatan resmi pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat dengan mudah menjadi perhatian masyarakat.

"Ketika pelaksanaan sebuah acara tidak berjalan dengan baik, dampaknya bukan hanya pada jadwal yang terganggu. Lebih jauh, hal itu dapat memengaruhi citra institusi maupun pimpinan yang diwakili. Karena itu, pekerjaan keprotokolan membutuhkan presisi, kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan membaca situasi," katanya.

Wakil Wali Kota menilai, keterlibatan mahasiswa dalam organisasi keprotokolan kampus merupakan pengalaman yang bernilai sebagai bekal memasuki dunia profesional. Melalui berbagai kegiatan, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknis penyelenggaraan acara, tetapi juga mengasah kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, memahami etika formal, serta bekerja secara cepat dan terukur.

"Keikutsertaan dalam organisasi keprotokolan kampus merupakan investasi soft skill yang sangat berharga. Saudara-saudara tidak hanya dilatih menjadi penyelenggara acara, tetapi juga belajar menjadi pengelola komunikasi dan representasi sebuah institusi. Kompetensi seperti ini sangat relevan ketika nanti memasuki dunia kerja, baik di pemerintahan maupun sektor profesional lainnya," tuturnya.

Ia berharap PPN 2026 dapat dimanfaatkan para peserta untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan, sekaligus membangun jejaring antarkorps protokol mahasiswa di berbagai daerah. Menurutnya, forum tersebut juga dapat menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas keprotokolan di masing-masing institusi.

"Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk belajar, bertukar pengalaman dan praktik terbaik, sekaligus memperluas jejaring. Mudah-mudahan setelah kembali ke institusi masing-masing, ada hal-hal baik yang bisa diterapkan untuk meningkatkan mutu kerja keprotokolan," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Ayus, mengatakan keberadaan korps protokol memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan di lingkungan kampus. Menurutnya, aktivitas perguruan tinggi sangat beragam dan berlangsung hampir setiap hari, mulai dari kegiatan di tingkat program studi dan fakultas hingga kegiatan universitas yang melibatkan tamu dari berbagai kalangan.

"Di kampus itu event-nya banyak. Setiap hari ada saja kegiatan, mulai dari tingkat fakultas, program studi sampai universitas. Belum lagi kegiatan besar seperti PBAK, kegiatan akademik, kedatangan menteri dan tamu-tamu penting lainnya,” kata Ahmad.

Ia menjelaskan, dalam sebuah kegiatan resmi terdapat banyak hal yang harus dipersiapkan secara terkoordinasi. Mulai dari penempatan tamu, pengaturan alur kedatangan, pendampingan, susunan acara, hingga memastikan siapa yang harus disebut dan ditempatkan pada posisi tertentu. Hal-hal tersebut, menurutnya, membutuhkan pengetahuan dan keterampilan keprotokolan yang tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
"Siapa yang menjadi seksi acara, siapa yang menempatkan tamu, ketika datang harus diarahkan ke mana, siapa yang mendampingi, sampai siapa yang disebut di panggung, semuanya harus jelas. Kalau tidak ada yang mengatur, kegiatan bisa menjadi kacau. Di situlah pentingnya kehadiran Korps Protokoler," ujarnya.

Ahmad juga mengapresiasi peran mahasiswa yang aktif dalam KPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Keberadaan mereka dinilai telah membantu kelancaran berbagai kegiatan kampus sekaligus memberikan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa melalui pengalaman di lapangan.

Ia mendorong para mahasiswa untuk menjadikan aktivitas di KPM sebagai sarana belajar dan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia profesional. Mahasiswa juga diharapkan aktif membangun komunikasi dengan korps protokol dari berbagai institusi, termasuk pemerintah daerah.

"Jadikan aktivitas di KPM ini sebagai media latihan, bahkan sebagai tempat magang. Berkomunikasilah dengan korps protokol lainnya, termasuk protokol pemerintah daerah. Dari sana kalian akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Bagaimana menyapa tamu, mengantarkan ke tempat duduk, dan mendampingi tamu, itu semua ada ilmunya. Tidak bisa dilakukan asal-asalan," tuturnya.

(Deni)