Nasional

Berita Terkini

Jelang Penutupan Karya Bakti Daerah Tahap III, Koramil 04/Jebres Bersama Masyarakat Genjot Pekerjaan Hingga Detik Terakhir

Surakarta - Menjelang penutupan program Karya Bakti Daerah ( KBD ) Tahap III Tahun 2026, anggota Koramil 04/Jebres terus bekerja ker...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2026

Berkasus! Pelantikan Rektor UINSA Disambut Gelombang Penolakan



Surabaya, — Pelantikan Akhmad Muzakki sebagai Rektor definitif UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya oleh Menteri Agama, Selasa (15/9/2026), langsung disambut gelombang penolakan. Spanduk, meme, komentar di media sosial hingga seruan aksi mewarnai respons sejumlah dosen, guru besar, alumni, dan mahasiswa.

Penolakan muncul dalam beragam bentuk. Sebuah spanduk yang terpasang di jembatan penyeberangan di depan kampus UINSA, Jalan A. Yani, memuat tulisan “Tolak Rektor Muzakki 2 Periode.” 

Di media sosial, beredar pula ungkapan “UINSA Berduka” serta sejumlah ajakan untuk melakukan aksi, termasuk seruan boikot terhadap aktivitas kampus.

Kritik terhadap pelantikan bahkan dikemas dalam bentuk satire. Salah satu meme menggambarkan Muzakki sedang mencium Menteri Agama dengan tulisan bernada humor, “Makacih Papa, makacih...” Meme tersebut menjadi bagian dari ekspresi kritik warganet terhadap keputusan pengangkatan rektor.

Di kalangan dosen, penolakan disampaikan secara terbuka oleh Dr. Hermanto Jakfar. Ia menyatakan keberatan terhadap pengangkatan kembali Muzakki sebagai rektor.

“Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Akh Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik ini diduga melakukan tindak pidana dari pengaduan masyarakat," ujar Hermanto.

Sorotan juga datang dari Forum Guru Besar UINSA. Forum tersebut menilai persoalan kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian figur, tetapi juga menyangkut tata kelola dan suasana akademik di kampus.

“Kami menolak karena tata kelola yang dilakukan banyak menimbulkan kegaduhan di kampus UINSA,” kata Prof. Ghazali Said, juru bicara Forum Guru Besar UINSA.

Dari kalangan alumni, Ahmad Bajuri, wakil ketua umum Ikatan Alumni UINSA (Ika UINSA), mendesak Menteri Agama mengevaluasi kembali keputusan pengangkatan Muzakki. “Jika nanti rektor ini diperiksa kejaksaan, ini pasti membuat nama baik UINSA tercoreng,” ujarnya.

Sementara itu, dari kalangan mahasiswa juga terjadi penolakan. Kabarnya, mereka akan melakukan aksi demo. Namun sampe berita ini diturunkan, belum memberikan pernyataannya. 

KEPERCAYAAN PUBLIK
Gelombang penolakan tersebut membuat pelantikan rektor definitif UINSA tidak serta-merta menutup polemik kepemimpinan di kampus. 

Sebaliknya, keputusan tersebut justru membuka babak baru: bagaimana rektor yang baru dilantik membangun kembali kepercayaan sivitas akademika yang sebagian masih menyatakan keberatan.

Bagi sejumlah pihak yang menolak, persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang menduduki kursi rektor. Mereka mempertanyakan tata kelola, rekam jejak, persoalan hukum, dan kemampuan kepemimpinan baru untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif.

Di sisi lain, penolakan melalui spanduk, media sosial maupun aksi tetap perlu ditempatkan dalam koridor hukum dan etika akademik. Kritik boleh keras, tetapi fakta harus tetap diverifikasi dan dugaan tidak boleh diperlakukan sebagai putusan hukum.

Kini, setelah keputusan pengangkatan resmi ditetapkan, tantangan terbesar UINSA adalah mengakhiri kegaduhan tanpa mematikan kritik. (**)

Kamis, 14 November 2024

Di Hari Kesehatan Nasional, Pj Bupati: Semangat Wujudkan Majalengka Kabupaten Sehat


Majalengka,
FD-buserpolkrim.com 

Seperti diketahui bahwa Kabupaten Majalengka salah satu dari enam Kabupaten kota di Jawa Barat yang mendapat penghargaan Open Defecation Free (ODF) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atas keberhasilannya menjadi wilayah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan pada tahun 2024.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin kepada Pj Bupati Majalengka, Dedi Supandi, didampingi Kadis Kesehatan H. Agus Susanto pada Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-60 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Halaman Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (12/11/2024) kemarin. 

Usai menghadiri acara tersebut, Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi di Pendopo Kabupaten Majalengka menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka yang telah gencar untuk terus mensosialisasikan gerakan hidup sehat yang salah satunya deklarasi stop buang air besar sembarangan.

"Dengan diraihnya ODF ini, menunjukkan komitmen dari seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Kabupaten Majalengka,” ujarnya.

Ia berharap, penghargaan ODF yang diterima Kabupaten Majalengka dapat memotivasi masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta dapat menjadi pemicu bagi perangkat daerah lainnya untuk terus berkinerja dengan lebih baik.


Kepala Dinas Kesehatan H. Agus Susanto menambahkan, dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) ke-60 telah dilaksanakan upacara dilingkungan Dinas Kesehatan sekaligus pemberian penghargaan.

Selain itu juga, lanjut H. Agus, telah dilakukan kegiatan skrining kesehatan, edukasi, pemeriksaan kesehata berkala karyawan serta lomba pembuatan PMT pangan lokal.

Ia menuturkan, bahwa pada HKN Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka telah mengirimkan Duta Kesehatan dalam lomba tingkat provinsi dan menjadi juara pertama.


Dijelaskannya, sesuai tema “Gerak Bersama Sehat Bersama,” dengan mengajak semua elemen masyarakat untuk bergerak dan berkolaborasi dalam mewujudkan kesehatan bersama.

“Momentum semangat Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-60 ini, mari bersama-sama kita wujudkan Majalengka menjadi Kabupaten Sehat," tandasnya. (Kom/Ujang AR)

Editor: Adi M.