All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

HUT Polwan ke-78, One Police Woman Extra Ordinary Impact bagi Masyarakat

Cirebon Kota - Polres Cirebon Kota memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 Tahun 2026 dengan mengangkat tema “One Po...

Postingan Populer

Selasa, 08 September 2026

Wakil Wali Kota Dukung UMKM Penuhi Sertifikasi Halal untuk Perluas Pasar



CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memenuhi ketentuan sertifikasi halal. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Sosialisasi Pentingnya Halal bagi UMKM Tahun 2026 yang digelar di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan yang turut mendukung pengembangan UMKM, di antaranya Bank Indonesia Cirebon, Bank BJB, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta ESQ Hub.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Siti Farida mengatakan, sosialisasi sertifikasi halal menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Cirebon dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat. Menurutnya, sertifikasi halal saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari standar kualitas produk dan kepercayaan konsumen.

"Sertifikasi halal tidak lagi sekadar pemenuhan kewajiban syariat. Saat ini, halal juga menjadi bagian dari kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan daya saing usaha. Karena itu, kami melihat sertifikasi halal sebagai peluang bagi UMKM untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.

Ia menilai, kepercayaan konsumen menjadi salah satu modal penting bagi pelaku UMKM untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Adanya jaminan halal dapat memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai bahan maupun proses yang digunakan dalam menghasilkan suatu produk.
Lebih jauh, Wakil Wali Kota menyebut sertifikasi halal dapat menjadi semacam "paspor" bagi produk UMKM lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk jaringan ritel modern dan rantai pasok nasional.

"Kita ingin UMKM Kota Cirebon tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Jangan sampai sertifikasi halal dipandang sebagai beban atau hambatan birokrasi. Justru ini harus kita lihat sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan membuka akses pasar yang lebih besar," katanya.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan agar pelaku UMKM dapat memahami proses dan memenuhi ketentuan sertifikasi halal. Hal tersebut menjadi penting seiring dengan pemberlakuan tahapan kewajiban sertifikasi halal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Wakil Wali Kota, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar proses pendampingan kepada UMKM berjalan secara menyeluruh. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan keterlibatan lembaga dan mitra dari berbagai sektor.

"Kehadiran Bank Indonesia, Bank BJB, BSI, ESQ Hub dan seluruh pihak yang terlibat hari ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan kerja bersama. Pemerintah membantu dari sisi perizinan dan fasilitasi, sementara mitra lainnya memberikan edukasi ekonomi, literasi pembiayaan hingga penguatan kapasitas pelaku usaha," tuturnya.

Ia berharap para pelaku UMKM yang mengikuti sosialisasi dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh informasi sekaligus memahami prosedur sertifikasi halal dengan baik.

"Saya berharap Bapak dan Ibu pelaku UMKM mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Pahami prosesnya, manfaatkan pendampingan yang tersedia, dan jangan ragu untuk berkonsultasi. Semoga produk UMKM Kota Cirebon semakin berkualitas, semakin dipercaya masyarakat, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan sertifikasi halal menjadi hal penting yang perlu dipahami pelaku UMKM, khususnya usaha yang bergerak di sektor makanan dan minuman.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini telah menyediakan mekanisme yang relatif mudah bagi pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal. Salah satunya melalui mekanisme self-declare bagi produk yang memenuhi persyaratan tertentu, sementara produk dengan tingkat titik kritis kehalalan yang lebih tinggi perlu melalui mekanisme reguler.

"Saat ini proses sertifikasi halal sudah semakin dimudahkan. Untuk produk tertentu yang bahan bakunya dapat dipastikan kehalalannya dan memenuhi persyaratan, pelaku UMKM dapat menggunakan mekanisme self-declare. Sementara untuk produk yang memiliki titik kritis lebih tinggi, prosesnya dilakukan melalui mekanisme reguler," jelas Wihujeng.

Menurutnya, pemahaman mengenai halal tidak berhenti pada bahan baku yang digunakan. Pelaku usaha juga perlu memastikan proses pengolahan produknya memenuhi ketentuan sehingga konsumen mendapatkan jaminan bahwa produk yang dikonsumsi benar-benar halal dan baik.

"Halal bukan hanya soal bahan baku. Proses pengolahannya juga harus kita pastikan. Ini penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa produk yang mereka konsumsi halal dan tayib ," ujarnya.

Wihujeng menambahkan, perhatian masyarakat terhadap kehalalan produk saat ini semakin meningkat. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan rasa dan harga, tetapi juga mulai memperhatikan keamanan, kebersihan, komposisi, serta kepastian status halal suatu produk.

Karena itu, menurutnya, sertifikasi halal dapat menjadi nilai tambah sekaligus bentuk tanggung jawab pelaku UMKM kepada konsumennya.

"Ketika konsumen membeli produk UMKM, mereka tentu ingin merasa aman dan yakin dengan apa yang dikonsumsi. Sertifikasi halal memberikan kepastian itu. Harapannya, semakin banyak produk UMKM di Kota Cirebon yang terjamin halal dan thoyyib sehingga memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus masyarakat," katanya.

(Deni)

Terdakwa Disabilitas Divonis 7 Tahun, Keluarga Pertanyakan Rasa Keadilan



CIREBON – Kekecewaan disampaikan pihak keluarga terdakwa kasus asusila setelah menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (8/9/2026).

Salah satu terdakwa berinisial RH (29), yang disebut menyandang disabilitas intelektual, tuna rungu, serta tidak bisa membaca dan menulis, dijatuhi vonis tujuh tahun penjara oleh majelis hakim PN Sumber.

Putusan tersebut menuai keberatan dari pihak keluarga. Pengontrol dan Pengawas Perwakilan Keluarga Terdakwa, Nuraini, menilai putusan majelis hakim maupun tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai belum mencerminkan rasa keadilan serta perlindungan hukum terhadap terdakwa yang memiliki kondisi disabilitas.

Menurut pihak keluarga, kondisi RH bukan sekadar keterbatasan komunikasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang disebut berasal dari dokter spesialis psikiatri Rumah Sakit Gunung Jati, RH disebut memiliki hambatan intelektual dengan IQ 54.

Keluarga mempertanyakan sejauh mana kondisi tersebut telah menjadi pertimbangan dalam proses persidangan, khususnya dalam memahami proses hukum dan memberikan keterangan selama perkara berlangsung.

Pihak keluarga berharap adanya perhatian terhadap hak-hak terdakwa sebagai penyandang disabilitas serta memastikan proses hukum tetap berlangsung secara adil dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, terkait keberatan keluarga terdakwa terhadap putusan tersebut, pihak keluarga juga meminta penjelasan dari Humas PN Sumber Kabupaten Cirebon mengenai proses persidangan dan pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara.

Menanggapi persoalan tersebut, Humas PN Sumber diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai pertimbangan hukum majelis hakim, termasuk apakah kondisi disabilitas terdakwa telah menjadi bagian dari fakta dan pertimbangan dalam perkara tersebut.

Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga terdakwa masih menyatakan keberatan atas putusan tersebut dan mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya sesuai mekanisme yang tersedia.

(Sugi)

Keluarga Besar GMPP Wonosobo Ucapkan Selamat HUT HUMANIKA ke-36



WONOSOBO – Keluarga Besar Gerakan Masyarakat Peduli Pembangunan (GMPP) Wonosobo menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) HUMANIKA ke-36. Ucapan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus doa agar HUMANIKA semakin matang dalam perjalanan organisasinya serta mampu terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ucapan selamat disampaikan oleh Kakornas beserta jajaran GMPP Wonosobo, Mantep Abdul Ghoni, pada Selasa, 6 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar GMPP Wonosobo berharap momentum ulang tahun ke-36 HUMANIKA dapat menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk semakin memperkuat kebersamaan, soliditas, serta semangat pengabdian.

“Semoga di usia yang ke-36 tahun, HUMANIKA semakin maju, semakin solid, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” demikian harapan yang disampaikan keluarga besar GMPP Wonosobo.

Menurut GMPP Wonosobo, perjalanan HUMANIKA selama 36 tahun merupakan sebuah proses panjang yang tidak terlepas dari berbagai dinamika organisasi. Usia tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas pengabdian, serta memperluas peran organisasi dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain menyampaikan ucapan selamat kepada HUMANIKA, GMPP Wonosobo juga memberikan apresiasi kepada Bursah Zarnubi, selaku Ketua HUMANIKA, yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat serta Ketua APKSI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).

Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi dan pengabdian dalam membangun organisasi, memperkuat komunikasi serta sinergi dengan berbagai pihak, dan mendorong hadirnya kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

GMPP Wonosobo menilai sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Kolaborasi yang baik diharapkan mampu menciptakan ruang partisipasi masyarakat yang semakin luas dalam memberikan gagasan, pengawasan, maupun kontribusi terhadap kemajuan daerah.

Momentum HUT HUMANIKA ke-36 juga diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian. Dengan semakin solidnya organisasi dan terbangunnya komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, HUMANIKA diharapkan mampu terus mengambil peran strategis dalam mendukung kepentingan masyarakat.

Keluarga besar GMPP Wonosobo juga berharap kepemimpinan Bursah Zarnubi dapat terus membawa HUMANIKA menjadi organisasi yang semakin profesional, solid, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial serta pembangunan.

“Selamat HUT HUMANIKA ke-36. Semoga HUMANIKA semakin maju, semakin solid, semakin dipercaya masyarakat, serta terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” ungkap keluarga besar GMPP Wonosobo.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergitas, GMPP Wonosobo berharap hubungan baik antarelemen masyarakat dapat terus terjaga. Perbedaan latar belakang maupun organisasi diharapkan tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

(Yudhi KJN)
Uploaded Image

Kontingen Maung 851 Harumkan Nama Polres Cirebon Kota, Sabet 3 Medali Emas di Kejurnas Pencak Silat KKCC 2026

CIREBON – Kontingen Pencak Silat Maung 851 Polres Cirebon Kota kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Turun dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Kesultanan Kanoman Cirebon (KKCC) 2026, para pesilat binaan Polres Cirebon Kota sukses menyabet 3 medali emas, 1 medali perak dan 4 medali perunggu, sekaligus mengharumkan nama institusi di kancah nasional.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas perjuangan para atlet Maung 851 yang telah membawa nama baik Polres Cirebon Kota dalam kejuaraan bergengsi tersebut.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar Polres Cirebon Kota. Saya mengapresiasi kerja keras, disiplin dan semangat para atlet Maung 851 yang telah berjuang membawa nama baik Polres Cirebon Kota. Raihan ini jangan dijadikan sebagai akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus berprestasi lebih tinggi lagi,” ujar AKBP Bimantoro Kurniawan.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga, khususnya pencak silat, sehingga Kontingen Maung 851 dapat semakin berprestasi dan mampu bersaing pada kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami akan terus memberikan dukungan dan ruang bagi anggota maupun atlet binaan yang memiliki potensi untuk berkembang. Harapannya, Maung 851 dapat terus membawa nama baik Polres Cirebon Kota dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui prestasi olahraga,” tambahnya.

Kejuaraan nasional tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2026, bertempat di GOR Sport Hall Bima, Kota Cirebon. Ajang bergengsi ini diikuti lebih dari 2.000 pesilat dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.

Kontingen Maung 851 Polres Cirebon Kota tampil dengan kekuatan enam atlet yang turun pada delapan kategori pertandingan. Para atlet tersebut berasal dari berbagai kelompok usia, mulai usia dini, praremaja hingga dewasa.

Dari persaingan tersebut, Maung 851 berhasil mengumpulkan 3 medali emas, 1 medali perak dan 4 medali perunggu. Raihan ini menjadi bukti konsistensi pembinaan pencak silat sekaligus menunjukkan kemampuan para atlet binaan Polres Cirebon Kota dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Salah satu prestasi membanggakan datang dari keluarga besar Polsek Kedawung. Aipda Tendi, S.H., anggota Unit Reskrim Polsek Kedawung, berhasil meraih juara 3 atau medali perunggu pada kategori Jurus Tunggal IPSI Dewasa Putra.

Selain sebagai atlet, Aipda Tendi, S.H. juga dipercaya sebagai official Kontingen Maung 851. Keikutsertaannya mendapat dukungan dan rekomendasi dari Kapolres Cirebon Kota sebagai bentuk dukungan pimpinan terhadap personel yang memiliki potensi dan prestasi di bidang olahraga.

Tidak hanya Aipda Tendi, prestasi juga ditorehkan putrinya, Annesya Indriyani Zhafira, yang tampil gemilang dengan menyumbangkan dua medali emas, masing-masing dari kategori Jurus Tunggal Tangan Kosong dan Jurus Tunggal Senjata.

Sementara itu, Muhammad Fadhly Al Faqih berhasil mempersembahkan satu medali perak dan satu medali perunggu. Kemudian Sholekatun Nisa turut menyumbangkan medali perunggu pada kategori yang diikutinya.

Pada kategori tanding, prestasi juga diraih Khalishah Nur Aisyah yang berhasil meraih medali emas. Sementara Charissa Sadina Ameera Putri turut mempersembahkan medali perunggu bagi Kontingen Maung 851 Polres Cirebon Kota.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nashori turut memberikan apresiasi atas perjuangan Aipda Tendi, S.H. Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena personel Polri mampu menunjukkan prestasi positif di luar pelaksanaan tugas kedinasan.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi Aipda Tendi. Di tengah pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri, beliau mampu menunjukkan dedikasi dan semangat untuk terus berprestasi melalui olahraga pencak silat. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Polsek Kedawung dan Polres Cirebon Kota,” ujar Kompol Ahmad Nashori.

Ia menambahkan, prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus membawa nama baik institusi Polri.

“Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Kami akan memberikan dukungan kepada personel yang memiliki kemampuan dan potensi positif, sehingga dapat memberikan kontribusi serta mengharumkan nama Polri,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, keberhasilan Kontingen Maung 851 dalam ajang nasional tersebut merupakan pencapaian yang membanggakan bagi seluruh keluarga besar Polres Cirebon Kota.

“Prestasi Kontingen Maung 851 ini menunjukkan bahwa Polres Cirebon Kota tidak hanya hadir dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendorong serta mendukung personel dan atlet binaannya untuk berprestasi di tingkat nasional,” kata AKP M. Aris Hermanto.

Menurutnya, raihan tiga medali emas, satu perak dan empat perunggu dari enam atlet yang turun di delapan kategori merupakan hasil yang patut diapresiasi, terlebih kejuaraan tersebut mempertemukan ribuan pesilat dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Persaingan dalam kejuaraan ini tentunya sangat ketat. Karena itu, capaian para atlet Maung 851 patut diapresiasi. Mereka telah membawa semangat Polres Cirebon Kota dan membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin serta pembinaan yang konsisten, prestasi dapat diraih,” ungkapnya.

AKP M. Aris Hermanto menegaskan, Polres Cirebon Kota akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi masyarakat maupun personel, termasuk melalui olahraga pencak silat.

“Semangatnya adalah Polri untuk masyarakat. Kami ingin keberadaan Polres Cirebon Kota tidak hanya dirasakan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui kontribusi positif dalam pembinaan generasi muda dan pengembangan olahraga prestasi,” pungkasnya.

Keberhasilan Maung 851 di Kejurnas KKCC 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk terus meningkatkan prestasi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional.

Dengan semangat “Maung 851 Berprestasi”, Kontingen Pencak Silat Polres Cirebon Kota terus membawa nama baik institusi melalui prestasi, sportivitas dan dedikasi. Torehan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat pengabdian anggota Polri dapat diwujudkan dalam berbagai bidang, termasuk melalui olahraga yang mampu mengharumkan nama Polres Cirebon Kota di tingkat nasional.

Patroli Babinsa Kelurahan Manahan Bersama Linmas Susuri Pemukiman Penduduk dan Fasilitas Umum


Uploaded Image

Surakarta - Babinsa Kel. Manahan Kodim 0735/Surakarta Serma Saring bersama dengan Linmas melaksanakan Kegiatan Patroli di wilayah Kel. Manahan Kec. Banjarsari, Selasa (08/09/2026).

Dilaksànakannya Patroli Babinsa bersama salah satunya sebagai upaya menciptakan situasi yang nyaman bagi warga masyarakat di wilayah binaan yang sedang melaksanakan aktivitas bekerja mapun di lingkungkungan yang digunakan sebagai pasilitas Umum.

"Fasilitas Umum Serta Pemukiman penduduk salah satu kerawanan yang bisa terjadi kapan saja maupun dimana saja, kususnya pemukiman warga yang di tinggal pergi oleh penghuninya karena bekerja di lokasi lain, disinilah peran aparat kewilayahan babinsa, maupun linmas untuk hadir dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di lingkungan Wilayah Kelurahan Manahan."tegas Serma Saring.

Penulis : Arda 72