All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Sertijab Kapolsek Lemahwungkuk dan Pelantikan Kapolsek Mundu Polres Cirebon Kota

Cirebon Kota - Rotasi kepemimpinan di tingkat kewilayahan kembali dilakukan Polres Cirebon Kota melalui pelantikan Kapolsek Mund...

Postingan Populer

Minggu, 06 September 2026

Jaga Kondusifitas Wilayah, Piket Koramil 02/Banjarsari Melaksanakan Patroli Keamanan Bersama Linmas


Uploaded Image

Surakarta - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif, Piket Koramil 02/Banjarsari, Kodim 0735/Ska, Serka Yusuf, Sabtu 5 September 2026 pukul 21.00 Wib melaksanakan pemantauan wilayah di Kecamatan Banjarsari.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh Piket Koramil 02/Banjarsari guna menghimbau kepada warga agar selalu menjaga keamanan dan juga selalu waspada terhadap orang yang tidak dikenal yang lalu-lalang di seputaran lingkungan warga setempat saat jam istrahat dan begitu juga tetap waspada terhadap cuaca yang akhir-akhir ini tidak menentu.

Dengan adanya pemantauan wilayah di malam hari, selain memberikan himbauan kepada warga, juga untuk menjalin silahturohmi dengan mitra karib yang mana dapat memberikan informasi penting untuk mendukung tugas Piket di wilayah binaan dan berharap dengan adanya kegiatan ini bisa terwujud lingkungan situasi aman dan kondusif. 
 
Penulis : Arda 72

“4 PIP Diduga Sedot Timah di DAS Ampui, Benarkah Ada yang Membekingi?”

PANGKALPINANG — Aktivitas dugaan pertambangan timah ilegal menggunakan jenis Ponton Isap Produksi (PIP) kembali mencuat di wilayah Kota Pangkalpinang. Kali ini, aktivitas tersebut diduga berlangsung di kawasan Jalan Kakap 1, RT 03, Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkal Balam, yang berada di sekitar aliran Daerah Aliran Sungai (DAS).

Informasi mengenai aktivitas tersebut diterima tim investigasi awak media dari laporan warga sekitar pada Sabtu, 5 September 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim investigasi kemudian melakukan penelusuran langsung ke lokasi. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim tiba di lokasi yang dimaksud.

Dari hasil pantauan di lapangan, terlihat empat unit Ponton Isap Produksi (PIP) yang diduga sedang melakukan aktivitas penambangan di balik rindangnya pepohonan bakau.

Sejumlah orang juga terlihat berada di lokasi dan melakukan aktivitas penambangan dengan cara melubangi permukaan tanah, kemudian menghisap lumpur yang diduga bercampur dengan material mengandung timah.
Temuan tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan serius, terutama terkait pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan aliran sungai.

Dugaan Ada Pembiaran?

Hasil penelusuran tim investigasi juga menemukan fakta bahwa lokasi aktivitas dugaan tambang tersebut berada relatif dekat dengan Mako Airud Polda Bangka Belitung, dengan jarak sekitar satu kilometer.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: apakah aktivitas dugaan tambang ilegal tersebut tidak diketahui aparat, atau justru belum tersentuh penindakan?
Pertanyaan ini penting untuk dijawab oleh pihak berwenang, mengingat aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun kerusakan lingkungan.

Namun demikian, dugaan adanya pihak yang membekingi aktivitas tersebut masih sebatas temuan dan indikasi di lapangan. Untuk memastikan kebenarannya, diperlukan penyelidikan dan klarifikasi dari aparat penegak hukum.

Ancaman Terhadap Ekosistem DAS. 

Selain persoalan legalitas, aktivitas penambangan timah di kawasan aliran sungai juga menyisakan persoalan lingkungan.
Aktivitas pertambangan berpotensi merusak kawasan DAS, termasuk flora dan fauna yang berada di sekitar lokasi. Tim investigasi juga menemukan adanya potensi pencemaran akibat penggunaan bahan bakar minyak dan oli dalam kegiatan operasional ponton.

Jika limbah solar maupun oli sampai tumpah dan masuk ke aliran sungai, dampaknya tidak hanya dirasakan pada lokasi tambang, tetapi juga dapat mengganggu ekosistem perairan dan organisme yang bergantung pada kawasan tersebut.

Dengan demikian, persoalan ini bukan hanya menyangkut dugaan aktivitas tambang tanpa izin, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan, penerimaan negara, serta pengawasan aparat penegak hukum.

Menunggu Langkah Aparat. 

Keberadaan empat unit PIP di kawasan tersebut tentu membutuhkan perhatian serius dari instansi terkait. Terlebih, lokasi aktivitas disebut berada tidak jauh dari salah satu markas aparat yang memiliki kewenangan dalam pengawasan wilayah perairan.

Publik kini menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan apakah aktivitas tersebut memiliki legalitas atau justru merupakan kegiatan pertambangan ilegal.
Jika terbukti tidak memiliki izin, penindakan terhadap aktivitas tersebut semestinya tidak berhenti pada pekerja lapangan maupun pemilik ponton. Aparat juga perlu menelusuri rantai distribusi material hasil tambang, termasuk pihak yang menampung atau menjadi kolektor bijih timah.

Sebab, aktivitas pertambangan ilegal tidak mungkin berdiri sendiri. Ada mata rantai dari lokasi penambangan hingga material tersebut masuk ke jaringan perdagangan.

Tim investigasi awak media akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ini dan menelusuri lebih jauh dugaan rantai penampungan bijih timah dari aktivitas tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Airud Polda Bangka Belitung maupun instansi terkait mengenai keberadaan empat unit PIP yang terpantau di kawasan DAS Ampui tersebut.

(HR/TIM) 

Bersih & Asri, Babinsa Sumber Bersama DLH Surakarta Gotong Royong Bersihkan Lahan Kosong


Uploaded Image

Surakarta – Sebagai Wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, Babinsa Kelurahan Sumber Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Yusuf bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta melaksanakan kerja bakti membersihkan lahan kosong yang berada di RW 07 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.l, Sabtu (05/09/2026).

Aksi gotong royong ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih asri, bersih, dan nyaman bagi warga. Lahan kosong yang sebelumnya kurang terawat kini dibenahi agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang hijau bersama.

Serka Yusuf menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.  
"Taman ini bukan hanya sekadar hiasan, tetapi juga menjadi ruang hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin untuk kemajuan Kelurahan Sumber," ujarnya.

Sementara itu Bapak Yadi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta mengapresiasi dukungan Babinsa.  
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kontribusi Babinsa yang selalu hadir membantu kami, termasuk dalam pembenahan taman ini. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjaga," ungkapnya.

Diharapkan kegiatan ini tidak hanya mempercantik lingkungan Kelurahan Sumber, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Pacu Semangat Gotong Royong, Pra KBD Tahap III Koramil 04/Jebres Sasar Revitalisasi Talud 50 Meter di Karangasem


Uploaded Image

Surakarta – Kegiatan Pra Karya Bakti Daerah (KBD) Tahap III Kodim 0735/Surakarta Tahun 2026 terus digencarkan. Babinsa Kelurahan Gandekan Sertu Teguh Kusno anggota Koramil 04/Jebres Kodim Surakarta terlihat aktif sejak awal pembukaan hingga mendekati hari pelaksanaan KBD.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu (05/09/2026) pukul 07.30 WIB di Ds. Karangasem, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Meski cuaca terik menyengat, semangat prajurit bersama warga tidak surut. Dengan tetap mengutamakan prosedur keselamatan, saat ini fokus pengerjaan adalah Revitalisasi Talud Ds. Karangasem dengan panjang sasaran 50,19 meter.

Keakraban TNI dan rakyat semakin terlihat di lapangan. Para prajurit Koramil 04/Jebres bahu membahu bersama masyarakat menyelesaikan pekerjaan. Sinergi ini menjadi penyemangat tersendiri dan mempererat hubungan harmonis antara TNI dengan warga.

"Kegiatan Pra KBD ini harus selesai tepat waktu sesuai target. Semangat dan mental prajurit di lapangan tidak terpengaruh cuaca, karena ini bentuk pengabdian untuk masyarakat," ujar Sertu Teguh Kusno.

Sasaran KBD Tahap III Kodim 0735/Surakarta di wilayah Jebres antara lain Sasaran Fisik yang meliputi Revitalisasi Talud Ds. Karangasem sepanjang 50,19 meter, dan Pembangunan Pavingisasi jalan ukuran P 5,19 x L 2,20 meter

Sedangkan Sasaran Non Fisik meliputi Penyuluhan Wawasan Kebangsaan oleh Kodim 0735/Surakarta, Penyuluhan Pilah Sampah oleh DLH Kota Surakarta, dan juga Penyuluhan Penyalahgunaan Narkotika oleh BNN Kota Surakarta

Diharapkan melalui KBD ini, infrastruktur wilayah semakin baik dan kesadaran masyarakat dalam berbangsa, menjaga lingkungan, serta menjauhi narkoba semakin meningkat.

Penulis : Arda 72

Sigap dan Tanggap, Koramil 04/Jebres Bersama Damkar Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo


Uploaded Image

Surakarta - Gerak cepat ditunjukkan Koramil 04/Jebres. Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiyono, S.Sos bersama anggotanya bersama petugas Pemadam Kebakaran gabungan bahu-membahu memadamkan kebakaran TPA Sampah Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Sabtu (05/09/2026).

Kebakaran diketahui terjadi pada Kamis [04/09/2026] sekitar pukul 18.00 WIB. Dipicu cuaca terik panas, api membakar tumpukan sampah yang mengandung gas metan sehingga berpotensi meluas.

Sejak kejadian, petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman secara bergiliran pagi, siang, dan malam hari agar api tidak merembet ke area lain.

“Kami lakukan pemadaman bersama petugas Damkar Gabungan dan instansi terkait, agar api tidak meluas,” ujar Kapten Cba Sugiyono di lokasi kebakaran.

"Koramil 04/Jebres berkomitmen terus bersinergi dengan instansi terkait dalam penanganan bencana, demi keamanan dan keselamatan masyarakat wilayah Jebres."tegasnya.

Sementara itu Kabid Pengendalian Kebakaran Damkar Kota Surakarta menyampaikan, laporan dari warga langsung ditindaklanjuti. Pemadaman dilakukan secara berkelanjutan karena karakteristik sampah TPA yang mudah menyulut dan menimbulkan asap tebal.

Dampak kebakaran ini cukup dirasakan warga sekitar TPA. Asap pekat mengganggu kesehatan, terutama bagi lansia dan balita. Untuk sementara beberapa warga mengungsi ke rumah saudara terdekat.

Kegiatan pemadaman masih terus dilakukan hingga api benar-benar padam.

Penulis : Arda 72