All Posts | Media Buser Polkrim

Berita Terkini

ANGGARAN TIDAK CAIR, 34 CABOR INDRAMAYU ANCAM BOIKOT PORPROV XV JABAR 2026

Indramayu -Sebanyak 34 cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam kontingen Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) XV ka...

Postingan Populer

Rabu, 02 September 2026

Anggaran Hampir Rp1,5 Miliar, Keselamatan Pekerja Proyek KUA Pangkal Balam Dipertanyakan

PANGKALPINANG — Proyek pembangunan Gedung Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026, mulai disorot. Selain memiliki nilai kontrak hampir Rp1,5 miliar, pelaksanaan proyek tersebut diduga belum sepenuhnya memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi pembangunan.

Hasil penelusuran tim awak media di lapangan pada Rabu (2/9/2026) menemukan indikasi bahwa penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja belum terlihat sebagaimana mestinya. Padahal, aspek keselamatan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan proyek konstruksi.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan Gedung KUA Kecamatan Pangkal Balam memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.490.848.330.
Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Barokah Mulya Jaya sebagai kontraktor pelaksana, sedangkan CV Ary Con's ditunjuk sebagai konsultan pengawas.

Kontrak pekerjaan tercatat telah ditandatangani pada 24 Juni 2026 dengan Nomor 03/KUA PANGKAL BALAM/PPK/06/2026. Pada tanggal yang sama, pekerjaan fisik proyek juga dinyatakan mulai dilaksanakan.

Dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, proyek ini ditargetkan selesai sesuai batas waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.

K3 Bukan Sekadar Pelengkap Proyek. 

Persoalan yang menjadi perhatian bukan semata mengenai progres pembangunan gedung, tetapi bagaimana standar keselamatan diterapkan selama pekerjaan berlangsung.
Dalam pekerjaan konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian dari sistem manajemen keselamatan konstruksi yang harus diperhatikan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan.

Komponen keselamatan tersebut antara lain mencakup penggunaan APD sesuai risiko pekerjaan, seperti helm keselamatan, rompi, sepatu keselamatan, serta perlengkapan pelindung lainnya.

Dari hasil pengamatan di lapangan, penerapan aspek keselamatan tersebut dipertanyakan. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan terhadap pemenuhan standar K3 benar-benar dijalankan dalam proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.

Ketika dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, salah seorang pengawas pelaksana yang ditemui di lokasi justru menyatakan tidak mengetahui secara detail mengenai persoalan yang dipertanyakan.

Jawaban tersebut menjadi catatan tersendiri, mengingat keberadaan konsultan pengawas semestinya tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pekerjaan, tetapi juga memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Anggaran K3 Perlu Ditelusuri. 

Persoalan berikutnya adalah mengenai komponen biaya keselamatan kerja yang semestinya telah diperhitungkan dalam dokumen anggaran proyek.

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), kebutuhan biaya keselamatan konstruksi diperhitungkan berdasarkan tingkat risiko pekerjaan dan komponen keselamatan yang dipersyaratkan.
Karena itu, muncul pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka: apakah komponen biaya K3 telah dimasukkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan jika telah dianggarkan, bagaimana realisasi penggunaannya di lapangan?

Pertanyaan tersebut penting karena proyek ini menggunakan dana SBSN yang pada akhirnya merupakan bagian dari pembiayaan pembangunan pemerintah. Transparansi dan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan konstruksi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap rupiah anggaran digunakan sebagaimana mestinya.

Namun, indikasi dugaan ketidakpatuhan K3 tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyimpangan anggaran sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak, RAB, realisasi pekerjaan, serta keterangan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kontraktor Belum Beri Klarifikasi. 

Tim awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada CV Barokah Mulya Jaya selaku kontraktor pelaksana terkait penerapan K3, penggunaan APD, serta komponen anggaran keselamatan dalam proyek tersebut.

Konfirmasi juga diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi yang ditemukan di lapangan merupakan situasi sementara, atau memang mencerminkan pola pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi kontraktor, konsultan pengawas, Kanwil Kemenag Babel, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan atas temuan tersebut.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil pemantauan dan investigasi lapangan tim awak media. Setiap pihak yang disebut memiliki hak yang sama untuk memberikan klarifikasi, sehingga informasi yang disajikan kepada publik tetap berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

(HR/Tim Investigasi)

Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Jembatan Gantung Merah Putih dan Resmikan Sumur Bor di Pati


Uploaded Image

Pati – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kabupaten Pati, sekaligus meresmikan penggunaan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Rabu (2/9/2026).

Kehadiran Pangdam di Desa Kayen disambut antusias oleh warga dan para pelajar yang telah menunggu di sekitar lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan jembatan sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan konstruksi yang berlaku.

Pangdam menegaskan, pengecekan dilakukan sejak proses pembangunan berlangsung agar kualitas dan kekuatan konstruksi benar-benar terjamin. Menurutnya, jembatan yang dibangun harus memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika nantinya digunakan.

Uploaded Image

"Kami ingin melihat proses pembangunannya dan meyakinkan bahwa proses pembangunannya sesuai dengan standar yang berlaku. Kita tidak ingin nanti jembatan sudah jadi, kemudian timbul masalah karena tidak sesuai dengan konstruksinya," ujar Pangdam.

Jembatan tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 500 kepala keluarga di wilayah setempat. Selain memperpendek jalur transportasi warga, keberadaan jembatan akan memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk para pelajar yang menuju sekolah serta warga yang beraktivitas menuju persawahan.

Pangdam menyebut pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden RI yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pati.

Uploaded Image

Dari Desa Kayen, Pangdam melanjutkan kegiatan ke Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, untuk meresmikan penggunaan sumur bor yang dibangun Kodim 0718/Pati sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini.

"Kita menerima informasi bahwa di daerah sini kekurangan air. Dalam situasi musim kemarau ini sulit masyarakat mendapatkan air, makanya kita berinisiatif untuk membangun ataupun membuat sumur bor. Alhamdulillah air sudah bisa jalan dan masyarakat sudah bisa menikmati air tersebut," ungkap Pangdam.

Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 80 meter dengan kualitas air yang dinilai baik dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti mandi dan memasak. Air ditampung dalam bak berkapasitas sekitar 5.000 liter, sehingga masyarakat dapat mengambil air sesuai kebutuhan setiap hari.

Warga tampak antusias memanfaatkan fasilitas tersebut. Sejumlah masyarakat terlihat mengambil air dari tempat penampungan yang telah disiapkan. Bagi warga, tersedianya sumber air menjadi bantuan yang berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber air mengalami keterbatasan pada musim kemarau.

Pangdam menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih akan terus menjadi perhatian. Di wilayah Pati saat ini telah dibangun dua sumur bor dan direncanakan akan ditambah dua titik lagi. Program serupa juga akan terus dikembangkan di berbagai wilayah Jawa Tengah yang benar-benar membutuhkan sumber air, dengan target pembangunan sekitar 100 sumur bor.
Selain meninjau pembangunan infrastruktur dan meresmikan sumur bor, Pangdam juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap warga di wilayah tersebut.

Melalui pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih, Kodam IV/Diponegoro terus mendorong hadirnya manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur yang menghubungkan warga dan sumber air yang memenuhi kebutuhan dasar menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengabdian TNI yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

 (Pendam IV/Diponegoro)

Bupati Lucky Hakim Dorong Percepatan Jalan Letjen Suprapto, Warga Indramayu Sampaikan Apresiasi

INDRAMAYU – Pengerjaan rehabilitasi Jalan Letjen Suprapto di Kecamatan Indramayu mendapat tanggapan yang sangat positif dari warga setempat. Pembangunan infrastruktur yang dinilai berjalan tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas tersebut kini menghadirkan rasa bahagia bagi masyarakat yang saban hari melintasi kawasan tersebut.

Melalui data papan informasi proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu, pengerjaan fasilitas publik ini dialokasikan dari APBD T.A. 2026 sebesar Rp3,81 miliar. Pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender, terhitung sejak 13 Juli 2026 hingga 09 November 2026.

Kegembiraan warga terpancar jelas seiring dengan berjalannya pembenahan jalur strategis ini. Kondisi jalan yang kini makin tertata dan mulus dinilai memberikan rasa aman serta kenyamanan tinggi bagi para pengguna jalan.

"Kami merasa sangat senang dan lega melihat Jalan Letjen Suprapto diperbaiki dengan baik dan sesuai harapan warga. Perjalanan sehari-hari jadi jauh lebih lancar, nyaman, dan aman. Senang sekali rasanya punya akses jalan sebagus ini untuk mendukung kegiatan ekonomi warga," ujar Rian, salah satu warga setempat.

Apresiasi terhadap langkah Pemkab Indramayu juga disampaikan oleh Tomi Susanto Sekretaris Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI). Ia menilai pelaksanaan pembangunan di lapangan sudah sesuai dan mencerminkan kepedulian nyata Bupati Indramayu Lucky Hakim terhadap kebutuhan masyarakat.

"Masyarakat tentu sangat bersyukur. Kinerja Bupati Lucky Hakim dalam mengawal pengerjaan Jalan Letjen Suprapto ini sangat tepat sasaran dan pengerjaannya dinilai sudah sangat sesuai. Ini bukti nyata kehadiran pemerintah yang membuat warga merasa diperhatikan," ungkap Sekretaris AMKI.

Guna memastikan rasa puas masyarakat bertahan lama, pihak dinas terkait juga terus berkomitmen menjaga kualitas hasil akhir pekerjaan fisik di lapangan.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Arya Tenggara, menyampaikan bahwa fokus utama perbaikan ini adalah memberikan hasil yang kokoh demi kebahagiaan dan kenyamanan warga.
"Prioritas utama kami adalah memastikan pengerjaan Jalan Letjen Suprapto ini berjalan sesuai standar teknis terbaik dan rampung tepat waktu pada 9 November 2026. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati jalan yang mantap, aman, dan bertahan lama untuk menunjang aktivitas sehari-hari," tuturnya. 

Nurbaeti

Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas di Wilayah Piket Koramil 03/Serengan Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serda Tito melaksanakan Patroli Malam di seputaran wilayah binaan Koramil 03/Serengan, Selasa (01/09/2026).

Ditegaskan Serda Tito patroli bersama Linmas bukan hanya sekedar kegiatan rutinitas Piket Koramil 03/Serengan,namun merupakan salah satu wujud tanggung jawab dan tindakan aktif Piket sebagai upaya menciptakan kondusifitas, meminimalisir terjadinya kriminalitas maupun kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lainnya terhadap masyarakat khususnya di wilayah Koramil 03/Serengan.

"Harapan kami dengan adanya patroli rutin seperti ini dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan dan juga menjaga situasi tetap aman dan kondusif."pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Selasa, 01 September 2026

Cegah & Temukan TB Sejak Dini, Puskesmas Purwodiningratan Gelar Cek Kesehatan Gratis Bareng Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Lurah Tegalharjo

Surakarta – Puskesmas Purwodiningratan bersama dengan Babinsa Tegalharjo Serka Joko Riyanto, Bhabinkamtibmas Aiptu Joko Lebowo, dan Lurah Tegalharjo Ibu Yolla Marrins,S.STP. menggelar kegiatan _Tracing Tuberkulosis (TB)_, pemeriksaan kesehatan gratis dan cek kesehatan. 

Kegiatan dilaksanakan Selasa (01/09/2026) pukul 08.00 WIB di Pendopo Kelurahan Tegalharjo, Jl. Ar. Hakim No. 13, Kelurahan Tegalharjo, Kota Surakarta.

Serka Joko Riyanto menegaskan _Tracing TB_ merupakan strategi aktif untuk menemukan kasus Tuberkulosis dan kontak erat pasien TB di masyarakat. Tim melakukan pemantauan kesehatan, edukasi, serta investigasi kontak agar penderita bisa segera mendapat penanganan tepat.

"Kami berperan membantu menjangkau warga dan memberikan dukungan sosial kepada pasien dan keluarga."tuturnya.

Sementara Kader TB bertugas melakukan pendampingan, edukasi, dan pemantauan kepatuhan pengobatan. Sinergi tenaga kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pemerintah kelurahan diharapkan mampu mempercepat pengendalian TB.

Selain pemeriksaan, tim juga memberikan edukasi pencegahan penularan TB kepada warga. Materinya meliputi etika batuk, penggunaan masker, menjaga kebersihan dan ventilasi rumah, serta pentingnya gizi untuk membantu penyembuhan. Warga juga diimbau tidak memberi stigma kepada penderita karena TB bisa sembuh dengan pengobatan teratur dan tuntas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional penanggulangan TB. Puskesmas Purwodiningratan berkomitmen terus memperkuat kolaborasi demi mendukung target eliminasi TB di Indonesia.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image